Duda Genit

Duda Genit
Periksa kandungan


__ADS_3

Rayana, dokter Aldi, dan Willi berkunjung di rumah besar Mark Rosyid, mereka malam ini memang mengadakan makan makan kecil hanya untuk keluarga mereka.


Dokter Aldi ingin memberitahukan tentang kehamilan istrinya kepada semua orang. Mereka saat ini tengah berada di taman belakang, di samping kolam berang.


"Selamat malam semua," sapa dokter Aldi dengan senyum yang mengembang, ketika menghampiri yang lain, sembari membawa minuman.


"Malam juga, aduh tampaknya benar benar bahagia nih," kata Aska menggoda Chandra.


"Aduh iya ni kayaknya," Rakara tak kalah menggoda adik iparnya.


Rayana tersenyum sembari membantu Angel mengangkat air untuk mereka bersantai di taman.


"Rakara tadi sudah cek ke dokter kan?" Angel menanyakan keadaan sang menantu yang saat ini tengah duduk di samping Rakara.


"Udah mah, kata dokter anak Raka baik di sini," Rakara mengusap lembut perut istrinya yang masih kempis.


"Masuk satu bulan kan?" Angel benar benar bahagia mendengarkannya.


"Iya, masuk satu bulan," kata Rakara tersenyum.


"Strateginya bagus sih," Aska tergelak, membuat Rakara ikut terkekeh


Rakara masih ingat ketika ia hendak melakukan malam pertama, namun ternyata Rani belum selesai, padahal saat di panggung Rani mengatakan baru saja selsai.


Sungguh malam itu adalah malam penuh cobaan untuknya, tetapi bak kata pepatah di balik mendung pasti ada pelangi, itulah kenapa mereka cepat memiliki anak, karena ternyata mereka mendapat moment subur terlebih dahulu.


"Nah kalau kamu Aldi? Udah di cek and ricek tadi?" Aska segera memandang dokter Aldi yang tampak tersenyum sejak tadi.


"Iya alhamdulillah ternyata positif tadi, kira kira dua minggu," dokter Aldi segera merangkul tangan Rayana.


"Wah, keren ga kalah gagah ni," goda Aska membuat yang lain tergelak.


Tiba tiba Bram datang dengan menggendong Willi yang baru saja keluar membeli ice cream, membuat yang lain segera memandang ke arah Bram.


"Weh calon manten datang nih," sontak membuat yang lain terkekeh.


......................


Hari ini dokter Aldi menjalani terapi terakhirnya, jika tak terjadi masalah. Dokter Aldi terus di temani Rayana masuk ke dalam rumah sakit jiwa terbesar di daerah tersebut. Mereka akan kembali bertemu dengan dokter yang menangani dokter Aldi.


Sembari bergandengan dokter Aldi segera masuk ke ruangan tersebut, sontak membuat dokter yang menangani dokter Aldi tersenyum senang.


"Wish, ini rencananya yang terakhir kan? Ya lah, jangan kesini lagi kalau perlu ya," kata dokter tersebut tersenyum ke arah sepasang suami istri, yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Iya dok, Alhamdulillah," kata dokter Aldi menggenggam erat tangan istrinya.


"Sepertinya memang benar benar ada kemajuan besar setelah menikah ya," dokter tersebut kembali lagi mengecek data catatan kesehatan dokter Aldi.


"Iya sepertinya saya benar benar bahagia," dokter Aldi mengungkapkan perasaannya.


"Ah iya, bagaimana dengan masalah yang kemarin?"


Mereka berbincang banyak hal, sembari mencatat tentang keadaan dokter Aldi saat ini, bahkan dokter tersebut sempat membahas tentang kematian dari kedua orang tua dokter Aldi, namun reaksinya tidak seperti semula, saat dokter Aldi menemuinya.


"Oh ya dok, kalau dokter berkenan datang ke acara ulangtahun anak kami," Rayana segera menyerahkan amplop undangan ulang tahun.


"Iya saya usahakan dengan anak saya," dokter itu tersenyum ke arah Rayana dan dokter Aldi.


Mereka segera keluar dari rumah sakit tersebut, kemudian segera ke rumah sakit tempat biasa dokter Aldi bekerja.


Dokter Aldi mengusap lembut lengan istrinya, ketika akan masuk ke dalam ruangan dokter Yanti.


"Sebenarnya lusa aku baru bekerja, tetapi karena hari ini istriku sendiri yang jadi pasien, jadi aku rela deh masuk kerja," kata dokter Aldi menggoda Rayana.


"Alah yang meriksa aja dokter lain," Rayana mencebikkan bibirnya.


"Kan nanti kalau kamu lahiran, kan aku jadi suami siaga, bukan jadi dokter lagi," dokter Aldi mengusap lembut kepala Rayana.


"Kata suami saya sih dua minggu," jujur Rayana.


Dokter Yanti tergelak mendengarkan pernyataan dari Rayana, dokter Yanti hampir lupa kalau suami pasiennya ini adalah teman satu profesinya.


"Ya sudah ayo ke tempat tidur dulu," kata dokter Yanti.


Rayana segera berjalan ke arah tempat tidur khusus pasien, sementara dokter Aldi dengan setia mengekor kepada Rayana.


Dokter Aldi tampak antusias ingin melihat ke arah monitor, sontak membuat dokter Yanti terkekeh.


"Seperti ga pernah lihat aja Aldi," dokter yanti terkekeh sembari menggoda dokter Aldi.


Dokter Yanti mengoleskan gel ke perut rata Rayana, sembari menggeleng melihat tingkah temannya yang seperti baru pertama kali saja.


"Beda rasa Yanti," kata dokter Aldi berdiri di samping Rayana yang tengah berbaring.


"Iya iya," kata dokter Yanti. "Nah tak usah di jelaskan, bisa lihat sendiri kan? Sekarang mau aku yang resepin, atau sendiri?"


"Sendiri aja deh Yan," kata dokter Aldi segera menutup perut Rayana.

__ADS_1


"Posesif amat," ledek dokter Yanti.


Dokter Aldi hanya terkekeh mendengar ledekan sahabatnya.


Setelah mereka melakukan pemeriksaan, mereka segera keluar dari ruangan dokter Yanti. Dokter Aldi segera pergi ke apotek rumah sakit tersebut.


"Kamu duduk sayang, nanti biar aku aja yang ngambil obat," dokter Aldi menuntun Rayana untuk duduk di tempat tunggu.


Setelah menebus obat, Rayana dan dokter Aldi segera menuju ke kantin untuk makan siang. Saat memesan makanan, dokter Ibnu tiba tiba mendekati Rayana dan dokter Aldi.


"Widih pengantin baru menjelang lama nih," dokter Ibnu segera duduk di hadapan semping dokter Aldi.


"Eh dokter Ibnu, makan juga ya?" Rayana berbasa basi dengan dokter Ibnu.


"Iya dong cantik, udah isi?" dokter Ibnu tampak sangat penasaran. "Secara kan senior."


"Gitu ya?" Rayana tampak penasaran.


"Sayang," tegur dokter Aldi.


"Cieh pakai sayang sayang segala," dokter Ibnu tampak meledek dokter Aldi.


"Iri bilang bos," seperti biasa Rayana meledek dokter Ibnu.


"Wadidaw di serang lord," dokter Ibnu terkekeh.


"Udah isi belum sih? Gue penasaran banget nih, ke sini nemuin dokter kandungan ya?" dokter Ibnu benar benar penasaran.


"Iya dokter Yanti," kata dokter Aldi.


"Wih bentar lagi gue nikah, jadi butuh saran bro," dokter Ibnu tersenyum bangga.


"Kapan?" Rayana tampak sangat penasaran.


"Tunggu undangan ."


Hi semua novel baru author udah ada nih, judulnya Mr. Gay Vs Colonel cantik, jangan lupa di baca dan di like ya, di tunggu kedatangannya di novel baru author.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Selamat hari raya idul Fitri semua, bagi teman teman sekalian bagi yang muslim 🙏🙏🙏...


...Mohon maaf jika ada salah dan kekhilafan serta ketersinggungan selama author menulis novel terimakasih...

__ADS_1


...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....


__ADS_2