
Sudah cukup lama Angel memanggil Daniel namun tak ada jawaban, akhirnya Angel mengintip keluar dan mencari keberadaan Daniel.
Namun sayangnya Daniel sepertinya telah terlelap di tempat tidur. Angel segera keluar dan benar saja, ternyata di koper Daniel pun tidak ia temukan pakaian dalamnya, yang ada hanya pakaian dalam Daniel. Angel pun dengan terpaksa mengambil pakaian dalam Daniel sebagai dalamannya. Setelah itu Angel masuk lagi ke kamar mandi, untuk memakai gaun tersebut.
Angel sedikit tersenyum kecut melihat baju yang begitu melekat pada dirinya, di pantulan benda datar, yang memantulkan dirinya begitu sempurna. Ada sedikit semburat merah di pipinya, ketika mengingat kejadian tadi siang, bagaiman sentuhan laki laki yang selalu mengisi hidupnya kini, yang terlah berstatus menjadi suaminya menyentuhnya hingga di bagian sensitif.
Angel kemudian melangkahkan kakinya keluar kamar mandi, dengan melilitkan handuk kecil di rambutnya yang basah. Angel kemudian mendudukkan dirinya di depan meja rias. Angel terus menggosokkan handuk kecil tadi di rambutnya. Sehingga handuk yang awalnya kering, kini menjadi sedikit basah. Begitupun sebaliknya yang terjadi pada rambut Angel.
Angel terlalu asyik dalam mengeringkan rambutnya, hingga tak menyadari kehadiran Daniel di belakangnya. Daniel tersenyum ketika melihat Angel tengah menyisir rambutnya yang telah lembab. Tangan Angel bergerak mengambil vitamin rambut, sekaligus pengharum rambut. Angel mengusapkan semua ke bagian rambutnya.
Ya aktifitas ini yang membuat Daniel harus menahan nafas, saat bersama dengan Angel. Tapi itu dulu, sebelum mereka menikah. Sekarang Angel adalah istri nya, dan yang terpenting kini ia bebas menyentuh istrinya.
Saat Angel memegang pengering rambut, Daniel segera merebutnya. "Biar saya saja sayang," seru Daniel sembari mengambil sisir yang terletak di naklas, dan menghidupkan pengering rambutnya.
"Makasih dunit..." kata Angel senang, namun tiba tiba wajahnya berubah. "Eh bukan dunit lagi lah, yang benarnya..." Angel tampak berfikir.
Daniel terkekeh melihat wajah istrinya yang tampak menggemaskan, ketika sedang dalam mode berfikir, ataupun mode serius. Daniel mengulurkan tangannya, sembari mencubit pipi Angel dengan lembut. "Ya kan bukan duda lagi, sekarang telah menjadi suami. Suami dari Angel Lalika Pradana."
"Hm..." Angel tampak mengangguki suaminya, sembari tersenyum. "Suami genit kamu itu," kekeh Angel.
"Kan genit dengan istri sendiri sayang," balas Daniel meletakkan pengering rambut dan sisir di meja rias. "Sayang sedikit lembab ga papa kan?"
__ADS_1
Angel mengangguki nya kemudian tersenyum. "Terimakasih dunitku sayang, yang kini ber efolusi menjadi sunit, alias suami genit."
Perhatian sebelum membaca, sebaiknya perhatikan usia masing masing, karena ini untuk adegan dewasa, 21+ ok.
Daniel terkekeh kemudian menuntun Angel untuk berdiri, Daniel tersenyum melihat wajah polos istrinya, yang belum di poles skin care malam.
Daniel menyentuh wajah istrinya dengan perlahan, kemudian mengusap nya lembut. "Sayang kamu tahu selama dua minggu saya merindukan kamu,"Kata Daniel dengan memandang wajah Angel dengan lekat.
Pandangan Daniel akhirnya tertuju pada mata Angel, kemudian mengusap lembut alis Angel. Angel memejamkan matanya, merasakan usapan lembut suaminya, yang tengah melepaskan kerinduannya.
"Mata kamu adalah salah satu hal yang saya rindukan," lanjut Daniel, tersenyum memandang istrinya yang tengah menikmati usapan lembut dari jari jarinya.
"Bibir kamu ini yang paling membuat saya rindu sayang, manis dan membuat saya candu," kembali Daniel membuat Angel benar benar menikmati sentuhan dari suaminya.
Daniel mengecup puncak kepala istrinya, dan beberapa bagian wajah lainnya. Tentu saja bukan bibir, karena itu di simpan untuk bagian terakhir.
Daniel kemudian mulai mengecup kedua mata Angel, kemudian turun ke area ujung hidung, dan menggigitnya dengan lembut.
Entah kenapa ada rasa yang begitu nyaman, dan hangat. Ketika Angel merasakan gigitan halus, dan lembut dari Daniel, di bagian ujung hidungnya. Entahlah mungkin ini yang di sebut cinta, apapun yang di lakukan kekasihmu, akan selalu indah dan nyaman di matamu.
Dan akhir dari kecupan singkat pun berakhir pada bibir seksi Angel. Namun sebenarnya itu bukan akhir, melainkan awal dari permainan panas Daniel.
__ADS_1
Daniel awalnya mengecup singkat, lama kelamaan mencium, kemudian me*lu*mat, dan akhirnya mem*be*lit*kan lidahnya di dalam rongga mulut Angel, sembari melakukan pertarungan hebat dengan lidah Angel.
Daniel melepaskan pa*ngu*tan mereka saat merasa nafasnya telah habis, Daniel segera menyatukan keningnya dan kening Angel. Daniel tampak tersenyum kemudian kembali lagi menarik Angel kembali ke dalam pelukannya.
"Sayang, saya mau sekarang boleh kah?" Daniel bertanya dengan suara berat, dan serak.
Angel mendengar hal itu tersenyum malu malu, kemudian mengangguk dengan semburat merah di pipinya.
Hingga terjadilah yang harus terjadi malam itu, Daniel mengecup puncak kepala Angel, kemudian memeluk Angel. "Terimakasih untuk malam ini sayang, kamu memang adalah yang terbaik," Guman Daniel menyelimuti tubuhnya dan istrinya yang polos.
^^^"Ya Tuhan terimakasih telah mempertemukan kami, dan menyatukan kami dalam cinta," Kata Daniel Dalma hati, semabari memeluk tubuh istrinya, dan menyusul alam mimpi istrinya.^^^
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya.
Hi guys kemarin bukannya ga mau Up... tapi entah kenapa aku itu susah banget di review nya, sampai beberapa hari. Bahakan setelah menulis epp ini belum juga up.
Maaf banget ya... Tapi semoga kalian menikmati ini 🙏🙏🙏.
Terimakasih 🙏🙏🙏.
__ADS_1