Duda Genit

Duda Genit
Kebahagiaan yang berlipat ganda


__ADS_3

Rayana saat ini tengah menemani Willi bermain, dokter Aldi tiba tiba datang bergabung dengan mereka, dokter Aldi memeluk Rayana dengan erat, sembari menciumi bahu Rayana yang sedikit tersingkap akibat leher daster yang terlalu lebar.


Rayana sedikit mencubit lengan dokter Aldi, Rayana takut Willi melihat nya dan menjadi contoh yang tidak baik untuk Willi.


"Sayang ada Willi, jangan gitu dong," bisik Rayana membuat dokter Aldi menggigitnya sebentar.


"Ke kamar yuk,"Kata dokter Aldi mencoba membujuk Rayana.


Rayana menghela nafas panjangnya. "Bentar ya aku bilang dulu dengan Willi," kata Rayana mengusap lembut wajah dokter Aldi.


"Willi mama sama papa tinggal dulu ya, kamu mainnya sama mbak," kata Rayana mencubit pipi lembut Willi.


Willi hanya mengangguk kemudian kembali memainkan mobil mobil_an miliknya.


"Tolong jagain ya mbak," kata Willi sebelum akhirnya menutup pintu kamar bermain Willi.


Sesampainya di kamar dokter Aldi segera menarik tangan Rayana untuk menuju sofa kamar mereka.


"Sayang hari ini aku seneng banget," dokter Aldi langsung saja menarik Rayana ke dalam pelukannya.


"Lah kenapa?" tanya Rayana bingung.


"Kata dokter aku bentar lagi sembuh, cuman rutin aja minum vitamin, sama pikirannya harus positif terus," kata dokter Aldi melonggarkan pelukannya guna memandang wajah Rayana.


Dokter Aldi kembali menitihkan air matanya, kemudian mengecup seluruh wajah Rayana.


"Terimakasih sayang, kamu selalu ada," kata dokter Aldi meletakkan kepalanya di pundak Rayana.


"Iya, all the best for you, I'll do," kata Rayana mengecup puncak kepala dokter Aldi.


"Terimakasih sayang," dokter Aldi segera membawa Rayana ke dalam pangkuannya.


......................


Hari ini adalah hari persidangan kembali yang di laksanakan di pengadilan, Rayana dan dokter Aldi kembali duduk di kursi tergugat, kali ini mereka akan merasa cukup aman, karena berhasil mendapatkan banyak bukti untuk menjerat pihak Agnes.


Mereka duduk bersama sama untuk mendengarkan bacaan putusan pengadilan dengan keadaan cukup tegang. Bohong jika mereka merasa tidak tegang, walaupun sudah merasa mulai tenang.

__ADS_1


Putusan pengadilan segera di bacakan, dokter Aldi menggenggam tangan Rayana dengan erat.


"Dari data yang telah di sampaikan, putusan pengadilan akan di sampaikan. pertama, dikarenakan tuan Aldi mengalami penyakit gangguan mental, namun menurut catatan dari dokter penyakit tersebut sudah hampir sembuh, serta bukti bahwa Willi bukanlah anak kandung sari tuan Aldi berdasarkan hasil tes DNA, dan pengakuan dari tuan Aldi sendiri."


"Kedua terbukti pihak penggugat memiliki kebiasaan buruk, seperti minum alkohol hingga mabuk, menggunakan narkoba dengan hasil tes urin yang positif narkoba, di tambah emosi yang kurang stabil, dan catatan tentang penganiayaan terhadap Willi dua tahun lalu."


"Putusan akhir dari pihak pengadilan adalah, jatuhnya hak asuh Willi terhadap pihak tergugat, di karenakan pihak penggugat memiliki kebiasaan yang buruk, dan kecendrungan yang buruk," pengadilan tampak membicarakan tentang putusan tersebut.


Dokter Aldi tampak tak begitu mendengarkan hasil putusan akhir, dokter Aldi tampak lebih memilih memandang wajah Rayana dengan seksama.


Entah apa yang di pikirkan nya, namun dokter Aldi tersadar ketika Rayana memeluknya dengan erat, menandakan bahwa ia sangat bahagia.


"Kita memenangkan hak asuh atas Willi sayang," kata Rayana mengecup pipi dokter Aldi.


"Iya sayang, mungkin nanti kita akan semakin bertambah bahagia lagi," kata dokter Aldi memeluk Rayana dengan sangat erat.


Agnes tamapak kesal mendengar keputusan tersebut, segera beranjak pergi terlebih dahulu, belum lagi sepertinya ia harus berurusan dengan pihak kepolisian, karena telah ketahuan menggunakan narkoba.


Namun saat Agnes hendak keluar dari ruangan persidangan, sejumlah polisi menghadangnya, dengan membawa borgol dan surat penangkapan.


Polisi itu memang tak mengenakan seragam, mereka menggunakan kaus dengan jaket kulit hitam, dan berbaur seperti peserta sidang lainnya.


"Atas dasar apa? Mana buktinya," Agnes masih saja mengelak.


"Baikalah suami dan rumah anda telah kami geledah, dan kami menemukan tiga kilogram sabu di sana," kata polisi tersebut, segera meringkus Agnes dan membawanya ke dalam mobil polisi.


Dokter Aldi segera mengejar Agnes hendak mengatakan sesuatu. "Agnes suatu saat nanti ketika Willi telah dewasa, aku akan memberitahu siapa orang tua Willi sebenarnya, kamu tidak usah khawatir."


Setelah mengatakan hal tersebut dokter Aldi kembali ke tempat keluarganya. Dokter Aldi segera menggenggam tangan Rayana, dokter Aldi tampak menggenggam pergelangan tangan Rayana.


Saat menggenggam pergelangan tangan Rayana, dokter Aldi kembali tersenyum dan mengecup tangan Rayana.


"Aduh uwuw banget, jadi iri deh," Rakara meledek pasangan yang ada di depannya.


"Makan makan dong," Aksa tiba tiba muncul dari belakang sembari mengeluarkan cengiran khasnya.


"Idih datang saat terakhir," ejek Rayana membuat yang lain tertawa.

__ADS_1


"Bukan begitu, tadi ke rumah sakit dulu, baru bisa ke sini," kata Aska terkekeh.


"Oh ya besok si Bram mau lamaran," kata Aska sembari tersenyum tengil.


*Fyi : Bram itu anak si Aska.


"Ha beneran om?" Rayana tampak tak percaya.


"Iya ga percaya amat," Aska terkekeh melihat ekspresi Rayana.


"Hidayah dari mana dia?" Rayana tampak sangat terkejut.


"Dari langit ke tujuh," kata Aska segera merangkul keponakan menantunya sekaligus sahabatnya. "Kapan nih ngisi?"


"Sepertinya sudah," bisik dokter Aldi kepada Aska.


"Hah? Dia belum tahu?" Aska balas membisik.


"Belum yakin akunya, tapi dari denyut nadinya sepertinya iya," dokter Aldi terkekeh mengatakan hal itu.


"Coba cek dok," goda Aska, semua orang yang berada di sana cukup penasaran dengan apa yang kedua laki laki itu bicarakan.


"Kalian kenapa?" Daniel tampaknya sangat penasaran.


"Kejutan," balas Aksa membuat yang lain mengangguk.


Benarkah Rayana tengah berbadan dua? Siapakah bapaknya? tentu dokter Aldi lah wkwkwkwk. Nantikan episode salnjut nya.


Hi semua novel baru author udah ada nih, judulnya Mr. Gay Vs Colonel cantik, jangan lupa di baca dan di like ya, di tunggu kedatangannya di novel baru author.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Selamat hari raya idul Fitri semua, bagi teman teman sekalian bagi yang muslim 🙏🙏🙏...


...Mohon maaf jika ada salah dan kekhilafan serta ketersinggungan selama author menulis novel terimakasih...


...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....

__ADS_1


__ADS_2