
Hari ini Angel seperti biasanya memilih untuk menonton tv, mengisi hari harinya yang membosankan akibat pandemi covid-19. Angel telah mengganti saluran sebanyak tiga puluh kali, membuat Daniel menggeleng. Sebenarnya Angel sudah mulai membuat skripsi, namun Angel yang merasa lelah, memilih untuk menonton tv saja.
Tangan Angel berhenti ketika saluran acara dakwah di tv, Angel sedikit tertarik. Karena sekilas Angel melihat beberapa wanita dengan mengenakan hijab. Angel memang bukan wanita alim, seperti yang di devinisi-kan oleh masyarakat pada umumnya, memakai jilbab ataupun hijab.
Angel terdiam ketika mendengar ceramah tentang sholat. Sholat? Ya mami, papi dan Daddy nya memang sering ia lihat begitu, tapi dirinya tak pernah tertarik melakukannya.
Angel sedikit membesarkan volume suara tv nya kemudian mendengarkan secara seksama. Hari ini memang biasanya di adakan acara ceramah, di beberapa stasiun tv mengingat hari ini hari Jum'at.
"Sholat atau Shalat Jumat merupakan aktivitas ibadah wajib yang dilaksanakan secara berjama'ah bagi lelaki Muslim setiap hari Jumat yang menggantikan salat Zuhur. Shalat Jumat adalah salat yang diwajibkan pada waktu hari Jumat dan bukanlah Salat Zuhur sebagaimana dipahami oleh sebagian manusia. Tidak diperbolehkan bagi seorang muslim mukallaf meninggalkan Salat Jumat tanpa adanya uzur syar’i. Bahkan Rasulullah saw menyatakan bahwa orang yang meninggalkan Salat Jumat tampa uzur akan dikunci hatinya," penceramah itu mengatakannya dengan lantang, dan tegas. sehingga menyihir Angel untuk terus melihatnya. Dari siaran tv terlihat para jemaat yang tengah mengangguk angguk tanda mengerti maksud dari sang pemuka agama tersebut. Angel juga ikut mangut mangut, meski sebagian dari omongan ustad tadi tak Angel pahami. Yang jelas Angel pahami bahwa seorang laki laki harus melakukan sholat Jum'at.
"Sunit..." panggil Angel tampa melihat Daniel.
"Ya bee?" tanya Daniel menutup laptop nya, untuk membaca laporan online tentang kantornya.
"Hari ini hari jum'at kan?" tanya Angel, namun kali ini menghadap ke arah Daniel.
Daniel sedikit berkerut, bingung maksud pertanyaan dari Angel. "Iya bee kenapa memangnya?"
"Iya kamu pernah sholat jum'at ga?" tanya Angel memandang serius ke arah Daniel.
Sholat jum'at? jangan di tanya bahkan sholat di hari hari lain saja tak pernah ia kerjakan. Bagaimana mungkin dengan sholat yang seminggu sekali? Daniel kemudian menggeleng. "Tidak," kata Daniel jujur.
"Kenapa memangnya bee?" tanya Daniel semakin bingung.
"Itu loh katanya wajib sholat Jum'at, kamu ga mau coba?" tanya Angel dengan polosnya, sehingga membuat Daniel menganga tak percaya.
"Memangnya apa coba di coba coba, whudu saja saya ga bisa bee," tutur Daniel jujur. "Malu lah kalau di sana ga hapal gerakan," Tutur Daniel yang masih bingung, dan tak tahu gerakannya. "Kamu tahu?"
Angel menggeleng, karena memang tak pernah belajar tentang hal hal itu. Angel di sana masuk ke dalam sekolah internasional Belanda, dan untuk pelajaran agama sendiri tak di dapatkannya.
__ADS_1
"Tu kan bee, malu saya nanti," keluh Daniel membuat Angel berfikir sejenak.
"Ya YouTube lah sunit..." kata Angel Tiba tiba memberi saran.
"YouTube," beo Daniel baru teringat aplikasi berbasis video tersebut. "Ah iya juga bee."
Mereka segera mencari di YouTube dan menemukan tutorialnya, mereka memperaktek-kan hingga beberapa kali. Daniel dengan sangat senang hati mencontoh-kan tutorial wudhu tersebut, begitupun dengan Angel, yang bahkan tak mengerti sama sekali. Dan doanya saja harus ia ulang berkali kali. Angel bahkan mengambil kertas dan menulis dengan tulisan Romawi.
"Kamu beneran ga pernah bee? Aku sih kemarin pernah tapi pas waktu kecil, makanya bisa cepat hapal," sombong Daniel. Daniel memang pernah melakukannya waktu masih kecil, saat itu ibunya memaksanya, makanya dia melakukan hal itu.
Sementara Angel, sudah kehilangan mommy sejak kecil, di tambah Daddy dan kakaknya yang selalu sibuk. Belum lagi para maid mereka rata rata bukan orang muslim. Bahkan beberapa di antara mereka ada yang warga lokal atau warga Belanda. Teman teman Angel jangan di tanya lagi, Angel bahkan hampir tak memiliki teman muslim ketika di sana, kecuali Roni dan juga Al, itu pun ketika ia memasuki jenjang Senior high school.
Banyak di antara teman teman Angel yang mengira Angel adalah penganut Ateis. Karena mereka tak pernah melihat Angel merayakan natal, Imlek, maupun yang lain. Mereka hanya tahu setiap tahun Angel selalu kembali ke Indonesia, untuk sebuah acara, seperti acara keluarga dalam waktu yang lama, dan memilih untuk home schooling untuk sementara, karena biasanya bisa berlangsung hingga dua bulan. Padahal Angel tengah merayakan hari raya Idhul Fitri maupun Idhul Adha.
Aldo memang memilih untuk kembali ketika moment lebaran, atau-pun bulan puasa. Karena Aldo ingin anaknya belajar berpuasa, meskipun Aldo tahu itu berat bagi anaknya. Aldo juga ingin anaknya belajar sholat, meskipun masih sholat tarawih.
"Hah sudah kan... Ga boleh sentuhan kata mami," kata Angel kepada Daniel.
"Nah kamu tinggal pergi ke mesjid deh nanti," seru Angel.
"Kamu kok tahu kalau ga boleh sentuhan bee?" tanya Daniel masih penasaran.
"Kan kalau puasa sama lebaran aku di di sini sunit," kekeh Angel sembari menyombongkan diri. "Hah kamu pasti jarang sholat tarawih kan."
"Ih siapa yang bilang, saya rajin kok," kesal Daniel, membuat Angel terkekeh.
"Masa..." goda Angel, membuat Daniel mendengus kesal.
"Ya iyalah, walaupun hanya tiga kali dalam sebulan," kata Daniel sewot.
__ADS_1
"Pasti awalan, pertengahan, sama akhiran nya," kata Angel terkekeh. "Ah... plus pas lebaran doang."
"Emangnya kamu ga gitu?" tanya Daniel menantang.
"Aku... ya aku ga lah," kata Angel sedikit gelagapan, dari wajahnya saja Daniel sangat tahu bahwa Angel saat ini tengah berbohong.
"eleh, coba liat hidung kamu kembang kempis, pasti bohong kan," kata Daniel tak mau kalah.
Angel mendengar hal itu, sontak memegang hidungnya, dan semakin membuat Daniel terkekeh. Daniel semakin tahu bahwa angel makhluk satu server dengannya, kecuali di bidang keme*suman.
"Tu kan ketahuan bohong nya, mau bohongin suami yang bentar lagi jadi soleh sih. Ntar kamu gagal jadi istri solehah bee," ledek Daniel, membuat Angel semakin kesal di buatnya. "Udah nanti kita sama sama belajar, nanti kita sama ustad atau kiai kondang deh."
"Ha iya, nanti sekalian belajar ngaji," kata Angel mengangguk setuju.
"Aish... langsung mau belajar ngaji, emang kamu udah pandai baca iqro bee?" goda Daniel, sembari tertawa.
"Iqro tu apa sunit?" tanya Angel bingung, ini pertama kalinya ia mendengar kata kata itu.
"Aish... bener bener kayaknya aku lebih soleh deh dari pada kamu bee," kata Daniel menyombongkan diri.
"Ya kan aku solehah," kesal Angel segera mencari baju yang cocok untuk Daniel kenakan buat sholat Jum'at.
"Nah gitu dong jadi istri solehah..." puji Daniel sembari menarik turunkan alisnya.
...****************...
...----------------...
Terimakasih atas dukungannya selama ini, jika tampa kalian mungkin saja saya tidak ada apa apanya, terimakasih.
__ADS_1
Terimakasih untuk hadiah dan vote nya, semua sangat berarti, untuk memberikan saya sangat dalam menulis, terimakasih sekali lagi 🙏🙏.