Duda Genit

Duda Genit
DUNIT 24 (Magang Modus)


__ADS_3

"Makanya, kalau ada apa apa tanya dulu," kata Angel di sela sela tawanya.


"Habisnya si Brian ngasih tahu hanya setengah setengah," kata Daniel bercerita.


"Dia pasti mau ngerjain lo, dia kan orangnya kadang jahil," jelas Angel cekikikan.


"Sudah ketawanya sayang," kesal Daniel.


"Sudahlah ayo keluar," kata Fredrik, membuka pintu kamarnya, menggunakan kunci cadangan.


...


"Kenapa kau tak bilang, jika bilang kan kita tak harus bertengkar," kata Fredrik mengomel.


Ingin rasanya Daniel memukul mulut Fredrik, tetapi mengingat dirinyalah yang salah, membuatnya mengurungkan niatnya.


"Honey juga, kenapa ga bilang kalau sudah punya calon suami?" omel Fredrik.


"Iya iya, jangan ngoceh terus dong," pinta Angel, sembari menggandeng tangan Fredrik, agar Fredrik tidak mengoceh lagi.


"Ini juga tidak di duga," adu Angel.


"Hah turun juga kalian," kata Brian sembari terkikik geli.


"Kebiasaan ya... gara gara dia kemarin Edrik putus sama Jessica," kata Fredrik mengadu kepada Daddy dan Papi nya.


"Dasar jahil," kata Aldo kesal dengan sikap jahil anaknya.


"Sudah lah ayo mana," kata Angel segera mendudukkan pantatnya di salah satu kursi, meja makan.


"Untung ga berantem sama calon adik ipar," guman Fredrik mengingat kejadian yang tadi, membuat yang lain kembali memandang tajam ke arah Brian.


"Sudah beristri juga, masih jahil," kata Aska geleng kepala.


"Sudah ayo makan," kata Tania membuat yang lain kembali fokus makan.


Setelah mereka makan, mereka segera berkumpul bersama di ruang keluarga. Mereka tertawa sambil bercanda gurau. Daniel, Angel dan Fredrik duduk di sofa panjang, yang sama. Sementara yang lain duduk di sofa yang lain.


Mereka mulai bercerita banyak hal, dan tertawa bersama. Angel mulai merasa mengantuk, karena sudah melewati jam tidur malam nya. Daniel yang melihat hal itu segera mencuil pinggang Angel, membuat Angel terkejut, dan memandang ke arah Daniel.


"Kamu mengantuk?" tanya Daniel, membuat Angel mengangguk mengiyakan.


"Lalu begitu tidur lah, besok pagi kamu harus mengurus berkas magang kan?" tanya Daniel, yang memang mengetahui semua jadwal kuliah Angel.


"Hm...?" kening Angel mengerut, tanda bingung, kenapa Daniel mengetahui jadwal kuliahnya besok.


"Sudah lah sampai di kamar vidio call ku di angkat, seperti malam sebelumnya," kata Daniel, hanya di angguki Angel.


Setelah itu Angel segera berdiri, dan melangkah menuju kamarnya. Daniel yang melihat langkah Angel pun, segera menelfon Angel.


...*When somebody love me....


...I will feel so beautiful.*...


Bunyi ponsel Angel mengejutkan Angel, saat sedang menaiki tangga. Angel segera melirik username nya, ternyata Daniel yang menelfon nya, dengan panggilan video call.


Angel menggeleng, membuat Daniel mengedipkan matanya, kemudian memandang ke arah ponsel nya Angel, seperti kode meminta untuk di angkat.


Angel segera mengangkat telfon tersebut, dan menampakkan wajah Daniel, yang tengah berbincang dengan yang lainnya.


Setelah mereka berbincang banyak hal, akhirnya Daniel meminta izin untuk kembali.


"Ga minta izin sama Angel dulu? Perlu ga di panggilkan Angel nya?" tanya Brian menggoda Daniel.


"Tidak usah, dia juga sudah tidur," kata Daniel, karena melihat Angel di ponsel nya baru saja tertidur.


"Kok tahu?" goda Brian membuat yang lain menggeleng.


"Brian," tegur Denny kepada keponakannya, membuat Brian terdiam.


Daniel segera masuk ke mobilnya dan mengendarai mobilnya. Tak butuh waktu lama, Daniel berada di apartemen nya. Apalagi Daniel tak harus terjebak yang namanya macet.


Daniel segera memasuki ruang apartemen nya. Kemudian meletakkan ponselnya dengan hati hati, takutnya iya menekan tombol merah, sehingga membuat sambungan video call nya terhenti.


Daniel segera ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Daniel sedikit menggeleng, ketika mengingat kejadian tadi, saat dirinya cemburu buta. Daniel menarik nafasnya, mengingat baru kali ini Ia merasa sangat panik, kesal dan cemburu dalam waktu yang bersamaan.


^^^Sepertinya saya harus membawa kamu ke Mommy Angel. Kata Daniel dalam hati.^^^

__ADS_1


Ketika mengingat wajah Angel, Daniel segera menyelesaikan mandinya, dan memakai pakaiannya. Daniel kemudian segera memperbaiki posisi ponselnya, kemudian merebahkan dirinya tepat di hadapan ponselnya, jadi Daniel dapat melihat wajah Angel. Daniel memeluk bantal guling dengan erat seolah itu adalah Angel.


"Angel sayang, sepertinya saya benar benar bucinnya kamu," kata Daniel sembari terus memandangi wajah Angel dengan lekat.


Tak lama kemudian Daniel juga ikut terlelap di samping ponselnya.


Angel bangun terlebih dahulu, Angel segera mematikan sambungan video call-nya. Kemudian Angel segera membersihkan dirinya di kamar mandi, kemudian Angel memakai bajunya, dan bersiap menuju kampus.


Hari ini pagi pagi sekali, Angel harus mengurus beberapa berkasnya untuk magang. Sebenarnya Angel sedikit bingung ingin magang di mana, Angel ingin sekali magang di tempat Papi nya, tapi papinya menginginkan Angel makan di tempat lain saja. Bukan tanpa alasan, Denny ingin putrinya mandiri, dan mencari pengalaman di luar sana.


Saat tengah berada di kampus, Angel tiba tiba mendapat telfon dari Daniel. Angel segera mengangkat nya.


"Halo Dunit," sapa Angel.


"Sayang kamu sudah dapat tempat magang?" tanya Daniel, membuat Angel mengerutkan keningnya.


"Sayang..." panggil Daniel membaut Angel segera tersadar.


"Ah belum," kata Angel.


"Kalu begitu di tempat ku saja sayang, kamu kok ada calon suami tapi ga bisa," kata Daniel di ujung telfon sana.


"Hah emang bisa? Bukannya kalian tahun ini tidak menerima ya?" tanya Angel bingung.


"Iya tapi untuk kamu terima kok," kata Daniel sembari tertawa.


"Ah iya terserah, aku tulis di berkas dulu ya," kata Angel segera memasukkan kantor MR Group.


"Sudah dulu ya nanti habis ini, soalnya mau ngurus berkas," kata Angel.


"Iya sayang habis itu langsung ke sini, nanti langsung urus berkas aja," kata Daniel sembari menutup telfonnya.


Angel segera menuju ruang administrasi, dan menyerahkan beberapa berkas pengajuan magang. Orang administrasi sedikit bingung, karena jelas jelas sudah di umumkan, bahwa MR Group tidak menerima peserta magang tahun ini. Tapi Angel masih memasukkan berkasnya.


"Angel ini MR Group tahun ini tidak menerima mahasiswa magang," kata pengurus administrasi tersebut.


"Iya Bu, tapi dia bilang saya bisa magang di sana," kata Angel mencoba menjelaskan.


"Siapa yang bilang? Karyawan nya?" tanya ibu itu mencoba meyakinkan.


"Bukan Bu, tapi pak Daniel nya sendiri yang bilang," kata Angel berusaha meyakinkan.


Sebelum menelfon Daniel, Angel merubah nama Daniel menjadi pak Daniel MR Group.


"Halo sayang," kata Daniel di sebrang sana.


"Halo pak Daniel, saya ingin meminta bapak untuk menjelaskan kepada orang administrasi kampus saya, mengenai tawaran magang yang bapak tawar kan di tempat bapak," kata Angel segera menekankan kata administrasi, adat Daniel tahu tempat. Angel segera membesarkan speaker, kemudian menyodorkan kepada ibu ibu tersebut.


"Halo pak," kata ibu tersebut, menyapa Daniel sesopan mungkin.


"Halo..." kata Daniel tiba tiba formal.


"Jadi begini apakah benar Angel bisa magang di tempat bapak?" tanya ibu ibu tersebut.


"Ah iya, saya menawarkan nya magang di tempat saya, karna saya tertarik dengan kemampuannya, saat sedang membicarakan tentang seminar waktu itu," bohong Daniel.


Sebenarnya Daniel hanya ingin berdekatan dengan Angel, dan menghabiskan waktu lebih banyak lagi. Karena itu Angel akan di jadikan asisten pribadinya, selama magang tiga bulan di kantornya. Daniel bertekad untuk membuat Angel jatuh cinta kepadanya, selama masa magang tersebut. Dan menerima dirinya, untuk manjadi calon suami.


"Ah baik pak kalau begitu, terimakasih atas informasinya, maaf mengganggu waktunya, selamat siang," kata ibu itu.


"Baik iya sama sama, selamat siang," kata Daniel segera mematikan sambungan teleponnya.


"Bagaiman Bu," tanya Angel, langsung di angguki oleh dosen tersebut.


"Kamu tunggu lima belas menit, suratnya akan jadi," kata ibu ibu tersebut.


Angel segera duduk di bangku tunggu, sementara ibu tersebut, segera meminta rekannya membuat surat. Ekspresi yang di tampilkan rekan ibu administrasi tersebut sama, mereka mengerutkan keningnya bingung.


"Eh tahun ini MR Group ga menerima mahasiswa magang loh," kata ibu pembuat surat tersebut bingung.


"Iya... tapi tadi mahasiswi ini, sudah menelfon pak Daniel nya langsung, dan pak Daniel nya langsung konfirmasi ke saya," kata ibu administrasi tersebut.


Setelah mendengar pernyataan dari ibu administrasi tersebut, ibu pembuat surat tersebut langsung saja membuat surat izin magang, dan segera memberi cap sah, langsung dari kampus.


Angel segera mengambil surat tersebut, dan melajukan mobilnya menuju MR Group, untuk menyerahkan kepada pihak administrasi kantor Daniel.


"Selamat siang ada yang bisa saya bantu," kata orang administrasi tersebut, menyapa Angel dengan sopan.

__ADS_1


"Ah iya, saya mau menyampaikan surat izin magang di kantor ini," balas Angel sopan.


"Maaf dek, di tahun ini MR Group tidak menerima mahasiswa magang," kata karyawati tersebut, menolak Angel dengan sopan.


"Ah iya saya tahu, tapi undangan ini langsung dari pak Deniel, silahkan ibu langsung menghubungi pak Daniel," kata Angel.


"Maaf pak Daniel sedang tidak ada di ruangan," kata Karyawati tersebut.


"Oh..." kata Angel sembari mengambil ponselnya, dan menghubungi Daniel.


Seperti tadi sebelum menghubungi Daniel, Angel merubah nama Daniel kembali menjadi Dunitku sayang.


Angel menyodorkan ponselnya, dengan kondisi memperbesar suara. Sementara karyawati melihat nama yang tertera menjadi sedikit bingung.


"Halo sayang," terdengar lag suara dari Daniel, yang mengejutkan orang orang.


Angel sengaja merubah namanya Daniel kembali, agar karyawan dan karyawati tidak semena mena kepada nya. Angel juga sengaja membesarkan suaranya agar orang orang, menjadi yakin bahwa Angel sedang tidak berhalusinasi.


"Halo dunit, ni karyawan lo nanyain masalah magang," kata Angel menjelaskan.


"Lo ngomong sendiri deh," kata Angel.


"Iya sayang," kata Daniel.


"Halo pak," kata karyawati tersebut, dengan sedikit cemas.


"Halo... calon istri saya mau magang, segera urus, tempat kan dia menjadi asisten pribadi saya," kata Daniel, membuat karyawati tersebut mengangguk paham.


"Baik pak," kata Karyawati tersebut, membuat Angel segera mematikan sambungan telfonnya.


"Sayang..." kata Daniel sembari memeluk Angel dari belakang, mengejutkan Angel dan para karyawan.


"Ayo keruangan yuk," kata Daniel menggandeng tangan Angel, dan segera masuk ke lift khusus CEO.


Sementara Roni memilih untuk masuk ke lift khusu karyawan, karena malas menjadi nyamuk.


"Apa sih dunit," kata Angel, ketika Daniel kembali memeluknya.


"Kangen tau," kata Daniel manja.


"Idih jangan lebay, orang baru semalam," kata Angel kesal membuat Daniel mengecup puncak kepalanya.


Setelah lift terbuka Daniel segera mengarahkan Angel ke ruangan. Ya mereka berada di ruangan yang sama, memudahkan Daniel melancarkan aksi modusnya.


Setelah jam makan siang Daniel mengajak Angel, segera ke kantin kantornya. Daniel dan Angel memasuki lift khusus CEO, sementara Roni seperti tadi pagi memilih untuk menaiki lift karyawan.


Saat berada di lift, Daniel sengaja memutar tubuh Angel untuk menghadap ke arahnya, Daniel memeluk Angel sembari mengecup puncak kepala Angel.


"Apaan sih dunit, risih," kesal Angel kepada Daniel, untung saja saat ini mereka berada di lift khusu CEO, jadi tak ada yang melihatnya.


"Biasakan diri kamu sayang, lagian seperti ini membuat saya lebih merasa tenang, dan sedikit mengangkat beban saya." kata Daniel mengeratkan pelukannya.


Daniel sengaja membuat angel membelakangi pintu lift, agar para karyawan melihat kemesraan mereka, dan tak berani mengganggu apalagi menggoda Angel. Benar saja saat pintu lift terbuka. Semua karyawan yang tengah berlalu lalang melihat hal tersebut, dan segera menundukkan kepalanya.


Sementara Angel yang sadar akan hal tersebut, segera sangat merasa malu, wajahnya memerah menahan malu. Sementara Daniel tersenyum melihat tingkah Angel.


"Ayo... nanti jam makan siang habis." kata Daniel sembari menggandeng tangan Angel.


Roni yang melihat hal tersebut, ketika keluar dari lift khusus karyawan, segera mangusap dadanya, karena benar saja. Bos bucinnya itu akan melakukan hal itu.


"Dasar Bos bucin..." kata Roni menggelengkan kepalanya.


"Wanita itu pacarnya bos ya?" tanya salah satu karyawan.


"Iya calon istri nya," kata Roni menjelaskan.


"Wah kok baru lihat?" tanya salah satu karyawan tersebut.


"Baru di publikasi," kata Roni meninggalkan kerumunan.


Roni segera menuju kantin, dan mendudukkan diri, cukup dekat dengan meja Daniel dan juga Angel.


"Kak Roni, sini," panggil Angel membuat Daniel melotot tak suka.


"Sayang..." kesal Daniel.


"Ga papa Ngel kalian aja," kata Roni tak enak, apalagi mendapat pelototan dari Daniel.

__ADS_1


"Ais sini saja, saya sudah janjian dengan teman saya," kata Roni beralasan. Ketiak melihat salah satu karyawati, bagian kepala keuangan datang, Roni segera memanggilnya.


"Wati... sini," kata Roni, mengejutkan Wati.


__ADS_2