Duda Genit

Duda Genit
S2 (Laki laki tukang bully)


__ADS_3

Setelah makan siang tampaknya Willi mengatuk, sementara dokter Aldi segera membereskan bekas makan mereka. Dokter Aldi kemudian segera membuka overbed table, dan duduk di samping Willi, dokter Aldi tampak cekatan menidurkan Willi, membuat Rayana berdecak kagum.


Rayana bahkan ikut menepuk nepuk tangan Willi yang sudah terlihat sangat mengantuk, maklum saja tadi malam ia tertidur hampir jam dua belas, karena menjaga mamanya.


Setelah Willi tertidur dokter Aldi segera menggenggam tangan Rayana, kemudian mengusap kepala Rayana.


"Kamu cepat sembuh ya, lain kali jangan kecapean, kalau kerja jangan di porsir," kata dokter Aldi sembari mengecup kepala Rayana. "Nanti babysiter Rayana akan datang, dan bawain baju ganti buat aku sama willi."


Rayana segera mengalihkan pandangannya ke arah dokter Aldi, sebenarnya Rayana merasa tidak enak, karena dirinya Willi dan dokter Aldi menjadi repot seperti ini.


"Kenapa ga pulang aja? Biar Willi istirahat di rumah aja," tawar Rayana sembari mengalihkan pandangannya ke arah Willi. " Kasian Willi nya."


"Sayang, Willi ga akan senang di rumah kalau mamanya masuk rumah sakit," kata dokter Aldi segera mengeratkan genggaman tangannya.


Ia tahu bahwa Rayana memiliki sedikit ketakutan dan rasa tidak enak terhadap dirinya, namun Rayana juga tak ingin dokter Aldi berfikir bahwa dirinya hanya memanfaatkan dokter Aldi.


"Sayang jangan merasa tidak enak, kamu kan calon istri ku, meskipun sekarang kamu masih belum yakin, tapi aku percaya kok apa yang aku lakukan sekarang ga akan sia sia," kata dokter Aldi mengusap lembut tangan Rayana. "Kamu tahu terkadang cinta memang butuh pengorbanan seperti ini."


"Tapi aku..." Rayana bahkan belum menyelesaikan kata katanya namun dokter Aldi segera memotong kata kata Rayana.


"Aku tahu kamu belum ada rasa kan dengan aku?" Rayana hanya mengangguk kecil. "Tak apa cinta datang karena terbiasa, tapi aku harap kamu mau belajar mencintai aku," Dokter Aldi tersenyum nanar memandang ke arah jendela yang terbuka. "Tenang aja aku bakalan nunggu kok."


"Makasih udah mau nunggu," kata Rayana sedikit tersenyum.


"Hm, jadi izinin aku buat dekatin kamu, dan jangan merasa tidak enak atas semuanya, anggap saja ini merupakan pembuktian


ku," kata dokter Aldi segera melepaskan genggaman tangan Rayana, kemudian bangkit dari sisi tempat tidur.


Dokter Aldi segera mengambil jas dokternya, kemudian mengecup puncak kepala Rayana. "Sayang aku pergi dulu, soalnya takutnya ada pasien yang nungguin."


Dokter Aldi segera melangkah ke pintu keluar kamar rawat inap Rayana. Saat dokter Aldi hendak membuka pintu, tiba tiba Rayana berseru.


"Iya makasih ya, selalu ada, kamu yang semangat," Rayana kembali memberi semangat kepada dokter Aldi, sontak membuat dokter Aldi yang tadinya ingin keluar kini berbalik arah, dan mendekat ke arah Rayana.

__ADS_1


Rayana yang melihat dokter Aldi berbalik menjadi bingung di buatnya, Saat dokter Aldi berada di dekatnya, tiba tiba dokter Aldi mengecup singkat bibir Rayana.


"Tanggung ngasih semangatnya," kata dokter Aldi kemudian kembali mengecup puncak kepala Rayana. "Kamu tahu kenapa kamu ga nolak sayang?"


Rayan sontak menggeleng kecil. "Kenapa?"


"Karena sebenarnya kamu juga suka sama aku, tapi kamu belum menyadarinya," kata dokter Aldi kemudian kembali berjalan meninggalkan Rayana. "Terimakasih untuk semangatnya hari ini."


Rayana tersenyum samar, sembari menggeleng kecil melihat kelakuan dokter tampan duda anak satu tersebut.


Rayana kemudian memainkan ponselnya sembari membuka beberapa pesan yang tak sempat di buka oleh dirinya.


Rayana segera menelfon Pith yang saat ini tengah berada di Thailand, saat sambungan telfon terhubung Pith segera tersenyum sumringah melihat keadaan Rayana yang sudah terlihat baik baik saja, mereka berbincang cukup lama, hingga akhirnya panggilan untuk syuting Pith terdengar.


Setelah selesai menutup telfon dari Pith, tiba tiba Aska datang dan berniat untuk menjenguk sekaligus memeriksa Rayana, bersamaan dengan Daniel dan Angel yang juga baru datang.


"Maaf sayang bunda baru datang soalnya tamunya baru pulang tadi," kata Angel sembari membawa makanan kesukaan Rayana.


"Ciah, calon suami dan anak siap siaga nie," Aska mulai menggoda Rayana, membuat Rayana malu seketika.


"Ih apaan sih om," kesal Rayana kemudian segera membuka makanan dari Angel.


"Ga apa apa sayang, kan om Aska bener," Daniel ikut meledek putri semata wayangnya.


"Ih bunda," Rayana mulai merengek kepada bundanya.


"Iya sayang, jangan keras keras nanti Willi bangun, kasian," Angel mengusap lembut kepala Rayan.


Angel tak menyahut lagi, dan meminta Aska mengambilkan overbed table dengan dagunya.


"Apaan ga ngerti sayang," kata Aska tak mengerti maksud dari Rayana.


"Overbed table om, masa itu aja ga ngerti padahal kemarin pas tante Vania gitu ngerti ngerti aja," protes Rayana kepada Aska yang masih tak mengerti maksud dari Rayana.

__ADS_1


"Iya kan itu istri Om, ya ngerti lah, kan dari hati ke hati," Aska tergelak ketika mengatakan hal tersebut. Aska segera mengambilkan overbed table dan memberikannya kepada Rayana.


"Iya om suka suka om lah, biar puas," kesal Rayana sembari menerima overbed tersebut.


"Nah emang iya Raya, coba tadi yang kamu gituin si Aldi pasti dia langsung mengerti," kata Aska sembari menaik turunkan alisnya.


"Ih om jangan suka ngeledek Raya deh," Rayana bersungut kesal dengan hal tersebut. "Ingat ya om Rayan ini masih pasien."


"Iya pasien, sini om periksa dulu, takutnya terjangkit virus kamu, virus bucin dokter Aldi," Aska segera meletakkan teleskop khusus di telinganya.


Aska memeriksa Rayana dengan seksama, meskipun melihat wajah cemberut Rayana yang sejak tadi tersuguh kan.


"Aldi, Aldi, Aldi," Aska segera mengatakan hal itu membuat Rayana semakin kesal.


"Wah tu kan ternyata lebih cepat dari biasanya," kekeh Aska membuat yang lain ikut terkekeh.


"Ih om, Raya lagi kesel loh, jangan suka gitu om, jadi dokter kok ga profesional banget," kesal Rayana mengerucutkan bibirnya.


"Idih mancung banget tu bibir," ledek Aska.


"Jangan cemberut gitu nanti Aldi ga mau lagi sama kamu," timpal Daniel semakin membuat Rayana kesal.


"Ih kalian jangan gitu dong, kasian Raya kan jadi malu malu kucing," kini Angel juga mulai ikut ikutan.


"Bunda jangan ikut ikutan ajaran sesat mereka ya, para laki laki tukang buli gadis perawan," kata Rayana ngasal semakin membuat yang lain tertawa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Selamat berpuasa teman teman sekalian bagi yang muslim 🙏🙏🙏...


...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....


...Dan terimakasih sebanyak banyaknya yang sudah dengan loyalnya memberikan vote, dan hadiah, serta koin. I Love You....

__ADS_1


__ADS_2