Duda Genit

Duda Genit
S3 (Pertemuan Keluarga)


__ADS_3

Aiyla saat ini baru saja sampai dari kantor yang bagai neraka untuknya. Aiyla segera masuk dan memeluk mamanya yang tengah menonton bersama dengan papanya. Ah sepertinya papanya kembali lebih cepat lagi hari ini.


"Ailya kok pulang cepat sayang?" Chandra bertanya ketika Aiyla menyalami tangannya.


"Di bolehin sama kak Raka Pah," Aiyla tersenyum sembari berjalan menuju kamarnya.


Aiyla memang tak pernah mengadu meskipun di hukum seberat apa pun dengan gurunya, karena jika dia mengadu maka hukuman dari Aliya akan bertambah. Terlebih Aliya sangat tahu kelakuan anaknya yang sangat jahil.


Aiyla kini telah turun dari kamarnya, Aiyla masuk ke dapur untuk mengambil ice creamnya yang baru saja dia beli kemarin malam. Saat berada di dapur, tak sengaja Aiyla berpapasan dengan Ahmed yang sepertinya sedang makan sesuatu.


"Hai kak ganteng," Aiyla menyapa Ahmed terlebih dahulu, sebelum akhirnya menuju ke kulkas.


"Hm," Ahmed hanya menjawabnya sesaat, kemudian kembali menikmati makanannya.


Aiyla membuka kulkas dan terkejut melihat ice creamnya sudah tidak adalagi, bahkan tempatnya pun sudah tidak ada. Aiyla curiga dengan Ahmed, dan menatap Ahmed dengan tatapan curiga.


"Kak lo makan apa?" Aiyla segera mendekat ke arah Ahmed.


"Ice cream," dengan santainya Ahmed menjawab, seolah itu adalah miliknya.


"Kak lo makan ice cream gue, lo parah lo ya, mama," Aiyla segera berteriak histeris sembari memaki maki Ahmed.


"Ih apaan sih lo, lebai amat, cuman ice cream doang pakai ngadu segala," Ahmed segera membekap mulut Aiyla agar tak terdengar oleh Chandra dan Aliya.


"Lo jahat banget kak, ganti sekarang," Aiyla tak terima segera menyerang Chandra dengan sendok.


"Ih iya nanti kali, ni sisanya masih ada, makan sisanya dulu," Ahmed segera memberikan ember ice cream kepada Aiyla.


Aiyla hanya menerima saja tampa melihat isinya. Mata Aiyla kembali terbelalak saat melihat isi di dalam ember kecil tersebut telah ludes.


"Mama!" Aiyla berteriak kencang untuk mengadukan Ahmed, sembari mengejar Ahmed. Ahmed segera mengurung diri di kamar, membuat Aiyla mengejarnya hingga ke kamar.


"Woy keluar lo, tanggung jawab lo, ice cream gue lo ludesin, baru semalam gue beli, parah lo masih banyak tu isinya, belum ada seperempat gue makan," Aiyla terus berteriak di depan pintu Ahmed. "Woy keluar lo kak, gue ga terima ya, ga ikhlas gue, kalau gue ga ikhlas sakit perut entar lo."

__ADS_1


Mendengar ribut ribut dari atas membuat Chandra dan Aliya menghela nafasnya dengan berat, Chandra dan Aliya saling melirik sembari menggeleng.


"Cil buat anak lagi yok, buat anaknya yang aga kalem gitu," Chandra memberikan ide gila kepada istrinya.


"Emang bisa? Lo buatnya aja grasak grusuk ga sabaran," Aliya mencibir Chandra.


"Ga lah ya gue ga gitu, gue kalem," Chandra membantah nya.


"Kalem apaan? Kaga lembut iya," Aliya kini membantah.


"Idih kalau lo ga percaya coba aja sekarang, yuk kita buktikan," Chandra justru menantang Aliya.


"Wah bener bener nih nantangin gue, gue pasti bener lah," Aliya juga tak mau kalah, dia balik menantang, dan akhirnya mereka segera memasuki kamar dengan memperdebatkan siapa yang lebih benar. Ah, memang buah jatuh tak pernah jauh dari pohonnya, kecuali di petik dan di jual di pasar buah. Bukannya melerai mereka justru ikut berdebat tentang peroses pembuatan anak.


......................


Saat tengah turun dari mobil, terdengar desak desuk keributan, membuat Daniel segera pergi menyambut tamunya. Ya, itu adalah rombongan dari keluarga Kostak.


Saat ini Aiyla dan Ahmed masih bertengkar, hanya karena memperebutkan ice cream yang tadi di makan oleh Ahmed. Aiyla tak terima, sementara Ahmed juga kesal, karena menurutnya itu bisa di beli lagi.


"Eh adik durhaka kayak lo yang pantas di kutuk jadi sendal copot sinderbolong," Ahmed tak mau kalah.


Aliya dan Chandra kembali harus memisahkan mereka berdua, karena lama lama mereka akan baku hantam. Dan begelud di depan rumah Angel dan Daniel.


Angel segera menyambut sahabatnya itu dan memeluknya, membuat Aiyla terlepas dari genggaman, akhirnya Aiyla kembali menyerang kakak nya.


Angel yang melihat hal itu hanya menggeleng, kelakuan mereka menang sama persis dengan Chandra dan Aliya, yang akan selalu bertengkar jika bersama, namun kini mereka sangat awet, dan mampu mengerti satu sama lain.


Daniel segera mengambil alih Ahmed dari Chandra, Daniel tahu bahwa bukan hanya mulut yang akan teradu jika tidak di pisahkan dengan cepat, namun juga adu fisik di antara keduanya.


Setelah drama keributan tersebut, akhirnya saat ini mereka telah tiba di meja makan, tiba tiba keributan antara Ahmed dan Aiyla mereda. Ya, mereka memang di ajarkan menghargai makanan, dan jangan ribut di meja makan. Setelah semua makan mereka berkumpul ke ruang keluarga, Ahmed duduk di samping Aiyla.


"Eh Ai sudah punya pacar?" Angel memandang Aiyla dengan penuh harap.

__ADS_1


"Mana ada yang mau sama dia, lihat tuh kerjanya marah marah mulu," bukannya Aiyla yang menjawab justru Ahmed yang menjawabnya.


"Eh gue marah marah semua gara gara lo ya kakak durhaka, masa ya tadi sore ice cream Ai di makan sampai tetes penghabisan, mana baru semalam belinya, makannya juga belum ada seperempat," kini Aiyla yang mengadu, membuat mereka terkekeh mendengar pengaduan Aiyla.


"Itu karma buat kamu," namun tawa mereka terhenti ketika mendengar kata kata dari Rakara, seketika Ahmed langsung mengacungkan jempol ke arah Rakara.


"Karma dari mana coba?" Aiyla tak terima hal tersebut.


"Tadi sore kamu kasih apa di dalam kopi saya?" Rakara kini menantang Aiyla.


"Ya itu salah kakak sendiri ya, mana ada bos ngasih karyawannya hukuman tampa sebab, mana push up nya empat puluh lima menit lagi," Aiyla tak terima dan langsung saja mengutarakan kekesalannya. "Itu namanya dzolim sama karyawan sendiri."


"Iya itu karena kamu sendiri yang jawab kata kata saya," kini Rakara tak mau kalah.


"Ya iyalah diam salah ngomong salah, maunya apa sih?" Aiyla semakin kesal di buat bos sekaligus kakak sepupunya.


"Nah kan Rak, mau lo apa? Bilang aja," Ahmed sepertinya mengambil keuntungan di sini. "Menurut lo gimana Ray."


"Gue lagi jaga omongan, biar anak gue sekalem gue," Rayana tersenyum anggun seolah itu adalah kebenaran.


Aiyla dan Ahmed segera berpura pura muntah secara serempak, entah kenapa dalam hal mengejek, dan membantah orang lain mereka sangat kompak.


"Ngibulin siapa kak? Tetangga yang dekat Ancol mungkin bisa, tanya noh sama followers kakak yang ratusan juta," Aiyla terkekeh geli.


"Di jamin ga bakalan percaya," Ahmed dan Aiyla kembali kompak, membuat Rayana mendecik kesal.


"Dasar jones lo berdua," akhirnya Rayana mengeluarkan kata katanya yang cukup menohok, untuk Aiyla tapi tidak untuk Ahmed.


"Berdua? Dia aja kali gue ga ya," Ahmed terkekeh mengatakan hal tersebut, sembari mencemooh Aiyla.


"Udah lah yah, jodohin aja kak Raka sama Aiyla, sama sama jones," Rayana segera memandang kakak nya yang tiba tiba melihatnya dengan pandangan kesal.


"Gue sama dia? Ga bakal bersatu, kita berbeda keyakinan. Dia yakin dia idaman setiap wanita, gue yakin bahwa dia bukan idaman gue," Aiyla mengatakan hal tersebut, sontak membuat yang lain tergelak.

__ADS_1


"Chandra ada perlawanan?" Ahmed ikut menimpal.


"Hati gue yang adem ayem, kayak AC full dengan segala kesejukannya, eh malah bertemu dengan manusia gunung merapi wajarlah ga ketemu," lanjut Aiyla terkekeh geli.


__ADS_2