Duda Genit

Duda Genit
S2 (Emergency II)


__ADS_3

"Lama banget ya? Kasian ibu ibu nya," kata Rayana polos, ia tak membayangkan jika harus menahan siksaan sebegitu lamanya, apalagi mengingat perkataan suster yang pertama tentang lamanya persalinan, sontak membuat Rayana semakin bergidik.


"Namanya juga melahirkan mbak," kata suster seperti maklum, sepertinya suster itu telah terbiasa dengan situasi ini.


"Iya susu terimakasih," kata Rayana segera berpamitan kembali, saya segera mendatangi kantin, berencana untuk memesan makanan untuk dokter Aldi, agar lebih fresh.


Rayana sengaja sedikit berlama-lama, agar nanti dokter Aldi memakan makanan tersebut masih dalam keadaan hangat. Setelah tiga puluh menit Rayana di kantin, Ayana baru memesan steak dan juga spaghetti serta jus jeruk hangat.


Lima belas menit kemudian pesanannya baru jadi, Rayana segera membawa makanan tersebut ke dalam ruangan dokter Aldi. Sesampainya di dalam ruangan dokter Aldi Rayana segera meletakan nampan makanannya, kemudian menunggu dokter Aldi kembali.


Setelah hampir sepuluh menit dokter Aldi akhirnya masuk kembali, membuat Rayana segera berdiri menyambut dokter Aldi.


Dokter Aldi tersenyum melihat Rayana, namun dirinya sedikit resah ketika melihat dua makanan masih belum disentuh Rayana. padahal Rayana telah memakan makanannya, namun untuk dokter Aldi Rayana kembali memesankan.


Untukmakanan dokter Aldi sendiri, Rayana sengaja tidak memakannya terlebih dahulu, untuk menemani dokter Aldi makan.


Rayana segera membantu dokter Adi melepaskan jas putihnya, kemudian menuntun dokter Aldi untuk segera duduk, Rayana kemudian memberikan dokter Adi makanan yang masih fresh tersebut.


"Kamu belum makan?" tanya dokter Ardi sembari mengusap lembut pipi Rayana.


"Udah tadi, cuman aku pesan satu lagi, biar kamu makan makanan yang fresh, pasti capek kan?" kata Rayana menggenggam tangan dokter Aldi yang berada di pipinya.


"Makasih sayang," kata dokter Aldi kemudian mengecup tiga kali bibir Rayana, kemudian me*lu*mat*nya sebentar. "Biar capeknya hilang."


"Iya makan gih, laparnya masih kan," kata Rayana segera memotong steak kemudian menyuap dokter Aldi.


"Makasih sayang," kembali lagi dokter Adi mengucapkan hal tersebut, hal itu sungguh membuat Rayana kembali tersenyum.


"Iya sama sama," kata Rayana dengan lembut.

__ADS_1


Dokter Aldi kembali makan, namun kali ini ia tidak disuapi Rayana ia memakan makanannya sendiri. Rayana yang melihat hal tersebut segera tersenyum, Iya pun ikut makan menemani dokter Aldi, meskipun perutnya masih kenyang.


Setelah mereka selesai makan, dokter Aldi segera merebahkan kepalanya di pundak Rayana seolah ia sedang melepas penat.


Rayana mengusap lembut kepala dokter Aldi sembari sesekali mengecup kepala dokter Aldi. "Capek ya?"


Dokter Aldi hanya mengangguk mengiyakan kata-kata Rayana, rasanya Iya hanya ingin bermanja di samping Rayana.


Memang biasanya setelah dokter Aldi melakukan persalinan, ia akan beristirahat selama beberapa jam. biasanya istirahatnya hanya sekedar memejamkan mata di sofa panjang tersebut, namun kali ini berbeda ia ditemani oleh kekasihnya dan bisa bermanja di pundak kekasihnya itu.


"Sayang baring yuk," ajak dokter Aldi sembari memperbaiki duduknya.


"Ya udah sini kepalanya," kata Rayana menepuk pahannya.


"Engga sayang baring bareng gitu," kata dokter Aldi mengeluarkan suara manjanya sontak membuat Rayana terkekeh. Namun ia tak menampik ia suka hal itu, dan tak ingin membaginya kepada siapapun.


"Emang muat?" Rayana melirik sofa yang hany bisa di baringi oleh satu orang.


Dengan ragu ragu Rayana segera membaringkan tubuhnya di samping dokter Aldi, dokter Aldi dengan sigap memeluknya dan membawa Rayana ke dalam dada bidang nya.


"Sayang kamu tahu? Ini adalah posisi ternyaman yang pernah aku rasakan," kata dokter Aldi sembari mengecup puncak kepala Rayana. "Peluk juga dong yang erat, biar ga jatuh."


"Bukannya kamu udah meluk?" Rayana terkekeh geli mendengar nada manja yang sangat memanjakan telinganya.


"Iya, tapi kan kalau bertahan sendiri ga enak sayang," kata dokter Aldi mengeratkan pelukannya terhadap Rayana.


Rayana menyambut pelukan dokter Aldi dengan membalas pelukannya, ah sungguh nyaman berada di dalam pelukan dokter Aldi ini, membuatnya merasakan kehangatan namun tidak membuatnya panas.


Karena sama sama merasakan kehangatan dokter Aldi segera memejamkan matanya menikmati kebersamaan mereka, sebelum akhirnya Rayana dipingit dan mereka tak dapat bertemu lagi. Dokter Aldi segera menenggelamkan wajahnya di rambut Rayana sembari mengecupnya sekali kali.

__ADS_1


"I love you sayang," kata kata itu yang tak pernah bosan ia katakan membuat Rayana mengeratkan pelukannya semakin membuat dokter Aldi tersenyum.


Karena menurut dokter Aldi hal itu adalah wakil dari kata kata dokter Aldi yang seolah mengatakan love you to.


Biarlah dokter Aldi terus saja mendapat ejekan bucin oleh Aska dan juga dokter Ibnu, asalkan bisa bermanja dengan puas di dalam pelukan Rayana, meskipun pada hakikatnya ia tak pernah puas. Hal yang tak pernah ia tunjukkan kepada orang lain selalu ia perlihatkan kepada Rayana, seorang gadis istimewa yang mampu mencuri hatinya dan membuatnya seperti sekarang.


Baru saja dokter Aldi akan terlelap, tiba tiba pintu kembali terbuka namun kali ini para suster yang masuk, membuat Rayana segera mencoba bangun dengan wajah yang memerah seperti tomat, karena salah tingkah dengan posisi mereka saat ini, namun dokter Aldi memilih berpura pura tertidur, dan semakin mengeratkan pelukannya.


"Ah maaf mengganggu, dokter Aldinya masih istirahat ya? Ya sudah nanti saja," kata kedua suster tersebut segera meninggalkan Rayana, dan juga dokter Aldi.


Dokter Aldi terkekeh geli ketika pintu ruangannya tertutup sempurna, membuat Rayana berusaha untuk bangun dan memukul pelan dada bidang dokter Aldi.


"Ish jahat malu aku tau," kata Rayana dengan nada merajuk sontak membuat dokter Aldi semakin terkikik.


"Iya sayang, maaf soalnya mereka ganggu sih," kata dokter Aldi mengecup puncak kepala Rayana.


"Ih tetap aja kan malu tau, Mau di taruh di mana muka ku," kata Rayana masih dengan nada kesal membuat dokter Aldi melonggarkan sedikit pelukannya, dan hampir saja membuat Rayana hampir terjatuh.


"Tukan hampir jatuh, mending erat," kata dokter Aldi kembali mengeratkan pelukannya. "Taruh di wajah kamu sayang."


"Udah ah bangun, kamu masih harus kerja," kata Rayana mencoba melepaskan diri.


Dokter Aldi mendengar hal tersebut segera melepaskan Rayana pelan pelan, agar gadis itu memiliki kesempatan untuk bangun tampa harus terjatuh. Setelah Rayana terbangun dokter Aldi segera bangun, kemudian mengecup singkat bibir Rayana, kemudian segera menuju kursi kebesarannya dan memanggil suster untuk memanggil pasien selanjutnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****Selamat berpuasa teman teman sekalian bagi yang muslim 🙏🙏🙏****...


...Mohon maaf jika ada salah dan kekhilafan serta ketersinggungan selama author menulis novel terimakasih...

__ADS_1


...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....


__ADS_2