
Saat sore tiba dokter Aldi segera masuk ke ruang rawat inap Rayana, dokter Aldi segera mengambil paper bag yang ada di ruangan rawat inap Rayana.
"Sayang aku ganti baju dulu ya di ruangan aku, soalnya di sini takutnya ga bisa," bisik dokter Aldi segera meninggalkan Rayana bersama dengan yang lain di dalam kamar rawat inap tersebut.
"Lah mau ke mana Aldi?" Daniel masuk bersama dengan Angel dan Willi, tampak Daniel memegang beberapa tentengan untuk Willi.
"Mau ganti baju dulu yah, soalnya kalau di sini takut ganggu, jadi di dekat ruangan Aldi aja," kata dokter Aldi menjelaskan, kemudian melangkah keluar.
Daniel segera meletakkan kantung belanjanya di atas meja, sementara Angel segera membawa Willi ke dalam pangkuannya. Willi tapak asyik menerima suapan dari Nina nya, membuat Rayana tersenyum kemudian kembali memainkan ponselnya.
"Pelan pelan makannya Willi," kata Daniel kemudian mengusap lembut bibir Willi yang belepotan. "Serasa punya cucu sendiri ya bee."
Angel terkekeh mendengar kata kata dari suaminya, kemudian mengecup pipi Willi. "Iya rupanya kalau punya cucu seru juga."
kedua pasangan yang bergelar sableng pada masanya itu tergelak, sepertinya akan mengulangi kesablengannya.
"Cucu Nina sana kakek ganteng banget sih," kata Daniel sembari mencuil pipi Willi.
"Assalamualaikum," sapa Rakara yang baru saja masuk bersamaan dengan Rini.
"Waalaikumsalam," jawab mereka serentak.
Rakara segera menuju ke sofa samping ayahnya, sembari meletakkan tas kantornya, di temani oleh Rini.
"Raya apa kabar? Maaf baru jenguk soalnya kemarin ke panti dulu, mau minta izin," kata Rini merasa tidak enak kepada Rayana.
"Engga apa apa, minta izin buat nikah dulu kan?" Rayana yang tengah sakit masih sempat menggoda Rini.
Mendengar hal tersebut sungguh membuat Rini salah tingkah, terbukti wajah Rini kini bersemu menjadi merah, membuat Rakara tersenyum melihat tingkah kekasihnya itu, yang sebentar lagi akan menjadi istrinya.
"Malam besok bisa nih, bisa tunangan dulu biar acaranya di rumah aja, bisa kan?" Rayana segera to the point ketika mengatakan hal itu.
"Emang kamu udah bisa pulang dek?" Rakara sontak bertanya, karena sebenarnya ia tak ingin melakukan pertunangan jika adiknya sedang sakit.
__ADS_1
"Besok siang udah bisa, paling Raya tinggal duduk manis aja, jadi ga akan apa apa kan," Daniel dan Angel mengangguk setuju dengan kata kata Rayana.
"Iya perbuatan baik ga baik di tunda tunda," kata Angel sontak membuat Rini menunduk malu.
Dokter Aldi yang baru masuk ke dalam ruang rawat inap Rayana, terkejut melihat keadaan yang telah ramai. Terlebih lagi kehadiran seorang wanita yang asing di matanya.
"Aldi kenalin itu Rini calon istri Raka," kata Daniel menunjuk ke arah Rini.
"Aldi," kata dokter Aldi mengulurkan tangannya ke arah Rini, sembari meletakkan paper bag di samping tempat tidur Rayana.
"Ririn," kata Rini tersenyum sembari membalas uluran tangan dari dokter Aldi.
Melihat Rini menerima uluran tangan dari dokter Aldi, sontak membuat si raja pencemburu tersebut bersungut kesal, membuat ide jahil Rayana kambuh di saat ia tengah sakit.
"Haredang haredang haredang, panas panas panas..." Rayana berdendang sembari memainkan ponselnya, sesekali melirik ke arah Rakara sang kakak.
Mendengar kata kata Rayana sontak membuat dokter Aldi sedikit bingung, entah dia yang tak mengerti maksud dari calon istri, atau dia yang memang tak pernah tahu tentang lagu.
"Kamu ke kenapa?" dokter Aldi bertanya dengan wajah bingung.
"King of jealous?" Dokter Aldi tampaknya masih belum mengerti maksud dari Rayana.
"King of jealous? Rakara?" dokter Aldi tampaknya masih bingung.
"Iya si Rakara, yang telah kami nobatkan sebagai king of jealous, soalnya tadi aja saat kamu lagi kenalan dengan ono noh calon biniknye, dia cemburu," Rayana tergelak ketika mengatakan hal tersebut.
Dokter Aldi merasa tidak enak kepada Rakara, segera meminta maaf. "Maaf bukan maksudnya."
Rakara segera memperbaiki duduknya kemudian tersenyum secara paksa, kemudian mengangguk.
Rini yang menyadari keadaan Rakara hanya tersenyum memberikan kode untuk keluar. Rakara yang seakan mengerti segera mengikuti langkah kaki sang calon istri.
"Yah, bunda Rini balik dulu ya soalnya mau persiapan," kata Ririn meminta izin.
__ADS_1
"Iya sayang hati hati ya," kata Daniel mengizinkan Rakata dan Rini segera keluar.
Setelah berpamitan akhirnya mereka pun segera keluar, saat berada di luar Rini segera mencubit pergelangan tangan Rakara.
"Ih cemburuan banget sih orang cuman kenalan," kesal Rini sontak membuat Rakara membuang wajahnya.
Aduh sepertinya baby besar Rini kini sedang dalam keadaan ngambek, dan Rini harus membujuknya agar mood sang baby besar kembali.
"Idih ngambek, jangan ngambekan dong," Rini mencoba memegang tangan Rakara namun segera di tepis Rakara.
Rakara berjalan mendahului Rini, membuat Rinu harus mempercepat langkahnya dengan sedikit berlari menyeimbangkan langkah dari Rakara.
Dasar king of jealous kalau sudah cemburu pastinya akan berakhir seperti ini, di tambah lagi jika Rini menegurnya seperti tadi.
Sesampainya mereka di mobil, Rakara segera menjalankan mobilnya tampa sepatah katapun, membuat Rinj harus mengeluarkan jurus ampuh penakluk raja cemburu atau king of jealous.
Rini segera meletakkan kepalanya di pundak Rakara, membuat Rakara tersenyum samar. "Sayang, mas maaf," kata Rini mencoba membujuk si raja cemburu.
Jika terlihat dari luar mungkin Rakara terlihat sangat cuek, namun jika kita sangat mengenalnya, Rakara merupakan tipe manusia yang sangat pencemburu, apalagi terhadap pasangannya. Ia sangat protektif terhadap Rini, bahkan Rini tak di bolehkan untuk bersentuhan langsung kepada lawan jenisnya.
"Ingat ya kamu itu cuman punya mas, jangan suka dekat dekat dengan yang lain, biarpun dia adalah calon adik ipar aku," kata Rakara segera menggenggam tangan Rini.
"Iya sekarang kita mau kemana?" Saat ini Rini masih harus memastikan jika Rakara, sang raja cemburu moodnya telah kembali.
"Kita ke mall aja ya, nyari seserahan sama nyari makan, soalnya mau makan malam bareng kamu," kata Rakara mengecup punggung tangan Rini.
Ah sepertinya Rakara kini tak ngambek lagi kepada Rini, membuat Rini tersenyum lega, sungguh king of jealous ini sangat tak dapat di pancing.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****Selamat berpuasa teman teman sekalian bagi yang muslim 🙏🙏🙏****...
...Mohon maaf jika ada salah dan kekhilafan serta ketersinggungan selama author menulis novel terimakasih...
__ADS_1
...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....
...Dan terimakasih sebanyak banyaknya yang sudah dengan loyalnya memberikan vote, dan hadiah, serta koin. I Love You...