
Raka menggeram kesal, di lihatnya kembali pintu ruang operasi yang menangani adiknya dan adik iparnya. Jika di pikir pikir kehadiran Rani lebih dahulu bahkan di banding sebelum mengenal dokter Aldi, berarti Rani memang mengincar keluarganya sejak dulu.
Dan sialnya malah dia yang menjadi incara Rani, membuat dirinya jatuh cinta, dan pada akhirnya akan menghancurkan dirinya sendiri.
Diliriknya ayah dan bunda nya yang saat ini tengah berpelukan dengan Willi di tengah tengah mereka, sontak membuat Raka iri. Di tekannya semua berita ini untuk sementara agar keadaan bunda nya baik baik saja, Raka tak ingin bundanya terbebani dengan fakta yang satu ini, Raka hanya ingin menyelesaikan masalah ini sendirian.
Ah, kenapa di saat dirinya berharap memiliki kehidupan yang sangat indah dengan orang yang di cintai nya, tetapi malah begini? Wanita yang di cintai nya benar benar seorang penghianat di antara mereka.
Pantas saja Rani selalu ingi tahu tentang mereka, Rani ingin tahu semua rencana mereka, dan di saat mereka lengah Rani sendirilah yang menghabisi mereka satu persatu.
Dokter yang mengoperasi dokter Aldi keluar terlebih dahulu, membuat semua orang berdiri dengan serentak.
"Bagaiman dok? Apa menantu saya baik baik saja?" Daniel seketika mendekat ke arah dokter tersebut.
"Pasien sangat beruntung kali ini, meski dengan hantaman yang sangat besar, namun pasien tetap dalam keadaan baik baik saja jika melihat berdasarkan kejadian yang pasien alami," semua orang mengeluarkan nafas lega karena mendengar hal tersebut. "Namun pasien harus melewati masa kritisnya terlebih dahulu, jika pasien tidak bisa bangun, maka pasien harus kembali di operasi."
Ardian merasa sangat gagal menjaga tuannya, namun ia masih sempat melihat Rakara. Lelaki itu mengepalkan tangannya, dengan raut wajah yang sangat gusar, rahangnya mengeras setelah menerima informasi keadaan adik iparnya.
__ADS_1
Saat tengah memperhatikan Rakara tiba tiba dokter yang menangani operasi Rayana keluar, membuat semua mata tertuju padanya.
"Pasien dalam keadaan baik baik saja, ini berkat suami pasien yang melindungi tubuh pasien dengan baik," dokter tersebut tampak menarik nafasnya dalam dalam, seperti sangat sesak ingin mengucapkan kalimat terakhirnya. "Kami benar benar minta maaf, bayinya tak dapat di selamatkan. Sepertinya nyonya di dalam meminum obat penggugur kandungan, untungnya dengan kadar yang rendah, sehingga tidak membahayakan bagi rahimnya, namun janinnya tak dapat di selamatkan."
Tangis Angel kembali pecah, sesaat setelah mendengarkan penuturan dokter, sepertinya Angel hanya berfokus kepada janin yang tak dapat di selamatkan. Daniel terdiam mendengar perkataan dokter, fokusnya kepada perkataan dokter tentang obat penggugur kandungan.
"Jadi adeknya ga jadi ada ya," Willi kini bertambah sedih, membuat Daniel segera mendudukkan diri menenangkan Willi dan juga Angel di kursi tunggu ruang operasi.
Rakara sejak tadi telah mengeraskan rahang, terlebih lagi ketika melihat hati keluarganya hancur, pikirannya tertuju kepada Rayana dan dokter Aldi, bagaiman keadaan mereka setelah mengetahui kenyataan pahit ini.
Rakara berdiri menyaksikan adik dan juga adik iparnya terbaring lemah, Rayana dengan selang infus menunggu kesadarannya dari obat bius, sementara dokter Aldi yang masih terpasang alat bantu pernapasan di hidung serta infus untuk menjaga asupan tubuhnya. Rakara sangat merasa perih, merasa bersalah karena membawa wanita ular ke dalam kehidupan mereka.
"Dasar wanita ular, jika kau pernah merasakan bagaimana besarnya rasa cintaku, kini kau akan tahu bagaimana besar rasa benciku," Rakara menggeram ketika mengingat semua perkataan Ardian.
Ingatan Rakara kembali berputar ketika Ardian menyampaikan informasi yang mengejutkan ini, di mana pada kenyataannya istrinya lah yang menjadi biang dari segala masalah yang menimpa mereka.
Bahkan Agnes mantan istri dari dokter Aldi telah mengakui bahwa yang memerintahkan dirinya untuk melakukan hal tersebut adalah Rani, awalnya dia merasa ragu, namun dengan iming iming harta dan memiliki Willi kembali membuat Agnes menyetujuinya, namun Agnes juga tak menyangka bahwa justru dirinya yang di jebak Rani.
__ADS_1
Agnes menduga hal itu terjadi karena Rani tahu Agnes tak dapat menyelesaikan misinya, dan akan menyebabkan jati dirinya terungkap. Bahkan Agnes sempat melihat seringai jahat dari Rani, ketika di tangkap oleh petugas kepolisian.
Bahkan Rani ternyata telah merencanakan hal ini sejak mereka beranjak di bangku kuliah, Rani telah mencoba menjerat Rakara selama itu. Rakara sangat menyesali hal tersebut, Rani merupakan teman masa kecilnya, namun kenapa harus begini. Rakara harus mengetahui alasannya.
"Apa wanita itu juga yang menaruh obat penggugur kandungan ke dalam makanan Raya?" Rakara sangat tidak sudi menyebut nama Rani dengan mulutnya.
Sungguh berbanding terbalik, dahulu Rakara sangat menjunjung tinggi dan menempatkan Rani di dalam hatinya, namun saat ini hanya menyebut namanya saja Rakara tak sudi.
"Iya tuan, kami melihat di CCTV dapur, tuan Aldi yang memerintahkan nya, karena curiga dengan orang orang yang bekerja di rumah kita," Ardian memang awalnya mencurigai beberapa maid, dan memang benar adanya, namun ternyata para maid itu juga adalah anak buah dari Rani.
"Ayo bawa saya bertemu wanita ular itu," kata Rakara dengan kilat mata amarahnya, membuat Ardian segera beranjak berdiri setelah menerima perintah Rakara.
Hi semua novel baru author udah ada nih, judulnya Mr. Gay Vs Colonel cantik, jangan lupa di baca dan di like ya, di tunggu kedatangannya di novel baru author.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....
__ADS_1