Duda Genit

Duda Genit
S2 (Insiden meja makan)


__ADS_3

Rayana tengah bergelantung di punggung Rakara dengan manja, membuat semua orang di lewatinya menggeleng. Rayana yang manja tambah mengeratkan pelukannya di punggung Rakara hingga mereka sampai di meja makan, Rakara segera mendudukkan Rayana di kursinya, membuat Willi yang tengah duduk anteng di meja makan terkejut.


"Mama, mama kenapa? Mama sakit?" Willi terlihat khawatir ketika orang yang di beri gelar mama tersebut di gendong hingga meja makan.


Kesadaran Rayana yang awalnya masih tertinggal entah di mana segera bangun mendengar kata kata mama dari suara seseorang yang ia kenal, seketika ia berfikir bahwa ia saat ini berada di rumah dokter Aldi, karena suara tadi tak lain tak bukan adalah suara anak dokter Aldi, satu satunya manusia yang memanggilnya mama, kalaupun ia kenapa ia bisa di rumah dokter Aldi? Tapi rasanya ini interior rumah nya, interior dapurnya.


Rayana membuka matanya lebar lebar, dan memandang ke arah sumber suara.


"Aaaaaa," Rayana berteriak kencang hingga hampir terjungkal ke bawah, untung saja dokter Aldi segera menahannya, yang ternyata kini berada di sampingnya.


"Raya kamu kenapa?" tanya Daniel cemas kepada kesehatan mental anaknya.


"Yah ini di rumah kan?" Rayana bertanya dengan panik.


"Iya ini di rumah sayang," kata Daniel sembari mengusap kepala anaknya, dan memberikan segelas air putih kepada Rayana.


"Makasih Yah," kata Rayana mengambil air putih tersebut, dan segera meminumnya, ia memutar badannya, penasaran dengan siapa yang menangkap dirinya saat terjatuh tadi.


Dan...


"Byur."


Lagu Mbah dukun pun tiba tiba terjadi, Rayana menyembur wajah dokter Aldi karena kaget. Membuat seluruh wajah dokter Aldi basah karena semburan dari air mulut Rayana.


Seisi ruangan pun ikut kaget melihat kejadian itu. Ah, rupanya Rayana belum menyadari kehadiran dokter Aldi di sisinya.


Rayana yang melihat keadaan dokter Aldi tadi sangat panik dan terkejut, Rayana segera mengambil tisu dan mengusap wajah dokter Aldi dengan tisu tersebut.

__ADS_1


Dokter Aldi yang terkejut karena tiba tiba di sembur tadi hanya tersenyum terpaksa, seandainya saja jika ini tidak di rumah calon mertuanya, atau pelakunya bukan Rayana sang gadis pujaan, maka bisa di pastikan ia akan marah besar.


"Raya antar calon suami kamu ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya," kata Daniel memerintahkan Rayana.


"Hah?" Rayana yang mendengar kata 'calon suami' terkejut bukan main, ia segera memandang ke arah ayahnya yang tengah mengusap punggung bundanya dengan lembut. Rayana bahkan tak sengaja terjatuh ke arah dokter Aldi membuat senyum dokter Aldi terbit walaupun samar.


"Antar ke kamar mandi," Rakara dasar si kakak laknat, ia kini akan membalas semua perbuatan Rayana yang selama ini suka sekali memojokkannya.


"I, Iya," Rayana masih bingung dengan situasi yang sesungguhnya.


Sesampainya di depan pintu kamar mandi dapur, Rayana segera mempersilahkan dokter Aldi untuk masuk, namun dokter Aldi segera menarik lengan Rayana dan mengunci pintu dari dalam.


"Hai, Raya mau keluar," kesal Rayana, membuat dokter Aldi segera menahan tangan Rayana.


"Di sini saja, kamu harus bertanggung jawab dengan wajah ku sayang," kata dokter Aldi sembari menunjuk wajahnya yang tercetak sedikit sisa air bekas semburan lahar hangat dari mulut Rayana.


"Coba saja," kata dokter Aldi menantang Rayana.


"A..." belum sempat Rayana menyelesaikan kata kayanya bibirnya telah di sumpal oleh bibir dokter Aldi, membuat Rayana tak dapat mengeluarkan hirup selanjutnya.


Dokter Aldi dengan rakusnya meraup bibir Rayana, sejujurnya sejak tadi siang ia menahan cemburu, terlebih lagi ketika melihat pencarian di Instagram, bisa bisa nya hampir semua di penuhi olah gosip kedekatan Rayana dan Pith.


Dokter Aldi mencoba melepaskan kecemburuan dan kekesalannya yang terpendam itu, ia terus me*lu*mat, me*ngu*lum, bahkan menarik lidah Rayana untuk masuh ke dalam mulutnya.


Rayana yang masih kesal, tentu saja berusaha melepaskan tarikan lidahnya, dan melawan dari dalam, karena jika dari luar kekuatannya saja terkunci.


Dokter Aldi yang merasa pergerakan dari dalam mulut tersebut ada, merasa di respon oleh Rayana, kini semakin memperdalam ciu*man mereka.

__ADS_1


Setelah merasa nafas Rayana telah habis, dokter Aldi melepaskan pa*ngu*tan mereka. Dokter Aldi menarik Rayana untuk duduk di wastafel, kemudian mengambil ujung baju Rayana dan mengusap wajahnya di sana.


Rayana berusaha melepaskan diri dari dokter Aldi, membuat dokter Aldi tersenyum.


"Berteriak saja sayang, atau bergerak ke sana kemari, biar semua orang datang, dan aku yakin kita akan segera di bawa ke penghulu, karena mengira mereka sedang terbang ke nirwna," kata dokter Aldi dengan memasang seringai di wajahnya, membuat Rayana bergidik tak percaya dengan hal itu.


"Ayo teriak sayang, biar aku buka baju, dan kamu juga ya," kata dokter Aldi menggoda Rayana yang malu sendiri mendengar kata kata mutiara yang seindah bola salju.


"Dasar mesum," kesal rayana membuat dokter Aldi terkekeh. "Idih ketawa lagi, minggir mau turun."


Bukannya minggir, dokter Aldi justru tersenyum penuh arti, dapat Rayana lihat sepertinya dokter Aldi tengah menyusun rencana jorok bin me*sum di otaknya yang tidak pernah tersapu dan tersiram air Yasin.


"Boleh, tapi cium dulu," kata dokter Aldi segera memonyongkan bibirnya.


Rayana terkejut mendengar permintaan dari dokter Aldi, ia tak habis pikir maksud dari permintaan dokter Aldi tersebut, Rayana segera menutup bibir dokter Aldi dengan tangannya.


Namun dengan cepat dokter Aldi segera melepas tangan Rayan, dokter Aldi segera menarik Rayana ke arahnya.


"Kalau kamu ga mau biar aku saja," kata dokter Aldi tersenyum penuh arti.


Dokter Aldi segera menarik tengkuk Rayana dan mengecup bibir Rayana. Baru saja akan ia ulangi lagi hal tersebut, pintu sudah di buka oleh Daniel sembari tersenyum penuh arti. Dokter Aldi yang melihat hal tersebut, segera melepas Rayana membuat Rayana juga salah tingkah, takut ayahnya akan marah dan salah paham terhadapnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Teman teman maaf ya ga bisa up se rutin kemarin karena ada banyak kendala, seperti harus menyusun perbaikan skripsi, dan beberapa acara serta kesibukan lain. Aku harap kalian mengerti, dan tetap setia membaca ceritaku. Disini author berusaha se profesional mungkin untuk bisa up sebisa mungkin. Terimakasih, maaf sekali lagi....


...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....

__ADS_1


...Dan terimakasih sebanyak banyaknya yang sudah dengan loyalnya memberikan vote, dan hadiah, serta koin. I Love You....


__ADS_2