Duda Genit

Duda Genit
S2 (Insiden prewed)


__ADS_3

Hari ini adalah hari prewed kedua pasangan Rayana dan dokter Aldi, serta Rakara dan juga Rani, mereka di naungi oleh satu wedding organizer, sehingga semua di lakukan bersama, saat ini giliran Rayana dan juga dokter Aldi yang melakukan sesi photo, sejujurnya dokter Aldi sedikit tak suka dengan adanya tunjuk menunjuk langit yang di lakukan oleh Rakara dan juga Rani, membuatnya sedikit enggan melakukan hal itu.


Dokter Aldi punya firasat buruk akan melakukan hal itu, di tambah lagi jika di perhatikan Rayana sangat antusias melihat setiap gerakan sesi foto yang diambil oleh Rakara dan Rani. Bertambah lah firasat dari dokter Aldi.


Awalnya semua berjalan dengan lancar, namun lama kelamaan gerakan aneh menurut dokter Aldi mulai di serukan oleh photographer nya.


"Baiklah sekarang ayo pasangan lebih dekat lagi, yang cowoknya peluk pinggang pasangannya," kata photographer tersebut, sembari tangannya terus melambai lambai.


Dokter Aldi segera mendekat ke arah Rayana, dan memeluk pinggang ramping Rayana mengikuti perintah setiap perintah dari photographer.


"Nah sekarang ayo tunjuk ke atas sebelah kanan," benar saja apa yang di pikirkan dokter Aldi, hal yang menurutnya tak berguna pun terjadi, menujuk langit di angkasa.


Merasa dokter Aldi tak melakukan hal yang di perintahkan photographer Rayana segera memandang ke arah dokter Aldi, Rayana mencuil lengan dokter Aldi membuat dokter Aldi segera memandang ke arah Rayana.


"Sayang ayo tunjuk langit," kata Rayana mengajak dokter Aldi untuk berpose.


Dokter Aldi sebenarnya sangat malas melakukan hal itu, dokter Aldi segera mengerutkan keningnya tak setuju.


"Ngapain tunjuk langit? Emang di langit ada apaan?" Protes dokter Aldi mendengarkan perintah dari Rayana dan photographer tersebut.


Rayana kesal dengan hal tersebut segera menghela nafasnya, mencoba meredam kekesalan mendengar jawaban dari calon suaminya.


"Ih ini tu istilah istilahan sayang," jelas Rayana mencoba untuk bersabar, dan mencoba meyakinkan agar calon suaminya ini mengerti.


Istilah? Ah semakin bingung dokter Aldi mendengar penjelasan calon istrinya, yang terdengar sangat tidak masuk akal.


"Istilah apa an emang," tanya dokter Aldi penasaran, tak tahukah dirinya saat ini tengah mencoba memancing amarah sang calon pengantin wanita?


Rayana kembali mendesah panjang ketika mendapat pertanyaan tak berfaedah kembali dari bibir dokter Aldi.


"Itu menatap masa depan gitu," Rayana mulai menunjukkan tanda-tanda kekesalannya.


Dokter Aldi semakin tak mau malakukan hal yang di perintahkan Rayana, namun dokter Aldi mencoba menolaknya secara halus.


"Di liatin aja ga usah di tunjuk, kesannya ngajak berantem," kata dokter Aldi dengan seulas senyum yang manis.


Rayana menghela nafas panjang sungguh berdebat dengan dokter ganteng satu ini menguras emosi yang berkepanjangan.

__ADS_1


"Ih ga gitu juga Bambang," terpancing juga akhirnya emosi Rayan, dengan kesal ia mengatakan hal tersebut.


Dokter Aldi hanya mengerutkan keningnya bingung dengan emosi Rayana.


"Lah emang maunya gi mana?" tanya dokter Aldi tersenyum melihat wajah emosi Rayana.


"Tunjuk aja, menggapai masa depan ih, apa susahnya sih," kata Rayana memandang wajah dokter Aldi dengan penuh kesal.


"Masa depan aku udah ku raih, tinggal ku jalanin aja," kata dokter Aldi semakin tersenyum, sungguh semakin membuat emosi Rayana semakin menaik.


"Maksudnya?" Rayana masih kesal dengan dokter Aldi, yang sepertinya bermain main sejak tadi.


"Iya masa depan aku kamu," aduh, dokter Aldi masih sempat sempatnya menggombali Rayana.


Padahal ia tak bermaksud demikian, namun ia lakukan hanya untuk membuat Rayana tak kesal lagi dengan dirinya, dokter Aldi sangat paham dengan karakter Rayana.


"Ih, berasa terbang ke langit ke delapan," kata Rayana termakan rayuan dari dokter tampan tersebut.


"Kok delapan?" dokter Aldi menaikkan sebelah alisnya, dengan jawaban anti menstreem dari Rayana.


Ah, akhirnya amarah Rayana kini telah mereda, sepertinya ia bisa bebas dari tunjuk menunjuk langit biru angkasa.


"Oh ga sembilan aja gitu, ganjil enak loh," kembali dokter Aldi menimpali.


"Ga a..." belum sempat Rayana menjawab kata kata dari dokter Aldi, sebuah suara menghentikannya.


"Eh kalian berdua ngomong mulu kapan di fotonya?" Rakara protes sembari memandang ke arah Rayana dan dokter Aldi.


Kedua pasangan itu segera memandang ke arah Rakara dengan serentak.


"Tahun depan, ya sekarang lah paijem," kata Rayana membalas kata kata dari Rakara.


"Hah siapa?" Rakara bingung dengan maksud dari Rayana.


"Entah ga kenal," jawab Rayana malas berdebat dengan kakaknya yang katrok, bahkan membicarakan tentang sesuatu bahasa gaul saja ia tak tahu.


"Aneh kamu dek," kata Rakara melanjutkan makannya dengan calon istri.

__ADS_1


"Tapi ngangenin kan," balas Rayana membuat Rakara menjulurkan lidahnya mengejek Rayana.


Tampa mereka sadari sedari tadi photographer telah mengambil foto Rayana dan dokter Aldi, sehingga membuat pose mereka terlihat begitu alami, sehingga tampak begitu cantik.


"Ya sudah selesai, istirahat dulu," kata photographer nya sembari menyimpan kameranya.


"Jadi nunjuk langit ha jadi?" Dokter Aldi tampak sangat antusias.


"Iya semuanya sudah," kata photographer nya dengan santai.


"Tu kan ga jadi," kata Rayana kepala dokter aldi.


Rayana sungguh kesal karena sejak tadi ia ingin sekali berpose menunjuk langit, karena menurutnya itu sangat keren.


Melihat wajah cemberut calon istrinya, dokter Aldi segera memeluk Rayana dari belakang, dokter Aldi mengecup bibir Rayana sebentar dengan lancnagnya.


Ah, sepertinya saat ini dokter Aldi sungguh tak tahu diri, ia bahkan berani mengumbar kemesraannya di depan umum.


"Sayang, ga papa mungkin pose yang lain lebih bagus, buktinya photographer nya ga butuh lagi tunjuk tunjuk langit," kata dokter Aldi mencoba membujuk calon istrinya.


"Udah ga usah pamer kemesraan, aku juga punya ya tapi ga aneh kayak kalian," kata Rakara membuat Rayana menggerbikkan bibirnya. "Ayo cepat makan kalian."


Rayana yang awalnya kesal melihat makanan yang menggugah selera sungguh sangat bahagia, ia segera menyantap makanan tersebut, membuat dokter Aldi terkekeh, sembari mengusap lembut kepala Rayana.


"Pelan pelan sayang, kalau masih lapar nih punya aku masih banyak," kata dokter sembari terkekeh mengusap pinggir bibir Rayana yang belepotan akibat saus.


Rayana hanya tersenyum kemudian melanjutkan makannya dengan sangat lahap. Tak lama kemudian Rayana kemudian mengambil tisu dan mengusap lengannya yang terkena saus, membuat ketiga orang yang makan bersamanya memandang Rayana dengan aneh, karena Rayana yang mengusap lengannya yang ternama saus namun di pinggir bibirnya penuh saus.


Maaf gara kemarin sibuk banget 🙏🙏🙏 , dan syukurlah sekarang skripsi aku sudah selesai semua, dan sudah daftar wisuda 🙏🙏🙏 terimakasih sekali lagi support nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****Selamat berpuasa teman teman sekalian bagi yang muslim 🙏🙏🙏****...


...Mohon maaf jika ada salah dan kekhilafan serta ketersinggungan selama author menulis novel terimakasih...


...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....

__ADS_1


__ADS_2