
Dokter Aldi memacu mobil mereka dengan tujuan akhir Bali, Setelah beberapa jam akhirnya waktu menjelang sore, mereka melalui hal tersebut di jalan raya saja, mereka berencana untuk bermalam di pantai wisata Sendang biru.
Maka dari itu dokter Aldi sedikit memacu lebih cepat mobil mereka, Rayana tersenyum sembari melihat lihat foto yang mereka abadikan.
"Sayang habis dari berlibur kita post ini semua di sosial media boleh ya," kata Rayana sembari menunjukkan galeri fotonya.
"Iya sayang terserah kamu," kata dokter Aldi mengusap kepala Rayana dengan lembut.
Setelah samapai di pantai Sendang biru, mereka segera memarkirkan mobilnya di tempat parkir khusus mobil, yang ada di sekitar pantai.
"Sayang mancing yuk," kata Rayana semabari tersenyum senang
Dokter Aldi terkekeh kemudian mengecup bibir Rayana. "Ayuk, yang kalah dia yang mimpin."
Ah, kembali kerlingan mesum dari dokter Aldi semakin membuat Rayana bergidik melihatnya.
"Mimpin apa? Upacara? Mana ada upacara malam malam gini?" Rayana mendengus mendengarkan kata kata dari dokter Aldi.
"Ada dong sayang, kita sekarang kan tiap malam upacara sakral," dokter Aldi segera memeluk tubuh Rayana.
"Sakral iya sakral, cuman di hadiri dua orang, ketua dan wakil," kata Rayana mulai ikut keanehan suaminya.
"Nah tu tahu, upacara sakral pembentukan debay," kata dokter Aldi segera mengecup leher jenjang Rayana. "Sayang jadi kita mancingnya?"
"Ga usah deh hilang mood," kata Rayana segera mengedarkan pandangan ke arah lampu yang cukup temaram.
"Cari makan mau?" dokter Aldi segera menawarkan solusi lain.
Rayana mengangguk kemudian menggandeng tangan dokter Aldi untuk ke arah asal cahaya. Tampak di restoran mulai terlihat dari kejauhan, mereka segera melebarkan langkah menuju restoran.
Dokter Aldi dan Rayana segera duduk dan memanggil pelayan, mereka segera memesan makanan yang mereka inginkan.
"Mau makan apa?" dokter Aldi memandnag Rayana.
"Terserah kamu aja, aku ikut," kata Rayana asyik memainkan ponselnya.
Dokter Aldi hanya memandangnya sebentar kemudian berfokus kepada buku menunya lagi.
__ADS_1
"Mau pesan ikan bakar pepes, kepiting gulai, cumi bakar, nasi dua porsi, minumnya jus jeruk hangat dua, dan air putihnya dua," kata dokter Aldi segera mengembalikan buku menunya.
"Sayang, kamu lagi apa?" tanya dokter Aldi segera menarik ponsel Rayana.
"Sayang, jangan langsung tarik nanti kehapus," kata Rayana mengeluh memandang dokter Aldi.
"Kamu sih liat hp terus, kalau lagi bareng aku fokusnya ke aku, jangan ke yang lain," kata dokter Aldi segera mengantongi ponsel Rayana ke dalam sakunya.
"Iya iya," kata Rayana mengalah kepada dokter Aldi.
Tak lama kemudian makanan yang dokter Aldi pesan datang, dan mereka makan dengan lahapnya.
......................
Seperti biasa, dokter Aldi dan Rayana baru saja melakukan olahraga malamnya, mereka segera berbaring, dokter Aldi menarik selimut hingga ke dada, mereka sama sama terbaring dan memandang langit yang sangat indah di malam hari.
"Sayang nanti kita singgahnya di air terjun kemudian baru kita meluncur ke Bali," kata dokter Aldi memeluk erat tubuh istrinya.
"Hm, Kita mancing di sana, sambil manggang dan bakar ikan," kata Rayana memandang ke arah dokter Aldi.
"Sayang perasaan kamu gimana sekarang? Baikan?" Rayana sedikit pelan takut suaminya tersinggung.
Namun bukannya tersinggung dokter Aldi segera mengeratkan pelukannya, dan kembali mengecup puncak kepala Rayana. "Sudah sayang, makasih ya aku bersyukur kamu yang jadi istriku."
"Hm, sama sama," gumam Rayana semabari mengecup lengan kekar dokter Aldi.
"Sayang tiap tahun kita gini bisa ga ya?" tangan dokter Aldi mulai kembali menjelajah.
"Hm, tahun depan kita ajak Willi juga, semoga tahun depan Willi sudah punya adik," kata Rayana memejamkan matanya mulai menikmati sentuhan dokter Aldi kembali. "Sayang, besok pagi kita harus berangkat loh, jangan nakal ah tangannya."
Rayana memang menikmati sentuhan itu, namun ia juga harus sadar bahwa besok mereka kembali harus melanjutkan perjalanan.
"Iya iya, tapi jadi baby boleh kan?" dokter Aldi akhirnya mengalah dan memberikan penawaran.
......................
Dokter Aldi kembali memacu mobilnya menuju Bali, namun ia berbelok sedikit karena ingin mengunjungi air terjun kapas biru, ia ingin memancing bersama istrinya dan membuat pembekalan untuk mereka.
__ADS_1
Mereka segera memarkirkan kendaraan mereka, dan segera menemui seorang penjaga untuk meminta jasa penunjuk jalan mereka harus melalui teaching dengan melalui tangga vertikal. Dokter Aldi melirik Rayana yang terlihat ketakutan kemudian segera menggenggam tangan Rayana.
"Sayang jadi mau ke sana? Kalau ga kita balik aja deh," kata dokter Aldi mengecup puncak kepala Rayana.
"Engga kok, aku cuman kaget aja," kata Rayana mencoba meyakinkan dirinya, tak mungkin mereka telah sejauh ini, masa harus mundur.
setelah sampai di bawah mereka segera berjalan kembali, dengan pemandangan sebelah kanan adalah jurang yang di dasari oleh sungai yang di aliri oleh lahar dingin gunung Sumeru.
Empat puluh menit sudah mereka berjalan, akhirnya mereka dapat mendengar deru air terjun yang mengalir, dan hawa dingin mulai menjalar di sekitar mereka, yah itu semakin menambah semangat mereka berdua untuk memacu kaki, agar melangkah menuju air terjun.
Usaha mereka tak sia sia, air terjun itu benar benar sangat cantik, bahkan jauh di atas ekspresi mereka, wajah bahagia terus terpancar di bibir Rayana yang terus tersenyum merekah.
Mereka beristirahat selama dua puluh menit, sembari menyelonjorkan kaki nya, sementara dokter Aldi memanfaatkan moment tersebut dengan memeluk mesra Rayana.
"Mas mau di foto dengan istrinya?" laki laki yang menyewakan jasa petunjuk arah tersebut menawarkan untuk menangkap gambar, tentu saja Rayana dan dokter Aldi tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.
Mereka melakukan pose mesra seolah dunia hanya milik mereka berdua, laki laki yang tengah memotret mereka hanya tersenyum, mungkin sudah biasa melihat kelakuan seseorang seperti ini.
Setelah puas beristirahat, Rayana dan dokter Aldi segera memancing di pinggir sungai, laki laki yang menjadi petunjuk arah tersebut hanya memperhatikan mereka saja.
Setelah mendapatkan dua ikan segar dokter Aldi segera mengajak Rayana untuk kembali ke mobil mereka.
......................
Mereka berterimakasih kepada laki laki tersebut, kemudian segera memberi uang tips untuk lelaki tersebut, karena mereka puas dengan apa yang mereka lihat tadi.
Dokter Aldi segera istirahat bersama Rayana di dalam mobi, mereka tidur bersama semabari melepas penat mereka.
Hi semua Author mau buat novel baru judulnya Mr. Gay Vs Colonel cantik, nanti saat muncul jangan lupa di baca dan di like ya, cuman ga sekarang tapi nanti wkwkwkwk, di tunggu kedatangannya di novel baru author.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Selamat hari raya idul Fitri semua, bagi teman teman sekalian bagi yang muslim 🙏🙏🙏...
...Mohon maaf jika ada salah dan kekhilafan serta ketersinggungan selama author menulis novel terimakasih...
...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....
__ADS_1