
Sore ini Angel menerima paket dari salah satu endorsment yang menyewa jasa Angel. Angel berencana malam ini akan melakukan proses foto. Angel saat ini tengah neminta izin dengan ibu mertuanya dan juga suaminya.
"Permisi nyonya, ada pengantar paket," kata satpam rumah mereka, membuat Angel segera berdiri dan menuju ke halaman rumah, di mana si pengantar paket tersebut berdiri, untuk meminta tanda tangan.
"Oh hi... paket dari nasafack ya?" tanya Angel menyebutkan brand yang tengah menyewa jasa endorse-an dari nya.
"Ah iya.. dengan mbak Angel?" tanya pengantar paket tersebut, sembari tersenyum ramah.
"Iya..." kata Angel membalas senyum pengantar paket tersebut.
"Iya ini paketnya, dan tolong tanda tangani di sini," kata pengantar paket tersebut dengan sopan.
Sementara satpam mereka hanya berdiri di samping pengantar paket tersebut, sembari meletakkan tangan di belakang punggung, seperti orang yang sedang mengawasi.
Sementara dari balik pintu utama, Daniel tengah mengumpat kesal, melihat pengantar paket tersebut tersenyum ramah ke arah Angel.
"Dasar burik jabingan, sok ganteng sekali senyum senyum dengan istri cantikku," guman Daniel sembari mengintip dari balik pintu, lebih seperti seorang agen FBI tengah mengincar transaksi bandar narkoba tingkat internasional, dan saat ini tengah siap untuk di bekuk.
Melisa yang melihatnya dari ruang keluarga menggeleng. "Cih... kenapa aku punya anak yang aneh gitu ya? Jangan jangan sudah kena sakit jiwa tu anak," desis Melisa sembari memperhatikan gerak gerik anaknya.
"Bee... masuk, bentar lagi sholat magrib," teriak Daniel dari balik pintu, membuat ketiga orang itu terkejut, dan segera memandang ke arah Daniel, kemudian memandang ke arah langit, untuk memastikan waktu secara manual.
Melisa yang melihat hal itu menggeleng, kemudian tertawa terpingkal pingkal, sembari memegang perutnya. "Anak siapa itu?"
Sementara di teras rumah. "Sunit perasaan baru setengah jam yang lalu deh sholat ashar nya, kok udah mau sholat magrib aja ya?" tanya Angel bingung.
"Mandi sekarang, nanti sholat magrib kamu telat," Daniel berusaha meralat omongannya, agar terlihat beralasan.
Melihat kejadian itu, kurir paket tersebut segera berpamitan kepada Angel, kemudian di antar oleh satpam keluar. Setelah kepergian kurir tersebut Angel segera melenggang masuk, dengan paket di tangannya.
"Bee kamu tadi nulis apa di kertas yang di bawa kurir itu? Jangan jangan kamu ngasi nomor telfon kamu ya? Atau kamu mau kenalan sama dia?" pertanyaan beruntun dari Daniel sontak membuat Angel terbengong mencerna pertanyaan, yang sepertinya sulit masuk ke dalam otak Angel, yang rada cerdas. "Bee kamu coba lihat baik baik di lihat dari mana pun, saya lebih ganteng, lebih segalanya dari kurir itu ya..." lanjut Daniel sukses semakin membuat otak Angel lola, alias loading lama dengan kejadian itu. "Bee sini ponsel kamu, awas saja nanti si kurir burik bin jabingan itu hubungin kamu."
Angel benar benar bingung maksud dari Daniel, berdiri terbengong bengong mendengarkan setiap tudingan tersebut. Sementara Daniel sudah menggeledah kantong Angel, untuk mengambil alih ponsel Angel.
Melisa jangan di tanya lagi, ia sudah terpingkal pingkal sejak tadi, seolah tengah menyaksikan film dengan adegan komedi. Melisa telah terbaring di sofa sembari memukul mukul kursi tersebut. Karena terlalu asyik tertawa, tampa di sengaja Melisa terjungkal ke arah belakang.
"Aaa..." teriak Melisa yang tiba tiba terjungkal ke belakang sofa panjang tersebut.
Daniel dan Angel yang melihat hal tersebut terdiam, tak berani tertawa takut akan di kutuk jadi sepasang gelas mama papa, oleh ibu tiri bawang putih.
^^^Ya Allah ketawa dosa, ga ketawa lucu paket komplit. Gumam Daniel dan Angel di dalam hati masing masing.^^^
Para maid akhirnya membantu Melisa untuk berdiri, sementara Melisa yang melihat kedua anak menantunya terbengong segera masuk ke dalam kamar.
^^^Ya Allah... sakitnya ga seberapa, malunya setengah hektar kelapa sawit pak Mamun, yang di Kalimantan. Kata Melisa berucap di dalam hatinya, ketika pintu kamar tertutup dengan sempurna, tampa sedikitpun celah.^^^
......................
Kini setelah selesai sholat isya, Angel tengah bersiap siap menunggu tamunya, untuk melakukan pemotretan. Meskipun untuk mendapat izin dari Daniel sedikit sulit, akibat sikap posesifnya. Namun dengan segala bujuk rayu, akhirnya Daniel mengizinkan.
Tak lama kemudian satpam kembali masuk mengantarkan dua orang laki laki, dengan berbagai peralatan. Mereka akan segera memotret Angel dengan berbagai nasafack, seperti toner wajah, pencuci wajah, dan beberapa lainnya.
Daniel hanya memperhatikan mereka, dari kursi sofa. Sementara Angel yang saat ini tengah mengenakan riasan sembari menunggu studio foto dadakan di rumahnya. Melisa memperhatikan semua dengan seksama, sembari menyajikan aneka makanan ringan dan minuman untuk mereka.
__ADS_1
"Kalian tinggal di mana?" tanya Melisa penasaran, karena mereka bisa masuk kompleks, dan datang ke rumah mereka, dengan tepat waktu.
"Di kompleks ini juga tante, kami di blok sebelah, jadi mungkin jarang ketemu," terang Fotografernya.
"Kenal sama Angel atau gimana?" selidik Melisa, membuat Daniel tersenyum senang.
"Oh satu kampus Tan, kebetulan biasanya Angel nyewa kami buat foto kalau ada acara," terang pemuda tersebut, yang terlihat mancung, dengan kulit tampak eksotis.
"Kamu sering ke pantai ya?" tanya Melisa kembali, penasaran karena kulit sang fotografer tampak begitu eksotis, semakin membuatnya mempesona.
"Ga juga tan, paling ke laut buat foto foto atau ke gunung kalau ada kontes," terangnya.
"Oh pantes kulitnya bagus, eksotis banget," puji Melisa, sontak membuat pemuda tersebut tersenyum mendengar pujian tersebut.
Sementara Daniel yang mendengar itu sontak mendengus kesal di buatnya, tiba tiba sesuatu terlintas di kepalanya. Daniel takut jika Angel sering sering bertemu dengan pemuda tersebut, maka akan terjadi sesuatu di antara mereka. Ya Daniel kini posesif dan cemburu mode on.
"Ah bisa aja tan... Angel udah siap ya?" tanya sag fotografer, tampak telah siap dengan kameranya. Sementara sang asisten yang bertugas membenarkan lighting, telah selesai memasang pencahayaan yang pas.
Angel segera menuju ke tempat arah kamera, kemudian memegang salah satu prodak sebagai tanda mengenakan prodak tersebut. Asisten kameramen tersebut, segera membenahi pose Angel, yang terlihat sedikit compang di depan camera.
Saat melihat asisten kameramen tersebut menyentuh Angel, Daniel menggeram kesal. Daniel segera mendekat ke arah layar hasil kamera yang langsung terpampang. Daniel sengaja melakukan hal itu, untuk memperhatikan apa yang di lakukan asisten fotografer tersebut, yang tengah menyentuh Angel, karena takut jika mereka melakukan hal yang di imajinasi kan Daniel.
Sementara Melisa yang tak enak, segera menarik tangan anaknya agar tak mengganggu proses pemotretan, yang menurutnya sangat menarik. Jangan lupakan Melisa yang tengah live di Instagram, serta membuat beberapa bumerang untuk kenang kenangan prestasi menantunya.
"Daniel... jangan ganggu ah, ibu mau buat bumerang, sama video," kesal Melisa ketika melihat Daniel terus bolak balik di dekat kameramen, bahkan mereka sempat ter-tabrakan membuat Angel terkejut, dan tidak enak di buatnya.
Setelah berbagai macam pose mereka segera melihat hasil tersebut. "Bagus Ngel, ini nanti tinggal pilih beberapa lagi ya, nah nanti yang bagus, kami kirim lewat email, ok."
Angel mengangguk mengiyakan sembari tersenyum. "Ga nyangka ya, ternyata gue cantik juga," kekeh Angel, membuat sang photografer terkekeh. Angel tak pernah berubah, masih saja suka memuji kecantikan dirinya sendiri, meskipun memang cantik.
Daniel yang mendengar hal itu, sontak mendengus kesal, Daniel mendekati Angel dan memegang pundak istrinya. Angel segera memandang ke arah Daniel, yang tengah memandangnya dengan pandangan kesal. Seolah mengatakan, jangan macam macam nanti tidak ku kasih uang jajan.
Setalah mengemasi seluruh peralatan yang mereka perlukan, akhirnya mereka kembali ke rumah mereka. Daniel datang satu botol sprei disinfektan, kemudian menyemprotkan ke seluruh tubuh Angel.
"Awas virus," kata Daniel, sembari terus menyemprotkan ke arah Angel.
"Ibu ini kenapa sih?" tanya Angel bingung, sembari badannya terus berputar putar.
"Tau kemarin pas ke Hongkong ketuker ga tu?" ledek Melisa memandang Daniel. "Atau pas kalian kesini, dia ada turun di jalan ga?"
"Ah... kayaknya gara gara ketemu banci perempatan lampu merah deh," kekeh Angel, sontak membuat Daniel memandangnya dengan kesal.
"Udah bersih, ayo naik tidur," kesal Daniel menarik tangan Angel.
Namun Angel masih sibuk membenahi berbagai skin care dari nasafack, yang saat ini masih tergeletak di meja. Karena kesal, Daniel segera menggendong Angel, kemudian menaiki tangga menuju ke kamar mereka.
"Ibu aku masuk dulu ya, big boy lagi kesal," kata Angel membuat Melisa terkekeh.
"Jaga baik baik baby-nya sayang," ledek Melisa. "Ah Angel sayang, jangan lupa kelonin ya,"
"Ibu!!!" kembali lagi teriakan Daniel yang kesal dengan ledekan ibunya.
"Emang kamu ga mau ke keloni?" tanya Angel menggoda Daniel, sontak membuat Daniel langsung membawa Angel ke kamar mandi.
__ADS_1
"Cuci muka dulu, gosok gigi, habis itu tidur," titah Daniel, sontak membuat Angel terkekeh.
"Mau pakai skin care ga? Aku terima endorse-an ini karena makai skin care ini," tawar Angel sembari cengengesan. Karena Angel tahu Daniel tidak akan mau memakainya.
"Ah masa? Mau dong coba," kata Daniel sontak membuat Angel melongo, sembari menepuk pipi Daniel.
"Sunit... sunit... sunit," kata Angel sembari duduk di atas meja wastafel.
"Iya bee, kenapa sih?" tanya Daniel kesal.
"Ga bingung aja," kata Angel tak jadi bertanya. "Sunit mau nonton Drakor ga?" tanya Angel memancing keanehan suaminya yang lain.
"Hah bagus ga? Mau dong kayaknya seru," kata Daniel sontak membuat Angel semakin bingung.
"I... iya bagus," kata Angel sedikit bingung.
Daniel dengan semangat mengangkat istrinya menuju kamar, kemudian mendudukkan istrinya ke tempat tidur, dan memutar film Drakor.
Daniel berdecak kagum ketika melihat kemesraan kedua pasang pemeran utama tersebut. "Bee mereka so sweet banget ya, kayak kita," kata Daniel membuat Angel mengangguk, kemudian memeluk lengan Daniel
Sebenarnya saat ini Angel sudah mulai merasakan kantuk, namun ia juga tak ingin meninggalkan suami rewelnya ini untuk tidur.
Tak lama kemudian Daniel mengoceh kesal ketika melihat tokoh antagonis asik menindas si protagonis, bahkan Daniel mengoceh ketika melihat si pria salah faham dengan pemeran utama wanita.
"Dasar bee, coba lihat cowoknya harusnya dia nyelidiki dulu, bukannya gitu, bo*doh pemeran cowoknya," omel Daniel sontak membangunkan Angel kembali dari tidurnya. "Lihat bee si nenek lampir itu juga, wajah ga cantik cantik amat, aga cantik sih, tapi kelakuan kayak ular sanca kemarin bee, parah banget. Kalau saya bakalan percaya dengan omongan kamu bee, ga akan percaya dengan omongan pelakor," kembali lagi Daniel mengoceh, entah kenapa, tapi kali ini terdengar sayup sayup. "Bee percaya kan?" tanya Daniel sontak membuat Angel mengangguk, dan kembali lagi terkejut, karena mendengarkan suara protes Daniel.
Namun ketika adegan romantis, antara pemeran utama laki laki dan perempuan sedang beradegan romantis, Daniel segera memeluk Angel, dengan mesra. Seolah tengah memperagakan film itu. "Ih... so sweet bee, kayak kita bee, sayang kamu bee," seru Daniel, kembali membuat Angel terbangun.
"Hm..." hanya kata itu yang mampu Angel keluarkan, karena Angel sudah sangat mengantuk.
"Ih bee jangan tidur dulu, belum habis," keluh Daniel sontak membuat Angel mengangguk tapi tak setuju. Karena matanya menuntut untuk segera menutup gerai kelopak matanya, dan menulis tanda close. "Bee lapar... pingin makan buah buah, kamu tunggu di sini ya biar aku ambil."
Angel hanya mengangguk kemudian kembali tertidur, Angel sudah tak punya tenaga kembali untuk membenarkan posisinya. Masa bo*doh lah, yang penting tidur sekarang.
Daniel kembali dengan buah, di atas piring, dan pisau buah, untuk mengupas kulit buah tersebut. "Bee..."
"Hm..."
"Bee... kupasin, aku mau nonton," kata Daniel manja, sontak membuat Angel segera mengambil buah tersebut, kemudian mengusap sebuah apel, dengan terpejam.
Karena Angel terpejam tangannya tanpa sengaja terkena pisau, sontak membuat Daniel panik, dan segera mengambil kotak p3k untuk Angel. Sementara Angel kini tak merasakannya lagi, Angel kini tak sanggup merasakan luka di tangannya karena kantuk yang sudah menyerang.
Daniel saat ini sibuk mengobati luka di jari tangan Angel, kemudian melihat istrinya yang tengah tertidur. Sudut bibir Daniel terangkat melihat tidur pulas istri cantiknya.
"Ih... ngantuk banget ya? Sampai sampai ga kerasa pas lagi di obatin," kekeh Daniel sembari mengecup puncak kepala Angel. "Ga papa deh ga makan buah, yang penting bisa nyium nyium kamu aja, udah bagus banget."
Daniel kemudian menyusul Angel untuk segera naik ke tempat tidur, sebelum Daniel naik ke tempat tidur, Daniel segera mematikan lampu, dan juga tv yang saat ini tengah menayangkan film drama Korea berjendere romantis. Daniel sekali lagi mengecup pipi kemudian mata dan hidung lalu seluruh wajah Angel, kemudian berakhir dengan mencium bibir seksi Angel.
"I love you bee, maaf saya hari ini pasti ngeselin banget ya? Tapi saya juga ga tahu, mungkin karena saya sayang banget ya sama kamu," kata Daniel membelai wajah istrinya, yang saat ini terlihat begitu damai di dalam tidurnya. "Selamat malam."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....
__ADS_1
...Dan terimakasih sebanyak banyaknya yang sudah dengan loyalnya memberikan vote, dan hadiah, serta koin. I Love You....