
"Kamu kenapa?" tanya wanita itu berbasa basi.
Dokter Aldi yang mendengarkan hal itu segera memandang ke arah asal suara, dokter Aldi segera berdiri dan mendekat kemudian dokter Aldi segera menghamburkan pelukan ke arah wanita tersebut.
Dokter Aldi mendekapnya sangat erat, membuat wanita tersebut sedikit sesak. Wanita itu segera memukul lengan dokter Aldi untuk sedikit melonggarkan pelukannya, namun dokter Aldi justru menariknya ke samping tempat tidur.
Dokter Aldi segera mendudukkan dirinya di bibir tempat tidur, kemudian memeluk pinggang wanita itu dengan erat.
"Sayang terimakasih telah datang, aku sangat takut," dokter Aldi mengungkapkan perasaannya saat ini.
Yah dari panggilan nya saja kalian semua pasti tau, itu adalah Rayana sang calon istri untuk dokter Aldi. Rayana datang atas dasar dari permintaan babysiter Willi, yang tak tega melihat tuannya tiba tiba ketakutan seperti tadi.
"Iya kamu tenangkan dulu keadaan kamu jangan seperti ini, sekarang kamu tenang dulu ya," kata Rayana mengusap puncak kepala dokter Aldi, agar rasa cemasnya sedikit berkurang.
Dapat Rayana rasakan getaran kuat dari tubuh dokter Aldi, entah apa yang terjadi dengan pria itu, babysiter Willi hanya menjelaskan kedatangan mantan istri dari dokter Aldi, dan pertengkaran mereka mengenai Willi. Mungkin saja ibu Willi hendak mendapatkan hak asuh atas Willi, atau entah lah dia pun tak mengerti urusan itu, yang penting ia datang terlebih dahulu.
Lelaki yang bisanya tenang dan selalu memampangkan senyum ceria di depan Rayana, belum lagi kata kata bijaknya yang super dewasa, yang mampu memberi semangat untuk Rayana, kini yang tampak hanya wajah sendu, layu dan badan gemetar serta ekspresi ketakutan.
Setelah sekian lama, akhirnya dokter Aldi merasa sedikit lega dan tenang, dokter Aldi pelan pelan melonggarkan pelukannya, membuat Rayana tersenyum senang. Dokter Aldi berusaha menenangkan dirinya, tak ingin terlihat begitu lemah di hadapan calon istrinya.
Sungguh kedatang Rayana sangat membuatnya senang, bagaimana tidak wanita itu sungguh datang di saat ia membutuhkan seseorang untuk menjadi sandarannya. Dokter Aldi menatap ke arah Rayana membuat netra mata mereka bersitatap, tampak seorang wanita yang dulu senang menggombalinya kini menampakkan seulas senyum yang amat manis di bibirnya. Sungguh membuat dokter Aldi semakin jatuh hati ketika melihat senyum menawan itu.
"Terimakasih sayang," Kata dokter Aldi dengan sudut mata yang sedikit berembun.
__ADS_1
Rayana yang melihat netra mata yang dulu tampak berbinar, kini berkaca kaca memandang ke arah nya, membuatnya merasakan kesedihan pula.
"Hm, mau bercerita?" Rayana tampak memancing dokter Aldi untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.
"Ibunya Willi datang, dan sepertinya ingin menuntut hak asuh," kata dokter Aldi masih mendongak ke arah Rayana, yang saat ini masih berdiri di hadapannya.
Rayana segera mendudukkan diri di samping dokter Aldi, dengan mengembuskan nafas dengan pelan. Ia sungguh tak mengerti alir dewasa para orang tua seperti mereka.
"Tapi kan dia juga orang tuanya?" Rayana mencoba menjadi penengah.
Dokter Aldi yang mendengar hal itu menatap tak suka, membuat Rayana menghela nafas berat kembali, sepertinya dokter Aldi tak suka Rayana membela ataupun berada di tengah tengah sebagai penengah. Dokter Aldi benar benar menginginkan Rayana berada di garis pendukungnya.
Rayana segera membingkai wajah dokter Aldi dengan tangannya, kemudian mengusapnya pelan. "Coba bicarakan dari awal agar aku tak salah bicara."
"Sayang berjanjilah setelah aku bercerita tentang ini, kamu akan tetap menyayangi Willi," dokter Aldi segera menggenggam tangan Rayana yang tengah mengusap lembut puncak kepalanya, meminta keyakinan dari gadis tersebut.
Rayana mendengar hal itu sedikit bingung, namun ia tetap mengangguk dan tersenyum agar dokter Aldi segera bercerita. "Willi sebenarnya bukan anak kandungku," kata dokter Aldi sontak membuat Rayana yang memang tidak tahu menjadi sangat terkejut.
Rayana menatap Metra bening dengan iris mata abu abu tersebut dengan lekat, Rayana tengah mencari kebohongan, entah bekerja atau tidak setidaknya novel yang ia baca seperti itu.
"Aku serius sayang," kata dokter Aldi mengusap punggung tangan Rayana.
"Lalu Willi anak siapa dong?" Otak Rayana sepertinya belum sepenuhnya sadar dengan kenyataan tersebut.
__ADS_1
"Anak mantan istriku dengan pacarnya," kata dokter Aldi memainkan jari jari Rayana. "Aku dulu sahabat ibu Willi, aku menikahinya karena pacar ibu Willi tidak mau bertanggung jawab, kemudian aku mengalah untuk menikahinya."
"Lalu jika ibunya menginginkannya, kenapa kau tak mau?" Rayana tampak masih sangat penasaran kenapa dokter Aldi tak mau memberikan Willi. "Apa karna kamu terlalu sayang ya?"
Dokter Willi tersenyum mendengar kata kata Rayana, memang sepertinya Rayana tak tahu segala hal. Ah, mungkin saja karena ia tak tahu tentang Willi. Ia, kemarin ia hanya bercerita kepada Daniel, Aska dan Rakara.
"Salah satunya itu, namun sebenarnya asalkan Willi bahagia aku tak masalah, namun aku takut Willi mengalami kekerasan rumah tangga lagi, akibat ibunya yang sangat kasar."
Tampak dokter Aldi sedikit menarik nafasnya perlahan lahan kemudian memandang ke arah Rayana yang tampak shock berat. Gadis itu nampak tak percaya dengan apa yang di dengarkan nya. "KDRT maksudnya?"
"Ibu nya itu kini sudah menikah untuk kedua ketiga kalinya, mereka sepertinya sulit memiliki anak, sehingga membuatnya menginginkan Willi," dokter Aldi tampak menarik nafasnya dalam. "Tapi bukan itu yang menakuti ku, perlakuan ibunya Willi terhadap si Willi membuatku sangat takut memberikan Willi kepadanya."
"Kenapa dia?" Rayana masih bingung tentang hal tersebut, yang dapat ia simpulkan hanyalah tentang ketakutan dokter Aldi.
"Wanita itu sekarang suka sekali mabuk mabukan, dan melakukan kekerasan terhadap anaknya, dulu Willi juga korbannya," kata dokter Aldi, sontak membuat Rayana sangat terkejut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****Selamat berpuasa teman teman sekalian bagi yang muslim 🙏🙏🙏****...
...Mohon maaf jika ada salah dan kekhilafan serta ketersinggungan selama author menulis novel terimakasih...
...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....
__ADS_1