
Malam ini Daniel mengajak Angel untuk berjalan jalan ke bioskop. Mereka tengah memarkirkan mobilnya di parkiran, kemudian berjalan berdampingan.
Daniel menggandeng tangan Angel, memasuki gedung mall, menuju lantai empat, untuk segera menuju ke dalam bioskop. Mereka segera mengantri untuk menonton bioskop.
"Mau nonton film apa?" tanya Daniel kepada Angel, Angel mengedarkan pandangannya.
"Terserah, ngikut aja," kata Angel, sembari tersenyum ke arah Daniel.
Danie segera memesan salah satu film horor, sesuai dengan rencananya. Daniel sudah bisa membayangkan Angel yang memeluk lengannya, semabari berlindung di pundak Daniel, di saat saat yang menegangkan.
"Dunit beli popcorn sama minum ya," pinta Angel.
Daniel tersenyum, segera ikut mengantri di bagian penjual popcorn. Beberapa wanita melirik Daniel, sembari mengagumi ketampanan Daniel.
Angel sedikit kesal dengan hal itu, ingin sekali Angel mengatakan bahwa Daniel miliknya. Namun Angel memiliki gengsi tinggi, hingga berusaha tidak memperdulikannya.
Hingga pada akhirnya, Daniel tiba di barisan paling depan, tampak jelas penjual popcorn tersebut menggoda Daniel, membuat kesabaran Angel habis.
"Baby masih lama ya?" tanya Angel dengan nada manja, menyingkir kan semua rasa gengsinya. Sembari menghampiri Daniel.
Mendengar panggilan Angel, yang begitu manis, membuat Daniel benar benar senang. Daniel tak dapat menyembunyikan senyumnya.
Daniel segera merangkul, dan mengelus kepala Angel dengan lembut. "Sebentar lagi sayang."
Penjual popcorn tersebut, tersenyum malu. Ternyata laki laki yang sedang ia goda sudah memiliki kekasih. Setelah penjual tersebut memberikan popcorn pesanan Daniel, ukuran jumbo. Daniel segera membayarnya.
Setelah itu, mereka segera masuk ke dalam ruang tunggu, Daniel menggandeng tangan Angel, sembari membawa minuman yang mereka beli.
"Sayang bisa panggil baby lagi ga?" tanya Daniel, berbisik di telinga Angel, membuat Angel salah tingkah di buatnya.
"Dunit jangan mulai ya," kesal Angel, mengalihkan pandangannya.
"Tadi aja kamu bisa, pakai nada manja pula," goda Daniel sontak membuat Angel tambah memerah.
"Dunit sudah dong," pinta Angel yang telah memerah.
__ADS_1
"Sayang, sekali aja. Masa kamu manggil Al aja bisa pakai baby, by dan apalah itu," protes Daniel, ngotot ingin di panggil baby.
"Ga mau, udah pasaran," elak angel, membuat Daniel tertawa.
"Terus yang ga pasaran giman?" tanya Daniel penasaran.
"Ya..." belum sempat selesai pembicaraan mereka, ruang bioskop yang akan mereka masuki, telah terbuka.
Daniel segera menggandeng tangan Angel dengan mesra, sehingga membuat Angel segera mengikutinya.
"Sayang panggil baby sekali saja," pinta Daniel, sembari menjatuhkan kepalanya, di pundak Angel.
"Dunit itu lebih cocok, ga ada yang manggil kamu seperti itu kan?" bujuk Angel, membuat Daniel sedikit mengerutkan keningnya.
Daniel tampak memikirkan tentang perkataan dari Angel.
^^^Benar juga, selain saya kan tidak ada lagi, ah itu panggilan sayang Angel mungkin ya. pikir Daniel, sembari memandang wajah Angel.^^^
"Sudah puas dunit sayang?" goda Angel membuat Daniel mencium pipi Angel.
"Dunit, malu dong, di liatin orang," kesal Angel, membuat Daniel terkekeh.
"Biar mereka tahu kamu calon istri saya, dan para laki laki itu, tidak lagi suka melirik kamu," kata Daniel, sembari menujuk ke arah rombongan laki laki, yang memang sejak tadi suka sekali mencuri pandang ke arah Angel.
Angel memandang arah yang di maksudkan Daniel, ternyata beberapa laki laki yang cukup tampan, kini tengah memandang ke arahnya. Angel hanya melempar senyum, bermaksud menghargai tatapan mata mereka yang bertemu.
Daniel yang melihat hal itu, segera menutup wajah Angel, kemudian mengapit pipi Angel dengan gemas. "Sayang... ga perlu senyum dengan mereka," kesal Daniel.
"Tidak, aku hanya membalas tatapan mereka," sanggah Angel.
"Tidak boleh, nanti dia mengira kamu suka lagi dengan dia," kesal Daniel, sontak membuat Angel terkekeh.
"Ah bukankah saat ini aku bersama tunangan ku?" goda Angel, sontak membuat Daniel tersenyum simpul.
Mendengar hal itu, sontak membuat keyakinan Daniel bahwa Angel kini menerimanya. Namun para lelaki tetap tidak akan Daniel biarkan, karena Angel hanya akan menjadi miliknya.
__ADS_1
"Sayang ingat omongan kamu hari ini saya pegang," kata Daniel ketika lampu bioskop di matikan, dan film akan segera di mulai.
"Memang bisa?" tanya Angel, sembari terkekeh.
"Bisa seperti ini," kata Daniel, langsung saja mengecup bibir seksi Angel. "Kata kata mu telah aku pegang."
"Iya iya iya, terserah," kata Angel kembali terkekeh. Tingkah Daniel memang ada ada saja, membuatnya terkadang menggelengkan kepala. "Apa kau tak akan menyimpannya?" goda Angel.
"Saya sudah menyimpannya di hati saya," katanya sembari menujuk ke arah dadanya.
"Itu jantung dunit," kembali Angel terkekeh. "Ini yang hati," lanjut Angel menunjuk bagian hati Daniel.
Daniel tersenyum, kemudian menuntun tangan Angel ke arah dadanya.
"Kalau hati itu bisa membuat kita merasakan cinta, kenapa jantung kita yang berdebar ya?" tanya Daniel berbisik ke arah Angel.
Angel dapat merasakan debaran dari jantung Daniel, memang lebih cepat dari biasanya, namun Angel juga tak yakin jantung siapakah yang lebih kuat berdebar saat ini.
"Ayo film nya sudah mau mulai," kata Angel mengalihkan pembicaraan, dengan wajah yang memerah.
Samar samar namun Daniel tetap dapat melihat wajah Angel yang memerah, dan tingkah Angel. Membuat Daniel yakin, Angel saat ini tengah salah tingkah, dengan ucapannya.
"Saya akan memastikan, tak lama lagi saya akan memiliki kamu seutuhnya, dan tak akan saya lepas," ungkap Daniel, membuat Angel memandangi wajah Daniel, seolah mencari kebohongan.
Angel kemudian tersenyum, "Aku tunggu kata kata kamu dunit."
"Nga mau kamu pegang atau hirup gitu sayang?" tanya Daniel sembari memonyongkan bibirnya, minta untuk di kecup Angel.
"Itu mau kamu, dasar sableng," dengus Angel, baru saja Angel memujinya atas sikap manisnya, kini kembali berubah menjadi sableng lagi.
"Kan pendekar cinta sableng kamu," kekeh Daniel, membuat Angel ikut terkekeh.
.........
Terimakasih yang telah like, komentar, volt, dan yang berbaik hati memberikan koinnya.
__ADS_1