Duda Genit

Duda Genit
S2 (Kepulangan)


__ADS_3

Rayana dan dokter Aldi baru saja sampai di Jakarta, mobil yang mereka tumpangi langsung saja di parkiran di rumah mereka, mereka tak langsung ke rumah keluarga besar Mark Rosyid, karena saat ini mereka sampai di malam hari.


Sesampainya di rumah Rayana segera membersihkan dirinya, dan meminta pelayan untuk mengantarkan makanan di kamar mereka. Rayana segera mandi dan berendam air hangat, Rayana tak butuh waktu lama, karena menyadari bahwa suaminya pasti jauh lebih lelah di banding dirinya.


Rayana segera menyiapkan air hangat untuk suaminya berendam, tidak lupa menambahkan aroma terapi agar bisa membuat suaminya lebih rileks.


"Sayang ayo mandi dulu airnya sudah siap," kata Rayana saat keluar dari kamar mandi hanya dengan mengenakan handuk kimono.


Dokter Aldi segera mengecup Rayana sebentar kemudian bergegas masuk ke kamar mandi, sementara Rayana hanya menggeleng kan kepalanya terkekeh geli melihat tingkah suaminya.


Setelah mengenakan pakaian, Rayana segera menyiapkan pakaian untuk suaminya juga. Tak lama kemudian pintu kamar mereka di ketuk, Rayana segera membukanya dan melihat pelayan sedang mengantar makanan untuk mereka.


"Makasih bi," kata Rayana tersenyum manis kemudian menutup pintu kamar.


Rayana segera menata makanan di sofa mereka, kemudian melanjutkan bermain ponsel melihat lihat foto mereka selama masa liburan. Ah tidak, selama masa bulan madu unik mereka.


Tak lama kemudian dokter Aldi keluar dari kamar mandi, dan segera mengenakan pakaian yang telah di persiapkan istrinya.


Saat ini mereka tengah mengenakan pakaian tidur couple, mereka tampak serasi ketika mengenakan hal itu. Bahkan dokter Aldi terkekeh geli melihat pakaian couple mereka, sungguh Rayana memang menggemaskan.


"Sayang udah ada makanannya, makan yuk," ajak dokter Aldi karena sejak tadi melihat Rayana masih asyik memainkan ponselnya.


"Iya sayang," kata Rayana meletakkan ponselnya.


Dokter Aldi segera mengambilkan makanan untuk Rayana, namun segera di hentikan Rayana.


"Sayang biar aku aja yang ngambilin untuk kamu, masa suami sih yang ngambilin," kata Rayana merasa tidak enak.


"Sejak kapan ada aturan begitu? Ga masalah kok kalau suami manjain istrinya, toh aku juga yang mau kan, ga ada paksaan," kata dokter Aldi segera melanjutkan aktivitas nya.


Dokter Aldi segera meletakkan makanan untuk Rayana, kemudian mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


Mereka segera makan dengan hikmad, sembari sesekali bercerita mengenai pengalaman mereka selama di perjalanan kemarin. Rayana tampak sangat antusias dengan hal tersebut.

__ADS_1


Dokter Aldi juga tampak sangat antusias, namun bukan mengenai perjalanan mereka, namun mengenai pengalaman panas mereka di malam hari.


"Ih dasar mesum kamu yang," kesal Rayan memandang wajah suaminya yang tiba tiba bersemangat, ketika pembicaraan membelok ke arah mobil bergoyang.


"Iya namanya juga enak sayang," kata dokter Aldi terkekeh geli, kemudian meminum minumannya hingga tandas.


Sembari menunggu Rayana selesai dengan makannya, dokter Aldi segera mengambil remote tv dan segera menghidupkan tv mereka. Dokter Aldi segera menyetel tv menuju acara berita, karena sudah satu minggu ia tak melihat berita apa apa, hanya asisten yang menghubunginya sekali kali, membicarakan tentang perusahaan.


"Sayang aku mau sikat gigi, kamu mau ikut ga?" Rayana tampak segera berdiri membuat dokter Aldi segera ikuti berdiri.


"Ayuk ah, aku nungguin kamu dari tadi," kata dokter Aldi segera menggandeng tangan Rayana.


Mereka segera melakukan gosok gigi bersama, dengan Rayana yang selalu saja menjahili suaminya, sehingga membuat acara gosok gigi mereka berjalan lambat.


Setelah selesai menyikat gigi, mereka segera berbaring di kasur empuk yang sudah satu minggu mereka tinggali. Dokter Aldi dan Rayana sama sama merindukan kasur itu.


Seperti biasa dokter Aldi pasti akan memeluk Rayana dengan erat dan memulai pemanasan pemanasan, untuk memulai pergulatan panas di antara mereka. Tidak ada kata lelah bagi dokter Aldi, ia akan merasa sangat bertenaga jika mengenai pergulatan panas.


Sudah hampir empat puluh lima menit mereka melakukan pergulatan panas, akhirnya Rayana terkapar karena kelelahan menghadapi suaminya yang tiba tiba bertenaga penuh.


"Hm... peluk dingin tau," gumam Rayana, dokter Aldi pun segera memeluk Rayana dengan erat.


......................


Rayana terbangun lebih awal, ia rasanya malas untuk beranjak, Rayana masih menikmati wajah tenang dan damai suaminya. Ah, rasanya sangat nyaman melihat suaminya begitu.


Rayana segera masuk kembali ke dalam pelukan dokter Aldi, untuk merasakan kehangatan pelukan dokter Aldi.


"Kalau masih ngantuk tidur aja lagi, kita bangunnya aga siangan aja," kata dokter Aldi segera memeluk Rayana dengan erat.


"Hm, habis ini kita jemput Willi ya mas, kangen soalnya," kata Rayana di dalam pelukan suaminya.


"Iya sayang," kata dokter Aldi mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


Akhirnya kedua insan ini kembali menjelajah alam mimpinya lagi, dengan posisi yang masih berpelukan dengan erat.


......................


Saat ini mereka baru saja memasuk gerbang kediaman keluarga besar Mark Rosyid, Rayana banyak membawa oleh oleh untuk yang lainnya, ia meminta para pelayan mengangkat kan untuk dirinya.


Karena dokter Aldi sangat melarang Rayana untuk mengangkat barang dengan beban yang lumayan berat. Meskipun belum isi, tapi sebagai dokter kandungan ia ingin istrinya tidak terlalu kelelahan, karena dokter Aldi ingin segera memiliki anak.


"Loh sayang kirain belum sampe, kapan kalian sampai nya?" Angel tampak begitu antusias menerima oleh oleh tersebut.


"Oh ya kalian gi mana? Udah isi belum?" Daniel tampakanya sangat penasaran.


"Belum ayah," kata Rayana sedikit malu.


"Lah ga periksa ke rumah sakit dulu gitu," tawar Daniel.


"Lah ngapain yah, kalah menantu ayah itu dokter," Rayana terkekeh ketika menyatakan hal itu.


"Ah iya lupa, maklum sudah tua tua gitu loh," kata Daniel mengakui bahwa ia memang sudah tua.


"Maklum kan sudah punya cucu," Rayana terkekeh mengatakan hal tersebut.


"Oh ya Aldi, ikut ayah sebentar kita harus bicara di ruang kerja," Daniel tiba tiba mengajak dokter Aldi ke ruang kerjanya, sontak membuat Rayana penasaran.


Daniel berjalan terlebih dahulu sebelum mendengar jawaban dari dokter Aldi, Daniel memang sangat yakin bahwa dokter Aldi akan mendengarkannya, dan mengikuti dirinya.


"Baik yah," kata dokter Aldi segera mengikuti langkah ayah mertuanya dari belakang.


Hi semua novel baru author udah ada nih, judulnya Mr. Gay Vs Colonel cantik, jangan lupa di baca dan di like ya, di tunggu kedatangannya di novel baru author.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Selamat hari raya idul Fitri semua, bagi teman teman sekalian bagi yang muslim 🙏🙏🙏...

__ADS_1


...Mohon maaf jika ada salah dan kekhilafan serta ketersinggungan selama author menulis novel terimakasih...


...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....


__ADS_2