
Hari ini adalah hari pertunangan Rakara dan juga Rani, Rayana berencana mengajak calon kakak iparnya itu untuk ke salon dan membeli gaun, untuk acara pertunangan Rakara dan juga Rani.
Mereka terlihat antusias mencari gaun untuk mereka berdua, sesekali tertawa dengan berbagai macam cerita. Setelah mereka puas memilih gaun, mereka kemudian pergi ke salon untuk melakukan perawatan pada tubuh dan wajah.
Setelah selesai mereka segera kembali ke kediaman keluarga Mark Rosyid, tampak seluruh orang sangat sibuk, bahkan beberapa wartawan sudah mulai memadati gerbang masuk rumah keluarga Mark Rosyid.
Rayana segera mengintip dari balik jendela yang di kemudikan oleh mang Diman, sementara Rani sejak tadi menegang karena hal itu, ia semakin tidak percaya diri karena masih tak percaya bisa bersanding dengan orang seperti Rakara.
Seorang CEO muda yang berbakat, di tambah wajah yang sangat tampan, dan pastinya terkenal. Sedangkan dirinya? Semua kebalikan dari Rakara, ia hanya seorang sekretaris tidak kaya raya, dan bahkan ia seorang yatim piatu.
Menyadari calon kakak iparnya terbengong, Rayana segera menepuk pundaknya. "All is well, semua akan baik baik saja."
Seakan tahu betul apa yang di fikirkan Rani, Rayana menggenggam tangan Rani sembari tersenyum. Membuat Rani tersenyum senang karena ia bersyukur bahwa keluarga calon suaminya itu tak pernah memandang rendah dirinya, walaupun ia sadar betul bahwa ia bukan apa apa untuk suaminya.
Ternyata ketakutannya selama ini tidak terjadi, apa yang ia baca di novel novel, serta film film tidaklah terjadi, semua hanya cerita fiksi yang menguras emosinya saja.
Saat memasuki ruangan mewah tersebut, yang kini tampak begitu cantik dengan hiasan hiasan di mana mana, membuat takjub mata kedua orang yang baru datang.
"Sayang kalian udah datang?" tanya Angel ketika membawa nampan berisi minuman untuk para pekerja dekor.
"Iya Bun, ini baru balik dari salon, ayah sama kak Raka mana?" Rayana celingak celinguk mencari keberadaan Rakata dan juga Daniel.
"Semua di taman belakang bareng Aldi sama Willi juga ada," kata Angel sembari memberikan nampan tersebut ke salah satu pekerja.
"Hah mereka juga ada?" Rayan tampak terkejut mengetahui dokter Aldi dan juga Willi ikut bergabung.
"Iya mereka mau ikut siap siap," kata Angel membuat Rayana mengangguk mengerti.
"Yaudah kakak mau ke belakang?" Rayana berbalik memandang calon kakak ipar yang pemalu bin polos itu.
Rani yang di tanya hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan dari calon adik iparnya.
__ADS_1
Rani memang pendiam dan pemalu anaknya, membuat Angel sedikit tidak tega ketika Rayana suka sekali menggodanya, belum lagi ejekan ejekan yang sungguh tak mampu ia balas.
"Ya udah mah, Raya ke atas dulu ya, mau nyimpan tas, ga enak di dalam rumah sendiri nenteng nenteng tas," kata Rayana segera berlari menuju kamarnya yang ada di lantai dua.
Sementara Angel dan Rani segera masuk ke dalam taman belakang, di sana sudah tampak Aska, Maxim, Malvin, Bram, dan Al dan Aldo (Kakak dari Angel). Merea tampak berkumpul sembari bercerita banyak hal.
Saat Angel dan Rani ikut berkumpul bersama, tampak semua orang segera memandang ke arah mereka berdua.
Daniel segera meminta istrinya untuk mendekat ke arahnya dengan bahasa isyarat, membuat Angel segera mendekat ke arah Daniel.
Sementara Rani segera ikut berkumpul bersama dengan para wanita yang tengah berbincang bincang di salah satu gazebo.
"Bee ke kamar yuk," bisik Daniel ketika Angel telah duduk di sampingnya.
"Hah ngapain?" tanya Angel bingung, dengan maksud suaminya.
"Si kapten kangen," kata Daniel dengan kerlingan yang hanya di ketahui oleh Angel seorang.
"Mau pergi atau ku cium di sini?" Daniel kembali menggoda Angel.
Membayangkan hal itu saja sontak membuat Angel merinding disko, sungguh tingkat ke me*su*man laki laki itu tak tertandingi, bahkan setelah menginjak usia tua saja, ia masih suka sekali menggoda istrinya, dengan kata kata yang cukup mencengangkan.
"Ais, iya," kesal Angel segera berdiri mendahului Daniel, yang masih terkekeh.
Sementara dokter Aldi sejak tadi sibuk mengedarkan pandangannya mencari keberadaan sang kekasih hati, yang sejak tadi tak pernah muncul. Dokter Aldi sedikit mendesah, membuat Aska yang sejak tadi berada di sampingnya menjadi tersenyum.
Aska jelas tahu apa yang membuat sahabatnya itu mendesah, ia tahu sahabat sekaligus calon keponakan nya itu sedang mencari calon istri nya, membuat Aska tersenyum lucu melihat tingkah dokter Aldi.
"Mau cari Raya? Ke dalam aja, biasanya kalau dia dari mana aja, pasti hal yang pertama yang di tujunya itu ketika kembali ke rumah itu kamarnya, jadi kalau mau nyari Raya itu mudah banget," Dokter Aldi berbinar mendengar penyataan dari Aska.
Sungguh Aska memang sangat peka, tahu apa yang ia fikirkan, membuat dokter Aldi besyukur memiliki sahabat seperti Aska.
__ADS_1
"Emang boleh aku masuk kak?" tanya dokter Aldi penasaran, dan juga terselip nada penuh harap di balik pertanyaannya.
"Ya boleh lah, emang kenapa ga?" tanya Aska sembari tersenyum ke arah dokter Aldi. "Udah ga sabar ya?"
Aska kembali menggobali dokter Aldi, sontak membuat dokter Aldi seketika bersemu, sungguh malu ia di hadapan sahabat se profesionalnya.
"Ya udah titip Willi dulu ya," jaya dokter Aldi segera berdiri dari tempat duduknya.
Aska sedikit terkekeh dan menggeleng ketik melihat dokter Aldi telah masuk ke dalam rumah.
Karen dokter Aldi telah mengetahui letak kamar Rayana, membuatnya lebih mudah segera menuju ke kamar Rayana.
Dokter Aldi mengetuk pintu kamar Rayana ketika sampai di depan kamar Rayana. Tak lama kemudian pintu kamar terbuka, menampakkan sosok Rayana yang tampak lesu, sepertinya Rayana baru saja akan bersiap tertidur.
"Eh calon suami, ayo masuk, nonton bareng sekalian tidur siang," kata Rayana dengan dengan senyum yang mengembang di bibir seksinya.
Dokter Aldi tentu saja tak menolak tawaran emas dari Rayana, tampa penawaran ke dua kalinya dokter Aldi masuk ke dalam kamar Rayana, dan segera menggandeng Rayana untuk segera berbaring di tempat tidur.
Dokter Aldi segera menarik Rayana ke dalam pelukannya, dan mengecup puncak kepala Rayana. Rayana tersenyum segera membalas kecupan dokter Aldi di bagian dagu.
"Makin sayang sama kamu, jadi ga sabar pengen nikahi kamu," kata dokter Aldi tersenyum penuh arti.
Ayo para jomblo jangan baper, ini hanya hiburan di bulan puasa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****Selamat berpuasa teman teman sekalian bagi yang muslim 🙏🙏🙏****...
...Mohon maaf jika ada salah dan kekhilafan serta ketersinggungan selama author menulis novel terimakasih...
...Jangan lupa like, komentar, vote, dan jadikan favorit. Sebagai penyemangat bagi Author. Agar, author nya lebih semangat up, dan lebih panjang lagi up nya....
__ADS_1