Duda Genit

Duda Genit
DUNIT 35 (Berangkat)


__ADS_3

Seperti biasa, Angel terbangun, dan melihat ponselnya yang tengah melakukan video call. Angel memperhatikan wajah Daniel yang tengah tertidur pulas. Wajah yang selalu memperlakukan nya dengan istimewa. Angel tersenyum, sembari mengingat bagaimana romantis nya Daniel terhadapnya.


Angel segera bangkit, dan memutuskan sambungan telfonnya. Angel mengirim pesan kepada Daniel, untuk segera bangun dan bersiap siap ke kantor. Angel segera mandi, dan bersiap siap untuk kembali ke kantor.


"Selamat pagi..." sapa Angel, ketika turun dari lantai dua.


"Selamat pagi sayang, bagaimana semalam?" tanya Tania bermaksud menggoda Angel.


Wajah Angel memerah mendengarkan kata kata Tania. "Lancar."


Semua tersenyum, melihat tingkah Angel. Mereka tahu, bahwa Angel benar benar di perlakukan sangat istimewa oleh Daniel.


Saat Angel berjalan melewati ruang keluarga, Angel tak sengaja melihat koper yang tergeletak, di lantai. Kening Angel sedikit mengerut.


"Kalian mau kemana? Kok ga ngajak Angel," protes Angel, memandangi yang lain.


"Oh... gue mau ke Belanda, rumah sakit tempat gue magang, ngirim gue ke Belanda," jawab Aska, sembari memandang Angel. "Kalau yang lain, ada kerjaan, jadi di juga harus ke luar negri," lanjut Aska, sontak membuat Angel bersedih.


Aldo dapat melihat sedihnya wajah anaknya, membuatnya sedikit merasa bersalah. "Sayang tenang aja, kami sudah meminta Daniel untuk menjaga kamu kok."


Mendengar hal itu, sontak membuat Angel tersenyum kecut, itu artinya ia akan sendirian lagi. Bukan sendirian dalam artian di dalam rumah, karena rumah mereka banyak asisten rumah tangga. Namun sendirian di dalam artian kesepian.


"Jadi pagi ini berangkatnya?" tanya Angel membuat Brian memeluk adiknya.


"Kamu tahu kan, kakak punya istri di sana, jadi ga bisa lama lama," kata Brian mencoba membuat adiknya mengerti. "Yang lain juga punya kerjaan, kak Aska, harus magang sama kayak kamu, daddy sudah lama ninggalin kerjaannya, mami sama papi ada masalah di cabang Australia."


Mendengar hal itu, Angel mencoba mengerti, Angel segera mengangguk mendengar penjelasan Brian. Mau bagaiman lagi, semua harus terjadi.


"Angel antar ya," pinta Angel mencoba untuk tersenyum.


Setelah selesai sarapan, Angel tak henti henti nya memeluk Aldo dan duduk di pangkuan Aldo. Brian yang melihat hal itu hanya menggeleng. Sementara Aldo membalas pelukan putrinya, sembari mengusap lembut kepala Angel.


Sementara di mobil lain, Aska segera mengirimi Daniel pesan, tentang Angel.

__ADS_1


^^^"Tuan Daniel sebaiknya anda ke bandara, saat ini Angel tengah mengantar kami semu, berangkat. Tolong jaga dia, kami mempercayakan Angel kepada anda."^^^


Isi pesan Aska kepada Daniel, kemudian kembali menon aktifkan ponselnya. Bukan tanpa alasan Aska mempercayai Daniel. Aska melihat keseriusan Daniel kepada Angel.


Di sebuah gedung perkantoran, seorang pria tengah mondar mandir dengan sedikit gelisah, seperti menunggu kedatangan seseorang. Di kejutkan dengan bunyi pesan yang masuk, ternyata itu dari Aska. Ya laki laki itu adalah Daniel.


Daniel segera bergegas menuju bandara, menyusul sang kekasih hati yang pastinya tengah bersedih. Daniel mengemudikan mobilnya, sembari memikirkan keadaan hati Angel.


Hanya butuh beberapa menit, Daniel telah sampai di bandara. Daniel melihat Angel tengah memeluk Aldo melepas keberangkatannya ke Belanda, bersama Aska dan Brian.


Sementara orang tua Aska telah berangkat terlebih dahulu, karena jadwal mereka lebih pagi. Aska mengusap kepala Angel, dengan lembut. Aska tahu dia akan merindukan adiknya yang satu ini.


Daniel menghampiri mereka, kemudian menepuk pundak Aska dan Brian.


Secara refleks mereka berdua, memandang ke arah Daniel.


"Eh Daniel," sapa Brian tersenyum.


"Tolong jaga adik kami," seru Aska sembari tersenyum.


Aldo meraih tangan Daniel, kemudian menggenggam nya. Aldo pun meraih tangan putrinya.


"Nak Daniel tolong jaga Angel," kata Aldo.


Sembari menyatukan tangan Angel dan Daniel, seolah menyatakan bahwa Aldo merestui mereka, dan ingin Daniel menjaga Angel.


Daniel mengangguk, sembari tersenyum. "Pasti, saya tak akan membuat Angel bersedih," tutur Daniel, yakin.


"Bagus terimakasih."


Setelah melakukan perpisahan, ketiga laki laki gagah itu, segera berjalan menuju ke pesawat. Mereka memang menaiki jet pribadi, namun tetap dengan jadwal.


Daniel yang melihat tatapan sendu Angel, segera memeluk Angel, kemudian mengecup puncak kepala Angel.

__ADS_1


"Sayang jangan sedih kan ada saya di sini," pinta Daniel membuat Angel segera memandang Daniel dengan pandangan sendu.


Saat Angel memandang Daniel, Daniel segera mengecup bibir Angel singkat. Kemudian kembali memeluk Angel.


"Terimakasih," kata itu terdengar dari bibir Angel, membuat Daniel tersenyum.


Daniel segera menuntun Angel ke arah parkiran. Daniel membukakan pintu penumpang, untuk Angel, dan menutupnya kembali. Daniel kemudian segera masuk dan ke dalam mobil. Daniel sengaja membawa mobil sendiri, agar lebih mudah dan leluasa ketika bersama dengan Angel.


Daniel segera mengemudikan mobilnya ke arah kediaman Pradana. Daniel masuk, dengan menggendong Angel ke kamar nya.


"Dunit, kok kita ke rumah?" tanya Angel ketika Daniel menurunkan Angel, di tempat tidur.


Daniel merebahkan badannya di samping Angel, dengan menyampingkan badannya, sementara tangan kanannya menopang kepalanya. "Saya kangen sama kamu, jadi hari ini kita libur saja," kata Daniel, sembari membelai wajah Angel. "Pekerjaan, sudah di atur oleh Roni dan asistennya Siti."


Mendengar hal itu sontak membuat Angel tersenyum, Angel paham betul pasti akan terjadi kecanggungan yang luar biasa. Angel hanya berharap mereka akan segera sama sama jujur kepada hari mereka.


Melihat Angel tersenyum, Daniel segera mengecup puncak kepala Angel. "Kenapa senyum, hm."


"Tidak, hanya membayangkan kecanggungan mereka," jujur Angel.


Daniel tersenyum mendengarnya, kemudian menindih tubuh Angel sembari membelai wajahnya. "Biarkan saya memeluk mu sayang, saya tidak akan berbuat lebih, itu janji saya."


Angel hanya diam mendengar kata kata Daniel, Angel paham betul maksud Daniel. Daniel segera mengecup kembali bibir Angel.


"Saya sangat menyayangi kamu, saya tak akan meninggalkanmu sendirinya," kata Daniel memandang wajah Angel dengan lekat.


Angel tersenyum, kemudian memeluk Daniel, membuat Daniel tersenyum, menerima pelukan Angel. Daniel benar benar bahagia, bahwa Angel berinisiatif memeluknya duluan.


"Sayang saya sangat mencintaimu," kata Daniel sembari menutup matanya, bersiap untuk terlelap.


"Hm... Aku mungkin juga."


Daniel membuka matanya, sembari mencerna kata kata Angel, kemudian tersenyum kemudian mengecup kembali kepala Angel.

__ADS_1


"Suatu saat nanti akan ku buang kata kata mungkin nya," kata Daniel, kemudian mengecup lama puncak kepala Angel.


Angel kali ini tak menjawab namun hanya menambah erat pelukan Daniel. Seolah memberi isyarat bahwa ia siap akan hal itu.


__ADS_2