
Dokter Aldi saat ini tengah mendorong troli belanjaan Rayana, yang akan mereka bawa untuk bulan madu mereka. Willi juga ikut serta dalam acara belanja tersebut, ia duduk di bagian tempat duduk troli khusus anak anak.
Rayana dan dokter Aldi berencana untuk menaiki mobil semabari menikmati alam, dari Jakarta menuju Bali. Mereka akan menikmati waktu berdua saja.
Ah tidak, karena jelas Daniel dan Adrian akan selalu mengawasi mereka dari jauh, atau lebih tepatnya menjaga mereka, agar perjalan mereka mulus dan lancar.
Pasangan ini telah mempersiapkan mobil kemah minimalis untuk mereka selama perjalanan dari Jakarta menuju Bali, rencananya mereka akan mengunjungi tempat tempat wisata yang ada.
Alasan mereka memilih mengenakan mobil kemah adalah agar lebih banyak menghabiskan waktu berdua, menikmati perjalanan, mengunjungi banyak tempat wisata, dan menghemat biaya tentunya.
Mereka berdua tak menggunakan supir pribadi, dokter Aldi sendiri yang akan membawa mobil mereka, dokter Aldi memang tak keberatan karena selama ini ia terbiasa tak mengenakan supir.
"Sayang ini cukup kan? Kalau masalah makanan kan kita bisa beli di jalan," kata dokter Aldi sembari mengusap lembut kepala Rayana.
"Hm," kata Rayana segera meletakkan selimut yang baru saja mereka pilih, selimut yang akan memberikan kehangatan bagi mereka selama di perjalanan.
"Ya sudah kita ke kasir sekarang ya," kata dokter Aldi segera mendorong tralis besi, yang berisi belanjaan mereka.
Di tempat tersebut sudah banyak benda benda dan makanan untuk menemani mereka di dalam perjalanan.
"Ma mau beli mainan robot robot itu loh," kata Willi ketika melihat mainan yang baru saja mereka lewati.
"Yang mana sayang?" tanya Rayana segera menggendong Willi untuk turun sebentar.
"Ini," kata Willi segera menarik satu mainan yang ia maksud. Dokter Aldi segera mengendong Willi kembali ke keranjang.
"Willi mau ice cream?" Tanya Rayana ketika mereka melewati tempat ice cream.
"Alah bilang aja mamanya yang mau, pakai ngajak Willi segala," kata dokter Aldi meledek Rayana sembari mencubit pipi Rayana. Ia tahu jelas bahwa sejak tadi Rayana sering melirik lemari ice cream tersebut.
__ADS_1
Rayana terkekeh mendengar kata kata dokter Aldi yang benar adanya, sejujurnya ia ingin sekali makan ice cream, sudah lama ia tidak mencicipi ice cream, mungkin sekitar dua hari yang lalu.
Rayana segera mengambil ice cream kesukaan Willi dan dirinya, sementara dokter Aldi? Ia bisa makan yang mana saja yang ia mau.
Semua orang heboh ketika melihat Rayana dan juga dokter Aldi tengah mengantri di kasir, dengan Willi yang tengah berada di dalam troli belanja. Dokter Aldi yang mendorong troli belanja di dampingi Rayana yang tengah berdiri sembari membawa kantung belanjaan.
Rayana tampak setia mendengarkan celotehan Willi yang sejak tadi asyik bercerita, sesekali Rayana tertawa kecil ketika mendengarkan cerita Willi, yang imajinasinya kemana mana.
Setelah beberapa saat akhirnya tiba giliran mereka, kasir tersebut segera menghitung belanjaan, Rayana dan dokter Aldi segera menyerahkan kartu untuk mereka bayar.
Setelah selesai membayar, Rayana dan Willi langsung saja menuju teras mall bagian belakang untuk memasukkan belanjaan ke dalam mobil. Sementara dokter Aldi segera menuju parkiran mobil untuk mengemudikan mobil mereka.
Saat memasukkan belanjaan di bagasi mobil, beberapa kamera tampak tengah memotret mereka, dan mengambil berbagai momen seolah itu adalah hal yang langka, dan harus di abadikan.
Sementara Rayana yang sudah terbiasa hanya bersikap biasa saja, lain halnya dokter Aldi yang merasa sedikit risih. Rayana yang menyadari hal tersebut hanya tersenyum.
Setelah semua barang belanjaan masuk bagasi mobil, Rayana segera menggendong Willi sementara dokter Aldi segera membawa troli tersebut di tempat khusus troli.
Saat hendak menjalankan mobilnya, tiba tiba seorang wanita menghampiri mobil mereka dan mengetuk kaca pintu pengemudi.
"Bisa kita bicara sebentar?" kata wanita tersebut dengan wajah di buat tersenyum.
Rayana dan dokter Aldi serentak mengangkat alis tak percaya dengan siapa yang mereka lihat.
"Nanti ya, soalnya Willi sudah capek banget," kata Rayana, yang sejujurnya tak ingin Willi melihat pertengkaran mereka nanti.
"Hai Willi," kata wanita tersebut membuat Willi memandang tak suka kepada wanita tersebut.
"Tante jelek jangan marah marah lagi ya sama papa sama Mama, ingat mama Willi cuman mama Aya," kata Willi berterus terang.
__ADS_1
Ya dari gaya bicara Willi, jelas kita tahu siapa wanita itu, ya wanita itu adalah ibu kandung Willi.
Mendengar kata kata Willi wanita itu tak mampu menyembunyikan wajah kesalnya, ia menggeram kesal. "Kita ke rumah kalian sekarang, mari kita selesaikan di sana."
Rayana mengangkat bibirnya tersenyum penuh arti. "Baik kita bicara di sana."
Dokter Aldi hanya menurut saja dengan apa yang di inginkan istrinya, ia jelas tahu bahwa mungkin Rayana punya sebuah rencana, ataupun yang lainnya, dan yang pasti tidak akan membahayakan Willi.
Setelah ibu kandung Willi pergi, mereka segera melajukan mobilnya, kemudian segera melesat menuju rumah mereka. Rayana tampak memainkan ponselnya mengetik sesuatu di ponselnya.
"Sayang kamu ga usah khawatir ya, aku udah punya rencana," kata Rayana segera menggenggam tangan dokter Aldi.
"Willi sayang nanti sampai di rumah istirahat ya, makan ice cream nya nanti sore aja ya," kata Rayana mencoba membujuk Willi, dan berharap Willi tak mendengarkan pertengkaran orang tua yang memperebutkan dirinya. "Atau Willi mau ke tempat Nina?"
"Willi mau ke tempat Nina aja, di sana banyak mainan," sahut Willi senang ketika mendengar kata kata Nina.
"Nanti Mama sama papa antar ya, nah ice cream kamu mama bawa balik aja ya," kata Rayana sontak membuat Willi mengangguk.
Dokter Aldi diam diam tersenyum, tak menyangka akan mendapat keluarga yang menerima dirinya dan anaknya dengan sepenuh hati, menyayangi Willi seperti bagian dari keluarga mereka sendiri. Dokter Aldi segera membawa mereka ke rumah besar Mark Rosyid.
Sesampainya di sana, mereka segera turun. Willi segera berlari mencari nina dan kakeknya. Dokter Aldi bersyukur bahwa Willi saat ini bahkan lebih ceria dari biasanya.
"Eh cucu Nina, sini peluk Nina," kata Angel heboh ketika melihat Willi berlari ke arahnya.
Willi langsung saja menghamburkan pelukannya ke arah Angel, membuat dokter Aldi lagi lagi tersenyum mengungkap kan rasa syukurnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****Selamat berpuasa teman teman sekalian bagi yang muslim 🙏🙏🙏****...
__ADS_1
...Mohon maaf jika ada salah dan kekhilafan serta ketersinggungan selama author menulis novel terimakasih...
...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....