
"Ah ini perkenalkan dia Aldi calon ipar kamu, dan ini anaknya calon keponakan kamu."
Rakara mengangguk mengerti, dan segera memandang seorang anak kecil yang di gadang gadang akan menjadi calon keponakannya.
"Hi namanya siapa?" tanya Rakara menyapa Willi yang tengah asyik memakan cemilan.
Rakara memang suka sekali dengan anak kecil membuat nya sangat senang ketika bertemu dengan Willi.
Sama halnya dengan Angel, yang baru saja keluar dari dapur untuk membawakan Willi puding buah buatannya, Willi sangat bahagia karena mendapat perhatian dari seorang nenek.
"Willi namanya," kata Angel segera mengajak Willi ke taman belakang, untuk bermain ayunan.
"Dia memang gitu kalau dengan anak kecil," kata Daniel menjelaskan kepada calon menantunya.
"Oh ya kok Raya ga cerita dekat sama orang," kata Rakara bingung, karena bila Rayana dekat dengan seseorang maka Rayana akan bercerita kepadanya.
"Oh, nasibnya ga seberuntung kamu Rak, tapi nasibnya sama kayak ayah kamu dulu," timpal Aska sembari tersenyum.
Aska senang Rayana mengambil Willi, karena kini mereka akan lebih leluasa untuk bercerita tentang hal hal yang berbau dewasa.
Daniel mendengarkan hal tersebut menjadi tersenyum, bagaiman tidak ternyata ia senasib dengan calon menantunya, sama sama harus mengejar dahulu, meski sudah mendapatkan restu.
"Oh, pepet aja terus, lama lama juga bakalan ok kok," kata Daniel penuh arti, membuat semua orang terkekeh, Daniel memang orang yang paling tua di antara mereka namun Daniel memiliki jiwa yang muda.
__ADS_1
"Saya senang ada yang akan menjaga Raya, bagaiman tidak tak lama lagi Raka akan menikah, saya sudah tua, jadi akan lebih tenang jika ada yang menjaga Raya," kata Daniel sembari tersenyum.
"Alah bilang aja lo mau berduaan mulu sama Angel, lagian nyadar juga lo kalau udah tua?" Aska tergelak ketika menuturkan ya membuat Daniel melemparkan majalah yang terletak di bawah meja.
Aska dengan cekatan menghindarinya, kemudian mengembalikan majalah tersebut ke arah Daniel dengan cara melempar pula. "Dosa lo kurang ajar sama kakak ipar."
"Ah nasib nikah sama yang lebih muda," kata Daniel menghela nafas, karena jika menurut urutan, Daniel memang adik ipar dari Aska padahal jika berdasarkan usia Daniel jauh lebih tua.
"Hahahaha, sama siapa siap aja jadi adik," Aska menepuk pundak dokter Aldi yang memang sejak tadi lebih banyak menyimak seperti biasanya.
Dokter Aldi tak menyangka akan mendapatkan sambutan serakah ini, karena biasanya orang orang akan sedikit keberatan jika menerima seorang duda, belum lagi dengan anak satu meskipun mereka sudah saling mencintai. Tapi kali ini keluarga dari pihak wanita mendukung, meski wanita yang akan di nikahi_nya nanti belum setuju.
Ah, rasanya ia berada di tempat dan waktu yang tepat untuk jatuh cinta dengan seseorang. Meski pada awalnya dokter Aldi sedikit risih dengan tingkah Rayana yang memang suka sekali menggoda, namun lama kelamaan dokter Aldi mulai terbiasa dan akhirnya berakhir pada rasa kehilangan saat Rayana tengah belajar ke luar negeri, belum lagi rasa cemburu yang ia rasakan ketika Rayana di gosipkan dengan aktor Thailand tersebut.
Kini dokter Aldi merasakan banyak kemenangan karena berhasil merebut hati calon mertuanya. Ah, tak sabar rasanya ingin memberitahukan kepada Rayana tentang hal ini, entah apa yang gadis itu akan katakan, yang jelas dokter Aldi benar benar merasa sangat bahagia hari ini.
Rakara mengangguk kemudian segera melangkah ke lantai dua, sementara Willi sudah asyik duduk di kursi yang di siapkan khusus untuk anak kecil, Itu adalah kursi bekas Rakara dan Rayana ketika masih kecil.
"Oh ya Om, kok saya bisa di beri restu secepat ini ya om?" dokter Aldi bertanya sedikit hati hati, dengan bahasa yang sedikit formal pula, karena ini masih calon dan belum tentu akan jadi.
Ah, amit amit dengan pemikirannya sendiri, jelas dokter Aldi berharap tetap akan terjadi karena ia sudah terlanjur menginginkan Rayana menjadi istrinya.
"Jadi kamu maunya ga saya beri restu ini?" Daniel menggoda calon menantunya.
__ADS_1
Sontak saja dokter Aldi menggeleng dengan cepat, wajahnya berubah menjadi pias takut hal itu benar benar terjadi.
Daniel terkekeh melihat tingkah dokter Aldi, sungguh Daniel seperti melihat dirinya di masa lalu, berjuang demi seseorang yang dicintai, meski dengan status dan latar belakang yang sangat berbeda jauh.
"Kamu dengan saya sama dulu, untuk mendapatkan Angel, bundanya anak anak saya melamarnya terlebih dahulu, sebelum akhirnya mendekati bundanya anak anak," Daniel tersenyum mengenang perjuangannya mendapatkan hati Angel.
Dokter Aldi mengangguk angguk tanda mengerti maksud dari calon ayah mertua nya, seperti nya ia akan melakukan hal yang sama juga. Ah, bukan akan namun sudah melakukan hal yang sama.
"Kamu tahu bukan cuman itu alasan saya, namun karena melihat dari kesungguhan kamu," kata Daniel menjeda omongannya.
Dokter Aldi tampak mengangguk tanda mengerti dan setuju dengan ucapan pria berumur yang duduk di hadapannya. Entahlah namun sebenarnya pria itu mungkin lebih cocok menjadi kakek calonnya, ketimbang menjadi ayah dari calonnya. Namun gaya dan pemikirannya sungguh luar biasa, mampu menerima perbedaan dan pendapat dari orang lain.
"Kamu tahu? Tanda seorang pria jika serius dengan seorang wanita? Pria itu akan mendatangi keluarganya dan meminta restu, tidak hanya mengajaknya berpacaran," Daniel bertanya kemudian menjawab sendiri pertanyaannya, namun tetap membuat calon menantunya mengerti dari ucapan dirinya.
Dokter Aldi tersenyum mendengar penuturan dari Daniel, ia harus banyak banyak berterimakasih kepada Aska karena ini semua berkat dirinya, dan saran untuk langsung mendatangi orang tua Rayana juga di dapat dari Aska.
"Aska banyak bercerita tentang kamu, tentang masa lalu kamu, tentang pernikahan kamu sebelumnya, membuat saya sadar bahwa kamu adalah calon suami yang baik untuk Raya," kata Daniel dengan panjang kali lebar. "Saya juga berharap kamu akan mengerti sifat dari anak saya itu, dia itu manja dan jahil, apapun yang di otaknya akan di keluarkan nya, sangat berbeda dengan Raka, kakaknya."
"Iya entah mirip siapa," Aska tiba tiba menimpali omongan dari adik iparnya, membuat Daniel segera melempar bantal kursi ke wajah Aska.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Teman teman maaf ya ga bisa up se rutin kemarin karena ada banyak kendala, seperti harus menyusun perbaikan skripsi, dan beberapa acara serta kesibukan lain. Aku harap kalian mengerti, dan tetap setia membaca ceritaku. Disini author berusaha se profesional mungkin untuk bisa up sebisa mungkin. Terimakasih, maaf sekali lagi....
__ADS_1
...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....
...Dan terimakasih sebanyak banyaknya yang sudah dengan loyalnya memberikan vote, dan hadiah, serta koin. I Love You....