Duda Genit

Duda Genit
Sekilas masalalu.


__ADS_3

"Kenapa tiba tiba kepikiran dia bee," tanya Daniel sembari menyatukan jari jemari mereka.


"Entah lah... kisah mereka aku rasa unik, si tuan arogan, yang tsunder," kekeh Angel, membuat Daniel ikut terkekeh.


"Tapi aku pastikan kisah kita lebih unik," seru Danil tidak ingin kalah dengan kisah cinta anak buahnya.


"Hm... sangat manis, sehingga seorang duda mengejar-ngejar seorang gadis yang baru ditemuinya untuk pertama kali," kata Angel segera memandang ke arah Daniel. "Ah... aku rasa duda itu jatuh cinta kepada wanita itu untuk pandangan pertama."


"Hm... kamu benar bee, saya jatuh cinta pada pandangan pertama, padahal wanita itu bahkan mengenal saya saja tidak," kata Daniel. "Mana jutek lagi," tambah Daniel sembari memeluk erat tubuh Angel.


Tiba tiba ingatan Angel kembali saat ia baru pertama kali bertemu, dan saat berada di kantor Daniel untuk membicarakan seminar. "Ya iyalah ga kenal main sosor aja," kata Angel membela dirinya sendiri. "Tapi ingat ga pertama kali bertemu? Orang kamu nya kok yang sombong," lanjut Angel menoel hidung Daniel. "Saat orang ngajak bicara, ga di jawab. Dari sekian banyak pernyataan yang aku lontarkan, eh... jawabannya cuman satu kat 'Daniel' itu pun hanya karena di kenalin sama kak Roni."


Daniel terkekeh mendengar kekesalan istrinya. "Saya hanya terkejut di panggil om sama kamu bee," jelas Daniel.


"Habisnya waktu itu muka kamu kelihatan tuir," tawa Angel menggelegar, membuat Daniel semakin memeluknya.


"Bee... Bee kamu kemarin di apartemen Al ya saat saya telfon?" tanya Daniel memandang wajah Angel dengan lembut.


Angel sedikit berfikir, namun ternyata Angel masih belum menemukan nya. "Hm... yang mana?" tanya Angel bingung.


"Saat kamu kabur dari apartemen saya," jelas Daniel, berusaha menggali kembali ingatan Angel.


Angel tersenyum, ia mengingat kejadian itu, kemudian terkekeh. "Oh... iya numpang makan, sembunyi dari tukang culik anak gadis orang," kata Angel sembari cengengesan.


Daniel terkekeh mengingat hal konyol yang pernah ia lakukan, memang bisa masuk ke dalam pidana penculikan anak. Ah... tidak bukan anak, karena saat itu Angel sudah dewasa, sudah berumur dua puluh dua tahun.


"Bukan penculikan bee," kata menyanggah ucapan istrinya. "Itu namanya perjuangan, perjuangan cinta untuk calon istri."


"Ada perjuangan posesif sebelum memiliki, nyosor sebelum memiliki?" Angel kembali tertawa mengingat masalalu saat Daniel mengejarnya.


"Yang penting kamu jadi istri saya sekarang, biarpun kemarin maksa, selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan," kata denil sembari terkekeh mengusap lembut kepala Angel. Malam itu mereka bercerita tentang banyak hal, hingga akhirnya mereka tertidur.


......................


Pagi ini Angel dan mendapati suaminya yang tengah tertidur, Angel tersenyum ketika mengingat kelakuan suaminya tadi malam, benar benar lucu. Cemburu dan posesif adalah salah satu cara suaminya menunjukkan, betapa cintanya ia kepada istrinya. Angel beberapa kali mencubit pelan hidung mancung suaminya dengan gemas. Suaminya terlihat sangat tampan dan menawan, meskipun masih dalam keadaan tertidur. Wajah blasteran timur tengah itu, tengah damai dalam mimpinya, maklum saja ayah suaminya itu merupakan orang timur tengah, sehingga wajah Indonesia bercampur timur tengah, nyaris sempurna tercetak di wajah suaminya itu.


"Dasar, kenapa dia curang sekali, lihatlah wajah ya tetap tampan ketika tidur, dan lihat... rambutnya tetap keren meski acak acakan. Tapi sayang tukang cemburu," kekeh Angel, sembari sedikit mendekat kan wajahnya untuk mengecup bibir Daniel sebentar.


Saat Angel akan menarik kembali kepalanya, ternyata tengkuk Angel telah di tahan oleh Daniel. Bibir Angel kini kembali mendarat di atas bibir Daniel, namun kali ini Daniel yang memimpin permainan, Daniel me*lu*mat serta menghisap bibir istrinya.


Ya... Daniel telah bangun sejak tadi, saat Angel tengah mencubit pelan hidung suaminya itu. Daniel sengaja berpura pura tidur, padahal ia juga hampir tersenyum, ketika istrinya mencubit hidung mancungnya dengan gemas hingga beberapa kali. Namun Deniel sedikit terkejut, ketika merasakan nafas istrinya tepat menerpa pipi kanannya. Deniel membuka matanya, ternyata benar saja Angel tepat berada di depannya, sembari menutup matanya bersiap untuk mengecup bibir milik Daniel. Tak ingin kehilangan momen, Daniel menarik tengkuk istrinya ketika istrinya akan menjauh.


Daniel kemudian me*lu*mat dan menghisap bibir atas dan bawah Angel. "Bee kapten mau ketemu baby di dalam sana," kata Daniel tersenyum ke arah Angel. "Bee ayo bee, kata dokter tiga sampai empat kali dalam satu minggu."


Melihat tatapan mesum suaminya, akhirnya Angel hanya bisa pasrah, dan mengikuti permainan syahdu suaminya di pagi hari ini. Dan terjadilah pagi yang menggelorakan di kamar mereka, sehingga keringat dan peluh benar benar turun di setiap jengkal tubuh mereka.


"I love you bee," kata Daniel setelah mereka selesai melakukan kegiatan panas mereka. Angel hanya mengangguk, kemudian kembali terlelap di dalam mimpinya.


Daniel ikut membaringkan tubuh di samping Angel, Daniel telah siap kembali menghirup aroma tubuh istrinya. Apalagi kini di saat mereka masih dalam keadaan te*la*nja*ng, dan penuh peluh. Membuat Daniel semakin menyukai aroma tubuh Angel.

__ADS_1


Daniel menghirup aroma tubuh Angel, begitu rakus, seakan tak rela berbagi dengan siapapun. Setelah sekian lama membaui istrinya, akhirnya Daniel menarik istrinya ke dalam pelukannya. Daniel kemudian mengecup puncak kepala istrinya, hingga merasa puas.


Angel yang merasakan gangguan, sedikit mengernyit, dan menggerakkan badannya. Daniel yang merasakan hal itu, segera menghentikan aktifitasnya, dan segera bangkit. Daniel ingat pagi ini akan ada surat dari rumah sakit, dalam test covid untuk ibunya.


Daniel akhirnya segera bangkit, dan mencomot bajunya yang telah berserakan, akibat ulahnya tadi. Daniel akhirnya melangkahkan kaki menuju kamar mandi, dan membersihkan diri. Setelah selesai Daniel segera keluar dari kamar mandi, dengan melilitkan handuk di pinggangnya.


Daniel berjalan menghampiri istrinya yang saat ini masih terlelap. Daniel segera mendudukkan dirinya di samping Angel, dan kembali mengecup kening istrinya. Air dari rambut Daniel turun mengenai wajah Angel, membuat Angel mengernyit.


Daniel kemudian mengusap wajah istrinya yang terkena air, dan menepuk pelan tubuh istrinya, agar kembali terlelap. Setelah Angel kembali tenang, Daniel akhirnya beranjak dan memakai baju kausnya dan celana boxer.


Setelah selesai mengenakan pakaian lengkapnya, Daniel kemudian segera keluar dari kamar mereka. Dan menemui Melisa yang saat ini tengah berada di meja makan, dan menyantap makanan nya.


"Selamat pagi ibu..." kata Daniel melihat ibunya yang tengah sarapan, di meja makan. Daniel segera mendudukkan pantatnya di hadapan ibunya.


Melisa melihat Daniel sedikit bingung, karena anaknya tidak bersama menantunya. Melisa takut mereka bertengkar hanya karena semalam. "Angel mana? Kamu ga berantem ya sama istri kamu?" tanya Melisa penasaran, karena tidak melihat Angel bersama dengan anaknya.


"Oh Angel lagi tidur Bu, maklum habis olahraga pagi, nanti sarapannya biar Daniel yang ngantar," kata Daniel tersenyum tengil ke arah ibunya.


Melisa yang melihat hal itu bernafas lega, sembari menganggukkan kepalanya. "Memangnya Chandra kenal di mana dia?" tanya Melisa penasaran tentang hubungan Angel dan Chandra.


"Oh... tenyata istri Chandra itu sahabatnya Angel, makanya dia terkejut, karena suaminya ternyata sepupu dari sahabatnya." jelas Daniel sembari terkekeh ke arah Melisa.


"hm..." kata Melisa sembari mengangguk, dan menelan makanan nya yang di mulut. "Ibu kirain mantan nya," kata Melisa mengangguk mengerti. "Tapi kok ibu ga liat dia di nikahan Chandra kemarin."


Daniel tersenyum. "Oh... dia jadi pengantar pengantin wanita Bu," kata Daniel kemudian tersenyum menyuapkan kembali nasi goreng.


"Hah... masa?" tanya Melisa kemudian di angguki oleh Daniel. "Ya ampun... ternyata orang itu Angel," kata Melisa sembari menepuk kepalanya.


"Kemarin pengantar pengantinnya, nyamperin Tante Mona kamu, terus ngobrol bareng..."


Flashback on tiga tahun yang lalu.


Angel dan Juwita baru saja menggiring pengantin wanitanya, setelah Chandra melakukan akad nikah. Chandra tersenyum ke arah istrinya, yang sangat cantik itu. Meski awalnya mereka hanya di jodohkan, namun akhirnya mereka saling mencintai. Perjalan yang begitu unik dari seorang Mr. Guy dan kolonel cantik. Hingga akhirnya saling jatuh cinta dan sama sama sepakat melangkah kaki menuju pernikahan.


Angel segera mendekati Mona, orang tua dari Chandra. Angel dan Juwita tersenyum ketika menyapa Mona dan seorang perempuan, yang terlihat mirip dengan Mona, dan ternyata itu adalah Melisa, ibu dari Daniel.


"Halo Tante Mona, selama ya akhirnya kak Chandra married juga dengan kak Aliya," kata Angel memberi selamat.


"Ah iya, terimakasih sudah mau di repotkan," kata Mona tersenyum. "Kalian kapan nyusulnya?" lanjut Mona.


"Kalau Angel masih lama tante, belum punya calon. Kalau kak Juwita tinggal nunggu babang Brayen lagi untuk ngelamar," kata Angel sembari menyenggol Juwita sahabatnya.


"Ih... kamu mah jangan gitu Angel, malu," kata Juwita dengan wajah memerah.


Tak lama kemudian seorang laki laki tampan datang menghampiri mereka. Laki laki itu tersenyum ke arah Juwita, membuat Angel dan Mona berdehem, mengejek Juwita.


"Sudah babang tampan datang tuh hampirin sana," ledek Angel.


Wajah Juwita semakin memerah, membuat mereka yang tersenyum. Sementara Brayen segera menghampiri Juwita dan memeluk pinggang Juwita.

__ADS_1


"Tu kan Tan... jadi iri di buatnya, tante cariin juga dong, biar ga ngerasa jomblo sendiri," kata Angel sambil terkekeh.


"Ada keponakan tante satu," kata Mona sontak membuat Melisa mendelik tajam ke arahnya, karena jelas jelas Daniel saat itu telah menikah. "Tapi sayang sudah menikah."


Mereka semua terkekeh mendengar kata kata Mona, sontak membuat Melisa terkekeh juga di buatnya, sementara Angel hanya menggerbikkan bibirnya.


Flashback off.


Kembali ke masa sekarang, Daniel terkejut mendengar cerita ibunya. Ternyata ibunya terlebih dahulu bertemu dengan istrinya. Mungkin saja kemarin mereka sama sama tak mengenal. Dan mungkin saja yang di bilang Tante Mona dulu itu hanya berupa candaan, namun sekarang benar benar terwujud. Siapa sangka dua tahun kemudian, setelah pernikahannya dengan Anna, akhirnya mereka bercerai. Dua tahun kemudian Angel dan Daniel di pertemukan di klub tampa sengaja. Hingga mereka berada di dalam ikatan pernikahan.


Daniel segera menghabiskan makannya, kemudian segera berdiri, dan mengambil makanan untuk istrinya. Baru saja Daniel akan beranjak dari tempatnya, Angel telah turun dari tangga terakhir. Angel tersenyum ke arah suami dan juga mertuanya.


"Pagi bu, maaf baru bangun," kata Angel merasa tidak enak.


"Ga papa sayang, lagian yang salah kan suami kamu, masa pagi pagi minta jatah," kata Melisa melirik Daniel sejenak. "Makan sayang."


Daniel hanya tersenyum ke arah Angel, dan segera meletakkan piring berisi nasi untuk Angel. "Bik tolong buatin susu hamil untuk Angel."


Angel duduk di samping suaminya, sementara seorang satpam datang dan menemui anggota keluarga tersebut. "Maaf ada surat dari rumah sakit," kata satpam tersebut sembari memberikan surat berlogo rumah sakit tersebut.


Mereka semua membuka surat tersebut, tampak di wajah tua Melisa sedikit tegang, karena takut hasilnya tidak sesuai dengan keinginannya. Namun Angel dan Daniel tampak biasa saja, karena yakin Melisa negatif, karena memang Melisa tidak pernah keluar dari rumah, dan benar saja sesuai dengan perkiraan mereka, ternyata Melisa memang negatif.


Melisa tampak bahagia, ketika mengetahui hasilnya. "Tu kan negatif ibu, makanya jadi anak itu jangan sok tahu," seru Melisa ke arah Daniel.


"Tahu diri," kata Daniel menegakkan tahu yang telah di goreng oleh maid mereka. "Tahu baring," Daniel kembali merebahkan tahu tersebut di atas piringnya. "Tahu di makan," kata Daniel kembali sembari memasukkan potongan tahu tersebut ke dalam mulutnya.


Melisa dan Angel terbengong bengong melihat kelakuan absurt Daniel, yang luar bisa, luar biasa anehnya. "Sunit kamu demam ya?" tanya Angel.


"Engga kok bee," kata Daniel sembari tersenyum ke arah istrinya. "Coba deh tahunya enak."


Daniel meletakkan tahu ke piring Angel, sembari tersenyum. Membuat Angel semakin bergidik, melihat kelakuan aneh bin ajaib suaminya.


"Tu kan sayang, mending suami kamu itu kamu bawa ke dokter jiwa deh," kata Melisa memancing Angel untuk meyebutkan nama Juwita.


"Ada sih Bu, tapi dokter psikolog," kata Angel segera menyendok kan makanannya ke dalam mulut.


"Oh namanya siapa? Biar ibu kenalan," pancing Melisa kembali sembari tersenyum.


"Oh namanya Juwita Bu," kata Angel kembali menyuapi dirinya makanan.


Melisa tiba tiba menggebrak meja, membaut Angel terkejut, dan tersedak. Daniel panik melihat hal itu, segera memberi Angel air putih. Angel segera meminum air tersebut, kemudian mengusap dadanya dan tenggorokan nya. Karena masih sedikit terbatuk akibat tersedak.


"Bee napas pelan pelan bee, habis itu minum lagi bee," kata Daniel mengusap punggung istrinya, yang masih terbatuk-batuk akibat ulah sang ibu, yang sama anehnya dengan kelakuannya.


"Jiwa murni dan jiwa mudanya benar benar tidak terkontrol lagi, memangnya tidak sadar usia apa," gumam Daniel melihat tingkah ibunya.


"Kamu kemarin yang mendampingi di pernikahan Chandra itu kan? Yang minta di carikan jodoh dengan Mona," kata Melisa dengan semangat, yang justru semakin membuat Angel terbatuk, karena malu ternyata ibu mertua nya tahu akan hal itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....


...Dan terimakasih sebanyak banyaknya yang sudah dengan loyalnya memberikan vote, dan hadiah, serta koin. I Love You....


__ADS_2