Duda Genit

Duda Genit
S2 (Season dua tamat)


__ADS_3

Hari ini mereka kembali dari rumah sakit, Rakara yang senantiasa mendampingin mereka kali ini harus datang ke persidangan dalam perencanaan pembunuhan, dan pembunuhan terhadap anak yang ada di dalam kandungan Rayana, belum lagi masalah prostitusi, eksploitasi anak, penjualan organ tubuh ilegal, dan narkoba, serta penipuan. Pasal berlapis mengenai Rani, ibunya dan anak buahnya.


Tak tanggung tanggung, Rani dan yang lainnya mendapat hukuman seumur hidup, kabar perceraian tersebar di mana mana, dan kabar masuknya penjara Rani sudah tersebar, banyak orang yang menghujat Rani, karena di katakan tidak tahu diri, sudah si terima apa adanya namun malah memanfaatkan.


"Wanita semacam itu memang tak pantas, bagaimana mungkin seperti itu, kalau dia disini mau salaman aja jijik. Sekarang mukanya hancur, kena azap tu cewek."


Begitulah banyak ucapan dari netizen Indonesia, berjempol tajam. Bahkan foto foto Rani sudah tersebar kemana mana, kini foto Rani dengan wajah hancur juga tersebar.


"Nah bukankah saya sangat baik hati hanya membuat kamu penjara seumur hidup," Rakara tersenyum kemenangan. "Coba saya lepasin anda."


"Kamu orang yang paling kejam Raka yang pernah aku temui," Rani sepertinya sudah tak tahu diri, kini menyatakan bahwa Rakara yang kejam, tak tahukah dirinya? Bahwa dirinya lah yang lebih kejam.


"Heh begitulah sebagian wanita yang tak tahu malu, ketika di balas maka dia akan berfikir orang itu adalah orang yang paling kejam kepada dirinya, dan dia lupa dengan apa yang telah dia lakukan, bahkan lebih kejam daripada apapun, hingga akhirnya dia lupa secuilpun kebaikan orang yang di curahkan," Rakara mencemooh Rani dengan membalas kata kata nya.


Rani terdiam mendengar kata kata dari Rakara, semua kata kata yang di ucapkan ya itu benar adanya, bahkan dia tak mampu membalas satu para kata pun.


"Kenapa diam? Benar semua bukan? Anda termasuk wanita di atas?" Rakara secara tidak langsung mengatakan bahwa Rani merupakan wanita tak tahu malu.


"Kau..." Rani ingin sekali saat ini mencakar wajah tampan Rakara.

__ADS_1


"Ah apakah semua teman sel anda baik? saya rasa semua yang terbaik untuk anda," Chandra tersenyum penuh arti kepada Rani.


Rani bergidik, sudah ia duga semua telah di atur oleh Rakara, penghuni sel yang sangat kejam, dan mereka semua tak suka dengan Rani, wajah Rani yang hancur, dan pandangan yang sok polos yang ditunjukkan Rani membuat mereka muak. Padahal jelas jelas mereka semua sudah tahu tentang kasus Rani.


Tak lama kemudian ibu Rani yang berada di sel sebelah datang, ibu Rani di minta untuk menemui Rakara. Rani yang melihat ibunya sangat terkejut, Rani segera menghamburkan pelukannya ke pada ibunya, disambut baik pula dengan ibunya.


"Hem bukan kah saya sangat baik kepada anda? Masih mau mempertemukan kalian," Rakara terkekeh di kursi yang telah di sediakan.


Ibu Rani yang baru menyadari kehadiran Rakara dan segera menyerang Rakara dengan brutal, untung saja dengan sigap menghalangi ibu Rani.


"Kau ini semua karena mu," teriak ibu. " Dasar lelaki kejam, kau bertindak seperti ini kau akan mendapat balasan."


Rakara segera mendekat ke arah kedua ibu dan anak itu. "Kalian benar benar sangat menjijikkan, bahkan sudah mendekam saja masih tidak bisa introspeksi diri."


"Diam kau, kau akan aku balas, aku balas," teriak ibu Rani dengan lantang, seolah ia benar benar mampu membalas keluarga mereka.


"Lihatlah bahkan di saat tidak bisa apa apa saja kalian bisa begini, bagaiman mungkin kalian bisa melakukan banyak hal? Sementara aset berharga kalian sudah rusak?" Rakara mencemooh kedua anak dan ibu tersebut.


"Ya sudah saya pergi dulu, tempatkan mereka di sel yang lama, akan lebih bagus jika mereka menderita dengan tahanan mereka," Rakara meninggalkan ruangan tersebut, dengan senyum penuh kemenangan.

__ADS_1


Ponselnya berbunyi menampakkan nama adik tercintanya, Rayana. Ya saat ini hanya ada dua wanita yang sangat berharga di dalam hidupnya, yaitu Angel dan juga Rayana. Mereka adalah wanita yang mencintai Rakara dengan sangat tulus.


"Halo dek kenapa?" Rakara menjawabnya sembari berjalan ke arah parkiran.


"Kakak kakak kapan pulangnya?" Rayana terdengar sedikit manja, membuat Rakara tahu ada yang di inginkan oleh Rayana, adiknya.


"bentar lagi kamu mau pesan makanan dek?" Rakara segera menghidupkan mesin mobilnya.


"Kakak pesan mie ayam yang di tempat biasa kita makan ya," Rayana terdengar girang di ujung sana.


Ya fokusnya saat ini adalah membahagiakan Rayana dan juga Angel, setidaknya ia masih punya orang yang akan di bahagiakan. "Iya, yaudah kakak tutup dulu ya dek."


Setelah menutup sambungan telfonnya, Rakara segera membawa mobilnya ke tempat mie ayam langganannya, baru kemudian pulang ke rumahnya.


Yuk ikut partisipasi give away dari novel CEO belok vs colonel Cantik, untuk dua orang pemenang, masing masing pulsa 20k


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....

__ADS_1


...Terimakasih buat teman teman yang sudah membaca S1 sampai S2 duda genit, untuk saat ini cerita dari season 2 sudah tamat ya....


__ADS_2