Duda Genit

Duda Genit
Gara gara virus.


__ADS_3

Pagi ini Daniel terbangun lebih dahulu, dan melihat Angel yang tengah terlelap, dan memeluk dirinya dengan erat. Gadis itu, ah bukan wanita itu terlihat begitu cantik saat tengah tertidur seperti ini.


Daniel menyingkirkan rambut halus yang menutupi wajahnya. Daniel tersenyum mengingat kelakuan Angel yang tadi malam, Angel benar benar marah padanya, hanya karena mematikan lampu.


Hanya? Ah kini Daniel pun meragukan hal itu, karena jelas jelas Daniel mengetahui jika Angel saat itu tengah ketakutan, namun otak jahilnya saat itu benar benar tak memperhitungkan.


Ah akibatnya pengantin baru harus berpuasa, sungguh kasihan sekali si kaptennya, harus bersabar untuk menunda menjelajahi markasnya.


Daniel segera beranjak untuk pergi ke kamar mandi, Daniel berencana untuk memberikan istrinya kejutan. Ah membayangkan wajah bahagia istrinya sungguh menyenangkan.


Yah setelah itu, semua juga mengetahui kemana isi otak Daniel menggiring pemikirannya, kemana lagi jika tidak membicarakan tentang ranjang.


Daniel segera mandi dan menepis seluruh pikiran me*sum-nya. Membuatnya segera mengguyur kepalanya dengan air dingin.


Setelah menyelesaikan mandinya, Daniel segera keluar dari kamar mandi, dengan menggunakan selembar handuk kecil, yang hanya mampu menutupi bagian terpenting di dirinya.


Sementara Angel hanya mengerjap mencari kesadaran, yang masih berpencar di alam mimpi. Daniel yang melihat hal itu hanya tersenyum dan menggeleng. Kemudian mengenakan kaus oblong abu abu nya.


"Sayang mandi gih, baru siap siap kita akan ke Lombok, sesuai dengan permintaan kamu," kata Daniel sembari berjongkok di hadapan Angel.

__ADS_1


"Ha Lombok?" tanya Angel masih belum sadar sepenuhnya, namun samar terdengar kata Lombok dan keinginan.


"Iya kamu mau bulan madu di sana kan?" kata Daniel mencoba memastikan.


Ketika mendengar bulan madu, tiba tiba dirinya tersadar sepenuhnya. Ya kata kata Lombok dan keinginan kamu itu, mengingatkan keinginan Angel kemarin pagi.


"Ah iya..." kata Angel segera masuk ke dalam, dan bergegas untuk segera mandi.


Daniel kembali lagi menelfon Roni untuk memastikan keberangkatan mereka, Daniel ingin semua berjalan dengan lancar.


"Halo bos..." kata Roni si ujung telfon sana. "Untung bos telpon, ada berita buruk ni bos, tapi juga bagus sepertinya," lanjut Roni sontak membuat Daniel semakin bingung.


"Maksudnya?" tanya Daniel penasaran, Daniel benar benar khawatir kejutannya akan rusak.


"Maksudnya apa? Yang jelas sedikit, ada masalah di perusahaan?" kesal Daniel, karena Roni bertele tele.


"Bukan perusahaan tapi dunia bos, virus nya sudah sampai di Indonesia," kata Roni menjelaskan kepada Daniel.


"Virus? Virus apa?" tanya Daniel kembali bingung.

__ADS_1


"Ih Bos kurang update nih... virus, virus covid," seru Roni.


"What?" teriak denil kesal, Daniel mengumpat karena ternyata dirinya gagal untuk berbulan madu. Bukan karena dirinya ingin berbulan madu, namun ini adalah permintaan istri kecilnya.


"Jadi gimana dong ini? Angel gimana jelasinnya?" kelu Deniel takut Angel ngambek lagi kepadanya.


"Ya tinggal bilang aja lah bos, Angel pasti bakalan ngerti. Ini kan bukan keinginan Bos, ini terjadi karena memang pandemi," kata Roni mencoba memberi saran kepada Daniel.


Daniel tersenyum mendengarkannya, ia akan berusaha mengatakannya kepada Angel, agar Angel mau mengerti.


Saat Angel keluar dari kamar mandi, Daniel melihat Angel dengan wajah yang sedikit merasa bersalah.


Daniel mendekati Angel yang tengah mengenakan pakaian. Daniel memeluk dengan erat, Angel segera mengenakan pakaiannya, kemudian menghadap ke arah Daniel.


"Ada apa hm?" Angel sedikit curiga terhadap sikap suaminya.


Daniel memandang ke arah Angel, kemudian kembali memeluk erat Angel. "Sayang kita nggak bisa pergi, karena adanya virus," jelas Daniel membuat Angel tersenyum.


"Jadi gimana sekarang?" tanya Angel.

__ADS_1


"Ya kita di rumah aja, soalnya takut di luar banyak virus," jelas Deniel membuat Angel mengangguk mengerti.


Ternyata apa yang ditakutkan dan khawatirkan Daniel tidak terjadi, bahkan Angel terlihat biasa saja dan memaklumi hal tersebut. Wajar saja keluarga Angel tak dapat ke resepsi pernikahan Angel karena adanya pandemi tersebut.


__ADS_2