
Angel terbangun dari tidurnya, Angel merasa ada sesuatu yang mengganjal di perutnya. Angel melihat ke kanan nya, ternyata itu adalah Daniel yang tengah memeluknya dengan posesif. Angel memandangi wajah tampan Daniel.
Tangan Angel terulur menyentuh pipi Daniel, sembari tersenyum. Baru kali ini Angel mengetahui betapa tampannya, lelaki yang saat ini tengah bersamanya. Padahal dahulu Angel selalu menganggap pemilik wajah tampan, yang tengah tertidur sembari memeluknya ini sebagai pengganggu.
Duda genit, ya itulah yang di sematkan oleh Angel kepada Daniel. Seorang duda keren yang selalu menggodanya, duda yang selalu menyatakan cinta, tak henti hentinya menorehkan perhatian kepada Angel.
"Sudah puas sayang?" Suara serak dari Daniel, membuat Angel terkejut. Angel segera menarik tangannya yang menyentuh pipi Daniel, namun di hentikan oleh Daniel.
Daniel membuka matanya perlahan, dan memandangi gadis pujaannya. Tak pernah ia segila ini kepada seorang gadis, bahkan kepada mantan istrinya. Mungkin memang benar bahwa ia adalah bucinnya Angel. Sebuah ejekan yang selalu di sematkan oleh Roni kepadanya.
Daniel mengecup tangan Angel, sembari tersenyum ke arah Angel. Daniel kemudian meletakkan tangan Angel ke dada kirinya, untuk memberikan bukti bahwa dirinya benar benar mencintai Angel. Daniel tahu bahwa gadis itu selalu meragukannya.
"Saya tidak pernah main main dengan rasa cinta saya kepada kamu," jelas Daniel, sembari menekan tangan Angel ke dada sebelah kirinya.
Angel dapat merasakan detak jantung Danie, yang begitu cepat. Angel tahu itu bukan detak jantung yang normal, ada banyak kemungkinan yang terjadi jika sudah begini.
"Detak jantungmu berdetak sangat cepat, apa kamu sakit, atau sedang jatuh cinta?" pertanyaan konyol keluar begitu saja dari mulut Angel.
Daniel tersenyum mendengar pertanyaan Angel, Daniel segera menepis jaran di antara mereka. Daniel mendaratkan kecupan di dahi Angel.
"Jika saya menyatakan itu adalah cinta, menurutmu bagaiman?" tanya Daniel, membuat wajah Angel memanas.
"Cinta seperti apa yang kau miliki?" tanya Angel mencoba mencari keyakinannya.
Daniel mengerutkan keningnya, sembari memandang lekat mata Angel. Daniel mencoba mencerna dan membaca maksud gadis tersebut.
"Dunit kau tahu bukan, aku tumbuh dan besar di Belanda." jelas Angel, membuat Daniel tersenyum.
Daniel akhirnya mengerti maksud Angel, Daniel segera menempelkan dahinya di dahi Angel, hidung mereka saling bertabrakan. Nafas mereka saling beradu, membuat mereka saling menghangat kan diri.
Daniel segera menutup matanya. "Jika saya memang tak mencintaimu dengan tulus, maka saya pastikan mungkin sejak lama saya akan melakukannya."
__ADS_1
Angel tersenyum mendengarkan kata kata Daniel, Angel paham betul maksud Daniel. Angel bukanlah anak polos, membuatnya mampu mengerti maksud, dan tujuan laki yang mendekatinya.
"Terimakasih, dan aku rasa jantungku berdetak lebih kencang saat bersamamu," jujur Angel.
Angel memang memutuskan untuk jujur kepada dirinya sendir, membuat Angel menyatakan apa yang sedang ia rasakan.
Daniel kali ini mengeratkan pelukannya, dan mendaratkan sebuah ciu*man kepada Angel.
Daniel kembali memeluk Angel ke dalam pelukannya. Sembari tersenyum lebar, karena ternyata usahanya tak sia sia. Gadis yang di cintai nya kini mulai membuka hati untuk nya.
"Terimakasih, tapi jangan terlalu sering mengungkap kan nya, jika tak dalam keadaan genting," ucap Daniel, membuat Angel menjauhkan tubuhnya.
Angel bingung, bukannya selama ini Daniel ingin mendengarkan hal itu, tapi kenapa tiba tiba dia mengatakan hal itu.
Daniel yang mengerti arti raut wajah Angel, segera menarik kepala Angel kembali ke dalam dadanya. "Saya mungkin tak dapat menahan diri saya, jika saya mendengar kata kata seperti tadi."
Angel terkekeh mendengar perkataan dari Daniel, Daniel sungguh lucu menurutnya. Daniel jelas jelas menunggu kata kata dari Angel, tapi juga dalam waktu bersamaan takut mendengarkannya.
Setelah berpelukan lama, mereka keluar dari kamar Angel. Mereka segera ke ruang makan, sembari bergandengan. Daniel berseikekeh ingin menyuapi Angel, membuat Angel menggeleng.
Angel mengunyah suapan dari Daniel, sembari menggeleng tak percaya dengan apa yang tengah terjadi.
^^^^^^Dasar duda tua kang bucin. Kata Angel dalam hati, sembari mengunyah makannya.^^^^^^
"Sayang sadar tidak, kita ini seperti suami istri loh," celetuk Daniel, membuat Angel sedikit berfikir keras. "Iya sayang, lagian hitung hitung, gladi resik menjadi suami dan istri yang baik."
Angel benar benar terkekeh mendengarkannya, tapi jika di fikir fikir mereka memang bisa di bilang seperti pasangan suami istri.
"Memangnya kamu bakal lakuin ini ke istri kamu?" tanya Angel memandang Daniel dengan lekat.
"Tentu saja, jika tak percaya, coba saja menjadi istri saya," ucapnya enteng.
__ADS_1
Angel jengah mendengar kata kata Daniel. "Coba coba, memangnya pernikahan itu apaan."
"Coba coba, lama lama terbiasa," kekeh Daniel, membuat Angel menelisik.
"Semboyan dari mana tuh."
Tawa Daniel seketika menggelegar di ruang makan tersebut. Membuat Angel hampir ingin sekali menutup mulut Daniel, yang seksi tersebut.
"Daniel... dasar dunit," teriak Angel, benar benar membuat Daniel menambah folume tawanya. Daniel benar benar bahagia, ketika menggoda sang calon istri.
"Iya calon istri, calon nyonya Daniel Mark Rosyid," kekeh Daniel, sontak membuat Angel memerah, karena sebutan dari Daniel.
"Kenapa memerah," goda Daniel, sontak membuat Angel benar benar salah tingkah.
"Ih apa apaan sih dunit," kesal Angel, membuat Daniel semakin gemas di buatnya.
"Aduh panggilan sayang kamu benar benar membuat saya terngiang ngiang," kembali Daniel menggoda Angel.
Tak tahan terus di goda, Angel memutar kepalanya untuk memikirkan cara membalas Daniel.
"Aduh Daniel sayang, jangan gitu dong," goda Angel balik, benar saja Daniel benar benar terkejut mendengarnya.
Kali ini Daniel menjadi memerah mendengarkannya. Terkejut, bercampur bahagia, di tambah dengan nada manja Angel, benar benar membuat Daniel memerah.
Benar saja Angel kali ini benar benar mampu mengembalikan keadaan. Kali ini Daniel yang menjadi malu malu di buatnya.
"Ah sayang apa kau sakit," tanya Angel, sembari mengecup puncak kepala Daniel, benar benar membuat Daniel senang setengah mati. Jika ini di apartemen nya, makan ia akan melompat kegirangan, mendapatkan perlakuan itu.
"Sayang jangan menggoda saya terus, saya takut benar benar tak tahan," punta Daniel mengiba, dengan wajah memerah. Sontak membuat Angel benar benar tertawa, Angel benar benar puas mampu mengembalikan keadaan.
Angel yang mengerti maksud Daniel, memang tak menggodanya lagi. Namun tawanya tak dapat ia tahan, membuat Daniel sedikit kesal di buatnya. "Akhirnya seorang Daniel bisa malu juga."
__ADS_1
"Sayang..." geram Daniel, sembari mencubit perut Angel, membuat Angel terkejut bukan main. Kemudian melanjutkan kembali tawanya, karena menurut Angel saat ini Daniel benar benar menggemaskan.
"Sayang..." sekali lagi Daniel meminta Angel agar tak tertawa lagi, membuat Angel segera menurunkan durasi tawanya.