
Mobil datang dengan membawa bad sofa sesuai keinginan Daniel, membuat si pemesan tersenyum puas. Sementara Melisa dan Angel hanya menggeleng melihat kelakuan Daniel, yang semakin hari semakin mengherankan. Angel berjalan lebih dekat, untuk melihat bad sofa pesanan Daniel, namun Daniel segera mencegahnya.
"Bee... kamu ngapain dekat dekat?" tanya Daniel tak ingin istrinya dekat dengan para pengantar bad sofa.
"Ya mau lihat lah," kata Angel santai sembari terus mendekat. "Ini yang memang tersedia, atau baru tadi di buatnya?"
"Ini sesuai permintaan tuan Daniel, karena yang seperti ini tidak ada nona," kata pekerja tersebut, karena mengira Angel belum menikah.
Ange tersenyum mendengarkan penuturan laki laki tersebut, kemudian mengangguk mengerti. Sementara Daniel yang melihat hal itu, segera menarik Angel ke ruang makan, sehingga membuat para pekerja yang menunggu bayaran bingung.
Sesampainya di ruang makan, Daniel segera mendudukkan Angel di salah satu kursi meja makan. "Bee di sini aja, jangan keluar, jangan gerak walaupun cuman satu langkah," titah Daniel membuat Angel bingung.
"Minum sama makan boleh?" tanya Angel menggoda suaminya.
"Ya iya lah sayang... masa aku ga bolehin kamu makan sama minum, asalkan kamu ga keluar dari ruangan ini ga papa kok," kata Daniel mencubit pelan pipi istrinya. Daniel terkekeh melihat dengan tingkah istrinya, yang kadang mengesalkan namun juga menggemaskan di saat yang bersamaan, membuatnya tak tega untuk memarahi istrinya.
"Soalnya tadi di larang gerak," kata Angel lagi, sontak membuat Daniel semakin gemas di buatnya.
"Bee..." kesal Daniel mengecup pipi Angel, sontak membuat Angel terkekeh.
"Iya iya sana," kata Angel mengusir suaminya, kemudian berjalan menuju kulkas untuk mencari sesuatu yang bisa di makan.
Daniel kemudian keluar dan memberikan kepada para pekerja, sejumlah uang untuk bayaran mereka. Setelah para pekerja menerima bayaran tersebut, mereka segera pamit pulang, dan kembali ke truk pengantar barang mereka.
Daniel kembali ke ruang makan, ingin melihat istri cantiknya itu makan apa. Angel mendapati sang istri tengah mengupas buah buahan, Daniel tersenyum kemudian mengambil alih pisau dan buah buahan tersebut.
"Bik tolong kupasin buah ini ya," seru Daniel sembari mengajak istrinya ke bad sofa baru mereka.
Sesampainya mereka di bad sofa, Daniel segera menuntun Angel untuk duduk di bad sofa, Daniel kemudian segera berbaring di samping Angel sembari memeluk tubuh istrinya.
Melisa datang dengan membawa buah yang sudah di kupas oleh asisten rumah tangganya. "Heh yang begitu harus nya istri kamu, bukannya kamu, dasar suami perangko," seru Melisa mengejek anaknya.
Ya akhir akhir ini panggilan dan gelar Daniel memang berubah, menjadi suami perangko. Apalagi semenjak Angel hamil Daniel memang bak perangko, yang suka sekali menempel pada Angel. Bahkan sampai sampai membaui Angel, bau kesukaan Daniel saat ini adalah bau badan istrinya, terlebih lagi jika Angel berkeringat. Sangat sangat nikmat bagi Daniel, bahkan Daniel terkadang melarang Angel untuk mandi. Tentu saja Angel akan membantah, karena merasa seluruh badannya lengket.
"Ga papa bu... istri Daniel ga masalah kok, ya kan bee," kata Daniel meminta dukungan kepada Angel.
Angel tak menjawab, Angel memilih mengusap lembut kepala suaminya. Daniel yang di perlakukan begitu, merasa Angel menyetujui perkataannya barusan. Daniel bahkan lebih menenggelamkan kepalanya di ketiak istrinya.
"Bee mau bakso kayaknya enak ni," tiba tiba Daniel berkata begitu, membuat yang lain segera memandang Daniel.
Melihat semua pandangan tertuju padanya, Daniel merasa bingung sendiri. "Kenapa? Memangnya ga boleh?" tanya Daniel sewot. "Bik beliin bakso ah sama tekwan ya bik," seru Daniel membuat asisten rumah tangga mereka segera berangkat mencari pesanan bos nya.
"Sunit kalau bakso pasti ada, kalau tekwan itu ga ada sunit, apalagi siang siang gini, tekwan itu bukanya jam empat atau jam lima-an sunit, jangan ngadi ngadi deh," kata Angel berusaha mencegah keinginan suaminya, yang akan merepotkan orang lain.
"Lah nasi kebuli aja bisa di dapat sekarang, padahal biasanya untuk acara," tutur Daniel tak ingin kalah.
Angel dan Melisa tak habis pikir degan sikap Daniel, yang memiliki permintaan aneh. Bagaiman tidak Daniel menginginkan tekwan pada jam satu siang.
"Itu beda Bambang," teriak Angel dan Melisa secara bersamaan, menyebabkan Daniel cemberut secara tiba tiba.
"Eh iya nyonya, ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang koki di kediaman tersebut, karena mendengar namanya di teriakkan.
Angel dan Melisa hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sembari mencari cari alasan.
"Katanya mau minta buatin tekwan yang enak," celetuk Daniel membuat Angel dan Melisa melotot.
__ADS_1
"Oh... saya siapin dulu ya nya," kata Bambang sang koki teladan di kediaman mereka.
Melisa dan Angel kini hanya bisa kompak bergeleng, mereka memang salut akan kehebatan koki rumah yang satu ini, hebat dalam hal kuliner Indonesia.
"Bi... beli bakso aja, ga usah tekwannya," teriak Angel dari dalam, membuat Daniel mencubit pelan pipinya.
"Bee kok jahat banget sih..." kesal Daniel membuat Angel terkekeh.
"Kan tadi udah," kata Angel menunjuk ke arah dapur.
Mengerti maksud Angel, Daniel segera menenggelamkan kepalanya di bahu Angel, sembari berbaring di samping Angel.
"Bee kalau nanti kamu mau apa apa tinggal bilang, tenang saja saya akan menjadi ayah yang siap siaga," kata Daniel sembari memeluk Angel.
Melisa yang mendengar hal itu hanya mendengus di buatnya. "Suami yang siap siaga, dasar perangko, bukan kamu yang siap siaga. Tapi Angel yang jadi istri siap siaga."
Daniel mendengus mendengarkan kata kata ibunya, sehingga membuat Angel merasakan geli di bagian lehernya. "Auh... sunit jangan gitu ah, geli," keluh Angel sembari mengusap tangan Daniel.
"Tu kan lihat saja, yang manja itu kamu bukan istri kamu, yang minta ini itu kamu bukan istri kamu, sadarlah wahai perangko bucin," kata Melisa meledek Daniel, semakin membuat Daniel kesal di buatnya.
"Bee lihat ibu mertua kamu itu, kerjaannya mengejek saya saja, coba tanya dengan dia anak nya itu saya atau kamu sih bee," kesal Daniel semakin membuat Angel terkekeh.
Melisa yang mendengar itu, hanya bergidik tak perduli. Sementara tangannya mengambil remot, untuk memindahkan chanel indoseare, yang menayangkan FTV tentang pintu berkah.
"Tu kan bee, saya masih mau nonton loh, masa di pindahin aja, kayaknya ibu mertua kamu itu bukan menandakan, ibu yang baik hati kepada anak tunggalnya deh," protes Daniel mendongak ke arah Angel, semakin membuat Angel terkekeh di buatnya. Namun kali ini Angel sedikit gemas, kemudian mencubit pipi suaminya.
"Sunit kalau itu ibu mertua aku, terus suami aku siapa dong," goda Angel membuat Daniel segera memeluknya.
"Ya jelas, saya lah... bukan yang lain, cuman saya suami kamu, saya itu suami kamu, dan kamu istri saya," sewot Daniel.
Daniel segera mendudukkan dirinya di hadapan Angel. "Ingat ya bee, ini..." Danie menunjuk ke arah dada Angel. "Hati kamu, cuman untuk saya, cuman saya yang boleh ada di dalam sana, kunci hati kamu cuman untuk saya."
Angel sedikit tertegun mendengarkan perkataan suaminya. Kemudian Angel tersenyum sembari memandang retina mata suaminya, Daniel memang suka sekali menggombalinya.
Daniel kemudian meletakkan tangan Angel tepat di dadanya. "Bee, cuman kamu yang ada di sini, jadi kamu harus sama, apalagi sekarang kita sebentar lagi akan memiliki anak."
Angel tersenyum lagi lagi, Daniel memang tak berubah dari dulu, selalu menggombalinya. "I love you bee, I love you more... more than you know," kembali lagi si suami bucin ini menggombali istrinya.
"Dasar perangko bucin, tukang cemburu, masa tukang bad sofa aja di cemburuin," gumam Melisa menghancurkan momen romantis anaknya dan menantunya.
Daniel hanya mendengus mendengarkan kata kata ibunya, memilih untuk kembali berbaring dan memeluk Angel.
"Iri bilang bos," celetuk Daniel membuat Melisa menatap tajam ke arah anak nya.
"Ni ngutuk anak jadi centong nasi boleh ga ya?" kesal Melisa, membuat Angel terkikik geli mendengarnya.
"Yang ada Daniel yang harusnya ngutuk ibu, ibu itu dari tadi ngekek Daniel mulu," balas Daniel tak terima ingin di kutuk menjadi centong nasi. "Ingat ya Bu, doa anak yang teraniaya kata pak ustad mujarab."
"Kamu juga haru ingat, surga itu di telapak kaki ibu, apalagi ibunya sesoleha ibu," tantang Melisa, membuat Angel semakin terkikik melihat pertengkaran ibu dan anak ini.
"Lagian kalau ibu ngutuk Daniel jadi centong nasi, siapa coba yang bakalan adzanin cucu kesayangan ibu," kata Daniel mencoba menasehati ibunya. "Masa iya adzan aja online, kan keluarga angel semua lagi di luar negeri."
Melisa berfikir sejenak tiba tiba badannya bergidik ngeri, apalagi membayangkan cucunya di azani dengan centong nasi, apalagi centong-nya berwarna ungu. Dengan segera Melisa menggeleng kemudian mengetuk meja hingga tiga kali. "Amit amit."
Angel benar benar terkejut melihat kelakuan absurt mertuanya, ternyata bukan pikiran me*sum yang di turunkan Melisa, rupanya kelakuan aneh bin ajaib pun juga di dapat dari Melisa.
__ADS_1
"Bee ibu memang aneh, udah jangan di pikirin, saya ga mau anak kesayangan saya punya pemikiran seperti ibu," kata Daniel kembali lagi membuka perseteruan dengan ibunya, padahal tadi jelas jelas sudah mereda.
Angel mendesah mendengarkan pancingan suaminya, yang terlihat sebentar lagi akan termakan oleh Melisa.
"Huh... terserah, ibu malas mau bertengkar dengan anak yang durhakim," seru Melisa memilih meninggalkan Angel dan Daniel.
"Ibu mau kemana?" tanya Angel takut mertuanya marah kepada suaminya.
"Mau istirahat, istirahat dari suami perangko bucin bin durhakim," kata Melisa berlalu, kemudian masuk ke dalam kamarnya.
"Sunit ibu ngambek ga tu?" tanya Angel menunjuk ke arah Melisa, yang sudah menutup pintu kamar nya.
"Engga bee, ibu ga marah, ini memang waktunya tidur siang ibu," jelas Daniel sembari terkekeh. "Bee kenapa sih kamu enak banget sekarang, baunya semerbak buat pingin cium cium terus."
Angel hanya terkekeh mendengarkannya, Angel mengusap wajah suaminya, kemudian menangkupnya. "Sunit mungkin kamu cuman yang suka," tutur Angel lembut.
"Bee engga, ini memang enak banget," kata Daniel dengan tak tahu malunya bermesraan di depan para maid.
"Ih kamu ga malu ya gini di depan maid?" tanya Angel mencubit pipi Daniel, entah kenapa semenjak dirinya hamil, Angel sangat suka mencubit pipi suaminya itu.
"Untuk apa malu? Kamu kan istri saya bee, ga dosa loh mencium istri di depan umum," kata Daniel menaik turunkan alisnya, sembari tersenyum menggoda ala Daniel.
Angel terkekeh mendengarkannya, kalau di pikir pikir bagaimana mungkin suaminya ini memikirkan hal itu? Yah... memang sejak kapan Daniel malu menunjukkan kemesraannya dengan Angel di depan umum? Bukankah sebelum Angel menyetujui hubungan mereka, Daniel lebih dahulu mengakui Angel adalah calon istrinya. Bahkan tidak segan segan, Daniel berani memeluk dan mengecup bibir Angel di depan umum.
"Bee ayo ke balkon, sambil nunggu bakso, sama tekwan pesanan kita," kata Daniel berdiri sembari menggandeng tangan Angel.
"Pesanan kita? Kamu aja kali, aku numpang aja," kata Angel terkekeh, membuat Daniel mencubit pipi Angel.
"Ih... sayangnya sunit ini bisa aja, makin sayang deh sama bee nya sunit ini," kata Daniel merangkul tubuh ramping Angel.
Daniel dan Angel segera menaiki tangga, dan segera masuk ke dalam kamar mereka. Daniel dan Angel saat ini berjalan menuju balkon mereka, di mana di situ sudah ada bad sofa, membuat mereka lebih leluasa bersantai di atas sana.
"Bee, ponsel kamu mana?" tanya Daniel meminta ponsel Angel.
"Bentar, ini di atas meja sofa," kata Angel segera kembali masuk ke dalam kamar.
"Hm..." kata Daniel memperbaiki bantal yang akan mereka pakai.
Tak lama kemudian Angel kembali keluar dan berbaring di samping Daniel. "Ini sunit, untuk apa?"
"Mau buat video di Instagram, biar semua tahu kalau kamu itu istri saya," kata Daniel sembari membuka Instagram Angel.
Daniel segera membuka kamera, yang tersedia di Instagram Angel, kemudian membuat video dengan berbagai gaya, membagikan kebersamaan dan kemesraannya bersama Angel. Sesekali Daniel mengecup bibir istrinya, membaut Angel menutup wajahnya karena malu.
Daniel kemudian membuka live streaming Instagram, menceritakan kehamilan istrinya. Daniel terlihat benar benar bahagia, dapat terlihat dengan bagaimana Daniel menceritakan, hingga kebersamaan mereka saat ini. Terlihat antusiasme para penonton Angel begitu besar, terlebih lagi saat Daniel mengungkapkan betapa ia mencintai istrinya.
"Bee I love you," kata Daniel sembari mengecup dagu istrinya. Sementara Angel lebih memilih bersembunyi di belakang punggung Daniel. "Cie malu, memang pemalu dia teman teman, ini lah kenapa saya suka dengan dia, soalnya kalau malu mukanya merah, bikin gemes," tutur Daniel sembari menghadap ke arah Angel, dan memeluk Angel, meletakkan kepala Angel di dadanya.
Daniel tahu betul jika saat ini istrinya sangat malu, wajahnya sekarang sangat merah seperti kepiting rebus, membuat Daniel ingin sekali mencium nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Alhamdulillah guys hari ini bisa mengunggah hingga 2000 kata, semoga kalian suka gusy, terimakasih atas pengertiannya, yang terkadang pendek. Ga kadang sih tapi sering ...
...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....
__ADS_1
...Dan terimakasih sebanyak banyaknya yang sudah dengan loyalnya memberikan vote, dan hadiah, serta koin. I Love You....