Duda Genit

Duda Genit
S2 (Selama di perjalanan)


__ADS_3

"Pak ini kenapa ya?" Rayana bertanya kepada salah satu warga tersebut.


"Oh biasalah mbak, sepasang suami istri naik mobil dalam keadaan mabuk, jadi gini deh," jelas salah satu warga tersebut, membuat dokter Aldi dan Rayana terkejut, sekaligus mengulas senyum.


"Orangnya mana?" Rayana berpura pura tak tahu.


"Itu mbak, nunggu mobil ambulan datang, kayaknya belum datang.


"Apanya yang luka," Rayana sedikit penasaran.


"Cuman luka luka Mbak, cuman orangnya pingsan," jelas laki laki itu.


Untung saja tadi Rayana sempat merekam pembicaraan mereka dalam sebuah video, yang menampakkan plat dan mobil yang ringsek bagian depan tersebut, akibat menabrak trotoar, serta kedua orang yang tengah tak sadarkan diri.


"Makasih pak informasinya," kata Rayana tersenyum manis.


Setelah mengucapkan hal itu, dokter Aldi segera melajukan mobilnya, karena orang yang di depan tampaknya telah bergerak.


Rayana segera mengirim video tersebut kepada ayahnya, kemudian kembali menyimpan ponselnya.


"Sudah ku bilang semua akan baik baik saja," kata Rayana meraih tangan dokter Aldi.


Dokter Aldi tersenyum senang sembari memandang sebentar ke arah istrinya. Kemudian fokus kembali ke arah depan sembari mengecup tangan istrinya.


"Terimakasih sayang," kata dokter Aldi tersenyum.


"Kamu kalau capek berhenti aja, soalnya aku ga bisa bawa mobil," kata Rayana sedikit tidak enak kepada dokter Aldi.


"Iya nanti tampa kamu suruh pun, kalau aku capek atau ngantuk aku pasti istirahat,"dokter Aldi tak ingin Rayana khawatir kepadanya.


Setelah jam menunjukkan pukul dua belas, mereka sama turun untuk makan siang di salah satu rumah makan yang sederhana.


Setelah makan siang, mereka segera kembali ke mobil, untuk beristirahat siang. Entah kenapa mata dokter Aldi sedikit berat, karena itu mereka memilih untuk tidur siang.


Mereka segera berbaring di belakang barisan kursi pengemudi, hal ini karena bangku belakang tersebut telah di sulap menjadi tempat tidur, dan beberapa susun meja panjang, yang sejajar dengan tempat tidur. Meja tersebut di peruntukkan untuk tempat barang, seperti piring, pemanggang, tempat minum, snacks dan lain lain.


Mereka melakukan panggilan video dengan Willi yang tampak tengah bermain bersama Maxim. Nampaknya mereka tengah berkumpul bersama di rumah Aska. Mereka tersenyum ketika Willi dengan semangat menceritakan tentang mainan baru, yang di belikan oleh Maxim, terpancar wajah bahagia di sana membuat dokter Aldi merasa lega.


Setelah melakukan video call, dokter Aldi segera menarik Rayana ke dalam pelukannya, dan segera tertidur, panasnya terik tak sedikitpun mengganggu mereka, karena di dalam mobil tersebut telah Rayana menyiapkan kipas tampa listrik, melainkan dengan baterai yang akan menghemat perjalananan mereka, bahkan Rayana telah menyiapkan beberapa kotak baterai untuk itu.


......................


Selama di perjalanan, Rayana dan dokter Aldi banyak melihat pemandangan bagus dan hijau, mereka berdua takjub akan pemandangan alam yang begitu menyejukkan mata mereka. Rayana dan dokter Aldi berhenti di beberapa kota, tentu saja mereka akan menikmati keindahan kota tersebut. Misalnya saat sepasang suami istri itu melewati jalur Yogyakarta dan Malang.


Sepasang suami istri tersebut melintasi jalan yang berliku-liku ditemani dengan pemandangan bukit dan gunung dari kejauhan, hal itu sungguh menghipnotis sepasang suami istri yang tengah berbulan madu tersebut.

__ADS_1


Selain itu, cuaca yang dingin juga sangat menyejukkan badan, sehingga membuat suasana yang mereka lalui semakin mesra saja, di tambah Rayana yang merebahkan kepalanya di pundak dokter Aldi.


Namun, tiba tiba Rayana merasa mual karena jalanan yang berliku-liku, dokter Aldi segera menepikan jalan untuk segera berhenti, dokter Aldi memang sedikit lelah, maka dari itu lebih baik mereka berhenti.


Rayana segera keluar meredahkan rasa mualnya, dokter Aldi segera memberikan Rayana air putih. Setelah itu mereka segera ke kedai kopi terdekat.


Sambil menikmati secangkir kopi khas Malang yang banyak mereka temui di kedai sekitaran jalur tersebut, Rayana dan dokter Aldi tampak sangat menikmati saat saat itu. Setelah kopi tandas, dokter Aldi segera mengajak Rayana menuju mobil mereka.


Dokter Aldi kembali mengemudikan mobil tersebut, sambil mencari tempat yang sedikit lapang untuk berteduh malam ini, semabari melihat bintang yang bertebaran di langit, dengan keadaan alam yang masih alami.


Setelah menemukan tempat tersebut, dokter Aldi segera menepikan mobil mereka, dokter Aldi juga membantu Rayana menurunkan alat pemanggang mereka.


Setelah itu dokter Aldi mendekat dan memeluk tubuh Rayana dari arah belakang, ia mengecup puncak kepala Rayana. "Sayang mau di bantu apa?"


"Ga usah kamu kan udah capek banget tadi ngndarain mobil seharian," Rayana tersenyum membalas kecupan dokter Aldi di bagian bibir. "Kamu duduk aja di situ."


Sekarang dokter Aldi hanya duduk di bangku yang di tunjuk Rayana tadi, dan melihat Rayana yang tengah memanggang daging ham, roti, beberapa keju untuk mereka, dan telur. Rayana juga tak lupa memanggang dua daging beku untuk steak mereka, serta mengeluarkan saus steak.


Setelah semua matang dokter Aldi segera membantu Rayana untuk mengangkat makanan mereka. Kemudian duduk dan makan malam bersama dengan Rayana di bawah sinar rembulan, sungguh suasana yang sangat romantis.


Ah, disini dokter Aldi belajar romantis tak mesti mahal, namun dengan kesederhanaan saja sudah cukup, cukup mereka berdua saja.


"Sayang di sini sepi banget ya, ga salah kalau kita milih tempat ini," dokter Aldi tersenyum penuh arti.


Setelah makan malam dokter Aldi dengan semangat membantu Rayana untuk membersihkan tempat mereka, melipat kursi dan meja, kemudian menggosok gigi, dan mencuci wajah.


"Sayang aku bisa minta sekarang ga," dokter Aldi tiba tiba memeluk Rayana. "Kemarin kan engga."


Rayana tersenyum menindih suaminya, ia mengerti betul maksud pembicaraan suaminya itu. Rayana kemudian mengecup bibir dokter Aldi tanda menyetujui keinginan suaminya.


Dokter Aldi segera mematikan mampu kemudian segera membalikkan posisi mereka, dokter Aldi segera mengecup setiap inci wajah Rayana, kemudian berakhir pada bibir Rayana.


Kecupan itu lama kelamaan berubah menjadi lu*ma*tan, ce*ca*pan, hisapan dan belitan lidah mereka. Sepersekian detik kemudian baju meraka telah berhasil di tanggalkan, Dokter Aldi kemudian berpindah mengecup dan menggigit kecil telinga Rayana.


Dokter Aldi menyatukan cinta mereka, kemudian kita tahulah apa yang selanjutnya terjadi, goyang ngebor mobilnya akan sangat tampak jika jalan itu terdapat penerangan, untung saja mobil mereka sedikit masuk ke tempat yang lapang, dan tak terlalu di pinggir jalan.


"Ah, Raya sayang," seperti biasa dokter Aldi selalu menyerukan nama istrinya ketika selesai ber*cinta.


Dokter Aldi segera memakai boksernya, dan menutupi tubuh polos istrinya dengan selimut, kemudian segera menutup pentilasi atas mobilnya.


Dokter Aldi segera berbaring, dan memeluk tubuh istrinya, kemudian kembali mengecup wajah istrinya, ia kemudian segera menurunkan wajahnya ke dada istrinya, dan menenggelamkan wajahnya di sana, sesekali mengecupnya.


"Good night," gumam dokter Aldi sebelum benar benar terlelap.


......................

__ADS_1


Pagi harinya saat Rayana terbangun ia mendapati dokter Aldi tengah berada di dalam pelukannya, ia segera menggeser sedikit kepala dokter Aldi, kemudian segera mencari pakaiannya yang berserakan, Rayana kemudian mengenakan pakaian nya, dan segera keluar dari mobil tersebut.


Rayana saat mengecup wajah suaminya sebentar, kemudian mencuci wajahnya dengan air, lalu mengeluarkan alat pemanggang dengan pelan, serta alat untuk membuat air panas.


Sepertinya sarapan sebentar lagi akan siap, dokter Aldi yang mencium bau harum dari makanan yang di buat Rayana segera terbangun, dokter Aldi segera mengenakan kausnya kemudian keluar dari mobil.


Ah, jika mengingat percintaan mereka semalam ingin rasanya dokter Aldi mengualnginya lagi. Ah, sebuah sensasi baru, yang benar benar membuatnya menjadi ketagihan.


Dokter Aldi segera keluar dan memeluk tubuh istrinya dari belakang, menghirup aroma masakan bercampur dengan aroma tubuh Rayana, yang sungguh menjadi candu untuk dokter Aldi.


"Udah mau jadi ya sayang?" dokter Aldi mengecup pipi Rayana.


Rayana segera membalas kecupan suaminya, kemudian kembali menyelesaikan masakannya.


Setelah masakan selesai dokter Aldi membantu istrinya untuk menata makanan mereka, dokter Aldi kemudian duduk di hadapan Rayana, dan segera memotong steak kecil kecil untuk istrinya itu.


"Sayang semalam enak banget, ada rasa yang beda gitu," kata dokter Aldi sembari tergelak.


Rayana bergidik mendengarkan kata kata dokter Aldi, entah kenapa semenjak mereka menikah kemesuman_nya semakin menjadi jadi, dari hari ke hari.


Bahkan seperti pagi ini saat mereka sarapan, dokter Aldi masih saja membicarakan kegiatan panas mereka semalam. Meskipun Rayana juga merasakan sebuah sensasi yang berbeda, sama halnya dengan dokter Aldi namun Rayana masih punya malu untuk membicarakan hal sefulgar ini di pagi hari, terlebih saat ini mereka masih sarapan.


Ah, tiba tiba Rayana teringat kegiatan panas mereka, sontak membuat Rayana memerah. Rayana tak bisa membohongi dirinya sendiri.


"Sayang kok muka kamu merah? Malu ya? Jangan malu dengan suami sendiri," dokter Aldi tersenyum lebar melihat wajah istrinya, itu artinya semalam juga sangat berkesan bagi istrinya.


"Apaan sih," Rayana segera membuang mukanya ke seberang arah asal tak bertemu pandang dengan suami genitnya itu.


"Mulai sekarang sampai kita selesai bulan madu, tiap malam aku bakal nyari tempat yang gini lagi deh," kata dokter Aldi menyuap makanan terakhir nya.


"Hah untuk apa?" Rayana bingung maksud dari dokter Aldi.


"Untuk ngegoyang mobil lagi, biar yuhut," kata dokter Aldi dengan kerlingan mesumnya.


"Dasar dokter mesum," desis Rayana segera berdiri dan membersihkan piring kotor mereka.


Dokter Aldi membantu Rayana dengan membersihkan dan mengangkat peralatan mereka ke mobil, setelah selesai mereka segera melajukan mobil mereka ke tujuan selanjutnya.


Hi semua Author mau buat novel baru judulnya Mr. Gay Vs Colonel cantik, nanti saat muncul jangan lupa di baca dan di like ya, cuman ga sekarang tapi nanti wkwkwkwk, di tunggu kedatangannya di novel baru author.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****Selamat berpuasa teman teman sekalian bagi yang muslim 🙏🙏🙏****...


...Mohon maaf jika ada salah dan kekhilafan serta ketersinggungan selama author menulis novel terimakasih...

__ADS_1


...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....


__ADS_2