
Pagi ini Daniel bangun terlebih dahulu, dan mendapati seorang wanita yang tengah terlelap. Daniel tersenyum melihat wajah polos istrinya, yang saat ini sedang tertidur pulas.
Daniel terus memandanginya tampa merasa bosan, entah kenapa wajah ini merupakan wajah yang membuatnya teduh. Tangan Daniel mengusap lembut wajah Angel, membuat Angel sedikit terganggu. Daniel tersenyum senang, sekali lagi Daniel jatuh cinta dengan wajah tersebut.
Huh cinta memang datang tampa di sadari, terkadang datang tiba tiba, dan juga terlihat pada pandangan pertama. Sama seperti dirinya, yang mencintai Angel hanya dengan pandangan pertama.
Angel adalah wanita pertama yang membuatnya mengejar, dan memenangkan hatinya. Mantan istrinya? Ya hanya masalalu, yang berasal dari kesalahan perjodohan, yang memaksa mereka untuk bersatu tampa cinta. Padahal tampa mereka sadari cinta itu tidak dapat di paksa, melainkan tumbuh dengan sendirinya.
Ya pernikahan pertamanya tak ingin ia ulangi lagi di bagian kegagalan nya. Ya hanya mengarungi biduk rumah tangga selama dua tahun, tampa cinta, tampa rasa. Membuat mereka menjalani hidup masing masing. Yang ada di antara mereka hanya rasa persahabatan. Karena hati Anna telah di miliki oleh orang lain.
Tapi kali ini ia menikahi gadis yang ia cintai, dan mencintainya. Ya bisa di bilang ini adalah cinta pertama untuknya. Dengan wanita ini, ia dapat merasakan arti sebuah cinta, bahagia karena cinta, mabuk karena cinta, rasa cemburu yang membuatnya kesal, dan rasa ingin memiliki.
Angel mengerjap beberapa kali menyesuaikan cahaya yang masuk, sesekali Angel menyipitkan matanya, hingga terlihat terpejam. Angel tersenyum melihat wajah sang suami, yang tengah mengusap wajahnya dengan lembut, di sertai senyum yang merekah.
Pagi ini adalah pagi yang indah untuk kedua pasangan suami istri ini. Di tambah ini adalah hari pertama mereka sebagai sepasang suami istri.
"Good morning my forever wife, and my only one wife," sapa Daniel, sembari tersenyum ke arah Angel.
"Morning my hubby," balas Angel, membuat Daniel tersenyum kemudian memeluk Angel.
"Ya sudah kamu mandi dulu gih," kata Daniel sembari mengusap wajah polos, nan mulus istrinya.
__ADS_1
Angel tersenyum sembari memejamkan matanya. "Gendong," kata Angel merentangkan tangan.
Daniel terkekeh melihat tingkah istrinya yang manja, Daniel kemudian berdiri dan mengenakan bokser nya. "Dasar manja."
"Biarin," kata Angel masih setia merentangkan tangannya.
Daniel segera menggendong istrinya ke dalam kamar mandi hotel tersebut, kemudian membandingkan tubuh polos istrinya ke bathtub. Daniel menghidupkan keran kemudian menyalakan air hangat untuk istrinya, Daniel mengambil sabun cair, kemudian menuangkannya di dalam bathtub.
Daniel menjongkokkan dirinya di samping bathtub. "Cepat mandi, saya akan mesan sarapan untuk kita," kata Daniel mengecup puncak kepala istrinya, sembari berdiri meninggalkan Angel.
Angel menyelesaikan mandinya dengan cepat, dan meminta pakaian dengan Daniel. Angel mengumpat kesal, karena ternyata ia tak membawa baju, karena kopernya entah kemana perginya. Angel segera memakai handuk kimono untuk menutupi tubuh polosnya. Kemudian keluar untuk mencari Daniel.
"Dunit... eh sunit..." panggil Angel, sembari meralat panggilannya.
"Baju aku gimana nih... masa sama dalamannya sih yang ga ada," keluh Daniel.
"Iya sudah saya pesan sama pelayan hotelnya," kata Daniel tersenyum ke arah Angel. "Tapi kalau kamu mau makai dalaman saya lagi ga papa, sebagai suami yang baik saya ikhlas kok."
Angel memerah mendengarkannya, jika bukan karena dalam keadaan kepepet Angel tak akan melakukannya, mana celana dalam tersebut terlalu besar untuknya, hingga membuatnya kedodoran.
"Itu karena emergency ya..." kesal Angel, melihat wajah suaminya yang menggodanya.
__ADS_1
"Kalau suka juga ga papa kok, lagian semua yang saya punya itu bisa untuk kamu," kata Daniel menggoda Angel.
"Aih... ga usah di goda goda lagi," kesal Angel mendudukkan diri di samping Daniel.
Daniel terkekeh, kemudian menunjukkan ponselnya, di dalam ponsel tersebut terdiri beberapa foto pernikahannya dan Angel. "Sayang kira kira yang cocok untuk di cetak ukuran besar yang mana?" tanya Deniel memperlihatkan beberapa foto mereka.
Angel tampak mengamati satu persatu, kemudian menunjuk sebuah foto yang menurutnya bagus. Daniel menyetujuinya, dan segera menghubungi asistennya. Daniel kemudian mengganti seluruh wallpaper, serta photo profilnya, dengan foto pernikahan mereka.
"Sayang ponsel kamu sini," pinta Daniel kemudian membuat Angel berdiri, dan mengambil ponselnya yang terletak di meja rias.
"Nih..." kata Angel sembari menyodorkan ponselnya.
Daniel pun melakukan hal yang sama yang ia lakukan di ponsel miliknya. Angel hanya tersenyum melihatnya.
"Sayang habis ini kita langsung pindah ke rumah yang sudah saya beli ya," kata Daniel membawa Angel ke dalam pelukannya. "Oh ya bulan madu kita mau ke mana sayang?"
"Hm... ke Lombok kayaknya seru," kata Angle memandang kearah Daniel.
"Ga mau keluar negeri gitu?" tanya Daniel, sembari tersenyum.
"Ga kan kita sekarang susah kalau ke luar negeri, apalagi sekarang kan banyak virus," kata Angel terkekeh ke arah Daniel. "Virus yang lagi naik naik nya itu loh."
__ADS_1
Daniel tersenyum kemudian mengusap punggung Angel. "Iya sayang... jadi ke sana aja kita ya."
Angel mengangguk mengiyakan. kemudian menelusup di dada bidang suaminya. "Dingin," guman Angel, membuat Daniel memeluk erat Angel.