
Saat ini acara pertunangan Rakara dan Rani tengah berlangsung, acara berlangsung sangat hikmad, kedua muda mudi yang baru saja melakukan pertunangan tampak begitu bahagia, terlihat jelas dari senyum merekah yang tak pernah pudar semenjak awal acara.
"Baiklah sebenarnya disini bukan hanya pertunangan Rakara anak sulung saya, namun malam ini juga akan di adakan pertunangan Rayana dan Aldi," kata kata dari mulut Daniel sontak membuat Rayana terkejut bukan main.
Dokter Aldi jangan di tanya lagi, sejak tadi memang memasang senyum yang menawan, Rayana segera melirik dokter Aldi yang tampak begitu tenang, dan tak terkejut sama sekali.
Flashback.
"Aku punya jalan keluarnya," Angel tersenyum penuh arti ketika mengatakan hal itu, sehingga membuat dokter Aldi bingung dengan maksud Rayana.
Dokter Aldi tampak mengerutkan keningnya, sementara Daniel yang mengerti jalan pikiran istrinya hanya tersenyum, sembari memeluk pinggang istrinya agar tidak terjatuh, sesekali memainkan rambut Angel.
Kedua orang tua yang sudah bisa di panggil kakek tersebut memang minim akhlak, bahkan di hadapan calon menantunya saja mereka tak canggung menunjukkan kemesraan, seolah ingin pamer mereka sudah dapat melakukan apapun berdua di mana pun dan kapan pun.
"Maksudnya Bun?" dokter Aldi bertanya tentang maksud dari calon ibu mertua nya itu.
"Kalian harus di nikahkan secepatnya, saat Rakara bertunangan maka kalian juga harus bertunangan, maka tak akan ada kesempatan bagi wanita itu untuk menuntut Willi dari kalian," kata Angel sembari tersenyum penuh arti.
Tawaran dari solusi Angel memang sungguh menggiurkan, itulah yang di inginkan dokter Aldi selama ini, menikah dengan Rayana dan menghabiskan waktu bersama, namun ada sesuatu hal yang sedikit menjajal hati dokter Aldi.
"Tapi bunda tahu sendiri kan kalau Willi itu bukan anak biologis saya, meskipun selama ini Willi tahunya saya adalah ayahnya," dokter Aldi masih tampak ragu dengan ususlan calon mertua nya itu.
"Kemarin dia kalah hak asuh anak atas dasar penganiayaan kan? Kalau begitu akan lebih mudah bagi kita untuk menjatuhkannya, kita tinggal mencari bukti tentang kebiasaan buruknya yang dapat memberatkannya," kata Angel lagi.
Ah, dasar mertua minim akhlak, setelah mendengar ide istrinya itu Daniel segera memeluk erat tubuh Angel dan menciumi tengkuk Angel, membuat dokter Aldi sedikit risih, namun juga menginginkan hal yang sama kepada Rayana.
Ah, kini pikiran dokter Aldi sudah ber_travel ria ke mana mana, ketika membayangkan jika itu adalah Rayana, namun sekuat tenaga ia memasang tampang datar di depan calon mertuanya yabg minim akhlak.
__ADS_1
Flashback end.
Kali ini Rayana yakin ini semua sudah di bicarakan dan sepertinya hanya dirinya yang tidak tahu tentang hal itu.
Dokter Aldi segera menghampiri Rayana yang tampak mematung, sepertinya gadis itu masih syok akan situasi saat ini, sampai sampai saat ini tak menyadari kehadiran dokter Aldi.
"Sayang ayo ke depan," bisik dokter Aldi sontak mengejutkan Rayana yang sejak tadi terus terbengong.
Rayana yang tiba tiba mendapatkan bisikan nyata segera tersadar, ternyata calon tunangannya sudah berada di hadapannya. Ah tidak, apakah pertunangan ini tak bisa di tunda? Rasanya masih banyak hal yang belum Rayana capai di dalam hidupnya.
Dokter Aldi mengetahui keterkejutan Rayana sehingga terlihat keraguan di matanya, membuat dokter Aldi sedikit tidak suka. Dokter Aldi akan mencoba meyakinkan calon istri nya itu, untuk melangkah lebih jauh lagi dalam waktu dekat ini.
"Sayang ayo ga usah bengong," kata dokter Aldi sedikit gemas kepada Rayana.
Rayana hanya mengikut saja setelah di fikir fikir tak ada jalan untuk menolak, lagian mereka juga memiliki perasaan yang sama, terlebih lagi saat ini Willi dan dokter Aldi membutuhkan dirinya.
Setelah selesai acara selesai, dokter Aldi segera mengajak Rayana untuk berbicara empat mata, dokter Aldi membawa Rayana ke taman belakang, tepatnya di sebuah ayunan yang memang sengaja di buat.
Dokter Aldi tampak berlutut di hadapan Rayana, membuat Rayana sedikit tidak enak hati. Rayana dapat menebak ini soal pertunangan tiba tiba tadi, yang membuat Rayana syok, jadi bisa di simpulkan bukan salah Rayana bukan jika dirinya berekspresi seperti tadi?
Dokter Aldi segera menggenggam tangan Rayana kemudian mengecupnya, ia bersiap dengan segala kata kata nya, dan ia pun berharap Rayana akan mengerti keadaannya saat ini.
"Sayang kamu ga suka pertunangan ini ya?" tanya dokter Aldi sedikit memelas.
"Tidak aku hanya terkejut kok baby," kata Rayana segera membingkai wajah dokter Aldi. "Soalnya kok aku ga tahu apa apa."
Dokter Aldi hanya tersenyum memandang ke arah wajah kekasihnya, ah tidak, bukan kah mereka tidak pernah berpacaran? Hanya dokter Aldi lah yang merasa begitu?! Tapi tak apa lah kini ia selangkah lebih maju, bahkan kini ia menjadi tunangan dari sayang pujaan hati.
__ADS_1
Dokter Aldi mendekat lalu membingkai wajah Rayana, kemudian tersenyum bahagia. "Sayang aku ga bisa berjanji untuk membahagiakan kamu, ga bisa berjanji akan selalu ada untuk kamu, tapi satu hal janjiku aku akan selalu berusaha menjadi versi yang terbaik untuk kamu agar pantas buat kamu."
Rayana mengangguk mengerti maksud dari dokter Aldi. "Ga perlu jadi yang aku mau cukup kamu apa adanya, namun dengan hati yang tulus."
Dokter Aldi tersenyum segera bangkit dari jongkoknya kemudian memeluk Rayana, dokter Aldi segera mengusap lembut kepala Rayana, beberapa saat.
Setelah merasa puas memeluk Rayana dokter Aldi segera melepaskan pelukannya, tangannya beralih ke wajah untuk melihat jelas dengan jelas wanita yang kini menjadi tunangannya, dokter Aldi menelusuri wajah Rayana dengan telunjuknya kemudian berhenti di area bibir.
Dokter Aldi memperhatikan secara seksama dan kembali mengusapnya,dokter Aldi tersenyum ketika melihat mata Rayana yang terpejam, menikmati sentuhan lembut darinya.
Dokter Aldi sedikit membuka mulut Rayana untuk merasakan belahan bibir Rayana yang lembut, membuat dokter Aldi kembali terseny saat Rayana menyambut tersebut dengan baik.
Dokter Aldi segera melepas tangannya dari bibir Rayana membuat Rayana membuka matanya perlahan, memandang dokter Aldi dengan pandangan sayu.
Rayana segera menahan tangan dokter Aldi yang tadi mengusap bibirnya, Rayana menuntun telunjuk dokter Aldi ke bibirnya.
Mendapat respon tersebut dokter Aldi menurut saja namun wajahnya juga ikut mendekat, saat wajahnya telah dekat dokter Aldi segera melepaskan telunjuknya dari bibir Rayana, baru saja dokter Aldi akan mendaratkan bibirnya dengan sempurna.
"Raya, Aldi ayo makan," suara dari dalam pintu yang menyerukan nama kedua orang tersebut tiba tiba terdengar, membuat Rayana segera berdiri, sementara dokter Aldi terlihat sedikit kesal.
Hayo pada nungguin ya, yah gagal deh uwuwan nya, wkwkwkwk.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****Selamat berpuasa teman teman sekalian bagi yang muslim 🙏🙏🙏****...
...Mohon maaf jika ada salah dan kekhilafan serta ketersinggungan selama author menulis novel terimakasih...
__ADS_1
...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....