Duda Genit

Duda Genit
Bertemu dengan kekasih hati


__ADS_3

Siang ini mereka bersama sama sedang pergi ke salah satu mall, mereka memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu.


Saat Aiyla tengah memotong steak nya, Aiyla tampa sengaja menciptakan saus ke arah bajunya Rakara.


"Eh kamu ngapain?" saat saus Aiyla mengenai jas Rakara.


"Eh sorry ga sengaja kak," Aiyla segera menghapus noda saus di jas milik Rakara menggunakan tissue.


"Makanya lain kali hati hati, lihat kan jas saya jadi kotor," Rakata menepis tangan Aiyla.


Melihat tangannya di tepis Aiyla justru berdecik sebal, melihat kesombongan kakak sepupunya. Aiyla justru semakin mengusap kasar jas Rakara.


^^^"Dasar tuan sombong, tuan arogan, tuan ngeselin, tuan dingin, tuan Takur, tuan tanah, semoga jodoh keduamu membuatmu pusing tujuh keliling."^^^


Aiyla terus memandang Rakara dengan pandangan sinis, Rakara benar benar sombong dan menyebalkan.

__ADS_1


"Ga apa apa cuman sedikit doang kok," Aiyla bahkan sedikit menurunkan egonya saat ini.


^^^"Sabar Aiyla, dia bos lo sekarang, besok besok kalau lo udah mecat dia dari bos lo, lo jambak jambak deh ni orang. Sekarang ngalah aja, karena diam adalah emas saat ini, entah lo dapat emas seratus karat dan jadi wanita kaya raya," Aiyla tersenyum penuh kepalsuan.^^^


"Tapi hari ini klien penting saya," Rakara terus saja marah marah kepada Aiyla, bahkan saat ini Rakara membuat wajahnya semakin menyeramkan. Namun bukan Aiyla namanya yang jika takut dengan wajah menyeramkan dari sepupunya. Tidak, Aiyla tidak akan pernah takut, karena sejak kecil Aiyla dan Ahmed telah di bekali ilmu bela diri.


^^^"Ya Allah ya Tuhan ku, jauhkanlah hamba dari jodoh se judes sepupu laknat ini."^^^


"Ya elah gitu doang, sini jas nya," Aiyla segera menarik jas Rakara, membuat Rakara terperangah kesal.


"Dasar bos persuasif, bos tak tahu diri, bos sombong, bos laknat, bos aneh," berbagai macam umpatan dari mulut Aiyla untuk Rakara. Hingga akhirnya tak sengaja bertabrakan dengan seorang laki laki.


"Aduh sial banget sih gue hari ini," Aiyla benar benar menggerutu kesal.


"Ai kamu ga apa apa kan?" lelaki itu segera mengulurkan tangannya ke arah Aiyla.

__ADS_1


"Eh kak Iki, kakak di mall ini juga? Wah kebetulan banget ya mungkin kita jodoh," Aiyla tersenyum manis ke arah Iki.


"Ada ada aja kamu Ai," lelaki yang biasa di panggil Iki tersenyum. "Oh ya kamu ngapain di sini?"


"Oh ni, lagi nyariin jas buat Bosman laknat gue, eh ini malah ketemu jodoh di sini," Aiyla tersenyum jenaka di akhir kalimat.


Iki terkekeh mendengar gombalan Aiyla, Iki sebenarnya sudah terbiasa mendengarkan gombalan Aiyla. "Ya udah aku tahu tempat jual jas yang kayak gitu."


"Wih, kak Iki ku pahlawan tepat waktuku," Aiyla segera menggandeng tangan dan Iki.


Aiyla memang telah jatuh cinta pada Iki sejak pertama kali bertemu, wajahnya yang sangat kentara dengan wajah Asia, membuatnya terlihat mirip seperti artis Korea, sehingga membuat Aiyla seketika terpesona dengan wajah Iki.


Sementara Rakara saat ini tengah harap harap cemas, ia takut kliennya datang, dan mengira ia tak profesional, terlebih saat ini Rakara hanya mengenakan kemeja putih.


"Aduh anak itu benar benar suka sekali mencari masalah," Rakara mendengus kesal. "Dik kamu cari gadis gila itu."

__ADS_1


__ADS_2