
Setelah kepergian Anton, mereka segera masuk, dan berjalan beriringan. Dengan Wati yang berada berada di belakang Roni.
Kali ini Roni memilih naik, di lift khusus CEO, karena tidak mau satu ruanagan berdua dengan Wati. Roni tak mengerti keadaannya akhir akhir ini.
...
"Lo tumben Ron." goda Daniel sembari menaikkan alisnya, dan merangkul Angel.
Roni yang mendengar nada bicara, dan tingkah Daniel, mengerti betul bahwa Daniel saat ini sedang menggodanya. Rasanya ingin sekali Roni memukul kepala Daniel, jika tidak memikirkan tentang kehadiran Angel. Serta posisinya saat ini.
Roni hanya bisa tersenyum kecut, sembari menggelengkan kepalanya.
^^^Hm... untung lo bos gue. Kata Roni dalam hati.^^^
"Jangan suka ngumpat saya, di dalam hati kamu, keliatan dari wajah kamu." kata Daniel tersenyum kemenangan.
Daniel sengaja memperlihatkan kemesraan nya dengan Angel. Daniel bahkan tidak segan segan memeluk Angel.
"Dunit lo apa apaan sih? Lagian kak Roni dari tadi diam, ga ada ngomong." kata Angel berusaha melepas pelukan Daniel.
Merasa penolakan dari Angel, Daniel segera mengeratkan pelukannya, sembari mengecup leher jenjang Angel.
"Angel saya sangat mencintai kamu sayang." kata Daniel yang kini mengecup wajah Angel.
"Ih Dunit apa apaan sih? Malu tau." kesal Angel.
"Biarin, biar si Roni sadar sama perasaannya." kata Daniel, sontak membuat Roni benar benar kehilangan kata kata.
^^^Ya Tuhan kuatkan hamba, bawa saja mereka ke penghulu saya ikhlas lahir batin. Kata Roni dalam hati.^^^
"Jangan mengumpat saya Roni." kata Daniel kembali, membuat Roni menghela nafasnya.
"Siapa yang mengumpat bos? Saya hanya berdoa semoga kalian segera ke penghulu." bela Roni, membuat Angel melorotkan matanya.
"Lalu kamu doain diri kamu ga? Biar cepat cepat bisa dekat dengan si Wati." ledek Daniel, terus memeluk Angel dan mengecup wajah Angel.
"Hah memang dia siapa?" tanya Angel sembari menengadah ke arah Daniel.
__ADS_1
Tak mau menyia-nyiakan kesempatan Daniel segera mengecup singkat bibir Angel.
"Wati sayang." kata Daniel, sontak benar benar membuat Roni berdecak kesal.
"Yang mana tu?" tanya Angel penasaran.
Angel sudah tidak kaget lagi dengan perbuatan Daniel, karena Angel sudah terbiasa dengan hal tersebut.
"Wati siapa?" tanya Angel bingung.
"Yang tadi pagi." kata Daniel.
Mendengar percakapan Angel dan Daniel, Roni hanya bisa menghela nafas.
"Kakak suka sama kakak cantik itu? Pantas sih cantik." kata Angel jujur.
"Cantikan kamu sayang." kata Daniel semakin mengeratkan pelukannya.
Untung saja tak lama kemudian pintu lift terbuka, segera mereka keluar dari lift. Mereka kemudian masuk ke ruangan masing masing.
Daniel yang melihat Angel asik mengerjakan sesuatu, segera mendekati Angel, dan berdiri di sampingnya.
"Sayang tugas yang kemarin belum di selesai ya?" tanya Danie, sembari mengelus punggung Angel.
Mendengar pertanyaan dari Daniel, Angel hanya mengangguk, menandakan kebenaran tersebut.
"Sayang coba lihat." kata Daniel, sembari memutar laptop Angel agar menghadap ke arahnya.
Angel hanya memandang Daniel dengan seksama, yang saat ini tengah mengerjakan tugasnya. Daniel tampak lihai mengerjakan tugas Angel. Hanya dalam lima belas menit tugas Angel telah selesai di tangan Daniel.
^^^Ahlinya memang berbeda, apalah daya yang hanya amatiran. Untung ada dunit. Kata Angel dalam hati sembari tersenyum sumringah.^^^
"Wah..." kata Angel berdecak kagum
Mendengar kata kata Angel, Daniel tersenyum, kemudian membawa Angel kedalam dekapannya.
"Bagaiman sayang?" tanya Daniel.
__ADS_1
Angel mengacungkan jempolnya, mengagumi kemampuan Daniel, sembari tersenyum.
Daniel tersenyum melihat senyum mengembang, dan semangat yang di tunjukkan Angel.
"Kirim ke email sekarang ya sayang." kata Daniel lembut.
Mendengar hal itu, Angel segera merogoh ponselnya, dan membuka aplikasi pengirim pesannya. Kemudian membuka group, dan memperlihatkan alamat email.
"Nah ini, di kirim ke sini." kata Angel sembari tersenyum senang.
"Ke sini sayang?" kata Daniel memastikan, kembali alamat email nya.
Angel mengangguk semangat, ketika Daniel menanyakan hal itu. Saat Daniel menekan tombol kirim. Angel benar benar bahagia, karena tugasnya di kirim tepat waktu.
"Terimakasih dunit..." seru angel kegirangan.
Mendengar hal itu, membuat Daniel tersenyum. Daniel mengusap lembut kepala Angel, sembari berjongkok di depannya.
"Apakah aku akan mendapatkan hadiah?" tanya Daniel sembari mengecup punggung tangan Angel.
Angel yang mendengarkannya, menjadi bingung. Angel benar benar tak mengerti apa yang harus ia berikan.
"Hm..." Angel tampak berpikir.
Daniel yang melihat ekspresi Angel yang tengah berfikir menjadi sangat gemas. Daniel segera berdiri, dan mencubit pipi Angel pelan.
"Dunit mau apa?" tanya Angel sembari memandang Daniel.
Daniel sangat senang mendengar kata kata Angel. Daniel tampak menaikkan alisnya, memandangi Angel, sembari tersenyum senang.
"Kamu nanti traktir makan siang aja ya di kantin." kata Daniel tersenyum.
Setelah mengatakan hal itu, Daniel segera mengecup pipi Angel, dan kembali ke mejanya.
"Sip." kata Angel mengacungkan jempolnya.
"Oh ya satu lagi, saya mau kamu belajar mencintai saya." kata Daniel membuat Angel mengangguk.
__ADS_1