Duda Genit

Duda Genit
Bermalam di rumah calon mertua.


__ADS_3

Setelah kehebohan di di depan rumah Daniel tadi, Angel kini tengah duduk di meja makan, untuk makan malam bersama dengan Melisa, sang calon ibu mertua.


Ada sedikit rasa gugup, karena pertama kalinya makan di tempat ini. Bersama dengan seorang wanita yang berstatus sebagai calon ibu mertuanya.


Daniel menggenggam tangan Angel, sembari tersenyum ke arah Angel. "Rileks mama vegetarian kok."


Angel terkejut mendengarkan penuturan dari Daniel, ingin rasanya ia tertawa mendengar penurutan pria tersebut, namun berusaha ia tahan.


"Angel kenapa? Kamu gugup?" tanya Melisa melihat wajah calon menantunya ini sedikit tegang.


"Engga papa bu," kata Angel sedikit gugup.


"Maklum bu, pertama kali bertemu calmer ya gini," kata Daniel, sembari menggoda Angel.


"Hust... kamu itu, jangan suka menggoda calon menantu ibu ya," tegur Melisa, membuat Daniel tersenyum. "Ayo makan sayang."


Angel mengangguk kemudian mulai menyendok makanan ke piringnya, setelah Melisa. Setelah dirasa cukup Angel segera segera meletakkan piringnya kembali ke meja.


Daniel segera menukar piringnya, yang kosong, dengan piring Angel yang penuh makanan.


"Latihan jadi istri yang baik sayang," kekeh Daniel, membuat Melisa bergeleng melihat tingkah anaknya.


Angel yang sedang segan untuk bertengkar, hanya mendiami Daniel. Angel kembali mengambil makanan dan meletakkan di dalam piring nya.


Mereka kemudian makan bersama, tampa ada suara percakapan di antara mereka, yang ada hanya suara dentingan piring dan sendok yang saling beradu.


Setelah selesai makan malam, Angel menuju kamar yang telah di persiapkan untuk Angel. Angel segera masuk, dan mengganti pakaiannya, dengan pakaian yang telah di persiapkan.


Saat Angel sudah bersiap untuk terlelap, tiba tiba Daniel masuk, dan ikut menyusup di dalam selimut, membuat Angel terkejut.


"Eh dunit, ngapain kamu?" tanya Angel terkejut, karena kedatangan Daniel yang tiba tiba. "Kalu mau ke sini pakai baju dulu, ngapain pamer dada."

__ADS_1


"Ngapain? Ya mau tidur lah," kata Daniel terkekeh.


"Aish kalau mau tidur di kamar kamu sana," usir Angel. "Pakai baju, jangan ga pakai."


Daniel tak menghiraukan Angel, Daniel segera memeluk tubuh Angel yang berada di dalam selimut.


"Hm... hangat sayang," ucap Daniel sembari mengecup pipi Angel.


Daniel mengeratkan pelukannya, sembari mengecup puncak kepala angel.


"Sayang kapan kita menikah?" tanya Daniel membuat Angel segera mendongak ke arah Daniel.


"Hm... kapan ya?" tanya Angel kembali. "Memangnya kenapa?"


"Ya tentu saja agar setiap saat saya selalu bisa bersama dengan kamu sayang," jujur Daniel membuat Angel menggeleng.


"Datang dulu ke acara kak Anna baru pikirkan tentang kita," ucap Angel membuat Daniel kembali mengecup puncak kepala Angel. "Lagian ya dunit, ga ada yang ngelamar di tempat tidur."


"Cie yang kodenya minta di kamar secepat nya," goda Daniel membuat Angel melotot tak percaya.


"Itu ungkapan dunit..." kesal Angel, membuat Daniel semakin terkekeh.


"Iya sayang, nanti kalau saya melamar kamu, jangan kamu tolak ya," pinta Daniel membuat Angel terkekeh.


"Bisa minta gitu ya?" tanya Angel di sela sela tawanya.


"Tentu saja bisa sayang," Kata Daniel, kembali menarik Angel untuk masuk ke dalam pelukannya.


Daniel kali ini berbaring terlentang, dan membawa kepala Angel ke atas dadanya. Sembari mengusap kepala Angel.


"Sayang kamu tidur lagi ya, sudah malam," kata Daniel yang memang tahu jadwal tidur Angel.

__ADS_1


Angel mengangguk, kemudian memejamkan matanya, merasakan usapan lembut dari Daniel.


"Ini tidak berat ya?" tanya Angel sembari menutup matanya.


"Tidak apa apa sayang, ini tidak seberapa ketimbang cinta saya ke kamu," Daniel kembali menggobali Angel, sembari terkekeh.


"Dasar tukang gombal," cibir Angel, membuat Daniel terkekeh.


"Tapi suka kan?" Kembali lagi Daniel menggoda Angel.


"Dasar dunit pentas," cibir Angel.


"Iya pendekar cinta sableng kamu," kata Daniel, sembari terus saja mengusap kepala Angel.


"Dunit nyanyi dong," pinta Angel membuat Daniel tersenyum.


Tampa aba aba Daniel segera bernyanyi sembari mengusap kepala Angel, terdengar suara Daniel sedikit tertekan akibat Angel yang berada di atas dadanya.


Tak lama kemudian Angel tertidur pulas, di atas dada hangat Daniel, yang terekspos karena tak mengenakan baju.


Sementara Daniel tersenyum, setelah merasakan nafas teratur dari angel. Daniel sedikit mengacak rambut Angel dengan hati hati. Agar si empunya rambut tak terbangun.


Daniel menarik selimut hingga menutupi leher Angel, kemudian mengambil ponselnya untuk memotret Angel dan dirinya. Daniel kembali mengacak rambutnya untuk membuatnya terlihat sedikit lebih berantakan.


Daniel terkekeh melihat hasilnya, kemudian segera meletakkan ponselnya di samping tempat tidur, dan ikut memejamkan mata.


Daniel tampaknya akan tidur nyenyak malam ini, karena kembali lagi mendapatkan kartu as, yang pasti akan membuat Angel tak dapat menolaknya. Karena kali ini foto yang di ambilnya, tampak lebih nyata dan alami.


"Selamat malam calon nyonya Daniel Mark Rosyid," guman Daniel, mengecup mesra puncak kepala Angel.


Angel sedikit bergerak, membuat Daniel sedikit meneguk ludah nya.

__ADS_1


"Sabar Daniel Mark Rosyid, nanti setelah menikah kau bisa menghabisinya di tempat tidur," gumam Daniel, sembari mengeratkan pelukan, dan menjadikan Angel guling, agar Angel tak banyak bergerak.


__ADS_2