Duda Genit

Duda Genit
S2 (Hari pernikahan III)


__ADS_3

Malam ini ke empat mempelai pengantin kembali harus bersiap siap untuk melakukan resepsi malamnya, mereka kembali di hias oleh para make up artis di kamar pengantin masing masing. Dokter Aldi di hias di meja rias sementara Rayana di hias di sofa sembari asyik menonton kartun sore kesukaannya.


Dokter Aldi melirik sekilas ke arah istrinya yang tengah di poles bedak, istrinya itu tampak begitu santai dengan polesan bedak yang cukup tebal menurut dokter Aldi. Ah, mungkin saja karena Rayana telah terbiasa saat tengah mengadakan pemotretan.


Setelah selesai melakukan persiapan, saat menjelang ke empat mempelai berjalan beriringan. Mereka tapak serasi dengan pasangan masing masing yang di berada di dalam gandengannya. Para tamu pun sudah banyak yang berkumpul, membuat mereka harus segera naik ke pelaminan, dan menyapa para tamu yang ingin bersalaman.


"Congratulations on your wedding, you guys look so good together."


(Selamat atas pernikahan kalian, kalian tampak serasi) sapa Pith yang ternyata menyempatkan diri untuk datang ke pernikahan Rayana.


Rayana yang melihat kedatangan Pith nersama kekasihnya ber-lonjak senang, ia tak menyangka bahwa sahabatnya itu akan dayang.


"Geez I guess you won't have time, thanks."


(Ya ampun kukira kalian tak akan datang, terimakasih) kata Rayana menyambut pelukan dari Pith, membuat beberapa kamera segera mengarah kepada mereka.


Setelah sekian lama mereka melayani tamu yang datang, dengan rutukan yang Rayana lontarkan, karena merasa lapar dan juga lelah. Maklum saja Rayana belum makan sejak sore tadi, dan melihat banyaknya makanan di pesta membuatnya merasa lapar.


Mereka kini telah berada di kamar pengantin yang baru, khusus untuk bulan madu, dengan berbagai hiasan yang romantis dan aroma terapi yang lembut. Dokter Aldi masuk terlebih dahulu karena Rayana masih sibuk dengan urusan menghapus make-up tebalnya.


Setelah lima belas menit dokter Aldi keluar dengan wangi yang sangat lembut, membuat Rayana memandang ke arah dokter Aldi. Dokter Aldi yang melihat hal itu segera mendekat.


"Wangi banget sih yang," kata Rayana menghirup aroma suaminya.


"Malam ini ya aku tunggu," kata dokter Aldi segera memberikan kecupan di bibir Rayana.


"Hah? Serius? Aku lagi itu loh," kata Rayana dengan wajah sedih nya.


Mendengar hal itu sontak membuat dokter Aldi murung dan tampak kecewa.


"Hah? Kok gitu sih," protes dokter Aldi dengan mengerucutkan bibirnya, sontak membuat Rayana diam diam terkikik.

__ADS_1


"Sabar ya, ya udah aku mandi dulu," kata Rayana segera masuk ke kamar mandi.


Diam diam Rayana terkikik geli melihat wajah lesu suaminya, yang sudah di tekuk dua belas.


"Iya," dokter Aldi tampak sangat kesal, malam yang di tunggu tunggu malah gagal gara gara tamu tak di undang Rayana.


Dokter Aldi akhirnya mengenakan kaus dan boxer nya dengan kesal karena gagal malam pertama, padahal dokter Aldi sudah mempelajari segala jenis gaya, dan juga sudah menghapal doa doa sebelum melakukan malam pertama mereka.


Setalah tiga puluh menit akhirnya Rayana keluar dari kamar mandi, dan segera mendekati dokter Aldi yang tengah menutup seluruh badannya dengan selimut, tampaknya suaminya itu benar benar kesal.


"Sayang kamu udah tidur ya?" Rayana menyibak paksa selimut suaminya. "Mau ga ni?" Rayana lagi lagi menanyakan hal yang membuat dokter Aldi frustasi, dengan nada manja yang di terdengar sangat sensual di telinga dokter Aldi.


Saat dokter Aldi menyibakkan selimutnya, alangkah terkejutnya ia melihat kelakuan istrinya, yang hanya mengenakan lingerie seksi, dengan warna merah, yang kontras dengan kulitnya, hal itu semakin merontokkan imannya yang sebesar kutil kucing.


"Kamu ngapain pakai baju ga ada akhlak gitu? Kamu kan lagi ga bisa sayang," dokter Aldi semakin ketar ketir di buat Rayana, sementara Rayana hanya tersenyum melihat ekspresi suaminya.


"Serius ga mau? Lagian siapa yang bilang ga bisa, aku cuman bilang itu loh," kata Rayana dengan wajah polos tampa merasa bersalah.


"Kamu ngerjain aku ya," kata dokter Aldi merasa di kerjai oleh istrinya tersebut.


"Engga, kamu aja yang suudzon," elak Rayana kembali mempertahankan wajah polosnya, membuat dokter Aldi gemas sekaligus senang. Karena ternyata malam pertamanya yang ia nantikan tak sia sia.


"Aish kalau gitu semangat ni," dokter Aldi segera berdiri menghampiri Rayana dengan riang. "Lihat kan si bungsu aku udah gini gara gara kamu," katanya menuntun tangan Rayana ke arah pusat intinya.


"Bentar kamu hapal doa ga?" Rayana segera menarik tangannya.


"Udah dari kemaren," kata dokter Aldi kembali meraih tangan Rayana menuntun ke pusat intinya.


Sementara tangan kirinya mulai mengusap wajah Rayana.


"Cie yang ga sabar," Rayana masih saja sempat melontarkan godaan kepada suaminya.

__ADS_1


"Iya lah sebelum nikah aja udah ga sabar, apalagi udah," jujur dokter Aldi membuat Rayana terkekeh.


"Tinggal terkam ya," jawab Rayana membuat kedua orang itu terkekeh.


Dokter Aldi tak menjawab perkataan Rayana, ia segera membisikkan doa di telinga Rayana, kemudian mengecup telinga Rayana, beralih ke kening Rayana.


Detik selanjutnya bibir mereka telah bersatu, membuat dokter Aldi segera mengangkat Rayana, sembari tampa melepaskan tautan mereka, dokter Aldi membaringkan Rayana dengan pelan, kemudian melepaskan lu*ma*tan mereka.


Kini mereka sudah polos tampa busana, dokter Aldi mulai melakukan tugasnya, namun sebelum ia melaksanakannya Rayana segera menghentikan pergerakan dokter Aldi.


"Et pelan pelan saja, soalnya adek masih ting ting," Dokter Aldi hampir menepuk jidatnya, karena di saat yang seperti ini saja Rayana masih sempat membuat lelucon.


"Iya abang juga masih tang tang," sahut dokter Aldi tersenyum.


Sejujurnya dokter Aldi tahu Rayana melakukan hal itu untuk meredakan sedikit rasa gugupnya. Dokter Aldi kembali mencium bibir Rayana, dan masuk dengan pelan.


Sudah empat puluh menit mereka berpeluh, dan entah berapa kali mereka mencapai puncak nirwana. Sebenarnya Rayana sudah lelah sejak tadi tapi entah dokter Aldi bahkan tak pernah merasa puas dengan apa yang mereka lakukan, dan akhirnya dokter Aldi telah mencapai puncaknya untuk kesekian kalinya.


"Raya sayang ah..." erangan dari dokter Aldi sebelum akhirnya tumbang di atas tubuh istrinya. "You are the best honey, and I love you."


Dokter Aldi mengecup seluruh wajah istrinya, kemudian segera berguling di samping Rayana. Dokter Aldi segera menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka, dan menarik Rayana ke dalam pelukannya.


Hayo yang nunggu malam pertama, ini edisi malam aja ya, tadi puasa wkwkwkwk.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****Selamat berpuasa teman teman sekalian bagi yang muslim 🙏🙏🙏****...


...Mohon maaf jika ada salah dan kekhilafan serta ketersinggungan selama author menulis novel terimakasih...


...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....

__ADS_1


__ADS_2