
"Baiklah aku setuju," kata Al tampa ragu.
"Baiklah ini besok kita akan bertemu, kebetulan sekali apartemen ku berada di lantai atas," kata Daniel sembari tersenyum membuat Al benar benar senang, sembari mengulurkan tangan untuk menjabat tangan Al.
"Baiklah..." kata Al, menyambut uluran tangan Daniel, kemudian mereka melanjutkan makannya.
...
Setelah berbincang bincang banyak hal, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali.
"Angel sayang ayo," kata Daniel kepada Angel, yang tampak masih enggan keluar dari apartemen Al.
Sebenarnya bukannya enggan keluar dari apartemen nya Al. Namun Angel tak mau kalau harus satu lift dengan Daniel, karna jujur saja Angel masih ingat betul, bagaiman Daniel tiba tiba menyeretnya ke Apartemen Daniel. Angel takut hal itu akan ter ulang kembali.
"Sayang..." panggil Daniel sekali lagi benar benar membuat Angel jengkel.
"Gue nanti aja baliknya," kata Angel dengan ketus.
"Sayang saya ini sudah janji loh dengan Daddy kamu, buat balik sama kamu sayang," kata Daniel, mengeluarkan jurus pamungkas nya. Daniel tahu betul Angel tak akan mampu menolak keinginannya.
"Iya iya iya... kita balik kerumah beneran ya," pinta Angel, membuat Al menggeleng.
"Sebenarnya apa hubungan kalian?" tanya Al masih penasaran.
"Dia calon istri saya," kata Daniel sontak membuat Angel tercengang.
"Eh siapa yang setuju?" tanya Angel, memandang Daniel.
"Semua keluarga kamu sudah setuju loh sayang," kata Daniel enteng, sembari tersenyum kemenangan ke arah Angel.
"Ingat malam itu kamu juga setuju loh," kata Daniel benar benar membuat Angel, rasanya ingin mencakar wajah tampan Daniel.
"Eghhhhh..." kesal Angel sembari keluar mendahului Daniel.
Hancur sudah rencana Angel, yang ingin memperbaiki mood di apartemen Al. Kini Ia terus di ganggu oleh Daniel, si duda tampan, idaman wanita.
"Ya sayang..." teriak Daniel.
"Tunggu sayang," lanjut Daniel mengejar Angel.
__ADS_1
Sementara Roni dengan sabar mengikuti, sepasang kekasih itu, yang sibuk bermain kejar kejaran.
"Di kira ini film Bollywood apa?" guman Roni kesal, melihat sepasang kekasih itu. Ah hanya Daniel yang merasa begitu.
Ketika Daniel menangkap Angel, Daniel kemudian menggendong Angel ke lift. Meninggalkan Roni yang berada di belakangnya. Roni hanya bisa pasrah ketika, di tinggalkan oleh bosnya. Roni dapat menduga ke mana mereka akan pergi.
Ya sesuai dugaan Roni, ternyata Angel di bawa ke apartemen milik Daniel. Membuat Angel mendengus kesal.
"Eh duda genit jab*lay, ngapain gue di bawa ke sini?" tanya Angel kesal kepada Daniel.
Bukannya menjawab, Daniel justru memilih berbaring di pangkuan Angel. Membuat Angel terkejut, dengan tingkah Daniel.
"Eh lo ngapain sih?" tanya Angel panik.
"Udah diam, kamu tahu kan sayang, kalau sekarang kalau di sini cuman kita berdua," kata Daniel memejamkan matanya, sembari memeluk perut Angel.
"Daniel ini sudah malam, aku harus pulang," pinta Angel membuat Daniel segera memandang ke arah nya.
Daniel mengambil ponselnya, kemudian menelfon Aldo, daddy dari Angel.
"Halo Om... iya ini Daniel," kata Daniel di dalam telfon.
"Iya Om, makasih ya Om..." kata Daniel kemudian memandang Angel penuh kemenangan.
Dengan kesal Angel menarik rambut Daniel, membuat Daniel segera meng aduh kesakitan.
"Aduh sayang sakit," kalau Daniel sambil memegang rambut yang ditarik Angel.
"Maksud kamu ngomong gitu apa?" kesel Angel kepada Daniel, membuat Daniel segera bangun dan menggenggam tangan Angel.
"Yang mana sayang," goda Daniel kepada Angel, benar-benar membuat Angel bertambah kesal.
"Terserah, emang kamu pikir aku barang, bisa di pinjam pinjam," omel Angel membuat Daniel terkekeh.
"Ngapain ketawa?" kesal Angel membuat Daniel semakin terkekeh.
"Kamu itu lucu sayang, keadaan pakai lo gue, kadang pakai aku kamu," Keke Daniel sembari mengunci tangan Angel, kemudian mengangkat Angel ke dalam pangkuannya.
"Jangan melawan sayang, jangan banyak gerak, aku takut menerkam," kata Daniel menggoda Angel.
__ADS_1
Mendengar kata-kata itu benar-benar membuat Angel segera membantu.
"Dasar duda genit, kurang kasih sayang, duda jab*lai," omel Angel membuat Daniel terkekeh.
"Kalau begitu limpahkan dong kasih sayang kamu, dan belai belai aku dong," kata Daniel sontak membuat Angel semakin bergidik.
"Dasar duda genit," desis Angel.
"Kan kata kamu kurang kasih sayang, kalau gitu sayang sayang dong," kata Daniel menggosok gosokkan pipinya di pipi Angel.
Sontak membuat Angel merasa kegeian, karena terkena brewok rapi dari Daniel.
"Daniel geli," kesal Angel karna Daniel terus menggosokkan pipinya.
"Sayang... kamu lapar ga?" tanya Daniel membuat Angel mengangguk, dengan spontan. Karna Angel memang lapar.
Daniel segera mengambil ponsel genggam nya.
"Kamu mau pesan apa sayang?" tanya Daniel sembari memeluk pinggang Angel.
"Sate kacang aja deh, sama minumnya jus jeruk hangat," kata Angel kepada Daniel, membuat Daniel segera menelpon Roni.
"Halo Ron... tolong beliin saya sate kacang dua dan jus jeruk hangat dua," kata Daniel kepada ada Roni di balik telepon sana.
Kemudian Daniel segera menutup telepon tersebut.
"Sabar Ron... bos lo lagi dimabuk Cinta," kata Roni mencoba untuk mengerti dengan keadaan bosnya.
Ya baru kali ini Roni harus melakukan hal seperti ini, karena biasanya bosnya selalu cuek terhadap wanita.
Semenjak Daniel bercerai dengan mantan istrinya, Daniel memang tidak tertarik sama sekali kepada wanita lain. Meskipun demikian banyak wanita yang mengejar-ngejar Daniel. Baru Angela yang dengan sekuat tenaga menolaknya.
Roni segera meluncur ke tempat penjual sate terdekat, kemudian memesan sate pesanan bos nya. Setelah pesanan jadi, Roni segera kembali ke gedung apartemen Daniel. Setelah sampai Roni segera menuju ke apartemen Daniel, dan memencet bel apartemen Daniel.
"Masuk," teriak Daniel kepada Roni, membuat Roni segera masuk ke dalam apartemen Daniel.
Roni memang mengetahui password apartemen Daniel, karena biasanya jika ada berkas atau apapun yang tertinggal, Roni lah yang bertugas untuk kembali mengambil berkas tersebut. Daniel memang sangat mempercayai Roni, bahkan Daniel menganggap Roni sebagai saudaranya sendiri.
Daniel segera masuk dan menyaksikan kemesraan bosnya dan Angel. Roni melihat wajah Daniel yang sumringah, namun berbeda dengan wajah Angel yang sedikit cemberut.
__ADS_1