Duda Genit

Duda Genit
S2 (Kegiatan Rayana)


__ADS_3

"Kemarin itu memang anak saya, tapi yang wanita itu hanya babysiter anak saya, saya sudah menjadi duda hampir dua tahun."


Rayana terkejut mendengar pernyataan dari dokter Aldi, setidaknya ia sedikit bersyukur, karena selama ini tidak pernah merayu suami orang lain, seperti yang di pikirkan dirinya.


Tetapi tetap saja Rayana tidak terima, ciuman pertama nya di rebut tiba tiba. "Idih mau duda kek, mau bukan kek. Tapi tetap aja ngeselin, enak aja nyuri my first kiss."


Dokter Aldi tersenyum mendengarkannya, sungguh dia sangat bahagia ketika mendengarkan hal tersebut. Tak ia sangka ia adalah yang pertama.


Setelah selesai mengobati dokter Aldi, Rayana segera berdiri dan mencoba meninggalkan dokter Aldi. Membuat dokter Aldi juga ikut berdiri.


Rayan segera menarik handel pintu, namun sebelum Rayan membuka pintu, dokter Aldi menariknya hingga hingga Rayana masuk ke dalam pelukan dokter Aldi. Rayana benar benar terkejut dengan tindakan dokter Aldi.


"Aku masih merindukan kamu," kata dokter Aldi seraya mengusap lembut kepala Rayana. "Calon pacar ke sini naik apa?" tanya dokter Aldi dengan nada menggoda.


Aduh, bertambah lagi duda genit di dalam cerita ini. Jika dulu senior berhasil apakah junior kali ini berhasil juga? Entah lah.


"Naik motor, bisa di lepas ga pelukannya?" kesal Rayana mencoba melepaskan pelukan dari dokter Aldi.


"Baik, tapi kita makan malam ya?" dokter Aldi mencoba mengajak Rayana untuk makan malam bersama.


Rayana hanya mendengus kesal, padahal dirinya selama ini hanya menggoda dan bercanda kepada dokter Aldi. Namun dokter Aldi entah kenapa saat ini merasa bahwa itu adalah serius.


"Engga tahu, malam ini Raya mau makan malam sama keluarga, soalnya baru balik," kata Rayana mencoba melepaskan pelukan dari dokter Aldi.

__ADS_1


Dokter Aldi sedikit geram melihat Rayana yang terus saja mencoba untuk memberontak. Dokter Aldi kemudian menggigit lembut hidung mancung Rayana.


"Apa itu juga yang pertama?" tanya dokter Aldi tersenyum ketika melihat wajah Rayana yang terkejut, ketika hidungnya di gigit.


"Aaa... apa apaan kamu?" kesal Rayana membuat dokter Aldi semakin terkekeh.


"Ini masih hidung," kata dokter Aldi segera melepaskan pelukannya, dan keluar terlebih dahulu.


"Aku duluan ya sayang, nanti langsung balik, jangan ke mana mana," kata dokter Aldi sembari mengedipkan matanya.


"Dasar genit," desis Rayana, sembari menghentakkan kaki keluar dari ruangan pamannya.


Sungguh rencana Rayana untuk memberi kejutan kepada pamannya benar benar gagal, Rayana kini tidak memiliki mood untuk memberikan kejutan kepada pamannya lagi, terlebih lagi setelah kejadian tadi.


Sepanjang perjalanan pikiran Rayana tak tenang, karena ia terus memikirkan dokter Aldi. Bukan karena telah jatuh cinta, namun apa yang di katakannya. Ah, seandainya saja dokter Aldi tahu bahwa, hampir semua dokter di rumah sakit tempat ia bekerja telah Rayana gombali, mungkin kah dokter Aldi masih akan melakukan hal itu?


Rayana segera memarkirkan motornya ketika memasuki parkiran rumah mewah tersebut. Kini keluarga Mark Rosyid tinggal di rumah yang dahulu di tempati oleh Melisa. Semenjak Melisa meninggal dunia, mereka semua berpindah ke rumah tersebut.


Saat Rayana hendak masuk, ternyata sebuah mobil baru saja datang dari arah pintu masuk. Rayana segera menunggu si pemilik mobil tersebut keluar. Benar saja, ternyata itu adalah Rakara. Rayana seketika melupakan masalahnya, Rayana segera menghamburkan pelukannya ke arah Rakara.


Rakara yang terkejut melihat kedatangan Rayana sungguh terkejut. Entah kenapa seluruh rasa penat yang menghampirinya tiba tiba sirnah. Rakara sangat bahagia, apalagi ketika Rayana menghamburkan pelukannya. Rakara segera memberikan tas kerjanya kepada supir. Sementara Rakara segera menggendong adik tercinta nya, untuk melepas rasa rindunya.


Rakara mengecup pipi dan puncak kepala Rayana dengan gemas. Selama ini bukannya ia tak ingin mengunjungi adiknya di negeri tetangga, namun Rakara tak memiliki waktu. Ia harus bekerja, karena sang ayah sudah menyerahkan perusahaan mereka kepada Rakara. Terlebih lagi saat ini Daniel sudah tua, dan memilih untuk membantu sedikit sedikit saja, dan itupun Daniel memilih untuk bekerja di rumah.

__ADS_1


Angel jangan di tanya, Angel juga sibuk membantu Rakara, namun ia juga tak di perbolehkan kekantor, terlebih lagi jika Daniel tak ikut. Daniel semakin overprotektif saja kepada Angel, mungkin pengaruh usia, dan sudah sadar akan pejuang di luar sana. Padahal ia tak tahu saja bahwa Angel juga kini memasuki usia yang tak muda lagi. Hanya saja wajahnya yang lebih terlihat awet muda.


Rayana jangan di tanya, selama di sana porsi pekerjaan kantornya menjadi sangat sedikit, karena ia juga harus menempuh pendidikan. Rayana juga setelah ini di tuntut untuk memimpin perusahaan bagian fashion, Terlebih lagi Rayana yang suka sekali berdandan, dan nama besar Rayana sebagai fashionista, di dunia flogger.


Ia lebih banyak bertugas mem_promosikan produk perusahaan nya, dan juga merancang baju baju untuk di luncurkan di perusahaannya. Ya itulah kegiatan Rayana, jika kalian fikir Rayana tak sehebat Rakara dalam bisnis, itu adalah hal yang salah. Nyatanya Rayana juga mampu menjadi salah satu flogger fashionista, yang juga sebentar lagi akan menerima kontrak sebagai juri di salah satu ajang pencarian bakat model terbesar di Indonesia. Meskipun harus Rayana sadari Rakara memang jauh lebih unggul dari padanya.


Setelah ini bisa di pastikan Rayana akan sibuk dengan urusan bisnis, dan flog dan juga pekerjaan di bagian entertainment. Terlebih lagi namanya semakin melambung, ketika Rayana di kabarkan memiliki hubungan spesial dengan Pith, sang aktor Thailand yang juga tengah naik daun.


Yah bisa di bilang saling menguntungkan lah, karena adanya pemberitaan kedekatan mereka, jadinya mereka berdua di minta untuk menjadi bintang iklan ice cream dan beberapa makanan dan minuman. Yang pasti kedepannya mereka berdua akan semakin banyak lagi bekerja sama.


Sementara dokter Aldi, ia harus banyak banyak menelan pil kesabaran, ketika melihat pujaan hati akan lebih banyak menghabiskan waktu dan pekerjaan bersama saingan cintanya. Yah, meskipun itu hanya menurut dokter Aldi saja.


"Besok kegiatannya apa?" tanya Rakara ketika mereka telah berkumpul di ruang keluarga.


"Hm... Pagi paling pergi ke kantor ngecek semua laporan, siang pemotretan produk sebentar, baru balik lagi ke kantor."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Teman teman maaf ya ga bisa up se rutin kemarin karena ada banyak kendala, seperti harus menyusun perbaikan skripsi, dan beberapa acara serta kesibukan lain. Aku harap kalian mengerti, dan tetap setia membaca ceritaku. Disini author berusaha se profesional mungkin untuk bisa up sebisa mungkin. Terimakasih, maaf sekali lagi....


...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....


...Dan terimakasih sebanyak banyaknya yang sudah dengan loyalnya memberikan vote, dan hadiah, serta koin. I Love You....

__ADS_1


__ADS_2