Duda Genit

Duda Genit
S2 (Pantai)


__ADS_3

Rayana dan dokter Aldi memutuskan untuk singgah sebentar di pantai Gatra, sembari membersihkan diri mereka di salah satu kamar mandi wisata pantai tersebut, karena sejak kemarin mereka belum mandi.


Meraka mengenakan bokser dan kaus oblong untuk berenang di pinggir pantai, bak kata pepatah berenang sembari minum air, maka mereka berenang sembari mandi.


Setelah puas mandi mereka segera naik dan bersiap untuk mandi, Rayana telah mengambil handuk kecil dan juga pakaian untuk nya dan dokter Aldi, serta sabun dan shampo.


Setelah selesai mandi mereka memilih berjalan jalan di pinggir pantai, sembari menunggu baju mereka kering. Mereka menjemur pakaian mereka di atas atap mobil mereka, dengan menggunakan tali dan penjepit baju guna pakaian mereka tidak terbang.


Mereka menelusuri bibir pantai menikmati similir angin yang menerbangkan rambut mereka. Dokter Aldi dan Rayana segera berjalan jalan di pantai dengan kaki yang tampa alas, mereka tampak bergandengan mesra seperti hal nya pasangan lain. Setelah dirasa matahari cukup terik, dokter Aldi segera mengajak Rayana menuju tempat teduh.


Mereka duduk bersama sama sembari memandang ombak pantai, mereka bercerita banyak hal tentang masalalu. Dokter Aldi merebahkan kepalanya di pundak Rayana, sembari memeluk tubuh Rayana.


"Sayang tetap seperti ini hingga tua," dokter Aldi memejamkan matanya menikmati nyamannya pundak Rayana.


Rayana pun segera tersenyum dan memeluk erat tubuh dokter Aldi. "Hm, always together baby."


Dokter Aldi segera menautkan tangan mereka, kemudian mengecup leher jenjang Rayana. Sontak membuat desiran panas menjalar di tubuh Rayana.


"Sayang jangan mancing ya," kesal Rayana, dengan wajah yang sudah memerah seperti tomat.


"Ih, engga ini ga ada yang bawa umpan kok, kamu aja yang aneh," kata dokter Aldi menggoda Rayana. "Orang aku cuman ngecup ini doang kok."


Dokter Aldi kembali mengecup leher jenjang Rayana sembari terkekeh geli melihat wajah tomat Rayana.


Rayana hanya memutar bola matanya dengan malas, malas berdebat dengan suami mesumnya. "Ya terserah."


Dokter Aldi mendengar kata kata Rayana segera memeluk lebih erat lagi tubuh Rayana. "Tumbuh besar ya kecebong papa."


Dokter Aldi mengecup perut Rayana, namun saat ia ingin menjauhkan kepalanya, tiba tiba perut Rayana berbunyi, menandakan Rayana saat ini tengah lapar.


"Sebelum menumbuhkan benih kecebong, mending mengobati dan memberi nutrisi kampung tengah," kata Rayana sembari tersenyum lebar sembari menampakkan gigi rapinya.


"Lapar rupanya mama kita," kata dokter Aldi segera berdiri dan menggandeng Rayana untuk mencari makan siang.

__ADS_1


Memang saat ini sudah waktunya makan siang, hanya saja mereka yang tak tahu waktu asyik berpacaran saja, seperti anak ABG yang baru saja merasakan cinta.


"Sayang ayo duduk," kata dokter Aldi menarik kaca jendela untuk Rayana. "Tunggu sebentar di sini, pesennya sama aja kayak kamu, soalnya aku mau ke toilet dulu."


Rayana hanya mengangguk mendengarkan permintaan dokter Aldi, Rayana pun segera memanggil pelayan untuk memesan makanan. Tak lama kemudian seorang pelayan datang dan membawa buku menu makanan, dan menyerahkan kepada Rayana. Setelah mencatat pelayan tersebut meninggalkan Rayana.


Setelah kepergian pelayan tiba tiba seorang laki laki dengan perawakan tinggi, dan badan sedikit berotot serta kulit sawo matang, datang menghampiri Rayana yang tengah menunggu kedatangan suami dan juga makanannya.


"Hai cantik, kamu sedang apa?" laki laki itu tiba tiba mendudukkan diri dihadapan Rayana.


Rayana memandang bingung laki laki yang duduk di hadapannya, Rayana kemudian mengalihkan pandangannya ke sekitar tempat tersebut, mungkin saja laki laki itu salah orang atau tempat.


"Nyari siapa mas?" Rayana bingung menanyakan kepada laki laki tersebut.


"Ga nyari siapa siapa, cuman mau kenalan," kata laki laki itu tersenyum manis kepada Rayana.


"Oh," Rayana ber_oh ria sembari mengulurkan tangannya untuk menjabat laki laki itu.


"Bima," kata laki laki itu mengendurkan tangannya terkejut wanita cantik yang berada di hadapannya ini sudah memiliki suami.


Dokter Aldi yang sejak tadi melihat aktifitas mereka sedikit geram, sepertinya ia termakan rasa cemburu saat melihat seorang laki laki menikmati senyum istrinya, dengan pandangan penuh arti.


"Sayang," tegur dokter Aldi dari arah belakang, membuat Rayana segera berdiri dan memandang ke arah dokter Aldi.


"Nah ini suami saya, namanya Aldi," kata Rayana segera menggandeng tangan dokter Aldi.


Dengan tidak enak hati laki laki itu menjabat tangan dokter Aldi, kemudian berniat meninggalkan Rayana dan dokter Aldi.


Dokter Aldi segera duduk di hadapan Rayana, pandangan cemburunya masih belum luntur. Ia sangat kesal kenapa tadi tak menggandeng tangan istrinya menuju toilet jika begini.


"Sayang tadi cuman ngajak kenalan dianya, lagian aku langsung bilang kalau lagi nunggu suami," Rayana segera menjelaskan karena tahu betul tatapan tajam dari dokter Aldi, yang menandakan tanda bahaya akibat Cemburu.


"hm... lain kali kamu pakai masker sama topi biar ga kelihatan cantiknya," kata dokter Aldi segera melembutkan pandangannya.

__ADS_1


Ia sadar tak mungkin marah dengan istri cantiknya, karena jelas jelas itu bukan keinginan dari istrinya itu, melainkan memang istrinya itu yang memiliki paras yang sangat cantik.


Rayana tersenyum senang itu artinya suami pencemburu nya itu tidak dalam keadaan marah terhadap nya. Namun hanya sedikit merasa cemburu.


Tak lama kemudian pesanan mereka datang mereka segera makan dengan lahap, setelah makan mereka segera berdiri dan melanjutkan istirahat nya di dalam mobil mereka, seperti sebelum sebelumnya, Rayana pasti akan menghidupkan kipas angin baterai untuk mereka, demi menghemat bensin dan baterai aki mobil.


Saat berada di dalam dokter Aldi segera menarik Rayana ke dalam pelukannya, dan segera mencium dan me*lu*mat bibir Rayana, dokter Aldi kemudian melepaskan pa*ngu*tan bibir mereka setelah nafas keduanya habis.


"Aku harus buat kamu cepat cepat hamil biar ga ada lagi yang godain kamu," kata dokter Aldi mengecup leher jenjang Rayana.


"Sabar sayang, tunggu malam soal nya mobil kita butuh perlindungan," kata Rayana tersenyum memandang suaminya. "Kan mobil kita suka ngebor, kalau kita lagi in the hoy."


Dokter Aldi terkekeh mendengar kata kata dari Rayana, ia juga menyadari hal tersebut, segera memeluk Rayana dan meredakan sesuatu yang mulai bangkit di dalam sana.


"I Love You baby," bisik dokter Aldi mengecup bibir Rayana.


"Love you tu, semoga bibit kamu cepat tumbuh," kata Rayana menggoda dokter Aldi.


Mendengar kata kata Rayana otak mesumnya tiba tiba Kambu dan menginginkan sesuatu. "Jadi bayi boleh?"


Rayana segera membuka sedikit bajunya, dan menarik kepala dokter Aldi ke arah da*danya. "Biar tambah tenaga, supaya kuat buat nyetir mobil."


"Terimakasih sayang," dokter Aldi segera menenggelamkan wajahnya, dan dalam sekejap segera menjadi bayi besar Rayana.


Hi semua Author mau buat novel baru judulnya Mr. Gay Vs Colonel cantik, nanti saat muncul jangan lupa di baca dan di like ya, cuman ga sekarang tapi nanti wkwkwkwk, di tunggu kedatangannya di novel baru author.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Selamat hari raya idul Fitri semua, bagi teman teman sekalian bagi yang muslim 🙏🙏🙏...


...Mohon maaf jika ada salah dan kekhilafan serta ketersinggungan selama author menulis novel terimakasih...


...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....

__ADS_1


__ADS_2