
Rayana saat ini, seperti biasanya Rayana tengah meminum susu formulanya, Rayana tengah memandang perutnya yang sedikit mulai membuncit. Setelah meminum minumannya, tiba tiba perut Rayana kesakitan, membuat seluruh maid menjadi panik dengan keadaan Rayana.
Maid dengan panik segera memanggil dokter Aldi, Dokter Aldi yang saat ini tengah berada di taman belakang, karena harus membicarakan hal penting dengan Ardian, segera berlari menuju dapur. Dokter Aldi dengan panik segera membawa Rayana ke mobil mereka.
"Bawa susu formula, gelas dan air yang di gunakan oleh nyonya muda," kata Ardian kepada anak buahnya yang sejak tadi mengikuti mereka.
Dokter Aldi yang merasa panik tak menghiraukan panggilan dari yang lain, yang menanyakan keadaan Aliya, hanya Ardian yang menjelaskan keadaan Rayana.
Rakara ikut panik segera menyusul di dokter Aldi, di dampingi Daniel dan Angel, sementara Rani memutuskan untuk tetap di rumah.
"Kakek Willi mau ikut, mama sakit," Willi terus saja merengek meminta untuk di ikutkan, dengan terpaksa Angel membawa Willi ke dalam mobil.
"Sayang aku di rumah aja, aku suka mau nyium bau obat," kata Rani sebelum akhirnya Rakara dan yang lainnya meninggalkan rumah tersebut.
__ADS_1
"Pak lebih cepat lagi," dokter Aldi tak tega melihat istrinya yang kesakitan.
"Iya tuan," kata supir tersebut segera mengendarai mobil dengan kecepatan di atas rata rata.
Namun tiba tiba sebuah mobil dari arah berlawanan, dengan kecepatan tinggi mengarah ke arah mobil dokter Aldi. Supir yang melihat hal itu segera membanting setir hingga menabrak pembatas jalan. Karena mobil yang mereka kendarai di atas kecepatan rata rata, akhirnya mobil mereka tumpangi terguling beberapa kali di aspal di jalur yang berlawanan. Dokter Aldi yang panik memeluk tubuh Rayana, yang kesakitan memegang perutnya. Dokter Aldi berusaha melindungi Rayana dengan tubuhnya. Mobil yang mereka tumpangi kini terseret hingga beberapa meter, sebelum akhirnya berhenti dengan keadaan ringsek tak berbentuk.
Rakara dan yang lainnya yang melihat kejadian tersebut sangat panik, mobil yang mereka kendarai berhenti setelah mobil yang dokter Aldi kendarai berhenti berguling. Ardian segera keluar dari mobil, dan menyelamatkan dokter Aldi dan Rayana, sementara yang lain segera mengeluarkan supir mereka.
Tepat setelah supir tersebut keluar, mobil yang mereka tumpangi meledak, sehingga menyebabkan kemacetan panjang. Tak lama kemudian ambulan datang, dan membawa mereka ke rumah sakit.
"Sabar sayang, mama sama papa akan baik baik saja, kita berdoa ya, semoga mereka selamat," Daniel mencoba menenangkan Willi meski dirinya sendiri tak tenang.
Rakara segera mengambil Willi ke dalam gendongannya, sementara Daniel segera memeluk istrinya, meminta Angel untuk tetap tenang.
__ADS_1
"Bee tenang ya, Raya sama Aldi pasti kuat, mereka akan baik baik saja," Daniel mengecup puncak kepala istrinya.
Sementara Ardian baru saja kembali dari menjawab telfon, segera mendekati Rakara. Rakara segera menyerahkan Willi ke pangkuan Daniel yang saat ini tengah memeluk Angel.
"Tuan ternyata nyonya Rani ikut serta di sini," Rakara terkejut bukan main mendengarkan kata kata dari asisten sekaligus sekertaris adik iparnya. "Dan dia tertangkap ingin menggledah ruang kerja tuan."
Hi semua novel baru author udah ada nih, judulnya Mr. Gay Vs Colonel cantik, jangan lupa di baca dan di like ya, di tunggu kedatangannya di novel baru author.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Selamat hari raya idul Fitri semua, bagi teman teman sekalian bagi yang muslim 🙏🙏🙏...
...Mohon maaf jika ada salah dan kekhilafan serta ketersinggungan selama author menulis novel terimakasih...
__ADS_1
...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....