
Daniel membuka ponselnya, dan mengirim pesan kepada Roni.
"Bonus kamu sudah saya kirim," kata Daniel dalam pesan tersebut, kemudian kembali merebahkan dirinya di samping Angel.
Daniel menurunkan suhu AC nya. Danil menghujani ciuman dan wajah Angel, kemudian memeluk Angel dengan erat. Daniel pun ikut terlelap di samping Angel.
...
Angel bangun ketika jam menunjukkan pukul lima lewat tiga puluh lima menit, membuat Angel segera bangun dari tempat tidur. Angel melihat Daniel masih tertidur dengan lelap.
Angel tak ingin membangunkan Daniel, jadi Angel segera keluar dari kamar Daniel, kemudian segera meninggalkan apartemen Daniel.
Angel mengendarai mobilnya kembali ke rumahnya. Angel masuk ke dalam rumahnya, dan kemudian masuk ke dalam kamar. Angel segera masuk kamar mandi, dan membersihkan dirinya.
Brian masuk mencari Angel, namun ternyata Angel ada di kamar mandi. Saat Brian akan keluar dari kamar Angel, ponsel Angel tiba tiba berbunyi. Brian terkejut melihat user name tersebut, di mana tulisannya adalah Dunitku sayang.
Brian sedikit bingung, namun segera mengangkat telepon tersebut. Sembari keluar dari kamar Angel.
"Halo," kata Brian, sembari menuruni tangga, menuju ke ruang keluarga. Dimana sudah Daddy dan juga Papinya.
"Halo Brian kok kamu? Angel mana?" tanya Daniel sedikit bingung.
"Mandi tu anak, memangnya ngapain kamu sore begini sudah menelfon Angel? Biasanya juga malam," kata Brian bingung.
"Hehehe... kangen saya," kata Daniel cengengesan tak jelas, membuat Brian menggeleng tak percaya.
"Dasar duda bucin kamu," Kata Brian sembari tertawa. Kini bertambah lagi predikat Daniel, yaitu duda bucin.
"Kalo kamu mau bicara dengan adik saya, bicara dulu dengan Daddy," kata Brian membuat Daniel mengangguk.
"Ok, mana Daddy kamu?" tanya Daniel, membuat Brian segera menyodorkan ponselnya ke arah Aldo, sontak membuat Aldo bingung.
"Hah siapa Bri?" tanya Aldo kepada Brian.
"Calon mantu Dad," kata Brian sembari tertawa, membuat Aldo segera memandang ke arah ponsel Angel.
"Hai... kebetulan sekali, ada yang mau saya bicarakan tentang Angel, kamu tolong ke sini ya," kata Aldo, langsung saja di angguki Daniel dengan semangat.
"Baik saya akan kesana, saya tutup dulu, saya harus bersiap siap," kata Daniel langsung memutus sambungan teleponnya. Membuat Brian dan Aldo tertawa.
"Kak lo liat hp gue ga?" tanya Angel kepada Brian. Dengan santainya Brian menyodorkan ponsel Angel, membuat Angel bingung. "Lo habis ngapain sama ponsel gue?" tanya Angel.
"Habis video call-an sama dunitku sayang," kata Brian, sembari terkekeh geli.
"Ha Dunit? Apaan tu dunit?" tanya Tania yang baru saja datang, dari arah dapur.
Angel hanya diam saja, Angel segera menghempaskan pantat nya, di tengah tengah Aldo dan Brian, sembari memeluk Aldo erat.
"Tau tuh Angel," kata Brian, menunjuk Angel yang ada di sampingnya.
"Duda genit," jawab Angel santai.
"Hah? Ga marah tu si Daniel kamu bilangin gitu?" tanya Brian memandang adik nya tak percaya.
"Ngapain marah, orang dia yang nulis tu nama kok," kata Angel santai.
"Angel malas merubah nya, jadi... ya... biarkan saja," jawab Angel santai membuat yang lain menggeleng.
"Ya udah terserah Lo," kata Brian.
Tiba-tiba bell rumah berbunyi, kemudian Tania segera membuka pintu. Saat pintu terbuka terlihat seorang laki laki bule, dengan perawakan tinggi, berambut oren ke hitam hitaman, tersenyum menawan, dengan lesum pipi di pipi kirinya.
"Fredrik..." pekik Tania kegirangan.
"Hi aunty..." sapa Fredrik tersenyum menawan menampakkan lesum pipi nya. Menenteng sebuah koper yang sangat besar.
"Ya ampun... kok ga bilang bilang, kan bisa di jemput dari bandara," kata Tania kegirangan.
"Kan surprise aunty... yang lain mana?" tanya Fredrik, celingak cinguk.
"Di dalam, ayo masuk, kamu pasti capek," kata Tania.
"Aunty jangan bilang mereka, Edrik mau ngejutin mereka," kata Fredrik tersenyum jahil.
__ADS_1
"Sip," kata Tania mengacungkan jari jempolnya.
"Siapa Mi?" tanya Angel penasaran.
"Lihat saja," kata Tania tersenyum misterius.
"Satu, dua, ti..." hitungan Tania terhenti, seakan membari kode kepada Fredrik untuk keluar.
"Ga..." seru Tania di iringi dengan keluarnya Fredrik.
"Aaa... Edrik..." pekiki Angel langsung saja menghamburkan pelukannya ke arah Fredrik.
"Aduh kangen banget ya..." kata Fredrik tersenyum, membalas pelukan Angel.
"Edrik kenapa ga bilang?" tanya Brian berjalan ke arah Fredrik.
"Kan kejutan, surprise," kata Fredrick membuat yang lain tersenyum.
"Oh ya ni ada oleh oleh untuk semuanya," kata Fredrick tersenyum.
"Mana?" tanya Angel antusias.
"Di koper," kata Fredrik.
"Nah bongkar lah kopernya, aku mau istirahat," kata Fredrick, sembari mengambil tiga pasang pakaiannya, dan beberapa bokser.
"Ha Edrik kamu cuman bawa segitu doang?" tanya Aldo kepada keponakannya.
"Iya uncle, kalau bawa banyak oleh olehnya ga cukup," kata Fredrik, sembari berlalu meninggalkan mereka semua, menuju lantai dua.
Kamar Fredrik bersebelahan dengan kamar Angel, Fredrik biasanya kalau ke Indonesia, memang langsung menuju rumah besar keluarga Pradana.
Setelah puas menjajah oleh oleh, Angel segera menyusul, menuju kamar Fredrik. Sahabat sekaligus sepupu Angel, dari pihak mommy Angel.
"Edrik..." kata Angel sembari mengetuk pintu kamar Fredrik.
"Yes honey..." kata Fredrik dari dalam kamar.
"Aku bisa masuk ga?" tanya Angel, dari luar kamar.
Angel segera masuk, dan berbaring di samping Fredrik yang tengah berbaring. Angel menelusup, dan memeluk Fredrik, dan di balas dengan pelukan dari Fredrik.
"Kangen hm..." kata Fredrik sembari mengecup puncak kepala Angel.
"Iya lama banget sih di Paris," kata Angel kesal.
"Kerja honey," kata Fredrik mengeratkan pelukannya.
"Honey mau kenalan sama pacar ku ga?" tanya Fredrik sembari melonggarkan pelukannya.
"Mana? Siapa?" tanya Angel girang.
Fredrik pun menunjukkan foto seorang wanita yang cantik, tengah berpose mesra dengannya.
"Wih cantiknya calon kakak ipar ku," pekiki Angel dengan sangat bahagia.
"Ya iyalah honey..." kata Fredrik menyimpan ponselnya.
"Ayo tidur," kata Fredrik mengeratkan pelukannya.
Mereka akhirnya tertidur dengan pulas, sementara dibawah Daniel baru saja datang. Daniel sedikit kecewa karna tidak di sambut oleh Angel, namun Daniel tetap menampilkan senyum ramahnya.
"Hai Daniel, ayo masuk," kata Aska ketika melihat kedatangan Daniel.
"Ah iya," kata Daniel, sembari tersenyum ramah.
Daniel masuk ke dalam rumah, segera di sambut oleh Brian dan yang lainnya. Mereka berbincang bincang. Namun anehnya, Angel sejak tadi tak menampakkan batang hidungnya, sementara ponselnya tergeletak di atas meja.
"Maaf Angel nya mana ya?" akhirnya Daniel memberanikan diri untuk bertanya.
"Oh Angel lagi di atas sepertinya, sejak tadi tak turun dengan Fredrik," kata Brian membuat semua mata tertuju pada Brian.
Sementara Daniel mendengar hal itu, hanya menunduk memandang ponsel Angel, yang tergeletak. Brian mengedipkan matanya, membuat semua menggeleng. Ternyata Brian ingin menjahili Daniel, dan melihat bagaiman cemburunya si bucin satu ini.
__ADS_1
"Mereka di atas? Ngapain," tanya Daniel dengan wajah memerah, menahan cemburu.
"Ga tahu, dari tadi di atas, tu di kamar itu," kata Brian sok polos, membuat wajah Daniel bertambah merah karna cemburu.
"Saya akan ke atas," kata Daniel tampa persetujuan dari si empunya rumah, membuat mereka menggelengkan kepala.
Sepertinya Daniel benar benar dalam keadaan cemburu, membuat Brian benar benar tersenyum senang, karna berhasil mengerjai sosok Daniel.
Daniel naik ke lantai dua, dan menuju kamar yang Brian tunjuk. Daniel mengetuk pintu, namun tak ada yang menjawab. Daniel dengan tidak sabar, membuka pintu tersebut. Namun alangkah terkejutnya Daniel, ketika melihat Angel tengah tertidur pulas, dalam pelukan laki laki lain, yang tak lain adalah Fredrik.
Daniel dengan sangat kesal segera menarik Angel, membuat pelukan Angel dan Fredrik terlepas. Sehingga Angel dan Fredrik terbangun, dalam keadaan terkejut.
"Eh anda siapa?" tanya Fredrik bingung, karna ini kali pertamanya Fredrik melihat Daniel di rumah tersebut.
"Anda yang siapa?" tanya Daniel emosi, karna melihat wanita, yang sudah di anggap sebagai calon istri tidur di dalam pelukan laki laki lain.
"Maksud anda apa? Ayo lepasin honey," kasal Fredrik dengan suara yang meninggi. Melihat adiknya di peluk dengan lelaki asing.
"Anda yang maksudnya apa?" tanya Daniel dengan suara yang tak kalah meninggi. Sembari memeluk erat tubuh Angel.
"Dunit apa apaan sih lo? Ganggu orang tidur aja," kata Angel protes kepada Daniel.
"Kamu yang apa apaan, saya ini calon suami kamu," kata Daniel, menyatakan kepemilikan kepada Angel.
"Ha calon suami? Sebenarnya ada apa sih? Dia calon suami kamu honey?" tanya Fredrik kepada Angel.
"Iya," kata Daniel mendahului Angel.
Daniel segera menarik Fredrik keluar dari kamarnya, kemudian mengunci pintu kamar tersebut, dari dalam. Menyisahkan dirinya dan Angel.
"Dunit apa apaan sih?" teriak Angel tak terima.
"Kamu yang apa apaan ha?" tanya Daniel kesal.
Kini Daniel berada dalam keadaan cemburu buta, Daniel segera memeluk Angel, dan menarik tengkuk Angel, mengunci pergerakan nya.
Cup.
Daniel mencium, dan me*lu*mat bibir Angel, dengan rakusnya. Daniel meluapkan segala rasa cemburu yang ia miliki.
Jujur saja saat ini Daniel dalam keadaan yang benar benar cemburu buta, Daniel sangat marah, namun tak ingin melukai Angel. Maka dari itu Daniel memilih mencium Angel.
Angel Menggigit bawah Daniel, karna sudah mulai kehabisan nafas. Angel memandang Daniel dengan pandangan kesal, bercampur bingung.
"Siapa dia?" tanya Daniel di sela sela nafasnya yang tidak teratur.
"Fredrik?" tanya Angel bingung.
"Iya terserah, kenapa kalian bisa tidur bersama?" tanya Daniel menampakkan wajah kesalnya, Daniel menggiring Angel menuju tempat tidur.
"Saya cemburu Angel, ketika melihat kamu tidur dengan laki laki lain, saya kesal, saya marah," kata Daniel ketika mereka telah sampai di sisi tempat tidur.
"Dia kakak ku," jujur Angel.
"Tidak kakak mu cuman Brian dan Aska," sanggah Daniel.
"Dia kakak sepupu dari mommy ku," jujur Angel, membuat Daniel menenggelamkan wajahnya di perut Angel.
"Hah Dunit lo kenapa?" tanya Angel panik.
"Saya malu," kata Daniel tiba tiba.
"Hah punya juga? Kok bisa malu," tanya Angel bingung.
"Iya saya malu, bagaiman mungkin saya masuk ke sini, dan menerobos kamar penghuni rumah, hanya karna rasa cemburu yang tidak jelas," terang Daniel membuat Angel cekikikan.
"Makanya, kalau ada apa apa tanya dulu," kata Angel di sela sela tawanya.
"Habisnya si Brian ngasih tahu hanya setengah setengah," kata Daniel bercerita.
"Dia pasti mau ngerjain lo, dia kan orangnya kadang jahil," jelas Angel cekikikan.
"Sudah ketawanya sayang," kesal Daniel.
__ADS_1
"Sudahlah ayo keluar," kata Fredrik, membuka pintu kamarnya, menggunakan kunci cadangan.