
Aiyla dan Rakara segera beranjak ke parkiran, Aiyla masih sedikit kesal kepada Rakara, Rakara menyadari hal tersebut hanya terteken pelan.
Ah, Rakara sedikit menghentikan langkahnya, memangnya sejak kapan ia bisa seperti ini? Ya terakhir kali sebelum mantan istrinya ketahuan dengan segala kebohongannya. Rakara menghela nafas. Ini sudah hampir satu tahun setengah, statusnya menjadi duren alias duda keren, idaman para wanita. Tentunya terkecuali gadis yang berjalan di hadapannya.
"Eh kamu langsung pulang ya," Rakara membuat langkah Aiyla terhenti.
"Iya iya, pastinya," kata Aiyla santai.
"Awas kamu kemana mana, saya laporin kamu ke Tante Aliya dan pacar kamu itu," ancam Rakara membuat Aiyla berdecak kesal.
"Dasar tukang ngadu," kesal Aiyla malas memandang Rakara.
"Kamu di titipkan sama saya," Pakara kembali mengingatkan Aiyla.
"Iya iya," kesal Aiyla segera membuka pintu mobil.
"Ingat besok datang pagi pagi, besok kita ada meeting, jadwal sudah di kirimin sama Sidik," Rakara kembali mengingatkan Aiyla tentang kelanjutannya.
"Iya iya pak bos," kata Aiyla sebelum akhirnya masuk ke dalam mobil. Aiyla meninggalkan bandara sembari melihat keadaan sekitar.
......................
__ADS_1
Pagi ini Aiyla di sibuk kan dengan jadwal meeting Rakara yang padat. Pekerjaan Aiyla menjadi bertambah dua kali lipat karena kepergian Sidik. Kini pekerjaan Sidik telah di limpahkan kepadanya.
Sudah satu jam Aiyla mencatat semua jalannya meeting pagi ini, sungguh sangat melelahkan. Aiyla harus siap sedia mencatat semua yang penting. Untung saja Aiyla membawa alat perekam, jadi hanya garis besar nya saja yang nanti harus di sampaikan.
"Baik lah terima kasih atas kepercayaan yang bapak berikan, Sampai jumpa lagi," mukaddimah terakhir dari client tersebut, membuat Rakara mengangguk, dan Aiyla tersenyum bahagian akhirnya ia terbebas dari hal yang merepotkan tersebut.
Rakara dan Aiyla segera mengantar client tersebut keluar dari kantor, setelah itu mereka segera kembali keruangan masing masing.
"Jadi bagaimana tadi? Apa semua tercatat dengan baik dan benar?" Rakara menanyakan tugas Aiyla sebelum ia masuk ke dalam ruangannya.
"Sudah, bahkan Ai rekam pak," jawab Aiyla sembar menampakkan catatannya.
"Bagus, nanti malam kita ada ketemu client lagi, kamu siap siap," ucap Rakara sebelum akhirnya benar benar memasuki ruangannya.
"Halo sayang," terdengar sapaan hangat dari Iki di sebrang Sana.
"Halo kak, maaf baru selesai meeting dengan client, ponselnya Ai silent," ucap Aiyla merasa bersalah karena tak mengangkat telfon dari sang kekasih.
"lya sayang kakak ngerti kok, kamu lagi ngapain sekarang?" Iki terdengar sangat pengertian terhadap Aiyla.
"Lagi istirahat aja, ni mau makan," ucap Aiyla sembari tersenyum.
__ADS_1
"Mau Video call? Kakak kangen soalnya," pinta Iki tentu saja Aiyla akan dengan senang hati menerimanya.
"Boleh kak," jawab Aiyla dengan malu malu, percayalah lki tak melihat hal itu.
Panggilan pun di alihkan menjadi video call, dan disambut dengan senang hati oleh Aiyla.
"Halo sayang, seneng banget keliatannya," sapa Iki dengan sumringah, tampaknya Iki juga tengah hendak makan siang.
"Iya kak," Aiyla tampak malu malu membuat iki tersenyum gemas. "Kakak lagi bareng siapa?"
Iki tersenyum segera mengarahkan kamera ponselnya ke arah Sidik, yang kebetulan makan siang bersama dengannya.
"Hai kak Sidik," Aiyla menyapa Sidik dengan riang.
"Hai Ai, tugas kantor numpuk banget ya?" Sidik tersenyum mengingat banyak sekali hal yang harus Aiyla kerjakan.
"Iya kak, nanti malam juga ada meeting, susah banget sih jadi kakak," kata Aiyla mengingat hal hal yang telah di lalui oleh Sidik selama ini.
"Sayang ya udah makan siang dulu yuk, tapi jangan di matiin ya," pinta Iki, membuat Aiyla tersenyum mengangguk.
Sidik hanya geleng geleng tak percaya melihat kelakuan Iki yang ternyata bucin kepada Aiyla. Bahkan makan siang pun harus Video call, Sidik bahkan sangat mengingat bagaimana tidak bersemangatnya lki ketika telfonnya tidak di angkat oleh Aiyla, yang ternyata sibuk menemani bosnya meeting.
__ADS_1
......................
Hai besok adalah hari terakhir give away, Sebelum ketinggalan segera ikut gabung yuk, dengan cara memberi hadiah dan vote. Serta memberi komentar di setiap bab dari novel CEO belok vs colonel cantik.