Duda Genit

Duda Genit
S2 (Masalalu Dokter Aldi)


__ADS_3

Kini semua terduduk dengan tenang di ruang keluarga, mereka semua bercerita dengan santai, hanya dua orang saja yang tidak santai di antara mereka, siapa lagi jika buka Rayana dan dokter Aldi.


Rayana masih takut akan di marahi oleh Daniel karena insiden kamar mandi, berusaha mengalihkan perhatiannya dengan bermain dengan Willi dan juga ibunya, Angel.


Mereka seperti tengah bermain dengan berbagai mainan yang baru saja di antar-kan oleh kurir, Rakara lah yang membelikannya, agar calon keponakan bisa betah di rumah.


Sementara para laki laki tampak tengah berbincang bincang dengan santai, dokter Aldi sekali kali melirik ke arah Willi, Angel dan Rayana.


Willi tampak bahagia bermain dengan Rayana dan Angel, hal itu membuat dokter Aldi ikut bahagia, karena tak hanya dirinya namun juga anaknya di terima oleh keluarga Rayana.


"Jadi Aldi, kemarin kenapa kamu bisa menikah?" Daniel tiba tiba bertanya perihal rumah tangga dokter Aldi.


Dokter Aldi tampak tersenyum kecut mengingat masa lalunya, dokter Aldi mengalihkan pandangannya ke arah Willi yang tengah bermain.


"Jadi saya dan ibu Willi itu adalah sahabat, namun suatu kejadian ibu Willi hamil dengan pacarnya, namun karena restu dari orang tua dan juga pacarnya yang tidak ingin bertanggung jawab, akhirnya saya bersedia menikahinya," dokter Aldi tampak menarik nafasnya dalam dalam, ada guratan kesadihan ketika bercerita tentang masa lalunya.


"Jadi Willi bukan anak kamu?" Aska kini terkejut, karena tak menyangka akan hal itu.


"Iya, Willi bukan anak kandung saya, tapi saya akan tetap menyayanginya dengan seluruh hidup saya," lanjut dokter Aldi sembari tersenyum memandang ke arah Willi.


"Apa kamu menyayangi ibu Willi?" Daniel masih berusaha mengorek informasi dari dokter Aldi.


Dokter Aldi tampak menggeleng kemudian tersenyum ke arah Daniel. "Saya memang menyayangi nya namun sebagai seorang sahabat, namun selama bersama dengan dia saya berusaha untuk setia, memang perceraian kami terjadi karena salah saya," dokter Aldi tampak menarik nafasnya dalam dalam. "Saya tak bisa memberikan nafkah batin kepada mantan istri saya, hingga akhirnya ia berselingkuh, dan menelantarkan Willi saat masih bayi."


Mata dokter Aldi tampak berkaca-kaca, ketika mengingat keadaan Willi dulu, saat di tinggal dirinya ke luar negri untuk menuntut pendidikan spesialis kandungan, mantan istrinya yang memiliki perangai kasar terkadang berbuat tidak pantas untuk Willi yang masih bayi, sehingga babysiter Willi yang tak tega segera melaporkan hal tersebut kepada dokter Aldi.

__ADS_1


"Akhirnya saya menuntut cerai dan memenangkan hak asuh Willi untuk saya, dengan tuduhan perselingkuhan dan kdrt terhadap Willi," kata dokter Aldi tersenyum miris. "Sebenarnya saya tidak menyangka sikapnya akan sebegitu berubahnya, dulu yang saya tahu dia itu orangnya lembut tidak suka kekerasan, namun semua tampak jelas ketika menikah, dan membuat saya takut jika Willi dengan dirinya, maka Willi akan menjadi korbannya lagi."


Daniel tampak tersenyum bangga ketika mendengar cerita calon menantunya, ia sangat senang dengan laki laki yang bertanggung jawab seperti dokter Aldi.


"Maaf mengungkit cerita masalalumu, saya sangat bangga dengan kamu, karena kamu menyayangi Willi seperti anak sendiri," kata Daniel bangga, bertambah satu point lagi nilai dokter Aldi di matanya.


"Iya, bukankah saya harus berterus terang, agar kedepannya tidak terjadi hal yang tidak di inginkan," duda satu anak tersenyum ke arah Rayana.


"Wah jangan jangan lo perjaka ting ting ya? Duda muda yang masih perjaka," Aska tergelak mengatakan hal tersebut, Aska kini punya satu rahasia lagi yang selama ini di sembunyikan oleh dokter Aldi.


"Diam lah, gue malu kalau lo bilang begitu terus," kata dokter Aldi berbisik kepada Aska, namun masih bisa di dengan oleh Daniel dan Rakara.


"Eh ponakan tolong sopan sedikit ya sama om, gue ini om lo, ingat itu," kata Aska sombong kepada dokter Aldi.


"Umur saya 31," kata dokter Aldi sedikit canggung.


"Wah hanya beda tujuh tahun dari Raya, muda banget kamu nikahnya," Daniel terkekeh sembari memandang ke arah dokter Aldi.


Rakara yang memang lebih pendiam dari yang lain, Rakara hanya terkekeh ketika mendengar kata kata dari ayahnya.


"Nah kan terjadi lagi adik ipar lebih tua dari kakak ipar," Aska kini menimpali dan membuat mereka semua terkekeh.


Duo wanita itu dan Willi segera memandang ke arah para laki laki yang tergelak, namun tiba tiba Willi merengek kepada Rayana.


"Mama ngantuk, Willi tidur mama ya," rengek anak berumur hampir tiga tahun itu.

__ADS_1


Rayana tampak bingung menjawabnya, dokter Aldi yang melihat keraguan yang melanda Rayana segera buka suara. "Sayang kalau ngantuk tidur ya, nanti kita balik sama papa, di rumah papa."


Dokter Aldi merasa tidak enak kepada calon mertuanya, jika hanya Rayana maka ia akan senang hati mengajak Rayana ke kamar, untuk tidur bersama hitung hitung melepas rasa rindu.


"Ga papa Raya bawa Willi ke kamar kamu, nanti kalau mau balik baru di bangunin, atau kalau engga tidur di sini aja," tiba tiba Angel memberikan ide gila, yang membuat Rayana melotot tak percaya.


"Iya, Willi kalau ngantuk tidur di kamar Raya saja dulu, takutnya ga nyaman di sini," kata Daniel tersenyum ke arah Rayana.


"Iya Raya, kakak juga udah pesan susu tadi untuk Willi, jadi ga papa tidur di sini," timpal Rakara yang sejak tadi diam.


^^^Hm, rasakan pembalasanku Raya manusia ember bocor tukang peras. Rakara tergelak bahagia di dalam hatinya, merasa bahagia mampu membalas kelakuan Raya selama ini.^^^


"I, Iya yah," kata Rayana sedikit gugup, ia segera menggendong Willi. "Ayo sayang."


"Kak Aldi bisa antarin Willi ga? Takutnya Raya kepeleset di atas tangga," tampak seringai licik di wajah Rakara, sepertinya inilah saat pembalasan untuk si ratu rubah licik tersebut.


Mereka yang mengerti akan maksud dari Rakara, hanya terkekeh kecil enak juga rasanya ketika melihat wajah centil dan percaya diri tersebut, tiba tiba berubah merah padam entah menahan amarah atau menahan malu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Teman teman maaf ya ga bisa up se rutin kemarin karena ada banyak kendala, seperti harus menyusun perbaikan skripsi, dan beberapa acara serta kesibukan lain. Aku harap kalian mengerti, dan tetap setia membaca ceritaku. Disini author berusaha se profesional mungkin untuk bisa up sebisa mungkin. Terimakasih, maaf sekali lagi....


...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....


...Dan terimakasih sebanyak banyaknya yang sudah dengan loyalnya memberikan vote, dan hadiah, serta koin. I Love You....

__ADS_1


__ADS_2