Duda Genit

Duda Genit
S2 (Calon ipar)


__ADS_3

Rayana yang baru saja menyelesaikan sin terakhirnya di hari itu, segera membuka ponselnya untuk mengecek pesan masuk. Rayana sedikit memicingkan matanya ketika melihat nomor baru yang sedang mengirim pesan di ponselnya. Rayana segera membukanya alangkah terkejutnya ketika melihat isi pesan tersebut.


"Sayang nanti saya datang ke rumah kamu ya, dengan anak kita, soalnya katanya kangen sama mamanya," isi pesan tersebut meminta Rayana menggeleng, tampa pemberitahuan saja Rayana sudah dapat menebak itu adalah nomor dari duda genitnya.


Rayana yang melihat hal itu hanya mengeluarkan nafas beratnya, ia segera mengetik huruf di ponselnya untuk membalas pesan tersebut.


"Kapan? Nanti sore Raya ada jadwal pemotretan, malamnya ngecek berkas," kata Rayana sedikit malas membalas pesan tersebut.


Rayana kemudian menyimpan ponselnya segera berangkat ke kantornya sebentar, demi melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. Rayana tertidur selama di perjalanan, membuat asisten pribadi nya sedikit kasihan, karena ia tahu bosnya ini pasti kelelahan. Harus mengurus perusahaan dan juga harus melakukan syuting dan pemotretan.


Hanya butuh waktu tiga puluh menit mobil yang Rayana tumpangi, telah sampai di kawasan perkantoran. Asisten Rayana segera membangunkan Rayana, Rayana segera turun dari mobilnya kemudian naik ke kantornya.


Sesampainya di dalam gedung Rayana segera menuju ke ruangannya, dan mengerjakan semua berkas berkasnya. Setelah selesai mengurus berkas tersebut, Rayana segera beristirahat sebelum akhirnya harus turun ke lantai dasar untuk melakukan pemotretan.


Terlihat jelas di wajah Rayana tampak begitu lelah, karena semua aktivitas nya hari ini.


"Nona sebentar lagi pemotretan, nona di minta untuk segera turun ke bawah," asisten Rayana datang dan memperingatkan dirinya.


"Iya tolong sisanya kamu selesaikan," pinta Rayana karena sudah tidak sanggup lagi menyelesaikan tugasnya.


Rayana segera turun untuk pemotretan dengan menenteng tas miliknya, karena setelah ini ia harus beristirahat tampa gangguan orang orang, sebelum akhirnya nanti malam berkutat lagi dengan pekerjaannya di dalam kamar.


Rayana segera mengganti pakaiannya dan mencuci wajahnya, demi pemasangan make up baru. Setelah semua persiapan selesai, Rayana segera menuju ke depan kamera dan mau tidak mau, Rayana harus tersenyum dengan sangat natural dan gembira.


Ya, Rayana memang jagonya mengubah mimik wajah, ia bahkan mampu mengubah moodnya ketika di depan kamera, membuat semua orang berdecak kagum.

__ADS_1


Setelah melakukan berbagai pose, dengan baju yang sudah tiga kali berganti, Rayana akhirnya telah sampai di sesi terakhir. Tak lupa Rayana melakukan update di YouTube chanelnya, demi menjaga semua viewers nya tak akan lari, Rayana tampak begitu ceria di depan kamera yang merekamnya, ia bahkan terlihat sangat sumringah ketika menceritakan kegiatannya hari ini, mulai dari pagi hingga saat ini.


Setelah selesai melakukan semua itu, Rayana akhirnya di antar supir segera kembali ke rumah besar mereka. Seperti tadi, Rayana tertidur di dalam mobil, membuat supir pribadi keluarga Mark Rosyid menggeleng, ia mengerti betul seluruh kegiatan hari ini hang nona mudanya lakukan.


Setalah sampai di rumah besar tersebut, Mang Diman segera membangunkan Rayana, sebagai seorang supir yang selama ini selalu menemani nona muda nya, ia mengerti betul cara membangunkan nona muda yang tengah tertidur ini.


"Non, sudah sampai nanti lanjut tidurnya di dalam saja," kaya mang Diman sembari sedikit mengguncang bahu Rayana dari tempat duduk supir tersebut.


Namun sepertinya kali ini ia salah menilai, Rayana mungkin saja sangat kelelahan hari ini membuat mang Diman sedikit tak tega melihatnya.


Mang Diman melihat mobil Rakara baru saja memasuki halaman rumah, segera meminta bantuan kepada tuan mudanya itu.


"Den, non Raya seperti nya kecapean, jadi mang Diman ga bisa banguninnya, nyenyak banget soalnya," kata mang Diman merasa tidak enak.


Rakara menunjuk sebuah mobil hitam yang tampak mewah sedang terparkir di halaman rumah nya, mobil itu tampak asing dan ini kali pertamanya Rakara melihat mobil itu.


Mang Diman sedikit mengerutkan keningnya, ia tidak menyadari kehadiran mobil tersebut. "Tidak tahu den soalnya mamang juga baru datang," jelas mang Diman membuat Rakara mengangguk mengerti.


Rakara segera mengangkat Rayana yang terlelap ke dalam kamar Rayana, saat melewati ruang keluarga Rakara sedikit terkejut melihat seorang laki laki yang tampak tak begitu asing di rumah mereka, laki laki itu tampak berbincang bincang dengan ayahnya.


"Raya tidur Raka?" tanya Daniel membuat mereka semua yang ada di ruangan tersebut memandang ke arah Rakara dan Rayana yang tengah berada di gendongan.


Ternyata di situ ada Aska, yang tengah bersama dengan seorang laki laki, Rakara tak ingin mengambil pusing, Rakara segera melangkahkan kakinya ke lantai dua untuk mengantarkan putri tidur tersebut.


Setelah meletakkan Rayana di tempat tidurnya Rakara segera keluar dan membersihkan dirinya, kemudian segera keluar karena kehadiran tamu di rumah mereka.

__ADS_1


"Rak, Raya masih tidur?" Daniel menanyakan hal itu ketika melihat Rakata turun dari lantai dua.


"Iya yah, kayak nya kecapean," kata Rakara tersenyum.


Daniel yang mendengar hal tersebut hanya tersenyum.


"Raka kapan ngelamar Rani? Jangan sampai di langkahi adik sendiri," kata Daniel membuat Rakara terkejut, sekaligus memasang wajah yang memerah karena malu.


"Rencananya akhir Minggu ini yah, soalnya sama sama libur, Raya kan juga libur yah," kata Rakara sembari tersenyum menundukkan kepalanya ke bawah karena malu.


Daniel tersenyum mendengarkannya, kemudian menepuk pundak Rakara. "Jadi nak Aldi kalau mau nikah sama Raya tunggu Raka dan pacarnya dulu ya."


Kata kata Daniel membuat Rakara terkejut, karena ia tidak tahu bahwa kedatangan laki laki itu untuk melamar adiknya, Rakara juga baru menyadari kehadiran seorang anak kecil yang tengah duduk anteng, dengan memakan cemilan di rumah calon kakeknya.


"Ini siapa?" Rakara menujuk dokter Aldi.


"Ah ini perkenalkan dia Aldi calon ipar kamu, dan ini anaknya calon keponakan kamu," kata Daniel tersenyum ke arah Rakara sontak membuat Aska danjuga dokter Aldi tersebut bahagia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Teman teman maaf ya ga bisa up se rutin kemarin karena ada banyak kendala, seperti harus menyusun perbaikan skripsi, dan beberapa acara serta kesibukan lain. Aku harap kalian mengerti, dan tetap setia membaca ceritaku. Disini author berusaha se profesional mungkin untuk bisa up sebisa mungkin. Terimakasih, maaf sekali lagi....


...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....


...Dan terimakasih sebanyak banyaknya yang sudah dengan loyalnya memberikan vote, dan hadiah, serta koin. I Love You....

__ADS_1


__ADS_2