
Aiyla baru saja terbangun dari tidurnya, terkejut melihat wajah Rakara yang tepat berada di atas wajahnya. Rakara tersenyum melihat wajah malu malu Aiyla yang baru saja ia bobol semalam. Rakara segera memeluk Aiyla kembali.
"Sayang kamu belum ngasih stempel lo di dada kak," kata Rakara sembari terkekeh mengusap sesuatu yang sudah polos. Aiyla benar benar malu dengan apa yang mereka bicarakan. Terlebih lagi Rakara menyentuh kulit putih mulusnya.
"Kakak ih masih gelap juga, tidur lagi gih," pinta Aiyla mencoba melepaskan diri dari Rakara.
"Iya tapi yang di bawah segar lagi gimana?" Rakara segera ******* bibir Aiyla, Aiyla yang awalnya menolak, kini mau tidak mau harus menerima perlakuan Rakara, dan akhirnya dirinya pun terbuai dengan perlakuan Rakara.
"Ah, kak," Aiyla mengeluarkan suara indahnya, yang hanya orang orang tertentu yang bisa mendengar kannya.
Suara indah dari bibir Aiyla terus terdengar, di bibir indah Aiyla. kala Rakara mengecup setiap sudut lengkuk tubuhnya.
"Sayang balas," kata Rakara mengangkat kepalanya, dengan nada seolah menuntut.
__ADS_1
Aiyla malu malu di buatnya, kemudian mulai mencontohkan apa saja yang baru di pelajari nya. Ah, Aiyla memang tipe yang sangat cepat belajar, kini ia mulai melakukan persis yang di lakukan Rakara, meski dengan sedikit kaku. Maklum saja ia masih sangat pemula, namun naluri kewanitaan nya, membuatnya mampu melakukan hal tersebut.
Rakara segera membalikkan posisi mereka, sehingga Aiyla berada di atasnya, dengan kini beberapa stempel di tubuhnya.
"Ah, terus sayang," racau Rakara sembari terus mengusap lembut kepala Aiyla. "Terus ke bawah," pinta Rakara, kini mulai sedikit meremas rambut Aiyla.
Saat telah sampai di perut bawah Rakara, Aiyla segera memandang Rakara, pandangannya seolah bertanya, ia harus melakukan apa. Pasalnya saat ini tepat di hadapannya, pusaka berharga Rakara berada di hadapannya, dengan tegak menantang, seorang menantang Aiyla untuk menaklukkannya.
"Bangun sayang, sini," Rakara segera meminta Aiyla untuk bangun dan mendekat. Aiyla ragu ragu ragu untuk mendekat. Rakara sedikit gemas melihat wajah memerah Aiyla, segera menariknya, kemudian menindih tubuh Aiyla.
"Sekarang giliran 'ku, nanti giliran 'mu sayang," rakara segera mengecup bibir, yang telah menjelajahi tubuhnya tadi.
Kemudian memasukkan Pusaka nya. Tiga tiga puluh menit sudah Rakara berpacu, kemudian Rakara ambruk di atas Aiyla. "Istirahat lima belas menit sayang," kata Rakara tersenyum.
__ADS_1
Tepat saja, setelah kurang lebih lima belas menit, Rakara kembali menggarap Aiyla. Rakara segera mengecup kembali Aiyla, dan mendudukkan Aiyla ke dalam pangkuannya, kemudian Rakara segera mengecup bibir Aiyla. "Masukkan sayang."
Aiyla dengan ragu ragu di bantu oleh Rakara segera memasukkan Pusaka kedalam sarungnya,dan akhirnya tiga puluh menit terjadi lagi, Rakara benar benar puas.
"Ah terimakasih sayang," Rakara segera memeluk tubuh Aiyla, setelah penyatuan mereka terlepas. "Benar benar luar biasa."
Aiyla sudah jangan di tanya lagi, setelah bekerja keras, dirinya kembali terlelap di dalam pelukan Rakara.
END alias Tamat.
Yu hu, Buat kalian yang udah ga sabar nungguin buat S2 dari CEO belok vs colonel cantik, hari ini udah loh, cek di bio othor. Dan teman teman silakan baca, jangan lupa vote dan komentar.
__ADS_1
Oh ya othor juga mau berterimakasih karena atas do'a nya otot sekarang mampu menempuh S1.