Duda Genit

Duda Genit
Wellcome home baby Rakara.


__ADS_3

Hari ini Angel dan baby Rakara sudah di perbolehkan kembali ke rumah, mereka langsung saja ke rumah pribadi mereka yang terbilang sederhana, namun juga terlihat elegan.


Sejujurnya Angel begitu merindukan rumah mereka, karena hampir satu tahun ia meninggalkan rumah mereka, tepatnya sepuluh bulan, Angel terlihat begitu bersemangat.


Saat ini Angel sudah mulai berkemas, Daniel segera menggendong baby Rakara, sementara yang membawa tas nya adalah Aska. Aska hari ini memang sengaja mengosongkan jadwalnya di rumah sakit, karena berniat untuk berkumpul bersama di rumah sembari menyambut kepulangan Angel.


Aska bahkan membawa pulang pasien favoritnya bersama dengan Angel, Angel sedikit bingung, siapa yang menemani Aska saat ini. Apa itu mangsa barunya lagi? atau bagaimana? Angel sungguh bingung melihat wanita itu.


Angel melirik suster yang membantunya saat ini wajah suster tersebut tampak sangat kecewa. Bagaimana tidak dokter yang iya idolakan, kemarin terus saja menggoda nya dan kini bersama wanita lain.


"Terimakasih sus," kata Angel ketiak akan pergi.


Mereka kemudian keluar bersama, mereka berjalan bersama keluar dari rumah sakit tersebut.


Tiga puluh menit menit lamanya perjalanan dari rumah sakit ke rumah Angel dan Daniel, akhirnya mereka semua sampai di depan rumah, penjaga rumah tersebut segera membuka pintu gerbang rumah mereka, kemudian mereka segera memarkirkan mobil mereka di halaman.


saat Angel membuka pintunya, ternyata di dalam sudah berdatangan anggota keluarganya, untuk menyambut dirinya dan juga baby Rakara.


Tania sedikit berkerut melihat wanita yang di samping Aska, Tania dan yang lainnya bahkan tidak pernah sekalipun Aska membawa seorang wanita, ke rumah mereka untuk hanya sekedar memperkenalkannya. Namun ternyata sekarang tiba-tiba Aska membawa seorang wanita muda yang cantik.


setelah sesi perkenalan dengan wanita tersebut yang ternyata bernama Vania, akhirnya mereka kembali melanjutkan pesta penyambutan tersebut.


Setelah pesta penyambutan selesai, Melisa memutuskan untuk tinggal, sementara yang lainnya memilih untuk kembali, ke kediaman masing masing. Angel dan Daniel pun segera masuk dan bersih bersih, sementara Melisa juga segera menempati kamarnya yang telah di siapkan.


"Bee kamu duluan gih, baby Rakara nya biar aku aja yang jagain," kata Daniel, sembari menggendong baby Rakara, kemudian meletakkannya di ayunan.


"Makasih bee, badan aku lengket banget soalnya," kata Angel kemudian segera akan masuk ke dalam kamar mandi. "Sunit, kamu ga mau nyium nyium aku lagi? Aku lagi keringetan loh," goda Angel menaik turunkan alisnya.


"Bee kalau kamu bisa, aku pastikan kamu akan aku tahan terus," kata Daniel sembari tersenyum. Di setiap katanya terselip seribu satu makna, yang membuat Angel segera menutup pintu kamar mandi.


Karena masa Angel ini masih tiga puluh hari lagi, sebelum akhirnya melakukan hubungan suami istri. Angel segera menyelesaikan mandinya, karena iya tahu bahwa suaminya pasti juga lelah, seperti dirinya.


"Ayah ayo gantian, biar bunda yang jagain baby Rakara nya," kata Angel mengganti panggilan untuk dirinya sendiri dan juga Daniel, sontak membuat Daniel tersenyum.


"Iya bunda," kata Daniel segera meletakkan baby Rakara ke dalam pangkuan Angel. "Bunda Ayah mau di mandiin dong," goda Daniel sebelum akhirnya memasuki kamar mandi.


Angel hanya menggeleng melihat tingkah laku suaminya, yang terkadang bijaksana, terkadang berlebihan terkadang seperti anak kecil. Hah... namun jujur saja, itu yang membuat Angel menyukainya.


Sikap Daniel yang terkadang manja, terkadang juga bertingkah seperti anak kecil kepada nya, sungguh itu yang menjadi warna di pernikahan mereka. Yang membuat mereka semakin saling mencintai satu sama lain.


Setelah sekian lama, akhirnya Daniel selesai mandi, ini adalah mandi tersebar yang pernah di miliki nya. Karena dirinya akhirnya bisa mandi dengan tenang. Tidak seperti saat dirinya di rumah sakit, meskipun ruangan Angel itu VVIP namun Daniel tetap tidak puas mandi, entah karena dokter dan suster terlalu mudah dalam keluar masuk, atau karena Daniel tidak betah di sana.


Saat Daniel keluar dari kamar mandi, ternyata baby Rakara telah tertidur di sisi Angel.


"Bee baby Rakara di taruh di keranjang dulu ya, kita tidur bareng dulu ya, udah lama tidur ga meluk kamu," kata Daniel sembari mengambil alih baby Rakara yang baru saja tertidur, karena habis minum Asi dari Angel.


"Ih kamu ada ada aja deh," kata Angel terkekeh melihat tingkah suaminya. "Kok bee sih? Kan bunda sekarang," protes Angel, ingin di panggil bunda.


"Kan bunda untuk baby Rakara, sementara kamu itu bee tetap bee nya untuk aku, sunit kamu, ayahnya Rakara," kata Daniel menjelaskan kemudian memeluk Angel.


Daniel mengecup seluruh wajah Angel, kemudian beralih ke ujung hidung, dan ke bibir Angel. Daniel me*lu*mat bibir Angel dengan rakus namun tetap lembut. Bibir yang selama sepuluh hari ini hampir tak pernah ia sentuh, karena setiap kali akan melakukan aktifitas Romantis, selalu saja mendapat gangguan, baik dari keluarga maupun dari suster dan dokter, bahkan baby Rakara juga ikut andil dalam mengganggu momen romantis kedua orang tuanya.

__ADS_1


Setelah kehabisan nafas akhirnya mereka melepaskan pa*ngu*tan bibir mereka, kemudian menempelkan kening mereka satu sama lain.


"Bee kangen kamu, selama di rumah sakit, ga bisa peluk peluk kamu tau, ga bisa tidur di samping kamu," kata Daniel dengan wajah memelas, kemudian kembali memeluk Angel. "Untung bisa satu ruangan."


"Dasar bucin," akta Angel sambil terkekeh mendengar penuturan dari suaminya.


Daniel tersenyum mendengarkan hal itu, Daniel tahu betul itu cara Angel menunjukkan perasaannya ke padanya. Karena pada dasarnya Angel adalah tipe yang hampir sama seperti Roni, sedikit tsunder. Namun Angel lebih sedikit terbuka, sehingga masih bisa mengakui cintanya, meskipun harus melawan gengsinya yang setinggi gunung. Bahkan jika di lihat di antara mereka, Daniel lebih terbuka di banding Angel.


Jika di dalam novel CEO lainnya, mungkin saja mereka berada di posisi yang terbalik. Namun di sini Daniel lah yang lebih sering menunjukkan rasa cinta, dan perhatiannya kepada Angel.


"Iya bee aku ini memang bucin nya kamu," kata Daniel terkekeh, sembari mengusap lembut punggung Angel.


Angel melepaskan pelukannya, kemudian memandang suaminya. Angel segera mengecup bibir Daniel, yang lama kelamaan kecupan itu berubah menjadi ciuman, dan menjadi lu*ma*tan. Setelah kehabisan nafas, akhirnya mereka melepaskan pa*ngu*Tan mereka.


"Sunit ayo tidur, kamu pasti capek jagain aku selama ini di rumah sakit, ikutan nginap, ga pernah pulang, tidur malam untuk jagain baby Rakara," kata Angel penuh perhatian.


Mereka akhirnya segera membaringkan tubuh mereka, Daniel menarik Angel ke dalam pelukannya. Ah... rasanya sudah sangat lama Daniel tidak memeluk sang istri, untung saja saat Angel hamil, Daniel sudah memuas muaskan untuk memeluk Angel.


Begitupun Angel, sangat merindukan pelukan hangat suaminya, rasanya sudah sangat lama, tidak merasakan pelukan hangat sang suami, yang begitu menenangkan.


"Sunit makasih ya, untuk waktunya selama ini, aku beruntung banget punya suami seperti kamu," kata Angel di dalam pelukan Daniel. "Aku yakin sunit, baby Rakara pasti senang memiliki ayah seperti kamu, sangat penyayang, dan yang terpenting sangat bertanggung jawab."


Daniel mengeratkan pelukannya, kemudian mengecup puncak kepala Angel. Ah... sesuatu hal yang sangat ia sukai, bahkan sebelum mereka menikah.


"Bee menjaga kalian dan mungkin adik Rakara nanti adalah kewajiban aku selaku ayahnya, namun menyayangi kalian itu adalah hal yang pasti, karena kalian adalah hal yang paling berharga di hidup aku," kata Daniel mengeratkan pelukan mereka. Setelah bercakap cakap akhirnya mereka segera tertidur, sembari berpelukan.


setelah tertidur selama satu jam, akhirnya Daniel terbangun dari tidurnya, Daniel mendapati Angel tengah menyusui anak mereka baby Rakara. Daniel tersenyum melihat pemandangan di depannya, sungguh itu adalah pemandangan terindah yang pernah ia lihat. Di mana ia dapat melihat istri dan anaknya dalam keadaan sehat walafiat.


Angel yang mendengar pertanyaan suaminya dari samping, segera memandang ke arah sumber suara. Angel tersenyum, kemudian menggeleng. "Engga baru aja sunit, baby Rakara tadi nangis."


Daniel segera melihat baby Rakara, kemudian segera mengusap kepala baby Rakara dengan lembut, sementara tangan yang lainnya merangkul Angel. "Bee kamu ga mau memperkenalkan baby Rakara ke semua fans kamu?" tanya Deniel tiba-tiba.


Angelmenggeleng sembari memandang ke arah baby Rakara. "Engga bee, aku maunya baby Rakara punya privasi sendiri, terlebih lagi ia masih sangat kecil untuk muncul di publik."


Daniel tersenyum, Ia memang tidak menyetujui jika baby Rakara muncul ke dalam publik. Itu pasti akan menyusahkan mereka suatu saat nanti, atau bahkan mampu menimbulkan sebuah kejahatan. Karena bukan tidak mungkin, mengingat mereka berdua adalah dari keluarga yang bisa disebut crazy race nya Indonesia.


"Iya bee aku setuju banget sama kamu, baby rakara masih sangat kecil untuk hal itu. Belum lagi di luar banyak hal yang tidak bisa diprediksikan," kata denil, kemudian mengecup pipi Angel.


Setelah meminum asi, seperti biasanya bayi akan kembali tertidur. Begitu pula dengan baby rakara, setelah minum asi kemudian untuk tertidur.


"Baby Rakara hobi tidur ya," kata Daniel semabari memandang anak mereka dengan gemas.


"Emang anak kecil gitu sunit," kata Angel terkekeh.


Mereka memang tidak mengambil baby sitter untuk anak merek, karena Daniel ingin mereka sendiri yang membesarkan anak mereka, Daniel ingin mengikuti setiap tumbuh kembang anak mereka. Apalagi di saat sekarang ini, mereka lebih banyak atau hampir semua aktifitas di lakukan di rumah. Karena itu, rugi rasanya jika ia kehilangan tumbuh kembang anaknya.


"Bee kantor aku udah di renovasi loh, di dalam kantor ada kamar pribadi sekarang, biar nanti kita bisa bawa baby Rakara ke kantor," kata Daniel semabari memandangi baby Rakara yang masih saat ini tengah tertidur.


"Iya sunit, memangnya kita benar benar ga butuh baby sister untuk baby Rakara?" tanya Angel semabari berdiri, dan berencana meletakkan baby Rakara ke dalam boks bayi nya.


"Ga usah bee, selama kita bisa ngasuh nya kenapa ga ngasuh sendiri bee," kata Daniel masih duduk di tempat tidur nya.

__ADS_1


Daniel kemudian memilih untuk menyandarkan punggungnya di sandaran tempat tidur, Daniel kemudian memanggil Angel untuk duduk disampingnya. Angel mengikuti perintah Daniel kemudian, Daniel segera menarik Angel ke dalam pelukannya. Daniel mengusap lembut kepala Angel kemudian mengecupnya.


"Bee nanti kalau kita punya anak, cewek aja ya, biar sepasang gitu," kata Daniel sembari memainkan rambut Angel.


"Idih itu masih bayi, kok udah mikirin anak aja lagi," kata Angel perotes dengan ucapan Daniel.


Daniel terkekeh, kemudian mengeratkan pelukannya. "Kan nanti bee ga sekarang, lagian sekarang juga ga bisa, masih tiga puluh hari lagi kan."


Angel tercengang mendengarkan perkataan suaminya, yang tak pernah bisa jauh dari hal hal yang berbau me*sum.


"Ih... dasar me*sum," kata Angel mencubit pinggang suaminya.


Daniel terkekeh mendapat cubitan dari istrinya. "Ih bee... jangan godain aku loh, kamu kan masih ga bisa, jadi harus puasa kira kira satu bulan lagi," kata Daniel tetap dengan omongan yang nyeleneh.


"Ih omongannya ya... saring dikit dong, nanti baby Rakara dengan," kata Angel memandang Daniel dengan kesal.


Yang di pandang bukannya tak enak, malah terkekeh geli. "Bee baby Rakara belum bisa dengan dengan jelas, lagian gimana coba nyaring omongan? Kalau nyimpan omongan kamu aku mah jagonya," kata Daniel sembari memonyongkan bibirnya.


"Sunit... ngapain tu monyong monyong," kesal Angel.


"Mau di sosor bee," kata Daniel tetap mempertahankan bibir monyongnya.


"Ih... kamu itu kok..." Angel kehabisan kata kata menghadapi sikap suaminya.


"Bee cuman cium cium aja kok, kan belum bisa *** *** bee, kalau bisa ku sosor atas bawah bee," akta Daniel semabari mengeluarkan senyuman me*sum-nya.


"Dasar genit kamu ya? Kayak kurang belaian aja kamu," kesal Angel mendengar kata kata suaminya yang penuh makna konten dewasa.


"Iya genit dengan istri itu ibadah loh, karena termasuk ke dalam menyenangkan hati istri," kata Daniel semabari terkekeh.


"Ais... terserah kamu lah," kata Angel malas berdebat dengan Deniel.


Daniel semakin suka menggoda Angel, apalagi Angel marah, wajah Angel benar memerah menahan kesal dengan Daniel. Sungguh semakin menggemaskan di mata Daniel.


Daniel semakin mengecup pipi Angel, kemudian turun ke area leher. Sehingga membuat Angel semakin kesal di buatnya, bukan hanya kesal, namun ini juga bercampur malu. Karena Daniel semakin menggodanya, dan mengecup seluruh wajah dan juga lehernya.


"Sunit sudah," kata Angel debgan wajah yang memerah.


"Bee cuman cium cium aja kok, kan kamu lagi ga bisa," kata Daniel sembari kembali mengecup seluruh wajah Angel.


"Sunit..." kesal Angel karena terus saja di kecup oleh Daniel.


"Iya bee, bentar lagi ya," kata Daniel, yang kini mengukung Angel, di bawahnya.


Namun aksinya terhenti ketika Melisa masuk ke dalam kamar mereka.


"Astagfirullah.... Daniel istri kamu belum bisa," kata Melisa setengah terpekik, karena takut cucunya terbangun oleh teriakannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....

__ADS_1


...Dan terimakasih sebanyak banyaknya yang sudah dengan loyalnya memberikan vote, dan hadiah, serta koin. I Love You....


__ADS_2