
Sore ini Daniel bangun dalam keadaan yang masih berada dalam kukuhkan selimut hangat, dan kulaian lemas tubuh sang istri, Daniel terkekeh melihat istri cantiknya saat ini masih tertidur pulas, akibat kelakuannya. Daniel melihat tubuh istrinya itu, kini lebih mirip siluman macan tutul, yang baru saja belajar berubah menjadi manusia.
Daniel yang tadinya ingin beranjak kini memilih untuk mengurungkan niatnya. Daniel ingin berpuas puas diri melihat wajah tenang, tanpa kecerewetan mulut dari sang istri. Yang setiap kali mengoceh rasanya ingin sekali Ia kecup.
Ah... rasanya Daniel tak pernah puas melihat wajah cantik dari istri nya ini. Ya seorang wanita, yang mampu mengenalkan-nya arti kata cinta. Seorang wanita yang mampu membuatnya kocar kacir karena rasa cemburu yang baru dapat ia rasakan.
Ya Daniel ingat betul di mana dirinya menerobos kamar sepupu Angel, yang tengah tertidur bersama Angel. Daniel saat itu tengah marah besar, sehingga termakan pancingan dari kakak iparnya, yang jahil.
Tak cuman itu, Danie bahkan melakukan hal gila lain, dengan menempelkan tanda kepemilikan di bagian punggung Angel. Sontak saja saat ketahuan, Angel sangat marah besar kepadanya.
Daniel sendiri tersenyum melihat tidur nyenyak Angel, kini mulai menyingkirkan rambut kecil istrinya yang sangat mengganggu, dan memberi hadiah berupa kecupan. Ah... sebenarnya itu bukan kecupan hadiah, namun Daniel memang suka sekali mengecup istrinya. Dan yah kita semua semua tahu di bagian mana favorit Daniel.
Entah kenapa melakukan kegiatan ini kembali membangkitkan sesuatu di dalam dirinya. Yah sang kapten kembali ingin menjelajah. Daniel kemudian mulai mengecup, kemudian me*lu*mat, hingga me*ngu*lum dan akhirnya membelit kembali lidah Angel.
Angel yang merasa tidurnya tergangu, karena oksigen yang tiba tiba berpasokan sedikit, membuat nya segera mambuka mata, dan ah... suaminya mulai beraksi lagi.
Saat sadar Angel terbangun, itulah inti dari permainan ini. Daniel kembali menambah totol di tu*buh sang istri. Kemudian mengurung istrinya kembali di bawah. Sang mantan duda profesional kembali memulai aksi panasnya di sore menjelang malam, tak mengenal waktu memang, karena sang mantan duda itu sudah lama berpuasa.
__ADS_1
Sang kapten kini mulai kembali menjelajahi markas favorit nya.
"Ah... bee," Daniel meracau ketika sedang bergoyang dangdut dengan versi goyang ngebor.
"Ah... sunit," sahut Angel sembari menikmati permainan itu.
Daniel kembali mengecup dan me*lu*mat bibir sang istri, dengan sangat rakus. Yah kenikmatannya bertambah pula.
Deru nafas mereka, tak beraturan, keringat kembali bercucuran. Ah... habis ini kembali harus ganti sepre.
Daniel memeluk tubuh istrinya dengan erat, hingga membawanya ke alam kenikmatan, yaitu nirwana.
"Bee... enak banget," justru kata kata itu yang keluar, bukannya kata cinta yang di lontarkan Daniel.
Angel? Angel sudah entah kesadarannya kemana, yang jelas sesaat setelah selesai, Angel telah tertidur di bawah kurungan Danie.
Daniel kembali tak ingin bangun, ingin rasanya kembali melanjutkan hal gila itu, yang membawanya ke awang awang kenikmatan tiada tara, namun iya juga sadar, bahwa istri sepanjang masanya ini, juga harus beristirahat akibat kelelahan.
__ADS_1
Daniel segera memeluk tubuh polos Angel kemudian ikut tertidur, dengan posisi yang berhadapan. Daniel kembali menyusul alam mimpi sang istri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tepat pukul sembilan malam, Angel terbangun dari alam mimpinya, di karenakan cacing di perutnya sedang berdemo sekarang minta di isi. Angel segera bangun dari tidur panjangnya, dan segera ke kamar mandi, dan melihat hasil karya suaminya di tubuh mulusnya. Angel berdecak kesal atas hal itu, bagaiman tidak, ia sudah seperti siluman yang misteri ilahi, yang dulu sering nongkrong di televisi Indosiar. Angel kemudian melangkah menuju shower dan mengguyur tubuhnya dengan air hangat dari shower.
Setelah lima belas menit, Angel menyudahi mandi syantik-nya. Angel kemudian keluar dengan menggunakan handuk kimono. Angel mengenakan bajunya dengan cepat, takut sang singa kembali bangun, dan menerkam dirinya. Setelah mengenakan pakaian, Angel segera mengambil ponselnya, untuk memesan makanan cepat saji, atau apa lah itu. Yang penting sekarang jaminan perutnya akan terisi itu sudah ada.
Angel membangunkan Daniel, kemudian meminta suaminya itu untuk segera mandi. Sementara dirinya turun ke lantai satu, untuk menunggu tukang delivery datang ke rumahnya, dengan menggenggam dompetnya.
Tak lama kemudian suara bel ketukan rumahnya berbunyi, ternyata itu adalah pak kasim satpam rumahnya, yang bertugas hari ini. Pak kasim mengantar tukang delivery itu untuk bertemu nyonya-nya. Angel dengan senang hati menerimanya, kemudian membayarnya. Angel juga dengan senang hati memberikan beberapa pesanannya kepada pak kasim.
Daniel turun kebawah, dan menemui Angel. Angel saat ini tengah meletakkan pesanannya di sebuah piring, dan menatanya untuk Daniel.
"Hi sayang, gi mana?" tanya Daniel tiba tiba, memeluk Angel dari belakang.
"Gimana apanya?" tanya Daniel bingung.
__ADS_1
"Gimana bulan madu gratis, garansi seumur hidupnya," goda Daniel, sontak membawa cubitan ganas di perut berototnya.