Duda Genit

Duda Genit
S3 (Pesaing bisnis)


__ADS_3

Hari ini Rakara dan Aiyla akan kembali ke rumah, Rakara harus pulang bersama dengan Aiyla wanita cerewet yang pasti akan membuatnya pusing tujuh keliling. Ahmed hari ini berjanji akan menjemput Aiyla di rumah Rakara.


Saat ini mereka berada di dalam sebuah perjalanan, namun tiba-tiba sebuah mobil sedan berwarna hitam menghimpit mobil yang di kendarai Rakara.


"Mobil lo baru ya?" pertanyaan tidak berfaedah keluar dari mulut Aiyla membuat Rakara sedikit kesal.


"Maksud lo apa?" Rakara bingung segera memandang Aiyla yang pemikirannya sungguh diluar nalar.


"Iya noh mobil dari tadi coba ngimpit lo mulu, kayaknya kita di intilin deh," Aiyla menunjuk sebuah mobil dari kaca spion. "Biasannya kan sepatu waktu gue sekolah kalau baru kan suka di injekin anak lain."


"Dasar be*go itu namanya kita lagi di incer," Rakara menepuk jidat Aiyla sembari melajukan mobilnya.


"Ih kok jidat gue," kesal Aiyla memandang Rakara.


"Ya iyalah kan lo be*go," Rakara segera menarik pedal tasnya agar laju mobilnya tetap stabil. Saat rakara melirik kearah Aiyla, ternyata Aiyla sedang mencari sesuatu di jok belakang mobilnya. "Eh lo ngapain?"


"Gue? Gue lagi nyari kucing kejepit," kesal Aiyla memandang Rakara.


"Emang ada kucing?" Rakara membuat pertanyaan yang semakin membuat Aiyla kesal.


"Ya engga polos, gue lagi nyari pistol, lo punya ga?" Aiyla segera memperjelas maksudnya.


"Gue mana punya yang gituan, emang gue mafia?" Rakara sewot mendengar pertanyaan dari Aiyla.


"Eh jadi orang jangan polos banget ya, lo tau enggak yang ngejar kita kemungkinan saingan bisnis lo be*go, jangan jadi orang to*lol to*lol banget ya," Aiyla menggeram rupanya rakara pembisnis polos. "Lo punya anak buah atau bodyguard ga?"

__ADS_1


"Ada tapi ga di sini," Rakara sedikit gelagapan, karena yang di belakang sudah mulai menembakkan peluru ke arah mobil Rakara.


"Dasar be*go lo, nyesel gue ikut lo, sini mobilnya, gue ga mau mati sebelum nikah sama cowok impian gue, seganteng Zyan Malik dan Ronaldo," Aiyla masih sempat menyebutkan lelaki impiannya.


"Gimana caranya? Kita ga mungkin berhenti," Rakara masih bingung maksud dari Aiyla.


"Makanya kalau melihat TV itu jangan cuma lihat berita, ya juga film fast and furious, lihat film action, biar lo ga katro katro amat hidup lo, pengetahuan dikit cowok," Aiyla masih saja mengomeli Rakara yang tak mengerti apa-apa tentang hal tersebut.


Aiyla segera naik ke pangkuan Rakara, dan mulai mengambil alih kemudi, menunggu Rakara untuk pindah ke kursi sebelah.


"Hmp kamu ngapain sih?" Rakara temapak menahan sesuatu.


"Pindah lo, ke enakan lo," bentak Aiyla membuat Rakara segera beranjak ke kursi penumpang.


Aiyla segera memacu kembali mobil mereka, menarik pedal gasnya, dan berbelok ke kanan jalan mencari tempat yang ramai. "Cepat telfon anak buah lo."


"Siapa?"


"Tetangga pak Eko kompleks lo," kesal Aiyla. "Ya anak buah lo, sama polisi."


"Ah iya sebentar," Chandra segera menelfon seseorang.


Tak lama kemudian mobil panggilan Rakara datang dan membuat Aiyla tersenyum. "Let's begin."


"Cepat sambungkan telfonnya," Aiyla segera memerintah kembali Rakara.

__ADS_1


Bagaian di cucuk hidungnya Rakara hanya mengikutinya saja, dan menempelkan ponselnya di telinga Aiyla. Saat di tengah tengah pembicaraan sebuah peluru hampir mengenai lengan Rakara, untung saja Rakara dengan refleks menarik tenaganya hingga ponsel Rakara terhempas di mobil.


"Kak lo ga apa apa kan?" Aiyla tampak sangat khawatir.


"Iya," Rakara sedikit pucat memandang ke arah Aiyla.


"Lo bisa pakai pistol ga?" Aiyla kembali menanyakan kemampuan menembak Rakara. Namun Rakata hanya menggeleng tanda tak bisa menggunakan senjata api.


"Ga bisa? Lo jangan jangan cuman bisa main pistol air doang," ledek Aiyla segera menyambut salah satu pistol yang di lempar anak buah Rakara.


"Apa apaan sih lo," Rakara kini memandang gadis itu dengan kesal.


"Lah emang iya kan? Lagian harusnya lo ahris belajar nembak, jangan nembak cewek aja lo bisa, ga bakal bisa ngelindungin itu mah," Aiyla memandang Rakara dengan sinis.


"Ngomong apaan sih lo? Lagi di ujung tanduk aja masih ngomong yang aneh aneh," kesal Rakara.


"Lo yang aneh, gara gara lo gue di sini."


Ah, bahkan nyawa sedang terancam saja Aiyla masih sempat sempatnya bertengkar dengan Rakara dengan seribu macam ledekan.


Aiyla segera menembaki kembali kaca belakang mobil Rakara, sembari membidik beberapa mobil di belakang mereka.


"Nunduk kak," seru Aiyla ketika menembaki salah satu mobil lawan yang baru saja mencapai mereka.


Untung saja Rakata hanya menurut saja, dan segera menembaki mereka. Beberapa anak buah Rakara segera menyerang pihak lawan, dan menyelamatkan tuan mudanya.

__ADS_1


Aksi tembak menembak yang sejak tadi terjadi, membuat semua warga ketakutan, karena takut akan peluru nyasar, belum lagi fasilitas mereka yang rusak.


Setelah sekian lama kejar kejaran akhirnya polisi datang juga menyelamatkan Rakara dan Aiyla, Setelah di nyatakan aman mereka berdua segera pindah ke mobil yang lebih layak.


__ADS_2