Duda Genit

Duda Genit
S2 (Kembali)


__ADS_3

Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Dan ini adalah tepat ke enam bulan Rayana meninggalkan Indonesia untuk belajar publik speaking. Ya pembelajaran untuk publik speaking hanya berlangsung selama enam bulan, karena Rayana sendiri tak ingin berlama lama di negri orang. Ibarat bak pepatah, biar rumah gubuk namun tetaplah lebih nyaman di bandingkan dengan istana, namun milik orang lain.


Rayana kembali tampa memberitahu yang lain, Rayana berencana untuk memberikan kejutan kepada yang lain, pertama tama, kejutan tersebut untuk ayah dan bundanya. Rayana yakin mereka saat ini sedang ada di rumah.


Kini pesawat yang Rayana tumpangi telah sampai di di bandara internasional Soekarno Hatta, saat ini Rayana baru saja memesan taksi. Untuk mengantarkan dirinya ke istana kecil keluarga Mark Rosyid.


Rayana kini telah meninggalkan bandara internasional Soekarno Hatta menuju kediamannya. Rayana tak henti hentinya tersenyum karena akan memberikan kejutan kepada ayah dan bundanya, dan menceritakan semua pengalamannya. Rasanya tak puas jika hanya bercerita melalui video call. Rayana tak mampu merasakan sensasi bercerita dengan ceria.


Rayana segera membayar ongkos taksi tersebutlah dan mengangkat semua barang barangnya. Rayana segera masuk ke dalam rumah tersebut, Rayana melihat ayah dan bundanya tengah bersantai di taman belakang. Rayana segera meminta asisten rumah tangga nya, untuk mengantarkan barang-barangnya ke dalam kamar miliknya.


Rayana segera berlari, dan memunculkan kepalanya di balik pintu untuk memberikan kejutan kepada Daniel dan Angel.


"Surprise..." Rayana ber-lonjak riang memberikan kejutan kepada kedua orangtuanya, kemudian berlari memeluk Daniel dan Angel.


Daniel dan Angel melihat kepulangan putri tersayangnya, segera bangkit dan menyambut pelukan hangat putri mereka.


"Kok nggak bilang-bilang sama ayah dan bunda," protes Daniel setelah melepaskan pelukan putrinya.


"kan kejutan, kalau bilang bilang itu namanya bukan kejutan, tapi minta sambutan," kata Rayana sembari terkekeh.


Angel menggeleng melihat putrinya, sungguh Deniel dan putrinya itu itu sangatlah mirip. Mulai dari sikap hingga tingkahnya nya Daniel, suaminya.


"Kamu sudah makan belum?" Angel menanyakan hal tersebut kepada putri semata wayangnya, sembari mengusap lembut kepala Rayana.


"Belum," kata Rayana, sembari memeluk pergelangan tangan Angel.

__ADS_1


"Kirain sudah mandiri, ternyata masih manja aja," Danil terkekeh mengejek putrinya, yang memang sangatlah manja kepada dirinya dan juga istrinya.


"Ini enggak manja kok, ini namanya melepas rindu," kata Rayana tidak ingin disebut manja oleh ayahnya.


"Ileh... Mana ada orang melepas rindu seperti itu," Daniel tetap menggoda putrinya, rasanya sudah sangat lama ia tidak menggoda putrinya.


Terlebih lagi mereka hanya bisa bertemu di pia video call, membuat Daniel benar-benar merindukan putrinya. Namun jika mereka bertemu Daniel malah lebih suka menggoda putri satu-satunya itu.


"Bunda..." range Rayana kepada Angel. "Bunda lihat ayah, bukannya disambut malah di ejekin mulu."


Aduhan Rayana santek membuat Angel terkekeh, sungguh ini adalah suasana yang sangat dirindukannya. Karena Rakara memang tidak seheboh Rayana, Rakara lebih suka dengan hal-hal yang tenang. Dan berjibaku dengan urusan kantor.


"Engga ini bukan ejekan kok, ini fakta," Daniel semakin senang melihat kekesalan putrinya.


"Ayah sudah ya, jangan cari masalah mulu. Raya ini manusia biasa tau, yang cantik membahenol tiada tara," kesal Rayana kepada ayahnya.


"Engga pakai Wardoyo," kata Rayana bersungut kesal, sembari menghempaskan pantatnya di tempat duduk meja makan.


"Udah udah ayo makan," kata Angel segera menengahi pertengkaran mereka.


Akhirnya mereka makan dengan hikmad, setelah lima belas menit mereka makan, akhirnya mereka selesai makan dan Rayana segera berpamitan untuk beristirahat, setelah lelahnya dari perjalanan panjang tersebut.


Sore ini Rayana telah bersiap siap untuk berangkat ke rumah sakit, untuk memberi kejutan kepada Aska. Sang paman tampan, dompet atm ke tiganya setelah Rakara dan Daniel. Rayana segera menaiki sepeda motornya, dan melakukannya ke arah rumah sakit tempat Aska bekerja.


Rayana bahkan menyusun rencananya dengan matang ketika akan memberikan kejutan kepada sang paman. Rayana segera membelah jalanan Jakarta dengan motor metik cantiknya.

__ADS_1


Rayana terkekeh ketika telah sampai di depan rumah sakit, Rayana segera memakai masker sebagai bentuk penyamaran nya, entahlah pemikiran Rayana memang sulit untuk di tebak.


Rayana segera memasuk ruang kerja Aska di jam makan siang, dengan lancang. Karena Aska akan beristirahat ketika jam makan siang, jadi Rayana memanfaatkan moment tersebut.


Rayana segera membuka pintu ruangan Aska, dan berjalan mengendap endap seperti seorang pencuri. Rayana tampak melihat Aska tengah berdiri di dapan mejanya sendiri, tangah membelakangi dirinya.


Dengan segala jurus ninja yang telah di pelajari di film ninja Hatori, dan juga naruto akhirnya Rayana tepat berada di belakang pamannya.


Jika di lihat dari belakang Aska sepertinya terlihat sibuk, membereskan berkasnya. Aska terlihat menyusun beberapa berkas hingga tidak menyadari kehadiran Rayana, yang memang berjalan mengendap endap, dengan gaya ninja Hatori.


"Haaaaa.... kejutan," kata Rayana mengejutkan dokter tampan tersebut. membuat si pemilik tubuh terkejut bukan main.


Hingga tak sengaja membalikkan badannya ke belakang, dan menabrak Rayana hingga terhuyung. Melihat hal tersebut membuat dokter tampan tersebut segera menarik tubuh Rayana dengan spontan. Namun apalah daya, terkadang niat tak berjalan sesuai dengan apa yang di rencanakan, badannya ikut terhuyung, sehingga menimpa badan Rayana.


Rayana membuka matanya, dan terkejut mendapati orang yang di hadapannya. Yang ternyata bukan pamannya, Aska. Melainkan dokter Aldi, yang tengah memandangnya dengan lekat, dengan senyuman yang sangat manis.


Sedetik kemudian mata mereka terpaku, membuat dokter Aldi tampa sengaja menepis jarak di antara mereka dan mengecup bibir Rayana. Semua yang terjadi murni akibat sebuah dorongan yang tak mampu ia tahan. Entah kenapa semenjak Rayana pergi dokter Aldi merasa sangat merindukan gadis tersebut, membuat dokter Aldi tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya ketika bertemu dengan Rayana.


Kecupan itu bertahan lama, dan akhirnya berubah menjadi lu*ma*Tan, membuat Rayana mengerjap bingung, dan terkejut dalam waktu yang bersamaan. Dokter Aldi segera melepaskan pa*ngu*tan*nya kemudian memandang Rayana dengan lekat.


"Terimakasih telah kembali, calon pacar."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Teman teman maaf ya ga bisa up se rutin kemarin karena ada banyak kendala, seperti harus menyusun perbaikan skripsi, dan beberapa acara serta kesibukan lain. Aku harap kalian mengerti, dan tetap setia membaca ceritaku. Disini author berusaha se profesional mungkin untuk bisa up sebisa mungkin. Terimakasih, maaf sekali lagi....

__ADS_1


...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....


...Dan terimakasih sebanyak banyaknya yang sudah dengan loyalnya memberikan vote, dan hadiah, serta koin. I Love You....


__ADS_2