
Saat ini Aiyla baru saja pulang di antar oleh Iki, Aiyla memasuki ruangan dengan senang hati, waktu istirahat tinggal lima belas menit lagi. Aiyla bahkan bernyanyi kecil membuat Sidik dapat memahami bahwa Aiyla tengah bahagia saat ini. Tak pernah Sidik melihat bahwa Aiyla sebagai ini.
"Ai bahagia banget kelihatannya," Sidik tersenyum melihat Aiyla yang tampak sangat berbunga bunga.
"Iya kak akhirnya di ajak makan siang," Aiyla benar benar bahagia.
Saat akan duduk tiba tiba Rakara keluar dengan menenteng kotak makanan Aiyla. "Kak kok punya Ai kakak makan."
"Ya kan kamu makan siang dengan gebetan," jawab Rakara santai.
"Iya tapi Ai kan ga perna bilang iya," kesal Aiyla.
"Pelit banget sih,'' Rakara menyahut membalas celotehan Aiyla, Sontak membuat Sidik terkejut.
"Tumben dapat undian lotre apa bos hari ini?" Gumam Sidik melihat tingkah bosnya yang aneh.
"Bukan Pelit usahakan izin," jelas Ayla membuat Rakara mendekati Aiyla yang tadi mengocehinya.
"Iya iya, besok izin," kata Chandra menepuk kepala Aliya dengan pelan. "Sidik siap siap malam ini kamu ke luar kota," lanjut Pakara.
"Mau kemana?" Aiyla memandang Rakara dan Sidik bergantian.
"Ke Bandung ada meeting di sana,'' jawab Rakara singkat.
__ADS_1
"Bapak ikut?" Aiyla memandan Rakara penasaran, jika di fikir fikir seharusnya Rakara ikut, jika ada meeting di sana. Maka ia akan lebih santai di sini, terlepas dari bos durjannah nya ini.
Rakara mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Ayla, sepertinya Rakara sudah dapat menebak isi kepala Aiyla. Gadis itu pasti menginginkan dirinya berangkat, Radara tersenyum misterius.
"Ih ngarep banget kamu," jawab Rakara santai.
"Ya elah pak cuman nanya doang," kesal Ayla mendengar jawaban yang tak sesuai dengan keinginannya. Rasanya ingin sekali Aiyla mencakar wajah tampan Rakara.
"Ga usah banyak nanyak," kata Rakara segera mengambil air minum untuk dirinya kembali.
"Siap komandan," seru Aiyla, malas berdebat karena sudah pasti dirinya tak akan kalah jika adu mulut dengan Rakara. Rakara Punya seribu satu macam cara untun membungkam Aiyla. Terkecuali jika itu mengenai pistol dan peluru, maka sudah pasti Aiyla pemenangnya.
"Balik kerja kamu," perintah Rakara membuat Aiyla berdecak kesal.
"Dasar bos durjanah ga bisa apa lihat orang lagi senang? Gue rasa kelamaan jones tu orang, bawaannya sensi mulu, kaya cewek lagi PMS mood nya serasa main roalcoster," gumam Aiyla.
"Iya ini mau kerja,untung aja gue lagi senang senangnya," jawab Aiyla, hanya membuat Rakara terkekeh.
Setelah Rakara masuk Aiyla segera segera mengambil ponselnya dan menghubungi Iki, yang mungkin saja bara sampai di kantornya, mengingat jarak kantor Iki dengan kantor Rakara tak begitu jauh. Aiyla segera mencar user name milik Iki. Kemudian mengetik pesan kepada Iki.
📨"Kak sudah sampai?" Aiyla sedikit berbasa basi. Belum beberapa menit. ternyata Iki sudah membalasnya.
📩"Baru saja, kamu yang semangat ya kerjanya," jawaban yang sungguh memberinya semangat dari bos durjanah tersebut.
__ADS_1
📨"Kakak juga semangat," Aiyla mengirim kata semangat lagi kepada Iki.
📩"Harus dong kan di semangatin sama princess," sungguh jawaban yang membuat Aiyla semakin melayang layana.
📨"Bisa aja kak," ah, tampaknya Aiyla benar benar kehabisan kata kata.
📩"Ohya nanti malam kakak mau berangkat, bisa ga nanti sore kita ketemu, kakak mau ngomong sesuatu," pesan tersebut meninggal kan seribu tanya di benak Aiyla.
📨"Bisa dong kak, jam berapa?" Jawab Aiyla.
📩"Setelah balik dari kantor lah, bisa kan?" pinta Iki, sontal membuat Aiyla kembali berbunga bunga.
📨"Bisa, apa sih yang engga untuk pangeran kita," Aiyla berusaha balik menggombali Iki.
📩"Sampai jumpa Ai, kakak kerja dulu ya,". jawab Iki.
📨"Iya kak semangat," balas Aiyla meletakkan ponselnya.
"Eh kerja jangan main hp terus," tiba tiba Rakara
muncul di belakang Aiyla, membuat gadis itu berlonjak kaget.
"Makanya pak punya pacar biar bisa ngerasain seperti Ai, berbunga bunga kalau lagi chatingan," bala Aiyla
__ADS_1
"Iya tapi kerjaan menumpuk," Rakara tak ingin kalah.
"Iya ini udah selesai," kata Aiyla dengan kesal.