
Hari ini Rayana tengah berangkat menuju rumah sakit tepat dokter Aldi praktek, Rayana di antar supir segera melenggang masuk ke dalam mobil, dengan menggunakan masker dan topi, karena bisa di pastikan para wartawan tengah menunggu di mana mana, bersiap untuk menunggu kualifikasi dari Rayana.
Setelah berada di mobil, supir pribadi khusus Rayana segera menancap gas menuju rumah sakit.
"Aku udah di jalan," kata Rayana di dalam pesannya.
^^^"Iya hati hati kalau sampai langsung chat aja," jawab dokter Aldi.^^^
Rayana sedikit mengerutkan keningnya mendapatkan jawaban tersebut, tak Rayana sangka ternyata dokter itu masih sempat memegang ponselnya di saat bekerja.
"Iya," hanya itu jawaban yang di kirim Rayana.
Tak butuh waktu lama Rayana telah sampai di rumah sakit tempat dokter Aldi bekerja, Rayana segera masuk menuju ruang kerja dokter Aldi, sesampainya ia di ruang tunggu Rayana segera melangkahi para barisan yang menunggu antrian, membuat beberapa pasang berdecak kesal.
"Apaan sih muka pake masker, topi jangan jangan hamil di luar nikah," celetuk salah satu ibu ibu yang tengah hamil besar, terlihat perutnya yang sudah menjendul besar.
Rayana tak perduli kata kata calon ibu muda tersebut ia segera masuk, ketika masuk begitu saja para suster terkejut dan berusaha menghadang Rayana, ketika sampai di hadapan dokter Aldi.
"Bu ngantri," kata salah satu suster yang menyusul Rayana.
Rayana tak menghiraukan ia segera membuka masker dan juga topinya, sontak membuat para suster segera mundur teratur, karena tahu Rayana adalah tunangan dari dokter Aldi.
"Oh maaf," kata suster tersebut membuat Rayana tersenyum.
"Sayang tunggu di sofa ya," kata dokter Aldi dengan lembut, membuat para suster menganga tak percaya.
Pasalnya selama ini dokter Aldi merupakan dokter muka datar, yang hanya ramah kepada pasiennya saja, itu pun karena memang dokter di tuntut seperti itu agar ibu hamil tidak terlalu setres.
Rayana tampa protes segera duduk di sofa sembari mengeluarkan ponselnya dari tas miliknya.
Setelah itu akhirnya dokter Aldi segera kembali melaksanakan tugasnya sembari sekali kali melirik Rayana yang tengah memainkan ponselnya.
__ADS_1
Matahari kini telah berada tepat di atas bumi tanda waktu telah memasuki siang hari, dokter Aldi menghentikan pekerjaannya bersiap untuk makan siang bersama Rayana.
"Sus tolong pesankan spageti dua steak dua, minumnya jus jeruk hangat," kata dokter Aldi tampa memandang ke arah suster tersebut.
Dokter Aldi segera mendekati Rayana yang saat ini masih sibuk dengan ponselnya.
"Sayang kamu asyik banget dari tadi lagi liat apaan?" tanya dokter Aldi sembari tersenyum ke arah Rayana.
"Ini loh video lucu banget," kata Rayana memperlihatkan sekumpulan video kucing dengan tingkah lucu dan menggemaskan.
Dokter Aldi tersenyum kemudian menyelipkan rambut ke belakang telinga Rayana, kemudian mengecup telinganya.
"Ih masih di rumah sakit kitanya ya," kesal Rayana menjauh dari calon suaminya.
"Jadi kalau ga di rumah sakit boleh," dokter Aldi terus menggoda Rayana sembari kembali mendekatkan dirinya ka samping Rayana hingga Rayana terhimpit di sudut sofa.
"Permisi ini pesanannya dok," kata suster tersebut membuat Rayana segera berdiri, agar suster tersebut tidak salah faham dengan posisi mereka.
Dua orang suster segera masuk di sambut senyum manis Rayana, dan wajah datar dokter Aldi. Ah, kemana wajah sumringah dokter Aldi tadi saat menyambut Rayana? Apa mereka bertengkar? Entah lah kedua suster tersebut tak mau memikirkannya.
Baru saja Rayana hendak membuka bungkusan yang di bawa para suster tersebut, tiba tiba pintu terbuka dengan terburu buru. Sontak membuat Rayana dan dokter Aldi terkejut, mereka segera memandang ke arah pintu.
Terlihat dokter Ibnu dengan wajah yang sedikit panik. "Gawat dokter Aldi, ada emergency ibu ibu ada yang mau melahirkan," kata dokter Ibnu, sontak membuat dokter Aldi kembali menutup makanannya.
"Sayang kamu makan dulu, nanti aku langsung ke sini setelah selesai," kata dokter Aldi segera berdiri dan mengambil jas putih khas dokternya.
Sebelum dokter Aldi keluar ia masih menyempatkan diri mengecup puncak kepala Rayana dan juga bibir Rayana, sontak membuat dokter Ibnu yang menunggu dokter Aldi berdecak kesal, di dalam situasi emergency saja masih sempat sempatnya dokter Aldi mengecup bibir Rayana.
"Dasar bucin," guman dokter Ibnu.
Seandainya saja mereka tidak dalam keadaan emergency, mungkin saja dokter Ibnu telah mengarungi dokter Aldi, karena kesal dengan sikap dokter Aldi yang bucinnya kelewatan.
__ADS_1
Rayana yang di tinggalkan sendirian segera memakan dengan tidak berselera, niatnya ke sini ingin makan dengan calon suami justru sekarang orang tersebut sibuk membantu orang melahirkan.
Setelah makanannya habis Rayana segera menyembulkan kepalanya mencari suster yang bertugas tadi, ia ingin bertanya kapan kira kira persalinan selesai.
Rayana memutuskan untuk keluar dari ruangan tersebut, dan mencari suster yang berlalu lalang, saat Rayana keluar ia lupa mengenakan masker dan juga topi, sehingga kedatangannya membuatnya menjadi pusat perhatian.
"Suster biasanya persalinan berapa lama ya?" tanya Rayana tak memperdulikan desas desus karena kehadiran dirinya.
"Em bisa sampai dua belas hingga delapan belas jam Bu, jika pernah melahirkan biasanya lebih lama lagi, itu pun jika tidak ada masalah terhadap bayinya," jelas suster tersebut, sontak membuat Rayana membulat tak percaya.
Apa calon suaminya akan bekerja selama itu? Atau apa ia harus menunggu suaminya? Ah entah lah tapi itu menimbulkan banyak tanya di benaknya.
"Kalau yang di tangani dokter Aldi bagaiman sus?" Rayana masih berusaha datar.
"Oalah kalau yang di tangani dokter Aldi itu sudah di bagian fase transisi," jelas suster tersebut semakin membuat Rayana bingung.
"Maksudnya gimana ya?" kata Rayana menggaruk tengkuknya.
Suster tersebut tersenyum melihat wajah bingung Rayana, sungguh lucu jika di lihat dari dekat, ia berfikir pantas saja dokter Aldi jatuh cinta kepada wanita yang dihadapannya, sungguh wanita itu sangat cantik. Ah, jangankan dokter Aldi, bahkan laki laki sekelas dengan Pith saja bisa jatuh cinta olehnya, pikir suster tersebut.
"Ah itu pembukaan akhir sudah waktunya melahirkan, biasanya tiga puluh hingga dua jam," kata suster tersebut, sontak membuat Rayana menganga tak percaya.
"Lama banget ya? Kasian ibu ibu nya," kata Rayana polos, ia tak membayangkan jika harus menahan siksaan sebegitu lamanya, apalagi mengingat perkataan suster yang pertama tentang lamanya persalinan, sontak membuat Rayana semakin bergidik.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****Selamat berpuasa teman teman sekalian bagi yang muslim 🙏🙏🙏****...
...Mohon maaf jika ada salah dan kekhilafan serta ketersinggungan selama author menulis novel terimakasih...
...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....
__ADS_1