
Rayana mengusap lembut kepala dokter Aldi hingga terlelap, dokter Aldi terus saja memeluk tubuh Rayana dengan erat membuat Rayana tersenyum sekaligus sedih.
Rayana mengecup puncak kepala dokter Aldi mencoba memberi kekuatan untuk pria yang ada di dalam pelukannya.
Rayana cukup sedih, baru saja dokter Aldi merasakan bahagia, justru saat ini harus kembali bersedih, karena ancaman kembali menghantui keluarga kecil mereka.
Dokter Aldi terlihat lelap di dalam pelukan Rayana, laki laki itu tampak begitu tenang dan nyaman, membuat Rayana tak tega membangunkannya, padahal Rayana ingin makan siang.
Rayana sudah kelaparan, namun melihat wajah dokter Aldi yang begitu tenang membuatnya tak tega untuk meninggalkan suaminya itu.
"Hm sayang," dokter Aldi mengeratkan pelukannya semabari mengecup tulang selangka istrinya.
"Hm sudah bangun?" Rayana mengusap lembut kepala dokter Aldi.
Aduh Rayana sungguh gemas melihat tingkah manja suaminya, sungguh berbeda dengan yang di lihat orang orang. Suaminya yang terkenal dingin dan cuek, bersikap manja kepada istrinya, dan sikap manjanya hanya untuk istrinya.
"Ayo bangun sayang, ini dedek udah minta makan di dalam," kata Rayana mencoba menjauhkan wajah suaminya.
"Lapar ya," beo dokter Aldi tersenyum mengusap lembut perut Rayana.
"Iya papa, lagian kasian Willi kalau makan sendirian," Rayana kembali mengingat Willi.
"Iya sayang," dokter Aldi segera bangkit dari baringnya, kemudian membantu Rayana untuk bangun.
Dokter Aldi segera menggandeng Rayana kemudian menggendong Willi yang ternyata masih bermain di ruang tengah bersama dengan babysiter.
"Mainan baru lagi sayang," dokter Aldi mencoel hidung Willi dengan hidungnya.
"Iya Pah, dari kakek keren kan?" Willi memamerkan mainannya di hadapan dokter Aldi.
__ADS_1
"Wah bagus banget, udah bilang terimakasih dengan kakek?" dokter Aldi mengecup pipi gembul Willi.
"Sudah kata kakek sama sama, terus kakek janji mau beliin mainan mobil mobilan," Willi tamapaknya bersemangat ketika mengingat janji Daniel.
Daniel memang sangat menyayangi Willi, baginya Willi adalah cucu pertamanya, yang sangatlah berharga. Daniel tak ingin cucunya kehilangan kasih sayang, atau pun yang lainnya.
Setelah selesai makan siang, mereka segera duduk di ruang keluarga sembari menonton, Willi dan Rayana asyik menonton film kartun, sementara dokter Aldi asyik memainkan rambut Rayana, sembari melihat pesan yang masuk di dalam ponselnya.
"Sayang," dokter Aldi segera memandang Rayana yang asyik menonton film kartun bersama Willi.
Rayana tertawa bersama Willi ketika melihat adegan konyol dari film kartun tersebut, sembari memasukkan cemilan ke dalam mulutnya.
Jika di lihat lihat kebersamaan mere mungkin saja mereka akan mengira bahwa Willi memang anak kandung Rayana. Hidung mereka sama sama mancung, dan mata mereka tak kalah indah.
"Sayang," dokter Aldi kembali lagi memanggil Rayana yang asyik dengan Willi.
"Sayang," dokter Aldi segera menarik dagu Rayana agar menghadap ke arahnya.
"Sayang mukanya kenapa gitu?" Rayana tampak bingung memandang dokter Aldi.
Dokter Aldi semakin cemberut memandang wajah Rayana, ternyata benar sejak tadi Rayana tak mendengarkan panggilannya.
"Aku dari tadi manggil kamu loh yang," dokter Aldi benar benar kesal.
Rayana terkekeh melihat tingkah suaminya, Rayana pikir itu adalah bawaan bayinya, karena semenjak Rayana hamil suaminya semakin manja cengeng dan sensitif.
"Maaf loh sayang, tadi kartunnya lucu dan seru sih," Rayana seger membingkai wajah suaminya.
Dokter Aldi terus cemberut membuat Rayana menarik kepala suaminya agar bersandar di bahu miliknya.
__ADS_1
Dokter Aldi seketika tersenyum merasa kembali di perhatikan, dokter Aldi segera menarik tangan Rayana yang membingkai wajahnya, dokter Aldi mengecup berkali kali tangan Rayana.
"Sayangnya aku ini kenapa hem? Tadi mau ngomong apa?" Rayana mencuil dagu dokter Aldi.
Ah tampaknya mereka benar benar bertukar karakter, karena dokter Aldi yang tiba tiba lebih bersikap seperti kekanak kanakan, manja, dan sensitif, sementara Rayana lebih terlihat dewasa.
"Gini loh, kan aku khawatir dengan kamu selama hamil, apalagi aku kan sudah mulai kerja di kantor, dan juga akan sering ke rumah sakit," dokter Aldi tamapak mengusap lembut kepala Willi, sembari sebelah tangannya terus menggenggam tangan Rayana.
"Hm terus," Rayana sedikit penasaran dengan kelanjutannya.
"Terus aku mau kita untuk sementara waktu tinggal di rumah ayah, sekalian biar Willi ada teman," dokter Aldi ingin Rayana mengerti.
Ini memang saran dari Daniel dan Rakara, agar semua aman dan dapat di awasi dengan mudah, jika mereka hidup secara terpisah pisah, maka musuh akan semakin mudah mengadu domba mereka, atau bahkan menjebak mereka.
"Aku terserah kamu aja, yang penting kamu nyaman, lagian kan kalau gitu aku sama Willi ga akan bosan," Rayana tersenyum manis ke arah dokter Aldi.
Sungguh Rayana sangat senang itu artinya, Rayana tak akan kesepian, dan akan ada bundanya yang sudah berpengalaman, dan mampu memberinya wejangan.
"Terimakasih sayang sudah sepengertian ini dengan aku," dokter Aldi mengecup berkali kali tangan Rayana.
"Iya sama sama," kata Rayana terkekeh melihat tingkah suaminya. "Terus kapan kita akan pindah?" Rayana tampak penasaran.
"Lebih cepat lebih bagus, sore ini juga kalau bisa," kata dokter Aldi mantap.
Hi semua novel baru author udah ada nih, judulnya Mr. Gay Vs Colonel cantik, jangan lupa di baca dan di like ya, di tunggu kedatangannya di novel baru author.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Selamat hari raya idul Fitri semua, bagi teman teman sekalian bagi yang muslim 🙏🙏🙏...
__ADS_1
...Mohon maaf jika ada salah dan kekhilafan serta ketersinggungan selama author menulis novel terimakasih...
...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....