
Sudah bebera hari ini waktu pingitan bagi Rayana dan juga Rani, mereka sama sama di pingit di tempat yang berbeda, jika Rayana memang selayaknya orang yang dipingit, Rani justru lebih terlihat mengurung diri. Rani memilih mendengarkan kata kata calon mertuanya agar tidak keluar kemana mana karena sedikit tidak baik untuk calon pengantin, konon katanya darah calon pengantin akan manis jadi sebaiknya jangan keluar keluar.
Perbedaan antara Rani dan juga Rayana semakin tampak kala Rakara masih bebas untuk menemui Rani, karena tidak ada orang tua yang menjaga Rani, melainkan Rani hidup sendirian. Sementara Rayana di awasi dua puluh empat jam, bahkan untuk memegang ponsel pun ia tidak di perbolehkan.
Hanya Rakara yang sering mencuri pinjamkan ponselnya ke pada adik tercinta, membuat rasa rindu antara dokter Aldi dan juga Rayana terurai sedikit. Dokter Aldi selalu menyempatkan waktu di sela sibuknya untuk menelfon Rakara calon kakak ipar, hanya untuk memberi kabar kepada Rayana.
Terutama saat ini, dokter Aldi mengambil pekerjaan yang cukup padat, karena ingin mengajukan cuti pernikahan dan juga cuti bulan madu. Jadi wajar jika dokter Aldi harus bekerja ekstra menjelang hari cutinya.
Sementara lelaki dengan tubuh tegap sedang berlari menuju ruang praktek dokter Aldi, membuat beberapa orang terkejut sekaligus terkesima dengan penampilan lelaki itu.
Ardian namanya, lelaki itu saat ini telah masuk ke dalam ruangan dokter Aldi, sembari menenteng beberapa berkas. Suster yang melihat wajah laki laki itu sungguh terpesona, terlebih lagi wajah dinginnya yang memancarkan kesan misterius, membuat para wanita semakin terkesima.
Laki laki itu segera duduk di hadapan dokter Aldi, membuat dokter Aldi segera meminta kedua suster untuk meninggalkannya. Dan kedua suster itu seperti biasa selalu keluar tampa banyak tanya, ketika sudah seperti itu.
"Bos ada yang harus di tanda tangani," kata laki laki itu, sembari menyodorkan berkas, setelah pintu ruangan tersebut tertutup, dan menyisakan mereka berdua.
Ya laki laki itu adalah asisten dari dokter Aldi, ia sibuk dengan urusan kantor dan mewakili dokter Aldi dari beberapa pertemuan, di tambah lagi saat ini dokter Aldi masih melakukan persembunyian demi menyembuhkan traumanya, satu lagi untuk menyelidiki penyebab kecelakaan orang tuanya.
Kalian masih ingat bukan cerita tentang kecelakaan yang merenggut kedua orang tua dokter Aldi? Sehingga membuat dokter Aldi menjadi trauma? Masih ingat bukan episode kilas masa lalu? Itulah dokter Aldi.
Aldi Atmaja Kusuma seorang laki laki dengan profesi dokter kandungan, ya itu adalah nama lengkap dokter Aldi. Dokter Aldi sangat bersyukur memiliki sekertaris seperti Ardian, sungguh sekertaris yang merangkap menjadi asisten yang dapat di andalkan. Kesetiaan nya jangan di tanyakan lagi, meski harus bekerja berkali kali lipat.
Dokter Aldi segera mengambil beberapa berkas, dan membubuhkan tanda tangan di sana, ia benar benar harus berterimakasih dengan sekertaris yang cekatan seperti Ardian. Dokter Aldi hanya harus menandatangani tampa harus membaca kembali.
__ADS_1
"Makasih ya Ar, nanti berkas yang lain kirim ke rumah, juga sekian beberapa berkas kerja sama, biar aku yang pelajari, kamu tinggal ngasih ke mereka aja, soalnya sebentar lagi aku akan menikah, dan juga bulan madunya di raja Ampat, sekalian di hotel kita biar bisa ngawasi juga," terang dokter Aldi membuat Ardian tersenyum.
Kehadiran Rayana sepertinya sangat berpengaruh untuk dokter Aldi, bahkan kini ia sudah mau mengurusi urusan kantor kembali, bahkan mulai melakukan peninjauan. Ardian benar benar merasa bersyukur, apalagi akhir akhir ini ia sudah mulai bisa menikmati hidupnya kembali, dan sedikit bersantai.
Sore menjelang membuat dokter Aldi kembali ke rumah nya, berkutat dengan pekerjaan, terkadang akan bermain sebentar degan Willi, sekedar melepas penat, sebelum akhirnya kembali lagi ke pekerjaannya.
Sebenarnya Ardian sering memintanya untuk berhenti menjadi dokter, dan kembali melanjutkan perusahaan, namun ia tak bisa, ia menyukai profesi tersebut.
Ada rasa bangga ketika mendengar tangis seorang bayi yang di tolong nya, ada rasa bahagia ketika melihat senyum orang orang yang menunggu kehadiran bayi tersebut, ia merasa mampu memberikan banyak senyum untuk orang banyak.
Dokter Aldi kini sedang berada di dalam bilik kerjanya dan tengah berkutat kembali dengan pekerjaan kantornya, ia sibuk membaca kontrak kontrak dan beberapa kerja sama yang di ajukan. Tiba tiba ponselnya berdering membuat dokter Aldi mengalihkan pandangannya, dokter Aldi segera melihat itu dari Rakara, dapat ia pastikan yang menelfonnya saat itu adalah Rayana. Senyum mengembang di bibir nya membuat dokter Aldi segera mengangkat panggilan video call_an tersebut.
"Halo sayang, kamu apa kabar?" tanya dokter Aldi ketika sambungan telfon terhubung.
Dokter Aldi paham kenapa Rayana bertindak seperti tadi, karena ia sangat khawatir dengan keadaan dirinya. Apalagi Rayana tahu bahwa dirinya saat ini harus bekerja dua kali lipat, karena kembali mengurus pekerjaan kantor.
"Engga ini tinggal dikit, kamu jangan khawatir" bohong dokter Aldi.
Rayana mengerutkan keningnya, ada rasa tak percaya. Dokter Aldi tahu jelas segera menyingkirkan sebagian pekerjaannya ke dalam laci secara pelan pelan, agar Rayana tak begitu khawatir.
"Coba lihat," itukan untung saja dokter Aldi sudah menyimpannya sebagian.
Dokter Aldi segera mengarahkan kamera ke arah meja kerjanya benar, membuat Rayana tersenyum karena melihat bahwa pekerjaan dokter Aldi tak sebanyak kemarin kemarin.
__ADS_1
"Ya udah semangat ya, jangan kecapen," kata Rayana mengembangkan senyum manisnya.
Senyum Rayana menular kepada dokter Aldi yang saat ini berada di dalam ruang kerja, entah kenapa saat melihat senyum Rayana rasanya bebannya terangkat separuh.
"Iya sayang, kamu juga jaga kesehatan di sana, jangan terlalu banyak nonton Drakor, jangan bergadang, banyak makan vitamin, soalnya aku mau langsung loh di malam pertama," goda dokter Aldi, sontak membuat pipi Rayana memerah.
"Dasar genit," kata Rayana menenggelamkan wajahnya di bantal.
Ia sangat malu dan juga bahagia karena jujur saja ia merindukan gombalan dari dokter Aldi.
"Tapi cinta kan?" dokter Aldi kembali menggoda Rayana, membuat Rayana menganggukkan dirinya.
"Iya, udah ah jangan gitu terus," kata Rayana masih menyembunyikan wajahnya di bantal, membuat dokter Aldi gemas, seandainya ia disana ia akan segera menciumi wajah kekasihnya itu.
"Sayang kangen," kata Rayana dengan nada manjanya, semakin membuat dokter Aldi gemas saja.
"Iya sini mukanya hadapin ke kamera sayang," kata dokter Aldi yang juga merasakan hal yang sama.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****Selamat berpuasa teman teman sekalian bagi yang muslim 🙏🙏🙏****...
...Mohon maaf jika ada salah dan kekhilafan serta ketersinggungan selama author menulis novel terimakasih...
__ADS_1
...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....